Tujuan Hidup

Tujuan Hidup
21.sadar


__ADS_3

roy memeluk tubuh rinna erat,air matanya masih terus menghujani pipi mulusnya.


masih dengan keyakinannya,jika istri terkasihnya akan kembali membuka matanya.


doa dan harapan ia tuturkan lembut dan dalam kepada sang pencipta.


"ya allah,tolong kembalikan dia untukku,biarkan aku menjaganya."


ada butiran bening jatuh dari pelupuk rinna,satu demi satu jemari manisnya mulai tergerak lemas gemulai.jantungnya mulai terpompa normal.


ia bisa mendengar namun tak bisa melihat.


badannya masih lemas tk berfungsi normal.


namun hati dan fikirannya mulai tertata rapi.


roy menyadari jika istrinya masih bernyawa,ia melihat gerakan lembut jari istrinya dan juga melihat butiran bening pelan keluar dari pelupuk matanya.


roy tersenyum dan berteriak girang.


sungguh keajaiban telah datang dan berpihak padanya.rasa syukur tak henti hentinya ia tuturkan.


"dokter,dokter,tolong periksa dia,dia masih hidup dokter."ujar ria girang dan masih mendegap rinna dalam pelukannya.


dokter dan perawat yg masih berdiri tegang di situ,langsung berlari dan memeriksanya.


sungguh tak menyangka,ini sebuah mukjizat,cinta mereka yg teramat dalam mampu membangkitkan jiwa yg sudah menghilang.cinta roy telah mampu membuat rinna berjuang hidup.


"sungguh keajaiban tuan,istri anda mampu melewati masa kritisnya.kami para tim dokter akan berusaha merawatnya hingga istri anda benar benar pulih."ucap dokter itu haru dan tak percaya dengan apa yg mereka lihat.


papa dan mama tersenyum lega,hatinya plong dan bahagia.


mama memeluk papa erat.


"pa,menantu kita selamat pa."tutur mama serak dan tersenyum,


papa mengangguk,tak ada kata kata yg patut mereka ucapkan selain "rasa bersyukur kepada allah,atas semua mukjizatnya."


roy melihat wajah istrinya yg masih pucat tak berdaya.menggengam erat tanganya.mencium punggung tangan dan keningnya.


"sayang,terimakasih kau sudah kembali untukku.berjuanglah untukku,aku tak akan biarkan orang lain meyakitimu dan tak akan kubiarkan hal seperti ini terjadi lagi padamu."ucap roy serak,namun hatinya merasa lega dan bahagia, tk bisa di ukur dengan apapun.


papa mendekati roy,memegang pundak roy lembut.


"jaga istrimu,jangan kau pikirkan yg laen,aku sudah mengurus mereka."tutur papa


roy mengangguk dan mendongak ke atas,menatap wajah papanya.


"terima kasih pa,aku pasti akan menjaganya."jawab roy penuh semangat.


papa pergi meninggalkan ruangan dan berjalan keluar pintu.langkahnya terburu buru,ia tak sabar ingin melihat pelaku sialan itu,kedua tangannya terkepal keras dan siap menghatam ******** itu.


"dasar ********,beraninya kamu menyakiti menantuku,tak kan ku ampuni kau."gerutu papa dalam hati.


papa masuk mobil,di dalam mobil ada asisten an dan sopir angga.


beberapa orang suruhan sudah bersiap menunggu papa di rumah tahanan.


sopir angga menghentikan mobilnnya di depan kantor polisi.


ada pengacara wawan jalan menghampiri papa dan memberi salam hormat.

__ADS_1


papa membalasnya dengan menganggukan kepala.


"tuan,pelakunya ada dua orang,wanita dan laki laki."tutur pengacara yg tergupuh gupuh ,menyamakan langkahnya dengan


papa.papa tk perlu berbicara,cukup menganggukan kepala.asisten an membututinya di belakang .


papa tak sabar rasanya,ingin cepat melihat muka ******** itu .ingin membunuhnya.


langkah papa semakin dekat dengan wajah sialan itu.


menatapnya tajam,kedua tangannya mengepal keras,hati dan pikirinnya juga ikut mengeras.


"ceetos,"satu pukulan melayang di muka laki laki biadap itu.


papa terkejut melihat wanita yg duduk di sebelah laki laki biadap itu.


wanita itu tertunduk melas,mengharap belas kasihan tuan papa,agar memaafkannya.


wanita itu bangkit dari tundukannya dan bersujud di hadapan papa.


