TRANSMIGRASI SI AGENT CANTIK

TRANSMIGRASI SI AGENT CANTIK
Kekuatan tersembunyi Hyun


__ADS_3

Hyun berhasil melepas ikatan di tubuhnya. Itupun atas bantuan penjaga sistem yang mengeluarkan gunting tepat di tangannya.


Saat ini Ia berkeliling mencari pintu untuk keluar. Ternyata ia di sekap di dalam goa.


Goa tempat Hyun di sekap terletak di belakang rumah penduduk. Disekeliling goa terdapat rumpun bambu yang tumbuh subur.


Saat Hyun hendak melangkah keluar goa tubuhnya terpental. Ada dinding tak kasat mata yang membuatnya tidak bisa keluar.


"He he he he...halo cantik. Mau keluar ya," ucap siluman rubah dengan tersenyum. Dia muncul begitu saja dihadapannya.


"Kamu siapa?" tanya Hyun dengan waspada.


"Tebak dong aku siapa," jawabnya dengan agak centil.


Siluman rubah itu mempunyai wajah yang cantik. Kulitnya putih mulus, hidungnya mancung dan bibir yang merah tanpa pewarna bibir sekalipun.


Rubah itu bernama Yin. Dia mempunyai sifat agak jahil dan centil. Jangan lupa dengan sifat liciknya yang tidak pernah hilang.


"Kakak cantik yang baik hati."


"Tentu saja aku memang cantik," ucap Yin dengan percaya diri.


"Kenapa kakak mengurungku disini?" tanya Hyun penasaran. Dia yakin jika orang yang sudah menyekapnya adalah orang didepannya.


"Tentu saja untuk memakanmu."


"Wao...jadi Kakak kanibal?"


"Apa kanibal?"


"Manusia yang suka memakan manusia lain, bukankah itu kanibal."


"Ha ha sayangnya aku bukan manusia."


"Kalau bukan manusia...jangan-jangan kakak cantik ini hantu," tebak Hyun dengan asal. Tidak ada sedikitpun rasa takut yang ia rasakan.


"Enak saja...cantik begini di bilang hantu . Lihat baik-baik penampilan ku!"


Wanita cantik itu berubah ke wujud asalnya. Seekor rubah berwarna putih susu muncul dihadapan Hyun. Bukannya takut, Hyun malah berseru kegirangan.


"Wah...cantik banget," seru Hyun sambil mendekati rubah tersebut.


"Kamu pasti rubah salju. Tubuhmu halus dan lembut nyaman banget."


Siluman rubah itu terbengong melihat reaksi Hyun yang tidak sesuai dengan ekspektasinya. Dia pikir Hyun akan menangis lalu pingsan. Ternyata....


"Kamu tidak takut padaku?" tanya Yin yang sudah berada dalam gendongan Hyun.


"Kenapa aku harus takut?"


"Hello... Aku siluman rubah loh. Kok kamu tidak ada takut takutnya?"


"Sebab kakak rubah salju yang cantik. Aku suka."


Gedebuk!


Rubah itu terjungkal kebelakang sangking kagetnya. Ingin rasanya dia pingsan. Kenapa gadis kecil ini tidak ada takut-takutnya sama sekali?


"Apa yang kalian lakukan?"


Hyun yang asyik mengelus si rubah betina mengalihkan perhatiannya pada sosok yang mengeluarkan suara itu.


"Wow...tampannya," seru Hyun dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan pada adikku?" tanya pemuda itu dengan galak.


"What!" pekik Hyun.


"Tidak usah teriak!"


"Jadi kakak tampan juga siluman rubah?"


"Kenapa?"


"Sayang sekali tampan-tampan siluman."


"Kamu menghina ku?"


"Bukan_"


"Berhenti!" teriak si rubah betina dengan kesal. Dirinya merasa diabaikan oleh keduanya.


"Kamu baik-baik saja kan, Yin?"


"Tentu saja aku baik-baik saja. Memangnya apa yang bisa gadis kecil ini lakukan padaku," jawabnya dengan percaya diri.


"Jangan pernah meremehkan kekuatan musuh. Takutnya nanti kamu akan kecewa."


"Memangnya apa yang bisa _"


Belum sempat rubah betina menyelesaikan ucapannya, Hyun menusuknya dengan jarum beracun.


