Unexpected Girlfriend

Unexpected Girlfriend
Semangkuk Mie Ayam


__ADS_3

Arlojinya menunjukkan pukul 07.23 WIB. Silla masih merutuki dirinya saat ini. Setelah pulang dari bioskop,bisa bisanya Silla begadang hingga pukul 03.00 Pagi demi menonton drama korea. Jadi berakhirlah dia disini,didepan pagar sekolah yang sudah di gembok.


Silla berjinjit jinjit,berharap ada satpam yang lewat,dan membukakan pagar untuknya. Namun tidak ada tanda tanda kehidupan di pos satpam. Kemana perginya mereka?


Dengan gelisah Silla mencoba menghubungi Veryl. Siapa tau dia bisa membantunya. Namun pada panggilan ke tiga yang tak kunjung diterima, Silla dikagetkan sesorang yang menarik tangannya.


"Eehh ehh" Sila terseok seok mengikuti cowok itu.


Saat cowok itu berbalik Silla juga tak kalah kaget.


"Ini masih pagi,kenapa harus ketemu lo sih nyet" Cerocos Silla saat melihat muka Aga.


"Diem lo,mau masuk gak?" Tanya Aga


"Sana,panjat" Aga menunjuk pagar besi didepannya.


"Repot repot amat naik pagar segala, lo aja. Gue mau lewat depan" Kata Silla dan membuat Aga terkekeh.


"Hahahah, Eh macan tutul, mana ada sejarahnya kalo murid telat masuk gerbang depan? Ngipi lo?"


"Ya kenapa gak bisa? Kan bisa minta dibukain satpam" Jawab Silla tak kalah.


Aga menjitak kepala Silla.


"Emang satpam sekolah satpam rumah lo? Lo telat anjir,dan masih minta dibukain gerbang? Tamu lo?"


Hah masa iya gak bisa? Seharusnya bisa jika Silla meminta baik baik. Lagian semua satpam kenal dengannya. Dan pasti mereka membukakan gerbang untuk Silla karena dia siswi berprestasi.


"Mau masuk kaga? Kalo gak mau ya gue cabut duluan"


"Eh ehh..tungguin" Ucap Silla saat Aga sudah siap menaiki pagar.


Ini pertama kalinya dalam sejarah hidup Silla telat sekolah. Mana hari ini ada ulangan harian matematika. Dia tidak boleh melewatkannya begitu saja.


Namun saat melihat pagar besi itu,Silla tidak yakin. Dia melirik kebawah.


"Tapi gue pake rok"


"Siapa juga yang mau ngintipin lo?"


"Awas aja lo kalo ngintip,gue colok nih" Ancam Silla.


Hah..mau tak mau Silla harus mau.. Ini satu satunya jalan terakhir.


Silla bersiap siap memanjat, ternyata pagar ini tinggi juga. Dia melipat rok pendeknya,menggapit nya di paha. Melirik Aga yang dibawah sana,memastikan cowok itu tidak benar benar tidak mengintip nya. Namun bukannya fokus pada pijakan,Silla lebih fokus mengawasi Aga. Saat dia memijak pijakan terakhir,tiba tiba kakinya terpeleset dan terjatuh kebelakang.

__ADS_1


Silla berteriak. Mampuslah jika dia terjatuh. Sakit itu pasti,tapi rasa malu karna jatuh didepan Aga membuatnya bergidik ngeri. Pasti akan ditertawai.


Aga yang kaget melihat Silla terhuyung kebelakang refleks menangkapnya. Namun yang membuat Aga lebih kaget adalah saat ini kedua tangannya malah menangkap pantat Silla,menahannya Agar tidak terjatuh. Si empu pemilik pantat tentu saja lebih kaget bukan main.


"Aaaaaaaa Aga! Lo pegang apaan!!!" Silla berteriak kencang,membuat kuping Aga berdengung. Dengan perlahan Silla turun dari pagar saat Aga melepaskan pantatnya.


Saat siap siap ingin menghajar Aga,terdengar suara Satpam dari dalam.


"Hey,Lagi ngapain kalian?" bentak satpam itu.


"Lagi mau manjat pager pak" Jawab Silla polos.


Jawaban Silla membuat Aga mendelik. Anjir ini bocah bukan maen.


Dengan segera Aga menarik tangan Silla dan mengajaknya berlari. Silla yang terhuyung huyung pun tak henti hentinya memaki Aga.