"tuan maafkan saya,saya khilaf,jangan hukum saya,saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi."ucap yola memelas.


papa hanya diam tak menjawab,ingin rasanya iya memukul keras wajah cantik yola.


"lakukan seperti apa yg aku inginkan."ucap papa dan pergi meninggalkan ruangan.asisten an mengikuti langkah papa di belakangnya.


pengacara wawan telah mengurusnya.


***


di rumah sakit mama berdiri memandang menantu dan putra kesayangannya.


berjalan mendekati roy dan mengelus pundaknya lembut.


roy mengangguk patuh,sesungguhnya ia tak ingin meninggalkan istrinya dan perutnya juga tak terasa lapar,yg ia inginkan hanya ingin menemani istrinya.


"iya ma."roy pergi kekamar mandi.


selesei mandi roy duduk dan memakan beberapa sendok nasi kotak.ia sungguh tak bisa menelan makanan itu.


melangkah dan kembali duduk di samping rinna.tangannya kembali menggengam jemari tangan istrinya.mengusap rambut rinna pelan dan lembut.


"ma,pulanglah untuk istirahat.panggil bibi kesini untuk membantuku."perintah roy,dan di angguk i mama.mama melangkah pergi meninggalkan ruangan di ikuti sopir agus.


sampai rumah mama melihat rere duduk di ruang tamu.


rere melihat kedatangan mama dan berlari berhamburan memeluk mama.


"ma,gimana keadaan kak rinna,dia baik baik saja kan?"tanya rere khawatir dengan keadaan kakak iparnya.


"iya,dia sudah melewati masa kritisnya."jawab mama dan mencium kening rere.


"ma,nanti sore aku akan menjenguk kak rinna."rere bersemangat ingin cepet melihat keadaan kakak iparnya.


mama mengizinkannya.


sore hari rere dan bi san pergi menjenguk rinna, di antar sopir pribadinya,membawa nasi kotak dan cemilan untuk kakaknya.


sampai di rumah sakit rere dan bi san berjalan menuju ruangan rinna dengan buru buru.


ingin cepat sampai dan melihat kondisi kakaknya.

__ADS_1


membuka pintu ruangan pelan tak ingin membangunkan kakak iparnya.


berjalan mengendap ngendap.


roy melihat adik tersayangnya datang.ia berdiri dari bangkunya dan menghampiri rere.


"kau datang,sama siapa?"tnya roy lembut.


"diantar sopir sama bi san,kak.gimana keadaan kak rinna?


"alkhamdulillah,ia mampu melewati masa kritisnya."jawab roy.


"kak,ini dari mama,makanlah,biar aku yg jaga kak rinna."balas rere menyodorkan paper bag yg ia bawa.


roy menerim dan memakannya.


rere memegang tangan rinna lembut dan mencium pipinya.


"kak,bangunlah,ada adikmu yg paling imut di sini.ayo buka matamu,atau aku akan menghukummu."ucap rere lirih.


roy mendengar dan menatapnya tajam.


rere menyadari jika kakaknya memandangnya.


rere melirik ke arah roy dan tersenyum tipis.


mana mungkin ia berani menghukum rinna ,roy tak akan membiarkan rere menghukumnya.


rinna mendengar suara rere jelas,perlahan rinna membuka satu matanya dan berusaha membuka mata yang satunya.


kedua mata rinna terbuka sayup.


"sayang,kau ada sini."ucap rinna lirih dan pelan.


"kakak ipar."ucap rere kaget.


"kak roy,kakak ipar bangun."rere berbicara keras memanggil roy.


roy meletakkan makananya di meja dan berdiri menghampiri istrinya.


lalu ia memanggil dokter.


"sayang,kamu sudah sadar."tanya roy bahagia dan mencium kening rinna lembut


"iya,aku sadar,mendengar suara rere keras,membuat aku terbangun."ucap rinna jujur


dokter datang memeriksa rinna,dokter menyatakan,jika keadaan rinna semakin membaik,tinggal masa pemulihannya saja.


roy sangat bahagia dan menelpon mama. memberi kabar bahagia ini.


mama dan papa di seberang sana, ikut merasa lega mendengar kabar dari roy.


"kak,suaraku sangat keras ya,padahal tadi aku sudah mengecilkan volum suaraku sangat pelan."ucap rere .


rinna dan roy tertawa kecil.roy memencet hidung rere pelan dan mengelus rambutnya.


"terima kasih nona,suaramu telah membuat


istriku tersadar dari komanya."tutur roy.


rere tertawa tipis dan mencium pipi rinna .

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2