Efeknya sangat cepat. Hanya butuh dua menit rubah itu memuntahkan darah segar.


"Uhk..."


"Yin!" teriak Yun histeris.


"Brengsek! apa yang kau lakukan pada adikku?"


Wush!


Yun menyemburkan api rubah kepadanya. Membuat Hyun menyingkir. Tapi Yun tak berhenti menyerang.


"Jika kamu tidak berhenti jangan harap adikmu akan selamat!" ucap Hyun memberi ancaman.


Deg!


"Apa yang kamu inginkan?"


"Tentu saja keluar dari tempat terkutuk ini."


"Apa jika kamu keluar, adikku akan selamat?"


"Tentu saja."


"Kamu tidak berbohong kan?"


"Aku bukan tipe orang yang suka pembohong!"


"Baiklah... aku akan mengeluarkanmu dari tempat ini, asal kamu mau menyembuhkan adikku."


"Aku akan memberi penawar setelah bisa keluar dari goa ini," ucap Hyun dengan tegas.


Tidak ada pilihan lain. Yun membuka dinding pelindung yang ia buat. Sehingga Hyun bisa keluar dengan mudah.


Hyun tidak lupa menyuntikkan penawar di tubuh Yin. Dia tidak suka menyalahi janji yang sudah ia buat.

__ADS_1


"Kakak cantik akan kembali sadar sebentar lagi. Bolehkah aku tanya sesuatu?"


"Jangan serakah!"


"Aku tidak serakah kakak tampan. Aku hanya ingin tanya dimana kalian menyekap kak Ji Won."


"Apa kamu yakin bisa meninggalkan tempat ini dengan selamat?"


"Jadi kakak masih ingin bertarung denganku?"


"Tentu saja."


"Aduh...capek deh. Memangnya kakak tidak malu bertarung dengan anak kecil sepertiku?"


"Tidak usah banyak bicara. Sekarang...terima serangan ku!"


Wush!


Yun melesat kearah Hyun secepat kilat. Lalu memberikan melayangkan satu pukulan. Namun Hyun mampu menghindar dengan cepat.


Hyun bergerak dengan lincah. Menghindari semua serangan yang dilakukan oleh Yun.


Hyun berhasil mendapatkan cakaran Yin yang ikut dalam pertarungan. Tubuhnya sudah membaik. Jadi langsung membantu sang kakak untuk mengalahkan Hyun.


Dua siluman rubah melawan tubuh kecil Hyun. Pertarungan yang tidak imbang sebenarnya. Namun entah kenapa Hyun merasa Kekuatannya bertambah.


Saat Yin dan Yun mengeluarkan api rubah mereka, Hyun mampu mengeluarkan gelombang air dari kedua tangannya.


Dua kekuatan besar bertemu menghasilkan tabrakan yang luar biasa.


Boom!!!


Bunyinya mengingatkan Hyun akan Ledakan terakhir sebelum dirinya berpindah ke tubuh Hyun. Kemudian menatap kedua tangannya takjub.


Disisi lain Yin dan Yun tidak menyangka jika gadis sekecil itu mampu mengeluarkan kekuatan sebesar itu. Keduanya saling pandang.


"Jika kami memberitahukan keberadaan temanmu itu, apa yang akan kami peroleh?"


"Memangnya kakak sudah tidak ingin bertarung lagi?"


"Jika kamu masih ingin bertarung, kami masih bisa."


"Bukankah yang ingin bertarung tadi kakak berdua. Kok jadi aku yang disalahkan!"


"Baiklah kami minta maaf. Kami juga akan membawamu ketempat temanmu disekap. Tapi kamu harus berjanji untuk membantu kami."


"Bukankah tadi kakak tampan bilang jangan serakah?"


"Kami tidak serakah. Kami hanya memberikan penawaran," elak Yun dengan diplomatis.


"Baiklah...asal jangan sulit-sulit."


"Kalau tidak sulit, mengapa kita harus minta bantuanmu?"


"Betul juga. Apa kakak tidak malu meminta bantuan pada anak kecil?"


"Kenapa harus malu. Kekuatan mu lebih hebat dari kita berdua."


"Siapa bilang?"


"Kita lah!"


"Terserah deh."

__ADS_1


"Begitu kan lebih baik. Ayo kita ketempat temanmu!"


"Oke!"


__ADS_2