
Sudah lebih dari sebulan Hyun dan teman-temannya melakukan perjalanan. Selama itu pula mereka hanya berhenti untuk makan dan beristirahat.
Sudah banyak desa yang mereka lewati, namun mereka belum menemukan keberadaan keluarga Hyun. Kini mereka sudah sampai di gerbang ibu kota.
Sejak mereka menjadi pusat perhatian diawal perjalanan, Hyun telah merubah tubuh Lion menjadi seorang anak kecil yang berusia dua tahun.
Semua itu ia pelajari dari buku tua yang diberikan kepadanya. Itulah yang menjadi alasan kenapa dia berani membawa Lion keluar dari desa mati.
Dia sudah memikirkan secara matang. Kemunculan singa ditengah penduduk pasti akan membuat heboh. Tidak masalah jika itu desa kecil yang memiliki penduduk sedikit. Namun jika penduduknya banyak maka akan jadi masalah.
Hyun bisa saja ditangkap karena dituduh membahayakan warga. Dan lebih buruknya lagi Lion akan dibunuh. Untung dalam buku tua ada cara untuk merubah siluman menjadi manusia. Khususnya siluman yang masih tahap rendah dan belum bisa berubah.
Meskipun masih kecil, namun Lion tidak suka digendong. Dia tetap berjalan seperti yang lainya.
Setiap penduduk yang akan masuk ke ibu kota akan di periksa di posko yang ada digerbang kota. Ada beberapa anggota militer yang berjaga di posko.
"Dari mana asal kalian?" tanya salah satu petugas ketika giliran mereka diperiksa.
"Kami asalnya dari desa Karo. Namun kami mengungsi sampai desa Ruo," jawab Yun.
"Terus apa yang akan kamu lakukan disini?" tanyanya dengan melihat Hyun dan yang lain satu persatu. Saat melihat wajah mungil Lion dia menatapnya cukup lama.
"Kami ingin mencari keluarga kami yang tercerai berai. Sudah banyak desa yang kami lewati, namun kami belum menemukan keberadaan mereka," jawab Yun mewakili yang lain. Apalagi penampilan Yun yang lebih dewasa dari yang lainya.
"Kalian boleh masuk namun kami harus memeriksa barang-barang kalian terlebih dahulu."
"Tidak masalah."
Ransel yang ada di punggung Hyun, Yin dan Yun mereka turunkan. Kemudian memberikannya pada petugas.
Untungnya Hyun sudah meletakkan barang-barang yang bisa membuat kecurigaan telah ia masukkan kedalam cincin ruang. Hanya ada beberapa baju ganti dan juga sedikit koin disana.
Ransel yang mereka punya menarik perhatian petugas. Selain bentuknya bagus juga sangat efisien untuk membawa barang.
"Bolehkah aku tahu dimana kalian mendapatkan ini?"
"Kebetulan kami membelinya di desa yang kami lewati. Apa ada yang salah dengan benda ini?" tanya Hyun.
__ADS_1
"Tidak. Saya hanya tertarik memilikinya," jawab petugas itu jujur.
"Oh...maaf, kami juga butuh untuk membawa pakaian kami," ucap Yun sopan.
"Tidak papa. Kalian sudah boleh masuk kedalam. Ingat untuk jangan membuat masalah. Kalau kalian butuh sesuatu, kalian bisa minta tolong ke petugas," ucap petugas itu dengan bijak. Dia memang tertarik dengan ransel mereka namun tidak berniat untuk merebutnya.
Hyun merasa petugas itu baik dan jujur. Jadi dia rela memberikan ransel yang ia pakai kepadanya. Namun sebelum itu ia mengambil baju yang ada didalamnya.
"Paman...ini buat paman,"ucao Hyun sambil mengulurkan ransel miliknya kepada petugas.
Petugas itu merasa kaget. Dia merasa senang mendengarnya namun dia juga bukan orang jahat yang akan merampas barang dari anak kecil.
"Tidak perlu. Kalau kamu berikan pada saya, bagaimana dengan pakaianmu?" ucap petugas itu sambil tersenyum.
