
rinna hanya diam ,meraskan tiap nafasnya.
mendengarkan setiap irama jantungnya.
merasakn hangat pelukannya.
menikmati tiap belainnya.
sungguh membuatnya seakan terbang melayang ke angkasa.
sungguh tak percaya jika kini masih ada laki laki yang masih mencintainya walaupun itu hanya sebuah kontrak.
ingin rasanya ia membalas cinta itu .
namun ia takut terluka.
tak ingin berkhayal lebih tinggi.
dan tak ingin jatuh lebih dalam.
rinna melepaskn pelukan itu.
menatap wajahnya dengan penuh harapan.
matanya memandang tanpa kedipan .
sungguh nyata kah ini atau hanya sekedar mimpi.
roy membalas pandanganya penuh dengan cinta.
senyumannya sungguh mempesona.
tatapannya sungguh membuatny gila.
"apa kau baik baik saja."tanya roy.
membuyarkan lamunnya.
rinna hanya mengangguk dan menyembunyikan wajahnya.
"kenapa kau menatapku seperti itu."tanya roy.
apa ada yang aneh."lanjutnya.
rinna menggeleng,berdiri dan pergi ke kamar mandi.
membasuh wajah sembabnya di wastafel.
tersenyum sendiri.menatap wajahnya d cermin.
merasa bahagia bisa berteman dengan laki laki sebaik roy.
rinna keluar dari kamar mandi tapi tak melihat keberadaan roy.
rinna keluar menuruni anak tangga.matanya menatap kearah meja makan.
roy duduk dengan gaya khasnya .
rinna berjalan mendekatinya.
duduk di samping roy.
"apa kau mau bakso pedas."tanya roy.
mengambil semangkuk bakso pedas di atas meja.
rinna menerimanya dengan senyuman tipis.
"makanlah biar kau lebih enakan"ucap roy.
rinna mengangguk.
kenapa sifatnya berubah manis.
dimana sifat arogannya.
apa sudah pergi di telan bumi ataukah
karena laki laki tampan ini sudah membunuh sifat arogannya??
"kak."panggil rinna manja
"iya "jawab roy,menatap wajah rinna dan tersenyum manis.membuat wajah gadis ini memerah bak tomat buah.
oh..tuhan kenapa senyuman itu membunuhku.
tatapan itu membuatku mati rasa .
"apa kamu ngak makan "tanya rina
"aku ngak suka pedas."jawab roy.
"bakso pedas ini sangat enak.sensasi pedasnya bisa mengurangi rasa sedih."ucap rinna
"hai..sayang,pedasnya bukan ngurangi sedih justru bikin tambah sedih karena bikin perut mules." jawab roy ketawa.
rinna hanya tersenyum dan menggigit bibir bawahnya.
"cobalah sedikit aja."bales rinna.
menyuapi roy sesendok bakso.
__ADS_1
roy melebarkan matanya,menutup rapat mulutnya.
diya ngak suka pedas.
namun lihat wajah cantik itu,ia seperti terhipnotis, membuka mulutnya dan mengunyah lembu pentol baksonya.
wajah putihnya berubah merah,menahan pedas yg sangat dahsyat.
sepedas omongan mak mak.
rina menyuapinya lebih dari 3 sendok.
roy sudah tak tahan lagi.
"sayang ku mohon hentikan,aku sudah ngak kuat."ucap roy kepedasan.
membuat rinna tertawa renyah.
