Tujuan Hidup

Tujuan Hidup
29.tata dan anjas


__ADS_3

"anjas memberi kabar,pelakunya sudah tertangkap.kau tak perlu khawatir,anjas sudah mengurusnya."ucap roy.


"apa yg kau katakan itu bisa aku percaya,apa benar kamu di jebak seseorang,siapa dia."tanya rinna tak percaya.


roy mengusap pipi rinna lembut.


"sayang,semua yg kukatakan ini benar.jangan pikirkan apapun,pikirkan kesehatan bayi kita."jawab roy .


rinna hanya menatap wajah roy tajam.


lalu mengalihkan pandangannya.


hatinya masih ada sedikit rasa tak percaya.


rinna sangat membenci kejadian itu.


roy memeluk rinna erat dan membelainya lembut.


"sayang,percayalah padaku,aku tidak berbohong padamu." tutur roy lembut.ia tak ingin istrinya semakin bersedih dengan kejadian ini,roy takut dengan kesehatan bayinya.


tak lama berselang raka dan rere nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu.


mereka melihat kemesraan kakaknya.ia jadi baper dan terharu melihat keromantisan pasangan itu.


"kakak,kenapa kalian lakukan itu,itu tidak baik untuk gadis sepertiku."goda rere lalu mendekati rinna.


rinna dan roy menoleh ke arah rere.


"kau ini,kenapa tak mengetuk pintu."jawab roy ngegas.


"maaf kak,aku ngk sengaja."rere hanya asal nyeplos begitu saja.


roy melepaskan pelukannya lalu menoleh ke arah raka.roy menatapnya tajam.seolah ia ingin membunuhnya.


roy berjalan menghampiri raka.


"ikut denganku."ucapnya datar.


raka nurut dan berjalan mengikuti roy.


mereka berhenti dan berdiri di depan pintu.


"sejak kapan kau dekat dengan adikku ?"tanya roy tegas sembari memasukkan kedua tangannya disaku celana.ia terlihat gagah dan penuh wibawa.


"maaf kak,aku menyukai rere,aku sudah dekat sejak pulang dari rumah sakit kemaren."ucap raka jujur.


"apa kau serius dengannya?"tanya roy dengan nada membunuh.


"iya,aku serius dengannya.aku janji,aku akan membuatnya bahagia."jawab raka.ia begitu tegas dan percaya diri dengan jawabannyA.


"dengarkan aku,aku tak butuh janjimu,buktikan padaku jika kamu benar serius dengannya.aku tak akan membiarkan siapapun menyakiti rere,termasuk dirimu.kamu tau kan,apa akibatnya jika berani macam macam dengan ku."ucap roy mengancam.ia tak ingin ada orang lain meyakiti adiknya.


"iya aku mengerti.aku akan buktikan padamu,jika kata kata ku ini bukan hanya sekedar janji belaka."jawab raka.


"buktikan itu."sahut roy.


roy menepuk bahu raka pelan lalu kembali masuk ke ruangan rinna di rawat.


rere mendekati roy dan menatapnya tajam.


"apa yg kakak lakukan padanya.apa kakak mengancamnya."tanya rere dengan pandangan tajamnya.


"kau tak perlu tau,ini urusan para pria ." jawab roy.


"kakak,dia cwok yg baik,tidak mungkin dia akan menyakitiku."balas rere memberi penjelasan.

__ADS_1


roy hanya diam tanpa berucap kata.


"sayang,aku harus pergi,ada urusan yg harus aku tangani."ucap roy dan mencium kening rinna.


"iya,hati hati.tolong sampaikan maafku ke tata."jawab rinna.


roy mengangguk lalu pergi meninggalkan rinna dan rere.


raka masih berdiri di depan pintu.


roy berjalan melewati raka tanpa kata.


roy hanya memandangnya tajam tanpa menghentikan langkahnya.


roy keluar dari rumah sakit lalu berjalan masuk mobil setelah agus membukakan pintu untuknya.


sopir agus menyalakan mobilnya lalu melajukan mobilnya kenceng.


