
Alunan musik yang tadi berdentum keras itu sekarang sudah mulai senyap. Bahkan penerangan pun mulai di padamkan. Pesta Hallowen malam ini berlangsung meriah. Aga bersender pada kursi,menatap teman temannya yang asik ber swa-foto.
Tema pakaiannya kali ini adalah vampir ganteng, katanya. Gak ribet cari kostum,gak perlu juga dandan,karena udah tampan dari sananya. Sedangkan Raka sendiri mengenakan kostum Penyihir. Dilihat-lihat mirip Dumbledore saat muda,dan itu membuatnya tertawa geli.
"Ayo kita pulang Dumbledore" Candanya pada Raka
Raka melepas wig putih miliknya dengan sebal dan merengut. Jelas dia tak terima di panggil Dumbledore,si penyihir tua itu. Masih ganteng dia kemana-mana. Harusnya dirinya mirip dengan Draco Malfoy.
"Kampret lo Ga" katanya dan membuat Aga lagi lagi tertawa.
Saat mereka menuju area parkir basement, Aga tak sengaja melihat dua orang tengah berpelukan di mobil. Terlihat dari kaca depan mereka. Saat pasangan itu hendak bersilaturahmi bibir,Aga langsung memalingkan muka.
"Anjrit,mata gue"
Raka ganti menoleh melihat apa yang sebelumnya Aga lihat. Wahhhh pemandangan yang roarr biasa. Pasangan itu seperti di mabuk asmara. Merinding Raka di buatnya.
"Percaya aja Ga, gue maennya lebih Pro dari dia" tuntas Raka
"Emang kepala lo isinya ngeres mulu ye Ka,gabisa liat yang beginian lo" Jawab Aga
Raka tertawa melihat Aga yang bersemu merah,pipinya sudah sangat merah seperti buah cery. Ini yang kisseu siapa,yang tersipu siapa. Maklum jomblo akut,pikir Raka.
"Polos banget lo kayak kain kafan" balas Raka mengusili.
Saat hendak menuju mobilnya, Aga melihat dua orang perempuan berdiri didekat mobilnya dengan tangan berlipat ke dada. Wanita berkostum Maleficent dan berkostum entah apa disebutnya? Seperti kuntilanak versi luar negeri mungkin,tengah melotot pada mereka.
__ADS_1
"Lo Kalo parkir jangan seenak dengkul gitu dong nying" Ucap si Maleficent
"Lo lagi lo lagi si cewe nasi goreng" Balas Aga
Aga masih kesal jika teringat berebut nasi goreng dengan wanita didepannya ini. Masih teringat betapa ngeyelnya dia saat diberitahu bahwa nomor antrian nya Nomor 9,bukan nomor 6, jelas sudah angka 9 di kertas yang dipegangnya,tapi si maleficent ini ngotot bahwa dia nomor 6, sedangkan Aga jelas jelas memegang antrian nomor 6. Salah satu dari mereka pasti memegang nomor antrian dengan terbalik. Adu mulut itu dilerai oleh mamang nasi goreng,alhasil Aga mengalah karena dia tidak mau mendengar suara berisik si maleficent ini lagi.
"Aduh apes banget ketemu lo lagi gue,moodbreaker banget lo jadi orang" Silla menyela. Dia juga kesal dengan Aga. Masalah Nasi goreng dan masalah parkir membuatnya makin eneg melihat pria yang di elu-elukan gadis gadis sebaya nya ini.
"Nih lihat ye nyet, gue gak bisa keluar gara gara mobil lo terlalu deket parkirnya"
"Salah lo sendiri sih,disebelah kanan space lo masih banyak,tapi lo maen ambil space kiri sebanyak ini" Aga menegaskan.
"Ya lo kan bisa nyet parkir ditempat lain,sebelah kanan gue kan bisa" balas Silla tak mau kalah
"Ya gue mau nya disini kenapa? Mo apa lo?"
