TRANSMIGRASI SI AGENT CANTIK

TRANSMIGRASI SI AGENT CANTIK
Mulai perjalanan


__ADS_3

Hyun menginap semalam di desa Karo. Dia sudah memutuskan untuk berkelana. Dia tidak bisa berdiam diri saja saat keadaan keluarganya belum ia ketahui.


Selain ingin mencari keluarganya, Hyun juga ingin mengenal dunia yang saat ini Ia tempati. Sebab semakin lama ia tinggal disini, semakin banyak kejutan yang ia dapatkan.


"Jadi kita akan berangkat sekarang?" tanya Yin memastikan.


"Kakak nggak masalah kan?"


"Aku sih setuju-setuju saja. Lagi pula aku juga ingin mengelilingi kerajaan ini." jawab Yin santai. Selain ingin menemani Hyun dua juga ingin mencari tempat kelahiran orangtuanya.


Dulu Ayahnya pernah berkata, jika dia mempunyai banyak keluarga. Mereka tinggal disuatu tempat yang sangat subur. Ditempat itu hanya ada siluman rubah.


"Kak Yun bagaimana?"


Hyun tidak ingin egois. Dia membiarkan temannya untuk memilih ikut dengannya atau tidak.


"Aku ikut kemanapun kamu pergi," jawab Yun dengan tegas. Sesuai janji yang is ucapkan sebelumnya. Dia akan selalu mendampingi Hyun dalam suka duka.


"Oke deh kalau begitu. Kalau begitu setelah ini kita langsung bersiap."


"Kamu tidak bertanya padaku?" tanya Lion jutek. Dia merasa di anak tirikan. Membuat moodnya benar-benar buruk.


"Memangnya kamu mau tinggal disini?"


"Ya tidaklah."


"Kirain mau tinggal disini," ucap Hyun dengan tertawa,


Lion mendengus sebal. Daripada tinggal disini bukankah lebih nyaman bersama keluarganya. Tapi dia ingin ikut bersama Hyun.


"Jangan marah. Bagaimana mungkin aku meninggalkan mu. Kamu akan ikut kemana pun aku pergi."


Sudut bibir Lion tertarik ke atas. Moodnya kembali membaik.


Hyun tahu jika Lion berhasil ia bujuk. Jangan sampai singa kecil ini marah, bisa berabe urusannya.


"Sekarang kita bersiap."


"Apa yang mau disiapkan?" tanya Yin bingung. Sebab dirinya tidak membawa satu pun barang kecuali pakaian yang saat ini melekat ditubuhnya.


"Sebentar..."


Hyun memusatkan pikirannya. Kemudian meminta beberapa pakaian pada penjaga sistem. Pakaian itu ia berikan pada Yun dan Yin.


"Terimalah. Nanti bisa buat ganti saat baju yang kalian pakai kotor."


Keduanya menerimanya dengan senang hati. Lagian mereka juga merasa risih jika mereka harus memakai pakaian yang sama setiap hari.


Selesai bersiap akhirnya mereka keluar dari rumah memulai perjalanan. Hyun membawa tas ransel di punggungnya. Didalamnya berisi beberapa makanan yang akan mereka makan dalam perjalanan.


Yun dan Yin juga membawa ransel yang sama seperti milik Hyun. Namun isinya pakaian yang diberi oleh Hyun.


Hyun tidak bisa mengeluarkan barang-barang dari ruang sistem dengan ceroboh. Apalagi sampai diketahui orang lain.

__ADS_1


Dengan adanya ransel, Hyun bisa mengelabui pandangan orang. Sebab penjaga sistem akan langsung meletakkan barang yang ia inginkan di dalam ransel.


Kali ini Hyun dan yang lainya berjalan dengan santai. Mereka harus memeriksa satu persatu semua tempat yang ada di kerajaan Api.


"Kok kayaknya kita jadi pusat perhatian."


"Sepertinya kita terlalu mencolok," ucap Yun saat mereka tiba di desa yang ada penduduknya.


"Apanya yang mencolok?" tanya Hyun bingung. Pakaian yang mereka kenakan saja biasa. Tidak ada yang berlebihan sama sekali.


"Jika orang lain melakukan perjalanan menggunakan kuda, kita malah bawab singa," jawab Yun sambil meringis.


"Waduh...betul juga. Pantas dari tadi setiap bertemu dengan kita orang-orang langsung menyingkir."


"Aku bilang juga apa, kita tinggal saja nih anak di hutan. Beres kan!" ucap Yin terkekeh.


Sepanjang jalan Yin dan Lion memang sering berdebat. Padahal yang anak kecil disini Hyun.


"Aku makan baru tau rasa kamu. Rubah saja sombong," Cibir Lion.


