Unexpected Girlfriend

Unexpected Girlfriend
Namanya Lussie


__ADS_3

Hari ini tidak ada kegiatan yang begitu padat. Setelah mengikuti beberapa kelas, Aga memutuskan berjalan jalan untuk menghilangkan penat. Dia menyusuri koridor itu sendirian. Beberapa murid disini menghabiskan waktu dengan berolahraga.


Aga menyadari selama disini dia belum pernah berolahraga. Dia bergegas mencari gedung basket. Berharap ada beberapa murid yang sedang bermain agar dia bisa ikut nimbrung.


Saat melewati kelas demi kelas,Aga dikejutkan oleh seseorang yang memanggil namanya.


"Aga" , "Hey,nice to see you again" Ucap Lussie menyapa.


"Hey Lussie" Aga membalas sapaan


"Where you want to go?" tanya Lussie


"Maybe i wanna wasting my time to play a basketball"


"Oh i see..may i come?"


"For sure" jawab Aga


Mereka pun berjalan menuju gedung basket. Sesekali berbincang tentang kegiatan apa yang ingin Aga lakukan di akhir pekan.


Lussie menawarkan diri jika Aga ingin mengunjungi suatu tempat. Tentu saja Aga menerima dengan sukarela. Kapan lagi jalan jalan dengan cewek bule,mana cantik lagi,batin Aga.


Tapi di musim dingin seperti ini,kiranya dimana tempat yang bisa dia kunjungi? Dan Lussie menyarankan ke Museum atau bermain sky.


Bermain Sky? Wah Aga belum pernah mencobanya.


Sedetik kemudian mereka sudah sampai di gedung. Ternyata gedung basket sangat ramai. Terlihat disana Bimo sudah membaur dengan murid BAS. Aga pun mengajak Lussie duduk.


"You wanna drink something?" tanya Aga


"A Cold Water" jawab Lussie


Aga pun membeli minuman di mesin minuman koin yang tersedia di luar gedung. Sebotol minuman dingin untuk Lussie dan sebotol minuman ion untuknya.


Dugh!!


Aga tersungkur saat bola basket mengenai kepalanya. Lalu pandangannya buram,yang ia lihat sebelum tak sadarkan diri adalah...wajah panik Lussie.


..............


Saat membuka matanya,Aga memandang langit langit yang ia yakini adalah langit gedung basket. Dia masih digedung ini,dan saat melirik ke kanan,wajah Lussie tepat di hadapannya. Aga kaget dan langsung memaksa kepala nya beranjak dari pangkuan Lussie.


"Oh ****" Gerutu nya saat Kepala nya terasa pusing saat duduk.


"You Oke?" tanya Lussie khawatir.


Oke apanya, dihantam bola basket segede gaban ya sakit nying,batin Aga.


"A little bit" jawabnya singkat


Aga masih memegangi kepalanya. Masih terasa pusing dan berputar putar.


"Ga,lo gapapa?" tiba tiba bimo nyelonong


"Sakit njing"


"Ya lo sih,jalan ga liat liat,lagian semuanya udah tereak 'Awas' lo malah pringas pringis liatin botol minuman" Tegas Bimo.


Oh ya? Kenapa Aga tak mendengar apa apa?

__ADS_1


"Ga denger gue Bim"


"Ya gitu efek kesemsem sama cewek,jadi goblok"


"Sialan lo!" Ucap Aga tak terima.


Aga lagi lagi memegang kepalanya. Masih sangat nyeri. Tiba tiba ada tangan lembut mengusap rambutnya pelan. Aga merinding . Dia menoleh,dan Lussie tersenyum kepadanya sambil terus mengusap kepalanya. Seketika Aga berdebar saat mereka bertukar pandangan. Dua duanya seperti tersihir.


"Ehemm" Bimo berdehem,membuyarkan lamunan mereka


"Gue masih disini Ga,kalo mau liat liatan tungguin gue cabut dulu ngapa", "Udah deh cabut gue,nyesek amat jadi jomblo. Silahkan liat liatan lagi ampe bola mata lo copot" Sindir Bimo


Aga tersipu saat Bimo menggodanya. Sedangkan Lussie salah tingkah disampingnya.


"If you're feeling better, lets go back to the class ,Aga" Ajak Lussie.


"Yea, Im sorry for bother you"


"No at all,don't worry" jawab Lussie.


