Transmigrasi Genius Girl

Transmigrasi Genius Girl
Bab 12 Ancaman


__ADS_3

Richard mengendari motor miliknya dengan kecepatan sedang sembari memikirkan bagaimana caranya agar dirinya lebih lama berdua dengan Christin.


Ingin mengajak jalan tapi ia rasa itu terlalu cepat waktunya karna Richard baru mengenal Christin, ia takut Christin tidak nyaman.


Lalu bagaimana, apa yang harus ia lakukan agar bisa menghabiskan waktu dengan Christin lebih lama?


Ah iya mengajak Christin makan, ini kan jam pulang sekolah mungkin Christin lapar? Jika Christin tidak lapar, maka ia yang akan bilang pada Christin bahwa dirinya lapar karna belum makan dari tadi pagi.


Wah Richard kau memang pintar


Richard memuji dirinya sendiri di dalam hati.


Oke sekarang waktunya bilang ke Christin, Richard membuka mulutnya ingin bersuara tapi kenapa tidak bisa?


Oh Richard tidak mendadak bisu, ia terlalu gugup untuk mengajak Christin berbicara.


Oke mulai lagi, ayo Richard kau pasti bisa


Richard menyemangati dirinya sendiri lagi-lagi di dalam hati.


"Chris" Akhirnya Richard bisa bersuara juga.


Sementara Christin yang dipanggil langsung mendekatkan dirinya pada Richard.


"Apa?" Tanya Christin, tanpa tau kalau yang ditanya sedang menenangkan jantungnya sendiri.


"L-lo laper gak?" Gugup Richard, ia sedang gugup karna posisi mereka kelewat dekat itu tidak baik bagi kesehatan jantungnya.


"Engak sih tapi kalau lo mau makan, ayo gue temenin" Wah peka juga ternyata si Christin ini.


"Beneran?" Tanya Richard hati-hati sambil melirik Christin di sampingnya.


Degg


Bunyi apa itu?


Oh ternyata jantung Richard gays, mau tau kenapa berbunyi?


Karna gugup dekat Christin?


Iya memang, tapi ini ada alasan baru lagi itu adalah wajah Christin yang sangat dekat. Tepat berada didepan Richard yang menjadi pemisah hanya helm full face Richard.


Cepat-cepat Richard memalingkan wajahnya lalu fokus mengemudi. Bahaya jika dilanjutkan aksi tatapannya ini di jalan, mereka bisa kecelakaan jika Richard tidak fokus.


"Pegangan yang erat Chris, gue bakal ngebut"


"Hmmm"


Haduh, damage deheman Christin lagi-lagi gak baik buat kesehatan jantung Richard.


Mendengarkan deheman Christin yang tepat di samping telinganya, cepat-cepat Richard menggelangkan kepalanya.


Lalu motor Richard melaju menuju Restoran.


¤¤¤¤¤¤¤¤


Setelah Richard sampai di Restoran, Richard memarkirkan motornya lalu melepaskan helm. Mereka berdua Christin dan Richard sudah turun dari motor.


Christin berjalan duluan sedangkan Richard mengikuti di belakangnya, tapi baru dua langkah Christin menghentikan jalannya dan menoleh ke belakang karna cekalan tangan Richard di lengannya.


"Kenapa?" Tanya Christin sambil mengernyitakan dahinya.


"Kita jalan bareng ke dalam" Richard menjawab lalu mengenggam tangan Christin kemudian membawanya masuk ke dalam Restoran.


Christin yang melihat tangannya digenggam Richard hanya menurut tanpa protes.


"Kita duduk di sini" Ucap Richard lalu melepaskan genggaman tangan mereka.


"Hmm, pilihan yang bagus Rich" Ucap Christin sambil mengacungkan jempolnya. Richard yang melihat hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


Mereka berdua segera duduk, lalu Richard memanggil waitress untuk memesan.


"ini silahkan" Waitress memberi mereka berdua buku menu.


"Salad and orange juice" Ucap Christin sambil menyerahkan buku menu.


"Baik kak" Pelayan itu segera mengambil buku menu dari tangan Christin lalu menulis pesanannya.


"Steak and orange juice" Richard menyebutkan pesanannya dengan wajah datar.


"Iya kak, mohon ditunggu pesanannya" Pelayan itu segera pamit undur diri dan meninggalkan mereka berdua.


"Lo suka orange juice Chris?"


"Iya gue suka orange juice itu minuman paling menyegarkan menurut gue" Ucap Christin sambil tersenyum cerah.


Melihat senyuman Christin, Richard ikut tersenyum. Ternyata kesukaan minuman kita sama batin Richard.


"Selain itu apa yang lo suka?"


"Kejujuran"


"Kejujuran?" Tanya Richard sambil mengernyitkan alisnya tidak mengerti apa maksud Christin.


"Iya kejujuran, gue suka orang yang jujur baik kepada orang lain atau dirinya sendiri tapi sayang gue gak termasuk di dalamnya" Jawab Christin sambil tersenyum miris.


"Kenapa?" Tanya Richard serius


"Karna gue pembohong besar, jangan percaya apa yang gue katakan setelah ini" Christin menatap Richard dengan penuh arti.