Jika Hyun, Yun dan Yin dapat mendengar dan mengerti apa yang diucapkan oleh Hyun, beda lagi dengan orang lain. Mereka mendengar singa mengaum.


"Memangnya kamu berani memakanku?"


"Tentu saja berani."


"Kalau begitu kamu hadapi dulu pelindungku!"


"Siapa?"


"Jangan bertengkar terus. Lihat kita jadi pusat perhatian."


"Memangnya kenapa kalau jadi pusat perhatian?"


"Yin!!!" panggil Yun dengan lembut namun tegas.


Yin tahu jika kakaknya saat ini sedang marah. Jadi dia tidak ingin membuat masalah lagi.


"Maaf."


"Jangan bertengkar ditengah jalan seperti ini. Kamu tidak lihat wajah orang-orang yang mulai takut?"


Yin menoleh kesekitarnya. Betul kata kakaknya. Orang-orang yang melihat mereka sepertinya takut akan sesuatu. Tetapi dia belum menyadari ketakutan orang-orang itu.


"Apa yang mereka takutkan?" tanya Yin bingung.


"Apa kamu tidak lihat tubuh Lion?"


"Aduh...kak. Siapa yang tidak bisa melihat tubuh Lion sebesar ini kecuali orang buta."


Lion menatap kearah Yin malas. Begitupun dengan Hyun. Dia jadi berfikir siapa sebenarnya yang anak kecil disini.


"Sudahlah...mau bagaimana pun dia tidak akan mengerti," ucap Lion yang mendengar kata hati Hyun.

__ADS_1


"Apa kamu pikir aku bodoh?!" bentak Yin dengan melotot. Bahkan dia meletakkan kedua tangannya diatas pinggang.


"Terserah deh...lebih baik aku lanjut jalan saja. Ayo Hyun!"


Tentu saja Hyun menurut. Dia berjalan disamping Yun yang langsung diikuti oleh Lion. Yin mau tidak mau harus mengikuti langkah mereka.


"Sebenarnya mereka siapa?" tanya seorang pemuda pada orang disebelahnya.


"Aku juga baru melihat hari ini. Sepertinya mereka pengelana. Lihat saja singa yang mereka bawah."


"Benar. Apa kamu tahu asal singa itu?"


"Mana aku tahu. Dari kecil hingga sekarang aku belum pernah pergi jauh kecuali ke ibukota. Jadi bagaimana aku tahu wilayah yang ada singanya. Tapi aku dengar di wilayah selatan ada hutan kematian. Kabarnya disana ada berbagai jenis binatang buas. Mungkin singa itupun berasal dari sana. "


Kedua orang itu berbincang layaknya teman. Namun sebenarnya mereka hanya orang asing yang kebetulan berada ditempat yang sama.


Orang yang bertanya itu merupakan penduduk desa Karo yang mengungsi. Sedangkan yang diajak bicara penduduk asli.


"Sebentar... kok kayaknya aku tidak asing dengan gadis kecil itu."


"Siapa?"


"Hyun si gadis kecil yang nakal."


"Apa dia saudaramu?"


"Ya bukan lah. Tapi aku tidak yakin, sebab dari yang aku tahu dia pergi bersama suaminya."


"Yang betul mana nih?"


Mereka terus saja bicara. Tanpa sadar jika yang dibicarakan sudah tidak terlihat lagi. Hyun dan teman-temannya terus saja berjalan.


Mereka berhenti saat lapar. Kebetulan ada sungai. Hyun yang merasa tubuhnya lengket memutuskan untuk mandi.


"Ayo kita mandi, Kak!" ajak Hyun pada Yin.


"Ayo!"


Yin menyambutnya dengan senang hati. Dia juga ingin berendam sambil membersihkan dirinya.


Keduanya tetap menggunakan pakaian yang mereka gunakan sebelumnya. Bagaimanapun mereka mandi di tempat terbuka.


Yun dan Lion duduk di bawah pohon yang ada di pinggir sungai. Di depan mereka ada api unggun yang Hyun buat sebelum masuk kedalaman sungai.


Selain mandi, Hyun juga berniat untuk menangkap ikan. Pasti rasanya enak menikmati ikan bakar segar setelah selesai mandi.


Aliran sungai ini cukup dalam. Jadi sangat cocok dipakai berenang. Apalagi airnya bersih dan jernih.


Hyun berhasil menangkap ikan cukup banyak. Semua ia berikan pada Yun. Sedangkan dirinya masih melanjutkan renangnya.


Setelah puas berenang, dia keluar dari sungai dan mencari tempat yang agak tersembunyi untuk mengganti pakaiannya. Kemudian menjemur pakaian yang basah.


Yun sudah membakar beberapa ikan. Yin yang keluar terlebih dulu dari sungai juga turut membantu. Sedangkan Lion tiduran disamping mereka.

__ADS_1


__ADS_2