
roy berdiri di depan dokter.
"dok,,gimana keadaan istri saya,apa dia baik baik saja."tanya roy khawatir.
ia sangat tak tenang dari tadi,mondar mandir seperti setrikaan.
dokter tersenyum tipis melihat kekhawatiran roy.
"iya tuan,nona baik baik saja,nona hanya merasa kelelahan.jangan biarkan nona terlalu capek dan banyak pikiran,itu biasa mempengaruhi kandungannya.."ucap dokter.
"selamat tuan,sebentar lagi tuan akan menjadi seorang ayah."tambahnya.
roy masih bingung dan tak percaya mendengar ucapan dokter itu.
"apa,,aku akan jadi ayah,istriku hamil dok," tanya roy lalu mengusap mukanya dengan kedua telapak tangannya.
"aku akan jadi ayah,terima kasih dokter."ucap roy lalu berlari kecil masuk keruangan dimana rinna di rawat.
roy mendekati istrinya dengan wajah sumringahnya.
rinna membuang mukanya jauh ke arah tembok ketika melihat suaminya datang.hatinya masih terasa sakit dan perih mengingat hal bodoh yg mereka lakukan.
roy duduk di samping istrinya.mengambil telapak tangan istrinya dan menggengamnya lembut.
"sayang maafkan aku,aku telah membuat hatimu terluka,tapi percayalah padaku,aku bersumpah demi bayi yg ada di kandunganmu,semua yg kau lihat itu tak seperti yg kau pikirkan.kini anjas sudah menyelidikinya.
rinna masih diam tanpa kata,ia masih membuang mukanya.butiran bening mulai jatuh menggenangi pipinya.
hatinya sangat terluka dan tak semudah itu melupakan dan memaafkan suaminya.
__ADS_1
roy mencium punggung tangan istrinya lembut lalu mencium kening istrinya.
"aku janji padamu,aku tak akan membiarkan orang itu lolos begitu saja.tapi kali ini percayalah padaku,aku benar benar tak berbohong padamu."ucap roy lirih dan tulus.
"kamu tidak boleh terlalu setres,kasihan bayi kita,ia juga akan sedih jika kamu sedih." ucap roy membujuk.
kini roy tak tahan jika dirinya di cuekin istrinya.
memegang pipi rinna lalu membawa menghadapnya ,roy menatapnya penuh cinta.
rinna masih cuek tak perduli.
wajah rinna memang sudah dekat dengan wajah roy.namun mata rinna terpejam erat tak ingin melihat wajah suaminya.ia masih kesel dan kecewa kepada suaminya.
roy tersenyum tipis lalu mencium bibir seksi istrinya tanpa ampun.ia tak tau harus bagaimana caranya supaya istrinya memaafkannya.
"tolong maafkan aku."bisik roy mesra di telinga istrinya.roy kembali menciumnya dan rinna hanya diam tk membalas dan juga tak menolaknya.
hanya dengan ciuman lembut dari suaminya,kini hatinya sedikit mencair.
roy mampu membuat hati rinna yg membeku berubah mencair hanya dengan sedikit sentuhan.
roy mengelus perut istrinya pelan dan lembut lalu menciumnya hangat.
"sayang,baik baik di dalam jangan buat mama mu menangis."ucap roy lalu melirik rinna
rinna memukul dada roy pelan dan menyunggingkan bibirnya.
"kau yg membuatku menangis,jangan salahkan anakmu."jawab rinna kesel.
__ADS_1
roy tersenyum melihat istrinya sudah mau berbicara dengannya.
ia mengusap pipi istrinya lembut lalu mencium kening rinna.
"terima kasih kau sudah mau tersenyum padaku."ucap roy.
kring....
dering ponsel roy berbunyi.
roy mengambil dari saku samping celananya lalu mengangkatnya.
"hallo."jawab roy.
.........
itu telepon dari anjas yg memberi kabar jika sang pelaku sudah tertangkap.
roy sudah tak sabar ingin melihat tampang orang yg sudah berani menjebaknya.
hati roy mengumpal keras,kedua tangannya terkepal rapat siap untuk menonjokkan kewajah pelaku .kedua alisnya hampir menyatu.
ia melihat wajah istrinya yg masih terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit.wajah rinna masih terlihat pucat dan belum sehat benar.
roy menarik nafasnya pelan lalu mendekati istrinya.
rinna menyadari jika suaminya habis menerima kabar penting dari seseorang.
"ada apa,siapa yg menelpon."tanya rinna ingin tahu apa yg terjadi pada suaminya.
__ADS_1
rinna hafal betul jika suaminya dalam kondisi tak baik.
"anjas memberi kabar,pelakunya sudah tertangkap.kau tak perlu khawatir,anjas sudah mengurusnya."ucap roy.