Tuan Vampir Dan Darah Suci

Tuan Vampir Dan Darah Suci
Darah Bangsawan


__ADS_3

TARRR!


Petir biru menyambar kerajaan. Suaranya membuat semua orang yang ada di sana menutup telinga. Bahkan bumi bergetar, bersamaan dengan datangnya petir tadi, langit mulai membentuk awan yang semakin gelap diiringi badai.


"Sialan! Apa itu tadi?! Bukan pangeran mahkota namun memiliki kekuatan sama persis dengan Marsel!" teriak Niels tak habis pikir dengan kedua tangan yang berusaha menghalau hujan.


Lucas masih menatap tajam sosok vampir murni yang masih mengacungkan pedangnya itu. Ia panik. Sebab, rencana awal mereka adalah menyerang vampir murni yang sedang terdesak dengan invasi Black Vampir di beberapa bagian kota Apratas. Namun, lihatlah sekarang. Pillar yang diketahui hanya tersisa satu orang ternyata bisa melakukan penyerangan.


"Lucas, bagaimana selanjutnya?" tanya Cristop.


Lamunan Lucas buyar. Sialan, akibat situasi tak terduga ini, Lucas sedikit goyah. "Sepertinya dia anggota pillar yang baru. Setelah para pillar hampir musnah, rupanya mereka merekrut anggota baru yang bahkan kekuatannya bisa setara dengan pangeran mahkota."


"Jangan hanya melihatku, Bodoh." Si vampir murni masih berdiri, senyum lebar dan manik merah menyala bak iblisn itu masih bertahan. "Atau ... Kalian mati kutu karena takut dengan kekuatanku? Ini belum seberapa. Pillar 4, lumpuhkan mereka," perintah lelaki itu santai.


Lucas, Cristop dan Niels melirik ke arah sekitar ketika angin berhembus kencang dari segala arah. Angin itu bergerak cepat seperti pedang runcing yang menyayat apapun yang menghalanginya. "Sial! Badai Samurai?! Aw! Bahuku!" Cristop memegang bahunya yang terkena sabetan Badai Samurai, angin kencang yang tajam dan mencabik apapun yang terjebak di dalamnya. Begitu pula dengan Niels dan Lucas. Mereka bertiga menerima angin tajam itu dari berbagai sisi.


"Argh! Kenapa ... Kenapa tenagaku melemah?" Niels ambruk, kedua tangannya bertumpu pada lantai dengan gemetar. Sementara Lucas berusaha bertahan. Lelaki itu terus melirik ke sama kemari dengan teliti.


"Pillar 4 ...?" tanya Lucas berusaha mencari keberadaan orang yang dijuluki Pillar 4. "Mungkin bersembunyi di sekitar sini." Tangan Lucas terulur. Lelaki itu menggunakan jari telunjuk dan jempolnya untuk membentuk sebuah pola setengah lingkaran dengan mengapit objek vampir murni di atas benteng itu.


"Cristopher, tembakkan Black Blood sesuai tanda Control hitam yang aku berikan!" perintah Lucas mempertahankan pola tangannya agar tak goyah.


Cristop menahan rasa sakit akibat angin tajam yang terus menyayatnya. Lelaki itu menunjuk si vampir murni yang terkunci oleh pola Controller Lucas. Bak target, Cristop menutup sebelah matanya. "Black Blood! Meluncur!"


DOR!!


Si vampir murni tersentak ketika peluru Black Blood menembus tubuhnya. Tudung dari jubah hijau yang ia kenakan terbuka, memperlihatkan paras lelaki muda dengan rambut pirang dan kulit seputih susu serta manik merah yang besar. Vampir murni itu memegang perutnya yang mulai mengeluarkan darah merah.

__ADS_1


Niels yang saat itu berusaha menepis angin seketika bangkit dengan mulut terbuka lebar. "Darah bangsawan!" ujar Niels mengeram. Taringnya memanjang dengan manik menghitam seluruhnya. "Lucas ... Aku rasa vampir ini adalah keturunan raja. Dia tak kalah harum dari darah pangeran Hansel dan Putra Mahkota!"


Lucas tersenyum miring. "Tunggu. Darah bangsawan?" Kali ini, wajah kepanikan sirna. Lucas mempertahankan pola tangannya. "Akan kukontrol tubuhnya!"


ZNGGGG!!


Tatapan tajam Lucas melebar. Pola tanda yang sedari tadi ia bentuk dengan jari, seolah menarik tubuh si vampir murni tadi. Membuat tubuhnya tertarik dan melayang di udara.