"Aku kan meletakkan pakaianku di milik kakak. Ini buat paman, doakan agar kami bisa menemukan ibu kami," ucap Hyun dengan lembut.
Petugas itu tak kuasa menolak pemberian Hyun. Namun dia tidak bisa menerimanya begitu saja. Jadi dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
"Baiklah...barang ini paman terima. Namun terimalah giok ini. Jika lain waktu ada masalah tunjukkan saja giok ini."
"Bagaimana kalau kami mau mencari rumah?"
"Apa kalian berniat membeli rumah?"
"Sepertinya begitu. Kami belum tahu apakah kami akan bertemu dengan ibu kami. Meskipun kembali ke desa, rumah kami tidak bisa ditinggali. Jadi berniat untuk membeli rumah disini."
"Kalau begitu itu lebih mudah. Kalian bisa menggunakan giok ini. Pergilah ke agen penjualan rumah dan tunjukkan giok ini. Jadi tidak ada yang akan memanfaatkan kalian."
Hyun dengan senang hati menerimanya. Kemudian dia berterima kasih padanya.
"Terima kasih paman. Kalau begitu kami pergi dulu."
"Silahkan."
Hyun meninggalkan tempat itu dengan riang. Bagaimana tidak, hanya karena ransel dia mendapatkan keuntungan lebih.
Dia memang berencana tinggal di ibu kota agak lama. Meskipun seandainya mereka harus meninggalkan ibu kota nantinya, namun setidaknya mereka punya rumah.
__ADS_1
Setelah itu mereka benar-benar menemui agen penjualan rumah. Hyun sudah menyiapkan satu kantong koin emas sebelum memasuki agen tersebut.
Hyun mendapatkan rumah di pusat kota. Tempatnya strategis. Terdiri dari dua lantai. Hanya saja kondisinya sangat memprihatinkan.
"Bagaimana Tuan, apakah anda menerimanya?" tanya sang agen pada Yun.
Yun pun melirik Hyun untuk meminta jawaban. Setelah mendapatkan kode dia pun menyetujuinya.
"Saya akan membeli rumah ini."
"Kalau begitu mari kita urus surat-suratnya di ," ajak sang agen.
"Baik."
Agen itu membawa Yun dan kawan-kawan kepetugas pemerintahan. Dengan begitu secara resmi rumah itu sudah milik mereka.
Ternyata kegiatan mereka dipantau petugas gerbang. Sebenernya dia merupakan menteri pertahanan.
Menteri pertahanan merupakan kakak dari selir Agung. Dia menyamar menjadi petugas untuk melihat secara langsung kinerja anak buahnya.
Selesai mengurus surat-surat rumah, mereka kembali kerumah. Mereka masih belum berniat untuk bersih-bersih. Yang mereka butuhkan saat ini adalah beristirahat. Jadi mereka bagi-bagi kamar.
Rumah itu cukup besar. Ada lima kamar kosong, ruang tamu, dapur dan juga kamar mandi.
Sepertinya rumah itu dulunya milik bangsawan kalau tidak, setidaknya pemilik sebelumnya merupakan orang yang kaya.
Hyun memilih kamar yang ada dilantai dua. Begitupun dengan Yin. Sedangkan Lion dan Yin di lantai bawah.
Hyun memasuki kamar yang tadi ia pilih. Ternyata ruangannya sangat kotor. Mau tidak mau dia harus membersihkannya dulu sebelum mengggunakannya.
Hyun meminta kasur, bantal, selimut, guling dan beberapa alat kebersihan pada penjaga sistem. Bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk Yin, Yun, dan Lion.
Akhirnya mereka tidak jadi istirahat. Semuanya membersihkan kamar masing-masing.
Setelah kamar bersih, barulah mereka istirahat. Sangking lelahnya Hyun sampai bangun keesokan harinya. Ini merupakan tidur ternyenyak yang ia alami sejak berada di tubuh ini.
Keesokan harinya Hyun kembali meminta makanan pada penjaga sistem. Sebenarnya dia ingin masak. Namun dapurnya belum dibersihkan. Bahan untuk membuat masakan juga belum tersedia.
__ADS_1