"Awas lo Ga,gue gebug lo!!"


"Aga mesummm!!!!"


"Sialan,pantat suci gueeeee!!!!"


......................


"Loh...kenapah...lari?" Tanya nya dengan hidung kembang kempis


"Ya kalo kita ketauan bakal kena point" Jawab Aga


"Mending bolod deh daripada kena point,terus bonusnya dijemur dilapangan" lanjutnya.


Benar juga..Silla tak mau panas panasan di lapangan dengan Aga. Lagian mau ditaruh dimana muka Silla saat semua mata melihatnya dijemur dilapangan? Memalukan. Silla tak sanggup membayangkannya.


"Mang, Mie ayam biasanya ya" Sahut Aga


"Oke sayang ku"


"Udah punya cewek ya sayangku?" Tanya Mang Asep dengan gemulai.


Silla mengernyitkan dahi,ini pertama kalinya dia makan disini. Dan sedikit kaget saat melihat otot kekar Mang Asep,namun lebih kaget lagi saat tau kalo mang asep bencong shaayyy.


"Bukan cewek gue mang,gatau cewek siapa,nemu dijalan"


Silla menepuk pundak Aga dengan emosi.


"Aw.. Sakit anjir, lo preman ya? Kenceng bener mukulnya"

__ADS_1


"Itu buat lo yang berani beraninya megang pantat gue"


"Eh siapa yang mau pegang pantat lo? Ga minat gue. Lagian kalo gak gue tolongin lo udah jatuh tadi,terimakasih kek, malah gebug gue. Pantat lo gepeng gitu,ga menarik buat gue. Tulang semua"


Silla membelalakkan matanya. Dengan gemas dia mencubit lengan Aga dengan keras. Bisa bisanya dia berkata seperti itu. Hal paling sensitif bagi wanita adalah saat dikatain badan triplek. Kurang ajar. Silla menambah kekuatan cubitannya. Aga berteriak kesakitan.


Silla melepaskan cubitannya saat sudah puas. Terlihat Aga mengelus elus lengannya. Semangkuk mie ayam didepannya membuatnya ngiler. Mengingat dirinya yang terburu buru dan tak sempat sarapan,ditambah lagi dengan kejadian yang menguras tenaga,membuat perutnya keroncongan.


Dengan lahap dia pun menyantap mie ayam yang menggoda lidah nya ini.


Saat tengah asyik mengunyah,Silla melihat dua orang anak tengah mengamati dirinya. Mungkin sekitar umur 8 dan 10 tahunan. Merasa tak nyaman karena ditatap terus menerus. Silla menghampiri mereka.


"Udah makan belum?" tanyanya lembut.


Dua anak itu menggelengkan kepala nya.


"Makan yuk sama kakak" Ajak Silla.


"Mang, mie ayam dua ya..minumnya Susu anget aja,buat anak kecil" Kata Silla menjelaskan


Silla menggandeng ke dua bocah itu menuju meja makannya. Aga yang sedari tadi menyimak pun ikut mempersilahkan.


Aga melihat sisi lain dari Silla yang hangat. Bahkan dia tak segan menyuapi,bahkan mengelap sisa makanan dari bocah itu dengan tangannya. Setelah selesai makan Silla juga memberi uang saku pada ke dua bocah itu. Mereka menerimanya dengan girang,dan memeluk serta mencium pipi Silla. Silla tertawa bahagia. Sejenak Aga terkagum kagum.


"Care juga lo orangnya" Gumam Aga.


"Kasian Ga. Masih kecil,harusnya mereka masih sekolah,tapi malah berakhir di jalanan" Silla tertegun.


"Banyak banyak bersyukur aja lo bisa sekolah" Aga menasehati


"Gue pengen nantinya bikin sekolah Gratis buat mereka mereka..itu impian gue Ga" Silla tersenyum membayangkan impiannya yang mulia.


"Jangan galak galak lo kalo jadi Guru" Ucap Aga menimpali.


Silla langsung mengubah mimik wajahnya.


"Ya kalo lo yang jadi muridnya emang harus gue galakin" Ucapnya ketus.


"Lo tuh dikit dikit marah,dikit dikit emosi,terus senyum,terus mellow,terus tiba tiba marah lagi, moodyan amat lo jadi cewek"


"Gemini ya lo?" Tanya Aga


"Iya..kok lo tau?"


Oh pantesan, batin Aga.

__ADS_1


__ADS_2