"Black Blood!" Lucas memberi instruksi.


Dor! Dor!


Peluru Black Blood kembali menembus tubuh vampir murni. Namun, entah mengapa vampir murni itu tak bereaksi. Hingga Controller milik Lucas mengayunkan tubuh si vampir ke langit lalu dijatuhkan dengan keras ke tanah.


Brugh!


Lucas tak ingin menyia-nyiakan waktu atau si vampir murni itu memiliki waktu untuk pulih. Ia kembali mengontrol tubuh lelaki itu dan menariknya hingga ke depan mata.


"Hgnn!" Lucas mencengkeram leher vampir murni itu dengan kuat. Membuat si murni menatap Lucas dengan sakit yang ditahan.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Lucas dingin.


"Cih! Memang benar rupanya, dia bukan Marsel!" Niels mengusap sudut bibirnya yang sempat tergores angin tajam.


Vampir murni berparas tampan tersenyum hanya tersenyum sinis. "Apa kalian ketakutan dengan kehadiranku ...? Hhhhh!" Ia terkikik geli melihat ekspresi Lucas, Cristop dan Niels yang begitu menyedihkan sekaligus lucu. "Dengar, vampir murni telah bangkit. Kalian ... akan kami hancurkan sebagaimana kalian menghancurkan kami! Aarrrgh!" Lelaki itu mengernyit kesakitan saat Lucas semakin kuat mencekik lehernya.


"Kalian takkan pernah bisa mengalahkan kami!" Lucas mengatupkan giginya. "Kau juga seorang pangeran, 'kan? Apa harus aku jadikan kau Black Vampir? Agar kau sadar, vampir murni tak ada apa-apanya dibanding kami." Lucas menyeringai, taringnya memanjang dengan bola mata hitam seluruhnya.

__ADS_1


"Dia milikku! Biarkan aku yang mencicipi darah bangsawannya, Lucas!"


"Diam, Niels!" Cristop melempar tatapan kesal pada Niels yang selalu tak mengerti situasi, membuat Niels kesal, sebab ia tak jua sempat mencicipi darah vampir bangsawan.


Vampir murni itu malah tersenyum penuh arti ketika mendengar ancaman Lucas. Meski rasa panas akibat cengkeraman begitu mendominasi lehernya ia tetap bisa melakukan serangan. Tangannya yang sedari tadi memegang pedang berusaha bergerak dengan gemetar. "Pillar 3 ... Hancurkan."


Lucas terbelalak, ia melepas cengkeramannya. Bersamaan dengan itu tanah bergetar, berbeda dengan gemuruh tanah akibat petir tadi, getaran tanah ini seperti gempa bumi besar.


Tanah yang mereka pijaki bergerak. Retakan tanah muncul dari pintu benteng, memanjang hingga mencapai keberadaan vampir murni tadi.


"Aish! Apa lagi ini?!" tanya Cristop frustasi.


"Cristop! Bersiaplah untuk melakukan Black Blood! Niels! Bersiaplah menyerang!" perintah Lucas.


"Baik!"


Retakan tanah tadi berhenti, sesuatu muncul dari sana, melayang ke langit. Sosok dengan warna jubah yang sama dengan vampir murni tadi. Bedanya, kali ini tak menyembunyikan wajahnya. Lelaki berambut perak dengan wajah dingin dan mata tajam, sungguh berbeda dengan vampir murni sebelumnya. Ia mengarahkan kaki kanannya ke arah Lucas, Niels yang sadar langsung berdiri di depan Lucas dan berancang-ancang untuk menahan serangan.


"Attack." Lelaki berambut perak itu meluncur. Bak senapan, secepat kilat kakinya menghantam tangan Niels yang tengah memasang pertahanan.


"Black Bl—Argh!" Belum sempat Cristop menembakkan Black Blood, lelaki itu menggunakan kaki kirinya untuk menendang wajah Cristop hingga terpelanting jauh.


"Sial!" Kaki Niels mundur, tanda bahwa ia tak tahan dengan serangan itu. Sementara, Lucas memilih tak melakukan apapun, selain menganalisis siapa anggota pillar itu.


Duagh!!


Pertahanan Niels runtuh, tendangan kuat lelaki berambut perak tadi menghantam perutnya. Ia terpelanting menghantam tubuh Lucas. Keduanya bernasib sama dengan Cristop, berguling kuat di atas tanah dan menghantam tembok mansion hingga hancur.

__ADS_1


__ADS_2