"kak ekspresi.wajah mu sangat lucu,membuatku ketawa."ucap rinna yg terus ketawa.
roy menimun 2 gelas air putih namun rasa pedas itu tk bisa hilang.
namu melihat rinna tertawa rasa pedas itu hilang seketika. roy merasa bahagia,melihat orang ya ia cintai bisa kembali tersenyum.
senyumnya adalah bahagiaku.
bahagianya adalah semangat hidupku.
airmatanya mengahancurkan jiwaku.
selesei makan mereka pergi ke ruang tv.
roy menyalakan tv dan menyiapkan kaset.
ia ingin memutar vidio musik.
musik mulai aktf.roy mengambil speker blurtooth. roy nengikuti setiap lirik lagunya.
ia sangat meresapi
rinna duduk d sofa
(al ghazali "lagu galau")
cinta itu buta dan tuli
tak melihat tak mendengar
namun datangnya dari hati
tidak bisa di pungkiri
cinta butuh ruang dan waktu
tak sekejap ingin tau
cinta butuh ruang yang sepi
tuk mengutarakan hati
kamu aku bincang bincang
mau bilang cinta tapi takut salah
bilang tidak ya?
mau bilang sayang tapi bukan pacar
tembak tidak ya??
rinna hanya meliha tersenyum bahagia.
air matanya meleleh,ia kagum.
roy sosok laki laki yang sempurna di matanya.
namun hati rinna masih belum siap.
pertemuan itu hanya kebetulan .
tunangan ini hanya sebuah kontrak.
ia tak ingin berharap lebih.
ia takut tersakiti.
aku cuma butuh cinta yg nyata bukan sebuah kontrak yg akan habis pada waktunya.
hatinya sangat sedih.
kenapa tuhan kau pertemukan aku dengannya.
jika pada akhirnya kita akan terpisahkan oleh perjanjian kontrak itu.
kenapa kau tanamkan cinta di hatiku.
jika pada akhirnya akan mati.
kenapa ia sirami tanaman ini,
yang membuatnya semakin subur .
__ADS_1
kau yang menanam,kau yang menyiram dan kau yang merawat ,apa kau juga yang akan menghancurknya.
roy melihat rinna menangis.
ia bingung,menatap wajahnya,
mengusap air matanya.
memeluk tubuhnya dan mencium keningnya.
"ada apa dengan mu,aku membuat kesalahan ."tanya roy.
rinna hanya menggeleng dan menyembunyikan wajahnya d dada roy.
roy mendongakkan wajah rinna
"pandang lah mataku."ucap roy.
rinna menatap wajah roy.
mata mereka saling bertemu.
jantungnya berdetak kencang.
kecupan mesra melayang di bibir manis rinna.
ia diam tk membalas dan juga tak menolaknya.
roy mengakhiri ciumannya.
"aku sangat mencintai mu,sangat dan sangat mencintai mu.ucap roy mesra .
rinna tersenyum
"aku tak perduli dengan kontrak itu,ak akn membuat kontrak itu bukan setahun tapi seumur hidup kita." ucap roy yang membuat tangisan rinna semakin pecah.
rinna memeluk erat tubuh roy.
roy membalasnya.roy mencium kening rinna dan memeluk rinna .
"apa kau benar benar mencintaiku."tnya rinna
"tentu saja aku akan mencintaimu hingga akhir hayat ku."jawab roy ya terus memeluk tubuh rinna.
"aku juga mencintaimu."jawab rinna
roy melepaskan pelukannya dan menatap wajah rinna dengan tatapan mesra.
"benarkah kau membalas cintaku."tanyanya tak percya.
rinna mengangguk.
roy sangat bahagia,ia tak menyangka jika cintanya akan di balas.
roy kembali memeluk rinna.
___
indah kisah cintanya
seperti bunga yang sedang megah
lugu perasaanya
seperti bulan sedang purnama
mereka mengikat satu janji
hanya aku di hatimu
seakan dunia miliknya bersama
seiring berjalan bersama
xxxxxxx
xxxxxx
sajak selalu terucap
terjaga dalam setiap langkahnya
rindu menghiasi warnai jalannya kisah kita
cintailah istanaku (andre stinky)
🙏🙏🙏🙏
terimakasih kakak sudah mau baca karyaku,
semoga kalian suka.
ikuti terus kalanjutannya.
pasti semakin seru.
selesei membaca jangan lupa tinggalkan like,komen dan saran .
jangan lupa vote dan beri tanda❤️
salam✌️dua jari. (dwi rinawati)
__ADS_1