"Gue adalah Christin Queennesha Smith" Ucap Christin sambil menatap Richard dengan senyum penuh arti.


"Hahaha, gimana lo gak gila Chris kalau lo belajar jadi orang gila" Tawa Richard sampai mengeluarkan air mata.


"Dengerin gue juga, lo tau Alexander Roberto dia adalah mantan kakak tiri gue" Ucap Richard sambil menatap Christin.


Pelayan pun datang dan membawakan pesanan mereka.


"Silahkan" Ucap pelayan lalu pergi


Christin pun langsung memakan salad miliknya dengan anggun dan tenang.


Richard yang melihatnya terpaku, segala yang ada di Christin nyaris sempurna karna tidak ada manusia sempurna di dunia ini.


Richard pun memakan steak miliknya mereka makan tanpa bicara, ya keduanya penganut adab tidak boleh bicara saat makan.


Setelah selesai makan, mereka hanya terdiam dengan fikiran masing-masing.


"Pulang Chris atau ada tempat yang pengen lo kunjungin?" Tanya Richard sambil menatap Christin.


"Richard" Panggil Christin


"Iya kenapa?"


"Jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu kalau belum tau kebenarannya."


Sementara Richard hanya mengernyitkan dahinya bingung dengan apa yang diucapkan Christin.


"Maksutnya Chris?" Tanya Richard dengan pandangan kebingungan.


"Suatu saat lo bakal tau Rich" Jawab Christin sambil tersenyum lembut.


"Udah ayo pulang" Christin lalu berdiri dan mengenggam tangan Richard.


"Bentar dulu Chris" Richard mengambil uang disakunya dan meletakan diatas meja.


"Ayo" Ajak Richard lalu mereka berjalan keluar Restoran sambil berpegangan tangan.


Sepanjang perjalanan banyak yang melihat mereka sembari memuji jika mereka pasangan yang serasi.

__ADS_1


¤¤¤¤¤¤¤¤


Motor ninja milik Richard memasuki Mansion Smith lalu berhenti.


Christin sudah turun dari motor sedangkan Richard tengah melepas helm full face miliknya.


"Thanks Richard atas tumpangan dan teraktirannya" Ucap Christin sambil tersenyum.


"Iya sama-sama, btw Chris minta nomor hp lo dong" Ujar Richard sambil menyodorkan Ponsel miliknya.


Christin lalu mengambil  Ponsel itu dan mengetik nomor miliknya setelah itu menyimpannya.


Selesai, ia lalu memberikan Ponsel itu pada Richard dan langsung diterima Richard dengan senyuman manisnya.


"Terima kasih Christin" Ucap Richard dan mencubit pipi Christin.


Tidak terima pipinya dicubit, Christin langsung memukul tangan Richard.


Sementara yang dipukul hanya tersenyum geli tidak merasakan sakit sama sekali.


"Udah pulang sana" Usir Christin sambil mengibaskan tangannya.


"Baiklah Princess" Ujar Richard sambil membungkuk hormat ala kerajaan.


Christin hanya memutar bola mata malas melihat tingkah absurd Richard.


Richard lalu memakai helm dan mengendarai motornya meninggalkan Mansion Smith.


Christin memasuki mansion miliknya lalu menuju ke kamar untuk mandi karna badannya sudah gerah sekali.


¤¤¤¤¤¤¤


Selesai mandi dan berganti baju Christin menuju meja rias untuk memakai night skincare rutin miliknya.


Setelah selesai, ia menuju ke bawah untuk makan malam ditengah perjalanan langkah Christin dihentikan oleh pelayan.


"Maaf Nona, Christin ini ada paket untuk anda" Ucap pelayan sambil menyerahkan paket kepada Christin.


"Iya, Terima kasih" Christin lalu mengambil paket di tangan pelayan.


Christin lalu berjalan ke kamar tidak jadi untuk ke meja makan karna ia sudah kepalang penasaran isi paket ini.


Setelah sampai di kamar, Christin menutup pintu kamar lalu berjalan ke meja belajar miliknya.


Christin langsung membuka paket itu dan isinya adalah foto Richard dan dirinya tadi.


Foto saat Christin dibonceng Richard naik motor.


Foto di Restoran saat Christin sedang tertawa bersama Richard.


Foto saat Christin sedang makan dengan Richard.


Foto saat Christin sedang bergandengan tangan dengan Richard.


Oh ayolah, siapa orang kurang kerjaan yang memfoto ia dan Richard seperti ini.


Melihat di kotak itu terselip surat, Christin segera mengambil lalu membukanya.


Gue rasa lo udah gak waras Christin,


udah tau Geng Richard dengan anak Cipta Bangsa musuhan dan lo malah jalan bareng.


Jadi gimana kalau gue sebarin foto ini ke sekolah Anak Cipta Bangsa pasti bakal musuhin lo.


^^^From "R"^^^


Christin hanya menatap datar surat itu, ia santai saja untuk apa takut. Toh dia yakin pengirim surat ini tipe orang yang hanya suka mengancam.


Jika si pengirim surat menyebarkan foto ini hanya lihat saja apa yang dilakukan Christin.

__ADS_1


__ADS_2