Tujuan Hidup

Tujuan Hidup
bab 2*perjanjian kontrak*


__ADS_3

"nona silahkan masuk".ucap mimin.


rinna mengganguk


"selamat siang nona.silahkan duduk." ucap roy.


rinna duduk di kursi meja kerja roy.


dengan kaki menyilang dan kedua tangan di perut.


"ada yg bisa saya bantu." tanyanya


"ok.apa anda sudah tau tentang gosip itu."jawab rinna ketus tanpa basa basi.


melihat tingkah rinna yg arogan membuat asistennya roy tersenyum.


"ya..tentu saja ak tau."jawab roy santai .


"lalu."sahut rinna


"tenang saja nona,saya sudah urus semuanya.tinggal nona mengikuti rencana ku saja."jawab roy dengan senyuman liciknya.


"apa rencamu." tanya rinna


"kita harus berakting,selayaknya kita sepasang kekasih."jawab roy


"apa,kita pura pura jdi pasangan hee UI ."rinna tersenyum dingin.


"ini ide gila,bahkan sangat sangat gila.


apa tidak ada rencana laen??tanyanya


"aku rasa ini adalah jalan satu satunya nona."jawab roy


kau untung,aku untung dan mamamu juga untung." roy mencoba memberikan penjelasan yg masuk akal.


"ini masalah kita,,lalu apa untungnya buat mamahku.


"tentu saja ini sangat menguntung kan bagi usaha mama mu."jelas roy


"mamah u seorang pengusaha,bagaimana jika orang orang tau tentang gosip ini.itu bisa mempengaruhi usahanya."roy menjelaskan pnjang lebar yg membuat kepala rinna terasa pusing.


namun rinna hanya diam mendengarkan ocehannya.


"ok tuan ,anda tak perlu menjelaskan semuanya seperti,aku sudah paham."jawab rina memotong omongan roy.


roy tersenyum malu.


"itu tandanya kau setuju dengan rencanaku."ucap rey sembari menyodorkan beberapa lembar kertas.rinna pun mengambil lembaran kertas itu.


"apa ini ."tanyanya


"ini adalah surat perjanjian kontrak pertunangan kita." jawab roy dengan senyuman liciknya.


rinna pun menandatanganinya sebagai bukti bahwa ia setuju.


"ini sangat konyol "aku tak percaya kau juga sangat pandai memanfaatkan situasi." ucap rinna yg membuat asisten menelan ludahnya.


"itulah bisnis nona.jika kita tak pandai memanfaatkan situasi maka bersiaplah untuk hancur." bales rey


"besok pagi kita akan adakan konferensi pers."


ujar roy.


"kau tak perlu berbicara,aku akan menjelaskan semuanya."ucap roy.


rinna mengangguk.


rinna tau ini adalah ide gila.tp demi reportasi mamahnya ia rela melakukannya.


cuma setahun perjanjian ini,setelah setahun maka ia bebas menjalani kehidupannya sendiri.


________


selama di dalam kamar rinna hanya diam mematung.


memikirkan apa yg akan terjadi setelah ia bertunagan dengan pria itu.


matanya terasa panas susah d pejamkam.


dadanya terasa sesak karena menahan tangisan.


pikirannya sangat kacau tak karuan.


hampir pagi rinna baru bisa memejamkan matanya.


waktu berlalu begitu cepat.malam berganti siang.


seolah tak ada jeda tuk berucap selamat pagi.


sosok cantik itu masih terlelap di bawah hangat nya selimut.


masih berbaring nyaman di atas kasur yang empuk.


sorot matahari pagi menembus tirai yg menjutang tinggi.


menyinari wajah cantik gadis yg kesepian ini.


laki laki tampan itu terus menebarkan senyumnya.melihat gadis cantiknya masih memejamkan matanya.

__ADS_1


ingin rasanya ia memeluk dan membelai rambut lurusnya.


namun niat itu tak akan ia lakukan untuk saat ini.


ia akan menunggu dan terus menunggu entah sampai kapan ,ia tk pernah tau.


karena ia yakin semua akan indah pada waktunya.


roy membuka gorden cendela kamar rinna.


sinar mentari pagi langsug menerobos menyinnari wajah cantiknya.


rinna pun terbangun terkena silaunya mentari.


pelan pelan mencoba membuka mata


kini matanya d manjakan dengan kehadiran pria tampan idaman para kaum hawa.


"selamat pagi sayang." ucap roy tersenyum bahagia.


namun rinna hanya diam tak berheming.


