TRANSMIGRASI SI AGENT CANTIK

TRANSMIGRASI SI AGENT CANTIK
Kegalauan Pangeran Ji Won


__ADS_3

FLASHBACK ON :


Pangeran Ji Won mengajak Dao ke tempat yang agak sepi. Tidak lupa beberapa anak buahnya berjaga, agar tidak ada yang mendengar pembicaraan itu.


"Ada apa?"


"Kami melihat anak buah pangeran Jung Hee dan pangeran Jung Hwa berada di sini. Menurut informasi, mereka ke desa ini bersama pangeran Jung Hee dan pangeran Jung Hwa."


Deg!


"Apa kedua pangeran juga ada di desa ini?"


"Tidak. Kedua pangeran tinggal di desa sebelah."


"Apa keberadaan kalian diketahui oleh mereka?"


"Tidak," jawab Dao tegas.


Dia langsung mengajak teman-temannya untuk mundur, begitu melihat keberadaan anak buah pangeran Jung Hee dan pangeran Jung Hwa.


Apalagi tampilan Dao yang sudah mirip dengan tabib tua. Tidak akan ada yang menyangka jika tabib itu masih berumur dua puluh dua tahun.


"Kalau begitu sekarang tugas kamu mencari rumah yang bisa kita tinggali untuk sementara. Ingat untuk selalu waspada!"


"Baik pangeran."


FLASHBACK OFF

__ADS_1


Keberadaan pangeran Jung Hee dan pangeran Jung Hwa, membuat mood pangeran Ji Won menjadi buruk.


Selama proses pembuatan obat, pangeran Ji Won lebih pendiam dari biasanya. Hal itu membuat jiwa kepo Hyun meronta-ronta.


"Sebenarnya kakak kenapa sih ?" tanya Hyun saat mereka tengah beristirahat.


Pangeran Ji Won menggelengkan kepalanya. Hal itu membuat Hyun cemberut.


"Sebenarnya aku tidak ingin ikut campur. Namun sikap kakak yang seperti tadi, membuat tidak nyaman. Kalau memang ada masalah bukankah lebih baik dibagi. Siapa tahu aku bisa membantu kakak," ucap Hyun panjang lebar.


Pangeran Ji Won menghela nafas dengan berat. Bingung mau menjawab apa.


"Apa kamu ingat pertemuan pertama kita?"


"Tentu saja ingat."


"Itu mah gampang. Kakak menyamar saja kalau begitu."


"Maksudnya?"


Hyun mengutarakan ide yang ia punya. Pangeran Ji Won nampak tertarik dengan ide tersebut.


"Terimakasih," ucap pangeran Ji Won dengan tulus. Hyun hanya tersenyum mendengarnya.


Untuk sementara Hyun akan tinggal di rumah tersebut. Hal itu ia lakukan untuk mengawasi kondisi pasien.


Pangeran Ji Won turut tinggal bersamanya. Sedangkan anak buahnya tinggal dirumah kosong yang tidak jauh dari sana.

__ADS_1


Rumah yang saat ini mereka tinggali merupakan rumah kosong yang sudah lama terbengkalai. Sang pemilik rumah sudah lama meninggal dan tidak memiliki ahli waris.


Kebetulan lelaki yang saat ini Ia rawat merupakan keponakan dari pemilik rumah. Begitu mendengar Hyun mencari tempat tinggal, lelaki itu menawarkan rumah tersebut.


Hyun terpaksa tidur di ruang tamu bersama pangeran Ji Won. Karena di rumah itu tidak ada ruang kosong yang dapat mereka pakai.


Keduanya tidur menggunakan alas tikar. Kemudian mengggunakan kain tipis sebagai selimut. Untung cuacanya sedang panas. Jadi mereka tidak kedinginan.


Pagi hari sekali Hyun sudah bangun. Hal yang ia lakukan pertama kali adalah pergi ke kamar mandi.


Selesai mencuci muka, Hyun pergi ke dapur. Dia mencari bahan yang bisa ia gunakan untuk memasak.


Setiap warga mendapatkan bantuan sama rata dari pemerintah. Jadi stok bahan makanan yang ada di dapur masih cukup untuk digunakan beberapa hari ke depan.


Ada beras, gandum, kentang, daging domba dan juga tepung. Hyun memasak bubur daging. Meskipun bumbunya tidak lengkap namun rasa masakannya tidak buruk.


Selesai masak Hyun juga merebus obat. Dia ingin pasiennya segera sembuh. Untung bahan obatnya belum habis. Jika tidak, bagaimana ia bisa mengobati pasiennya


"Apa yang anda lakukan, Nona?"


"Maaf Bu...saya lancang mengunakan dapur."


"Tidak papa Nona. Nona bisa menggunakannya kapanpun anda mau. Ada yang bisa saya bantu?"


"Tolong bawakan semua makanan itu kedalam. Saya akan menyelesaikan ini terlebih dulu."


"Baik Nona."

__ADS_1


__ADS_2