TRANSMIGRASI SI AGENT CANTIK

TRANSMIGRASI SI AGENT CANTIK
Lion


__ADS_3

Hyun tidak menyangka, jika singa kecil itu menerima kehadirannya. Padahal sebelumnya dia menatapnya dengan tajam.


Namun saat saat sedang bermain bersamanya, muncul dua ekor singa dewasa. Mereka menatap Hyun dengan tajam. Seolah Hyun santapan segar untuk mereka.


"Apa yang kau lakukan di tempat kami?" tanya singa dewasa dengan arogan.


Hyun tentu saja kaget mendengarnya. Tidak menyangka jika singa itu bisa bicara dengannya. Dia kira singa itu hanya binatang biasa.


Hyun masih terkejut sehingga tidak menjawabnya. Sedangkan singa kecil yang bersamanya tadi sudah berlari ke pelukan sang ibu.


"Apa kamu tidak mendengar ucapan ku?!"ucap sang singa menggelegar.


Singa jantan itu marah karena Hyun mengabaikan pertanyaannya. Bukan hanya Hyun yang kaget, namun dua singa lainnya pun ikut kaget.


"Maaf. Saya tidak sengaja masuk kedalam goa ini dan bertemu dengannya," jawabnya dengan jujur. Dia juga menunjuk singa kecil yang saat ini berdiri disamping sang ibu.


Singa itu mendengus mendekatinya. Refleks Hyun mundur ke belakang. Apa lagi saat singa itu mengendur tubuhnya.


"Apa kau yang sudah melenyapkan siluman-siluman itu?"


Dia sudah mendengar tentang beberapa siluman yang sudah mati terbunuh. Meringankan tugasnya sebagai seorang penjaga desa.


"Wow kok kamu bisa tahu?" tanya Hyun dengan semangat.


Hyun yang awalnya siaga langsung bersorak kegirangan. Hal itu membuat sang singa mendengus.


"Memangnya siapa lagi manusia yang saat ini berada di desa mati selain kau dan suamimu," sindir singa itu.


" Wow...hebat!"


Bukanya marah dengan sindiran sang singa. Hyun malah takjub dengannya. Kok mereka bisa menebak seakurat itu.


"Kami melihat kalian lompat dari tebing itu," ucap singa betina.


Hyun shock mendengarnya. Bagaimana bisa singa itu mengetahui apa yang sedang di pikirannya.


"Kami bisa mendengar kata hatimu," lanjut singa itu.


"What!"


Belum juga hilang kagetnya, Kedua singa itu tiba-tiba merubah dirinya menjadi manusia. Mereka menatap Hyun dengan tersenyum.


"Selamat datang di rumah kami nona," ucap mereka dengan ramah.


Entah kemana arogansi mereka tadi saat dalam wujud singa. Keduanya membungkukkan badan mereka dengan sopan.


"Jadi kalian _"


"Benar. Kami merupakan siluman singa yang ditugaskan untuk menjaga desa ini."


"Siapa yang menugaskan kalian?"tanya Hyun penasaran.


"Tentu saja tuan kami," jawab sang lelaki.

__ADS_1


"Sekarang beliau ada dimana?"


"Beliau sudah pergi dari dunia ini. Namun kami sudah menemukan penggantinya."


"Bolehkah aku bertemu dengannya?"


"Kenapa anda ingin bertemu dengan beliau?"


"Ada yang ingin aku tanyakan."


"Andalah orang itu."


"What!!! kamu jangan bercanda!"


"Kenapa kami harus bercanda. Anda adalah orang yang kami tunggu sejak lama."


"Apa maksudmu?"


"Apa anda tidak merasakan keanehan dengan tubuh anda?"


Deg!


Hyun terhenyak mendengarnya. Mungkinkah kekuatannya itu ada hubungan dengan hal ini?


"Benar nona. Setelah anda memasuki desa ini kekuatan anda secara otomatis akan langsung bertambah."


"Bagaimana bisa?"


"Anda tidak perlu banyak berfikir. Tuan memang sudah mempersiapkan hal itu sejak jauh hari. Untuk caranya saya sendiri juga tidak mengerti."


"Sehebat itukah tuamu itu?"


"Beliau orang terkuat yang pernah saya temui."


Padahal kedua siluman itu tidak pernah meninggalkan desa itu. Bagaimana mau melihat orang terkuat lainya. Itulah yang ada dipikirkan mereka.


Untung Hyun tidak bisa mendengar pikiran mereka.


"Sayangnya aku tidak bisa bertemu dengannya."


"Kenapa anda ingin bertemu beliau."


"Tentu saja menjadi muridnya, apalagi?"


"Anda tidak perlu khawatir dengan hal itu. Tuan sudah meninggalkan sesuatu untuk Anda."


"Apa itu?" tanya Hyun dengan semangat.


"Tunggu lah disini sebentar."


Sang lelaki meninggalkan Hyun dengan istri dan anaknya. Dia menuju tempat rahasia tuanya.


"Dia namanya siapa?"tanya Hyun menunjuk singa kecil yang saat ini berada dalam gendongannya.

__ADS_1


Singa kecil itu belum bisa berubah menjadi manusia. Kekuatannya masih belum keluar. Selain itu usianya juga masih kecil.


"Kami belum memberinya nama."


"Kok bisa?"


"Kami belum menemukan nama yang cocok untuknya."


"Bagaimana kalau Lion?"


Begitu Hyun menyebut nama Lion, singa kecil itu menatap ibunya dengan mata berbinar. Seolah mengerti jika nama itu untuknya.


Hal itu tentu saja membuat sang ibu terkejut. Sebab setiap dia memberi nama dia akan marah atau menangis. Bukan karena mereka tidak menyiapkan nama buatnya.


"Kalau kakak cantik namanya siapa?"


Semua orang yang lebih tua darinya dipanggil kakak. Padahal usia singa itu sudah lebih dari seratus tahun.


"Namaku A Ling. Suamiku bernama Fu."


"Kalau namaku Hyun. Senang bertemu dengan kalian."


"Kami juga senang akhirnya yang kami tunggu tiba juga."


"Kenapa kalian menungguku?"


"Agar kami bisa segera memberikan peninggalan tuan."


"Kok aku jadi penasaran."


"Tunggu lah sebentar lagi."


Tak lama kemudian Fu datang dengan membawa sebuah buku. Entah buku apa itu. Namun dilihat dari bentuknya, mungkin usia buku itu sudah tua.


"Silahkan nona."


Fu memberikan buku itu pada Hyun. Tentu saja Hyun menerimanya dengan senang hati.


"Ini apa?"


"Anda bisa membacanya sendiri. Sebab buku itu hanya bisa dibaca oleh si pemilik. Namun jika nona tidak bisa membacanya berarti kami salah. Buku itu akan kembali ke tempatnya."


"Oh..."


Hyun memkuka buku lembar demi lembar. Isinya membuat mata Hyun berbinar. Padahal ia hanya membuka sekilas.


"Hebat...isinya bagus banget. Yakin buku ini untukku?"


"Sangat yakin!"


Jika buku itu bukan untuk Hyun, jangankan membacanya membukanya pun dia tidak akan berhasil. Namun melihat hyun dengan mudah membolak-balikkan buku itu membuat keduanya sangat yakin.


"Asyik....harta karun nih!"

__ADS_1


__ADS_2