
Hari ini sebagian kota diguyur hujan lebat. Masih sangat pagi untuk bangun tidur, tapi Silla memaksa membuka ke dua matanya. Mengambil gadget di meja,sebelum membuka kunci layar Silla berkomat kamit membaca mantera,berharap mendapat notifikasi dari orang yang sudah hampir 11 hari tidak ter-endus baunya.
Lagi-lagi Hanya notifikasi dari iklan pembesar payudara yang muncul di ikon Instagram miliknya.
"Awas aja kalau keliatan muke lo gue garuk pake cakar kematian!" Kesalnya sambil menatap layar handphone yang disana terpampang laki-laki tampan miliknya.
Tanpa menghiraukan hal menyebalkan seperti itu lagi,Silla bergegas bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Suara mama nya yang sudah memanggil nya dua kali sudah sangat horor, jangan sampai jadi tiga kali,bisa bisa kena sembur omelan yang gak habis habis.
"Hey mimooo" Ucap seorang dibawah sana saat ia menuruni anak tangga. Wajah tak asing itu tersenyum lebar seolah tidak menampakkan ada dosa disana. Dengan cuek Silla mengabaikan Okta yang mungkin gigi nya sudah kering karena capek nyengir.
"Met pagi Mimoo" Ucapnya kembali, dan lagi lagi Silla hanya diam acuh.
"Waduh tante,kayaknya beneran marah" Okta mengadu kepada mama Silla.
"Lo kira-kira aja kak,masa iya gue gak marah?" Ketusnya.
"Ngomelnya nanti aja di jalan,sekarang sarapan dulu" Tegas Mama Silla.
......................
"Aku bener bener dikejar banyak deadline mimo, maaf ya gak ngabarin kamu, bener bener sibuk" Okta membela diri sendiri
"Yaampun padahal luangin waktu 5 menit buat telfon, say hey kek, parah banget lo kak"
"Iya iya mimoo ku sayang,lain kali gak diulangin lagi,jangan pasang wajah judes kayak gitu dong, senyum lah dikit, 11 hari gak liat senyum kamu aku kena Asam lambung loh" Ucap Okta
"Mimo,padahal diluar hujan deras,dingin juga,tapi kalo mimo senyum hati kakak jadi hangat loh" Goda Okta,dan berhasil membuat Silla tersenyum. Selalu seperti itu, Okta yang dia kenal, penuh dengan Word of Affirmation.
Sikap Okta yang seperti ini hanya saat mereka sedang bersama. Okta diluar sana dikenal dengan cowok cuek yang jarang tersenyum. Kadang banyak yang bertanya kira kira Silla pake pelet jalur mana bisa menaklukkan kulkas 1000 pintu ini.
__ADS_1
Tapi di dalam hatinya,didalam angan dan pikirnya yang suka overthingking, Silla berharap memang saat sedang bersamanya saja Okta bersikap hangat dan manja seperti ini. Silla berharap wajah yang dipasang Okta bukan wajah palsu.
Setelah memarkir mobilnya mereka berjalan menuju kelas masing-masing. Mood Silla terisi dengan baik hari ini,sudah lega bisa ketemu ayang dan tertawa bersama.
"Gue rasa rasa apa ga capek lo cengar cengir dari tadi?" Tanya Mirna heran melihat Silla yang tersenyum senyum sendirian di bangku nya.
"Udah baekan berarti doi" Sambung Veryl.
"Baekan? Orang kita gak berantem kok" Jawab Silla
"Gak berantem apanya, lo tiap menit ngomel ngomel menyumpah serapah i doi sendiri gitu, amnesia lo?"
Memang gak boleh kalau lagi kesal ngomel ngomel? Aneh banget kalo cewe lagi bete diem aja. Ngomel is number ONE !!!
