Tujuan Hidup

Tujuan Hidup
bab 15.malam pertama


__ADS_3

malam ini rinna bersiap melakukan rencananya.


ia berdiri di depan cermin,melihat dirinya yg betapa gelinya saat memakai ligeria.


"oh tuhan apa ini aku,sungguh menjijikan.demi suamiku aku rela memakai baju aneh ini.aku tak akan biarkan si rubah itu mengambilnya dariku."rinna berbicara sendiri.


terdengar suara langkah menuju pintu kamar,rinna dengan cepat kilat melompat ke atas ranjang ia tenggelamkan tubuhnya di balik selimut yg wangi dan lembut itu,berpura pura sudah tidur.


roy membuka pintu pelan ,tak ingin membanggunkan istrinya,ia melihat istrinya sudah tertidur pulas.


kemericik air terdengar dari dalam kamar mandi,itu tanda roy sedang mandi.


rinna bangun dan berdiri di samping ranjang..


tak berselang lama,roy keluar dari kamar mandi.


sungguh terkejutnya ia melihat istrinya berpakain seperti itu .roy tersenyum tipis melihat aksi gila istrinya.


"apa dia mencoba menggodaku?"guman roy dalam hati.


roy berjalan mendekati rinna dan menatapnya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


"jantungku berdetak lebih kencang,badan ku gemeteran,pikiranku melayang,sungguh ini memalukan.


semakin ia mendekat jantungku semakin tak karuan ,ku mencoba tersenyum menahan malu ."


roy berdiri tepat dihadapan istrinya.rinna melingkarkan kedua tangannya diatas pundak suaminya.roy memeluk dan mencium kening istrinya.


"apa kau sudah siap melakukannya?" pertanyaan itu hanya di angguk'i rinna dengan senyuman ya manis.


membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang.


roy mencium bibir istrinya dengan lembut,rinna membalasnya.


roy mulai memainkan tangannya dan aksi gilanya secara lembut dan penuh cinta.


rinnapun hanyut dengan permainan suaminya

__ADS_1


di malam yang gelap,di bawah lampu yang berwarna kekuningan,dua insan sedang memadu kasih.


ketika dua tubuh manusia menjadi satu di situlah dimulainya tumbuh benih anak cinta .


sunyi dan sepi sungguh terasa mencekam,hanya suara desahan dua insan yg menikmati indahnya memadu cinta.


sungguh indah,dunia terasa milik merdua.


hampir satu jam setengah mereka beradu,


roy mengakhiri dan melempar tubuhnya di samping istrinya.


kembali menata nafasnya yg tak beraturan.keringat panas dingin keluar bercucuran.memandang istrinya tergeletak tak berdaya.


roy memeluk dan mencium istrinya.


sungguh romantis dan lembutnya roy memperlakukan istrinya.


___pagi


rinna menyiapkan makanan di atas piring roy dan piringnya.mereka mulai menyantap makanannya.


"sayang sampai di sana langsung telpon aku,disana jangan lupa makan dan istirahat yg cukup.jangan tergoda wanita laen apa lagi si rubah itu.kamu ngak boleh tidur sendiri,kamu harus tidur sama papa atau anjas,kau mengerti."rinna membrondongnya dengan saran yg masuk akal.


"ok sayang,kamu tak perlu khawatir,aku di sana niat kerja bukan niat cari wanita laen.aku udah punya kamu dan ngak akan pernah ada wanita laen.ok aku akan tidur sama papa.kau jangan terlalu berfikir aneh aneh,besok kamu ada sidang,jadi kamu harus fokus,percayalah padaku,jika aku hanya milikmu."roy mencium istrinya dan mencoba meyakinkan agar ia tak perlu berfikir aneh aneh.


selesei makan mereka berangkat kebandara ,menaiki mobil yg di kemudikan sopir agus.


mama, rere,papa dan anjas menunggunya di bandara.


sampai bandara mereka saling bertegur sapa tanya kabar.


roy memeluk dan mencium rinna,sungguh rasanya mereka tak ingin berpisah.


roy melepas pelukannya dan berjalan mengikuti papahnya.


lambain tangan ini sungguh tak kuinginkan,kita hanya berpisah selama 3 hari tapi rasanya seperti mau pisah selama lamanya.aku pasti merindukanmu.aku berharap tak ada wanita yang berani menggodamu.

__ADS_1


rere,rinna dan mama kembali pulang ke rumah roy,roy sengaja menyuruh mama dan rere untuk tinnggal dirumahnya,agar bisa menemani rinna.


sampai dirumah mereka duduk di ruang tv,berbincang hingga lupa waktu.


"sayang mama mau istirahat dulu,kamu istirahatlah besok kamu kan ada sidang."


ucap mama.rere ikut bersama mama istirahat di kamar bawah.


rinna istiraht di kamarnya.


sungguh terasa sepi padahal baru di tinggal beberapa jam yg lalu.


tiba tiba rinna rindu sama mama tanti.


rinna mengambil hp dan memulai vidiocall


"tut..tut.."suara panggilan tersambung


"hallo sayang."sapa seseorang dari sebrang sana.


"hallo ma,apa kabar,mama sehatkan,kapan mama pulang,aku kangen ma."tanya rinna yang sudah lama merindukannya.


air matanya menetes membasahi pipinya.


sangat terlihat jelas wajah lelah mamahnya yang super duper sibuk dengan bisnisnya.


"mama baik sayang,kemarin roy telpon mama,katanya kalau kamu habis wisuda roy mau ngajak kamu kesini.kenapa kamu ngak kabari mama kalau kamu sudah nikah??"


"maaf ma aku lupa,karena aku sibuk belajar menjadi istri yg baik hehehe."rinna mencoba membawa suasana mencair.


mamanya ketawa kecil.


hampir satu jam mereka ngobrol rinna mengakhiri telponnya.


rinna merasa lega mendengar dan melihat mamanya.ini tak pernah terjadi sebelumnya.


roy memeng suami yg baek,ia mengajarinya untuk selalu berdamai.ia mengubah cara hidup rinna.rinna sunggu beruntung mendapatka suami sebaik roy.

__ADS_1


__ADS_2