___kantor polisi.


agus sudah mulai melajukan mobilnya pelan setelah mendekati kawasan kantor polisi.


agus menghentikan mobilnya di depan kantor polisi, lalu turun dan membukakan pintu untuk roy.


roy turun dan melangkah kasar menuju kantor polisi.


semua penjaga dan orang yg melintas di dekat roy menunduk kepala tanda memberi hormat dan salam.


roy hanya menundukkan kepala sedikit tanda membalas sapaan mereka.


ada anjas,tata dan beberapa bofyguard roy di sana,termasuk para petugas kepolisian sudah bersiap menyambut kedatangan roy.


kini roy sudah ada di dekat jo.


ia melihat jo tajam dengan wajah murkanya.


satu tonjokan melayang di wajah jo.


semua orang hanya bisa diam tanpa berani menatapnya atau melerereinya.


para polisi hanya bisa menghela nafas tanpa berani berbuat apa apa.


"beraninya kamu membuat masalah denganku."ucap roy tegas.


"hukum dia seberat beratnya."lanjutnya.


para polisi hanya bisa patuh dan tak berani membantahnya.


"kau pikir aku takut dengan ancaman mu.dasar laki laki pecundang.beranimu hanya dengan mengerahkan anak buah mu."jawab jo mengejek.


roy diam dengan tangan terkepal keras yg siap menghantam wajah jo yg kedua kalinya.


namun ia berusaha menahannya lalu pergi meninggalkan jo.


anjas,tata dan beberapa bodyguardnya hanya membuntutinya dari belakang.


mereks sampai di halaman kantor polisi.


"anjas,tolong antarkan tata pulang."perintah roy ke anjas.


"baik bos."jawab anjas.


"tata,rinna ingin meminta maaf padamu."


tutur roy sebelum masuk mobil.

__ADS_1


"iya kak,ini bukan salah rinna,seandainya aku di posisi rinna,aku pasti akan marah seperti dia."jawab tata.


roy mengangguk dan masuk ke mobil.


agus.kembali melajukan mobilnya santai.


tata di antar pulang anjas seperti yg di perintahkan roy tadi.


tata duduk di sebelah anjas.


anjas mengegas mobilnya pelan.


"hai..nona.nama ku anjas."ucap anjas mengenalkan diri.


"iya aku tau,aku tata,senang berkenalan denganmu."jawab tata dengan senyum manjanya.


"jika ada waktu,bisakah kau temani aku makan malam ."tanya anjas serius.


"tentu,tapi jangan sekarang."balas tata.


tata meliriknya lalu tersenyum tipis.


"apa kamu sudah lama kerja dengan kak roy?"


"cukup lama,aku dan dia adalah teman sejak kecil.dia sudah banyak membantuku.jadi kami sudah akrab hingga sekarang."jelas anjas.


tata membalasnya dengan anggukkan.


****


roy kembali kerumah sakit untuk menemani istrinya.


rere dan raka sudah pulang.hanya ada mama dan rinna di ruangan itu.


roy membuka pintunya pelan lalu masuk mendekati istrinya.ada mama duduk di samping rinna.


"mama di sini?"tanyanya.


"iya,rere yg mengabari mama."jawab mama.


"gimana dengan pelakunya,apa sudah tertangkap?"


"iya,sekarang sudah di penjara."jawab roy.


"ma,sebentar lagi mama akan menimang cucu."ucap roy lantang.


mama terkejut dan bahagia mendengar ucapan roy.


"benarkah,alkhamdulillah,akhirnya aku akan punya cucu."balas mama lalu mengusap perut rinna lembut.


"sayang,kamu tidak boleh capek,biar roy yg mengerjakan semuanya.jangan mau kalau di suruh suruh sama anak nakal ini."ucap mama girang.


rinna tersenyum lebar melihat mertuanya senang mendengar berita kehamilannya.


"iya ma."jawab rinna singkat.


"mama ngak adil,kenapa tega sama anak sendiri.masak iya mama lebih membela dia dari pada sama anak sendiri."protes roy.


"hah..kau ini, jangan manja.awas jika terjadi apa apa pada istri atau anakmu,mama yg akan menghukummu,apa kau mengerti."gertak mama.


"iya ma aku mengerti."jawab roy pasrah.


___❤️❤️❤️❤️___


selesei membaca jangan lupa tinggalkan like,komen dan sarannya.

__ADS_1


terima kasih jika anda berkenan memberi vote dan rate5.


🙏🙏🙏


__ADS_2