Setelah merasa agak baikan dan pandangannya sudah sedikit jelas,Aga dan Lussie kembali ke kelas. Sentuhan tangan Lussie dikepala Aga masih sangat terasa. Seperti menempel disana. Ini baru pertama kali bagi Aga diperlakukan seperti itu. Hatinya menghangat. Jantungnya berdebar. Aga memutuskan tidak akan keramas selama seminggu, ia ingin mengabadikan momen pertamanya disentuh cewek seperti Lussie.


.............


"Kampret lo Ga,ga ngabarin gue sama sekali" Pekik Raka saat Aga mengangkat teleponnya. Aga menjauhkan ponsel nya dari telinganya.


"Kaget gue njir,baru juga ngangkat udah tereak aja"


"Gitu ya lo Ga,habis manis sepah dibuang. Setelah apa yang lo lakuin ke gue Ga,setelah lo rebut keperjakaan gue"


"Najis ! Idih jijik banget"


Raka tertawa terbahak bahak.


"Anjir,bahasa lu bagi. Kek duit aja dibagi bagi" ujar Aga


"Bosen banget sama Inge"


"Belum juga sebulan Ka!"


"Males banget sama cewek posesif"


"Masih mending deh lo dapetnya Inge daripada si Icha. Trauma gue ketemu Icha"


"Iya sih Inge masih Oke ,makanya gue kasih Icha ke lo hahahhaa"


"Sialan" Ucap Aga.


Aga memang benar benae tidak mau bertemu Icha lagi. Dia benar benar seperti trauma menghadapi cewek kaya Icha.


"Lo udah dapet belom ?" tanya Raka


"Dapet sih belom,tapi lagi deket aja" jawab Aga


Eh? Bisa disebut deket nggak sih hubungannya dengan Lussie? Apa Aga terlalu PD? Tapi memang hampir 2 minggu ini dirinya kerap bersama Lussie. Tak jarang juga hang out bersama.


"Widih,udah berani,bener bener dicampakkan gue disini"


"Lo ngomong gitu lagi gue matiin Ka,sumpah jiji banget"

__ADS_1


Lagi lagi Raka tertawa geli.


"Oke oke, back to topik. Gimana cewek nya? Cantik? Sexy? Cari yang body kayak gitar spanyol gitu Ga,Mantep"


"Otak lo emang harus dibersihin deh Ka", "Ya cantik sih,baik,enak diajak ngobrol" jawab Aga


"Siapa namanya?"


"Lussie. Namanya Lussie"


"Aduh neng Lussie,akhirnya bisa bikin batang satu ini ngerespon cewek juga" Ucap Raka


"Anjirlah" jawab Aga


Bisa dibilang memang iya. Sejauh ini, ini yang paling jauh... Pendekatannya maksudnya.


"Sat set aja Ga! Kalo suka tembak aja"


"Pake apa? Sniper Rifle?"


"Assault Rifle, damage nya kuat" , "Anjirlah malah bahas senjata PUBG" tukas Raka


"Liat liat dulu deh Ka,sejauh ini sih gue nyaman sama doi. Tapi ga tau dianya gimana Ka. Takut gue doang yang nganggep deket"


"Kalo udah jadian ,traktir gue ya"


"Gimana gue traktirnya? Orang lo ga disini"


"Transfer aja sepuluh juta"


"Sepuluh juta ndasmu" sahut Aga


"Hahahaha, eh iya Ga. Lo tau gak pacarnya si Silla anak IPA? Yang selalu nyari ribut sama lo"


Aga diam sejenak.


"Ga?", "Lo masih idup kan?" tanya Raka memastikan.


"Iye,kenapa emang?" tanya Aga


"Kemarin gue ketemu doi lagi jalan sama Emily"


"Oh...Iya gue tau"


"Itu mereka jadian?"


"Iya"


"Kasian bener si Silla", "Lo gak mau kasih tau si ceweknya? Kan lagi di Canberra juga"


"Gak lah ngapain. Biarin aja dia tau sendiri Ka. Males banget nanti di cap perusak hubungan orang" Ucap Aga menjelaskan.


"Iya sih,tapi gue juga kasian sama Emily"


"Gue juga lagi mikir cara ngomong ke Emily gimana,nanti lah kalo ada waktu" Lanjut Aga.


"Dah malem banget ni Ga, ngantuk gue, mau bobok dulu"


"Gih"

__ADS_1


"Cium dulu dong sayang.. Emmmuachh gitu"


Aga langsung mematikan teleponnya. Dia mendecih jijik,sedangkan disana,Raka tertawa tanpa henti.


__ADS_2