"Eh Mir,tadi lo ngobrol apaan sama Aga? Lo ga sadar cewek se isi sekolah ngeliatin lo berdua,mana tatapannya kayak mau nelen lo lagi" Tanya Veryl
"Doi tadi tanya sewaan kostum halloween buat acara minggu depan. Rencananya mau sewa sama make up di nyokap gue"
"Iya,yang kemarin rebutan siapa yang duluan pesen nasi goreng sama lo Sil" Jawab veryl
"Oh si Bokem, kesel banget gue sama dia,mana sok ganteng banget,sok keren,sok oke lah"
"Ya emang bener semua Sil,doi bukan 'sok' , kenyataannya begitu, udah tajir,ganteng,keren" Bela Mirna
"Masih keren Kak Okta lah, tiap tahun nyumbang 4 piala sama 5 penghargaan buat sekolah, die mah nyumbang gara gara aja isinya"
"Bucin emang beda" Sahut Mirna dan Veryl bersamaan.
......................
__ADS_1
"Mimo hari ini cantik banget, kakak bangga banget punya mimo" Ucap Okta
Malam ini terjadwal mereka akan melihat konser Sheila On 7,keduanya memang penggemar Om Duta garis keras. Setelah sampai di gedung konser,mereka bergegas mengambil baris paling depan.
"Mimo pegang tangan kakak,ayo kita masuk ke baris depan dengan ngeyel" Okta menggenggam tangan Silla dan mulai masuk berdusel dusel dengan penonton lainnya. Agak maksa sekali dua sejoli ini.
Setelah bekerja keras menerobos paksa penonton yang jelas juga mendapat makian,mereka mendapat baris depan. Gak depan depan banget,tapi lega juga bisa lihat idola dengan dekat.
Setelah Om Duta menyanyikan lagu ke empat nya,beliau mengajak penonton untuk naik ke Stage dan bernyanyi bersama .
"Mimo tunggu sini ya, kakak mau naik ke atas" Ucap Okta
"Hah? Ngapain kak?"
"Mau bikin mimo seneng"
Okta memberanikan diri untuk naik ke stage. Silla masih bengong melihat pacarnya diatas sana. Menyanyi jelas bukan keahlian Okta . Cowok julukan buku berjalan itu mana mungkin bisa menyanyi,makin dipikir makin gak tega Silla melihatnya.
"Halo,perkenalkan saya Okta Om"
"Okta lo pengen nyanyi apa nih,bebas,buat pacar lo juga boleh" Balas Om Duta
"Sebelumnya boleh ngomong dulu gak Om?"
"Boleh boleh"
"Lagu ini spessial banget buat pacar saya yang sangat Cantik, Mimo, maafin kakak ya kalo kemarin bikin mimo kesal,Asal mimo tau,mimo Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki"
Silla tersipu malu saat Okta menyanyikan judul lagu favoritnya itu,ditambah dengan kata-kata yang baru Okta ucapkan membuatnya terharu dan bersyukur bisa mendapatkan laki laki semanis Okta. Ribuan penonton bersorak untuk mereka. Pasti malam ini Silla membuat seluruh wanita iri saat melihatnya.
__ADS_1
Lagu itu diakhiri dengan apik oleh Om Duta,Syukurnya mereka berduet,jadi suara sumbang Okta masih bisa ter cover oleh Om Duta. Silla lupa nada nada, Silla lupa keindahan malam ini,Silla lupa betapa kerennya Om Duta,yang Silla tak lupa adalah prianya diatas sana membuatnya semakin jatuh. Jatuh pada parasnya yang elok,jatuh pada sikapnya yang hangat,jatuh pada setiap kata kata yang keluar dari mulutnya,jatuh pada cara dia merayu Silla,jatuh pada setiap hal kecil yang dia lakukan.
Malam ini pasti akan selalu terkenang oleh Silla seumur hidup. Kebahagiaan karena diperlakukan seperti ratu ini membuat kupu kupu terbang di perutnya. Tidak bisa berkata kata lagi. Hanya rasa beruntung yang dia fikirkan. Disaksikan sendiri oleh idolanya dan ribuan mata manusia. Dibawah langit malam yang bertabur sedikit bintang ini, Silla lagi-lagi Jatuh Cinta.