"bangunlah dan bersihkan dirimu."ucap roy


"aku tunggu di bawah."sembari melangkah pergi.


rinna mengangguk.


rinna melangkah ke kamar mandi sedangkan roy menunggunya d meja makan.


roy duduk d samping bi ina.


bi ina menceritakan semua tentang kehidupan rinna yg sesungguhnya.


roi memperhatikan dan mencoba mencerna setiap kata yg keluar dari wanita paruh baya itu.


rinna turun melagkah mendekati roy.


roy menatap rinna tersenyum licik.


"sayang apa kau pakek baju ini.ke konferensi pers."tanyanya.


"tentu saja,apa ada masalah."jawab rinna jutek


"gantilah,aku sudah siapkan gaun untuk u."ucap roy.menyodorkan paperbag.


rinna menerimanya


mengetahui isi paperbag itu rinna terkejut.


"apa aku harus pakek ini." tanyanya ilfil


" gaun ni kurang bahan tuan,apa tidak ada yg laen."


"sudah tidak ada waktu,cepat gantilah atau aku yg akan mengantikan pakean mu."ucap roy menggoda.


ternya ancaman itu sangat manjur


rinna bergegas pergi mengganti pakeannya.


wajahnya berubah menjadi merah.


sialan beraninya dia mengancam q.


beberapa menit kemudian,rinna melangkah menuruni anak tangga,


ia sangat cantik dengan gaun berwarna coksu


pnjang selutut dan sedikit lengan.


rambut ekor kudanya kini berubah terurai.


sepatu hak tinngi yg menambah penampillannya semakin memukau.


roy tersenyum lebar melihat gadis cantiknya kini berpenampilan feminim.


sifat tomboinya berubah dan hampir tak terlihat.


karena tak biasa memakai sepatu hak tinggi.


di anak tangga terakhir rinna terjatuh.


dengan sigap roy menangkap tubuh seksinya.


kedua tangan roy melingkar di pinggang rinna


tangan rinna melingkar di leher jenjang roy.


mata mereka saling adu pandang.


wajah putih mulus itu berubah menjadi merah muda.


jantungnya berdetak kencang seperti genderang mau perang.


adegan itu sangat romantis .


beberapa pasang mata melihatnya dengan tatapan yg sangat iri.


namun bukan iri benci melainkan iri karena bahagia.

__ADS_1


harapan dan doa kini mereka panjatkan.


berharap gadis kesepian ini menemukan dambatan hatinya


berharap pangeran dan gadis ini hidup bahagia selamanya


bi ina dan laennya sangat bahagia melihat kemesraan ini.


walaupun mereka tau bahwa ini tak sengaja.


namun mereka berharap,ini awal yg bahagia buat mereka.


"maaf ngak sengaja." ucap rinna menahan malu.


"apa kau baik baik saja.'tanya roy khawatir.


rinna mengangguk.


"ok.."bisa kita jalan sekarang."ucap rey memegang tangan rinna.


rinna menganguk.


mereka berjalan bergandengan.


sopir membukakan pintu untuk roy dan rinna.


sopir melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang.


mereka hanya diam membisu.


roy sibuk dengan hpnya.


rinna menyilangkan kakinya .dan menaruh tangan kirinya di atas perut.tangan kanannya terangkt.


ia menggigit kuku jemari telunjuknya.


ia memandang ke arah samping cendela.


terlihat jelas d wajahny,ia merasa gugup.


karena ini kali pertamanya ia akan d hadapkan oleh kamera dan akan d siarkan langsung di acara tv.


roy yang menyadari nya lgsung menghentikan dr aktifitasnya memainkan ponselnya.


"apa kau gugup."tanyanya tersenyum manis


rinna menggeleng.


"tenangkan diri mu,ada aku di sini.'roy mencoba menenangkan rinna.


rinna mengangguk


roy menggengam jari jemari rinna.


sentuhan itu terasa hangat seperti mentari pagi.


suara itu sangat lembut selembut sutra.


terasa nyaman saat ada di dekatnya.


sampi di depan kantor roy turun duluan.


membukan pintu untuk rinna.


roy mengulurkan tangganya.


rinna menyambutnya.


mereka berjalan bergandengan.


selayaknya sepasang kekasih.


sangat romantis.membuat para jomblo iri.


tak di temukan adanya kekasih bohongan.


aktingnya sangat sempurna


banyak wartawan sudah berjejer menunggu kedatangan mereka .


semua mata dan kamera


tertuju pada mereka.


asisten dan sekertaris menyambutnya dengan senyuman bahagia.


beberapa bodyguart mengawal nya dari belakang.


_____πŸ™πŸ™πŸ™_____


terima kasih kak sudah mampir ke novel ak .


jangan lupa vote dan tinggalkan πŸ‘like komen,kritik dan saran


jangan lupa juga tekan β™₯️


karena ini adalh karya pertama ku


salam hangat dari saya (dwi rinawati)

__ADS_1


__ADS_2