"Iye emang punya bokap gue nyet,masa lo gak tau?" jawab Aga
"Lo daritadi manggil nyat nyet nyat nyet aja, buta lo ? Gabisa liat ke tampanan gue yang udah mirip kayak Nicholas Saputra gini?" timpal Aga kembali
Ucapan Aga tak dihiraukan Silla. Apanya yang mirip Nicholas Saputra, yang ada Nich bocah minta di gebug. Sementara itu ada dua pasang mata yang sejak tadi berbalas pandang tanpa sepengetahuan mereka. Ya betul ! Tak lain dan tak bukan adalah playboynya ips 3, Raka tengah memandang intens pada Veryl. Sudah pasti membuat Veryl salah tingkah hingga tuli akan sahabatnya yang sedang berkelahi mulut didepan matanya. Tatapan Raka nyatanya seperti bius,membuatnya langsung tak sadar dan terus terjebak pada pusat pupil laki laki berparas tampan itu.
................
Siang itu,bang Zafran pulang ke rumah. Mungkin udah dua minggu ini gue gak liat bang Zafran. Abang gue nomor satu ini sedang mempersiapkan ujian kelulusan dan persiapan buat masuk fakultas kedokteran. Berbeda bagai langit dan bumi dibanding sama gue,bang Zafran emang otaknya lebih encer di antara kita bertiga. Bimbel sampai privat course pun diikuti,hari harinya penuh dengan pelajaran. Gue yang liat sampai pusing sendiri. Belum lagi kalau masuk ke kamar, itu se dinding full tempelan rumus rumus Kimia sama Matematika. Gue langsung pusing walau liat sekilas.
__ADS_1
Meskipun begitu sebenernya gue ga goblok banget. Memang keahlian gue di Geografi. Thats why i choose IPS. Jangan tanya apa keahlian adek gue,Valerie. Dia ahli banget nyari cowo di datting apps. Bener bener isinya cuma cowok cakep aja itu bocil.
"Pulang bang" tanya gue ke bang Zafran yang sedang menyantap cakwe.
"Yoi,udah selesai bimbingan. Males banget di Asrama"
"Bunda bilang lo jadi masuk ke Kedokteran?" tanya gue
"Iya,masih bingung sih mau ke psikolog apa kedokteran"
"Di Indo tapi kan?"
"Sinagapure kayaknya Ga"
"Tumben lo di rumah aja Ga, gak ngedate ama pacar lo?"
Pacar apaan kira kira. Pertanyaan apa ngeledek sebenernya beliau ini. Jelas jelas Aga jomblo akut sejak lahir.
"Siapa pacar gue?"
"Raka lah,siapa lagi" bang Zafran tertawa
Memang kami ini sering digosipkan pasangan Gay. Hampir 24/7 kami memang selalu bersama. Udah kayak pantat sama celana dalem.
"Tapi lo normal kan Ga" tanya bang Zafran
__ADS_1
"Apaan sih bang? Lo segitu gabutnya tanya begitu" Bang Zafran makin terbahak bahak sampai gak sadar remahan cakwe yang dia kunyah muncrat terbang kesana kemari tak tentu arah.
Serius dia tanya begitu? Apa iya gue ini keliatan Gay banget? Perasaan juga masih demen sama cewek kok,kadang gue juga bertanya tanya,jangan jangan gue emang gak doyan cewek. Pernah satu kali dengan kekonyolannya Raka bilang ke gue kalo jangan sampe gue beneran naksir dia,bakal di gebugin kalo gue beneran gay. Gue langsung geli dia ngomong begitu. Dengan segenap hati gue yakin gue normal,emang belum ada cewek yang menarik aja yang bisa bikin gue jatuh cinta. Gue sendiri juga berusaha deket sama cewek,kemarin diajak kencan buta sama Raka. Dewi namanya, cantik,tinggi semampai, gak kurang apapun. Anaknya juga asik dan gak jaim. Tipekal gue banget,tapi gue masih belum srek. I can't find spessial thing about her. Dan jujur kemarin dia habis nyatain perasaanya ke gue. Gue yang bingung mau jawab apa sampe sekarang gak berani bales chattnya. Di satu sisi gue emang gaada rasa, dan rasa ga bisa dipaksain,di sisi lain gue juga gak bisa bikin orang kecewa. Sebenernya cewek kayak gimana yang gue cari?