
Tak terhitung berapa kali Silla mencoba menghubungi Okta. Sudah dua hari pacarnya itu tidak ada kabar. Silla khawatir dan panik,Okta tak biasanya seperti ini. WhatsApp dan teleponnya tidak aktif,sosmed nya pun tidak aktif. Sesibuk sibuknya Okta,dia tidak pernah mematikan ponselnya.
Silla pun sudah menghubungi mama Okta,dan kata mamanya pun Okta izin untuk mengikuti kursus di Surabaya bersama teman kelompoknya. Aneh,biasanya Okta selalu berpamitan kepada Silla. Tapi kali ini Okta tidak mengatakan apapun.
Silla menghela nafas. Fikirannya kemana mana. Dia pun memutuskan keluar kelas untuk mencari udara agar fikirannya teralihkan.
"May i come?" tanya seseorang disebelahnya, ternyata Jimmy.
"Oh my good, im shocked" Ucap Silla saat kaget Jimmy tiba tiba dihadapannya.
"Oh im Sorry Silla"
"Never mind" jawab Silla
"Where you wanna go?" , "Library?"
"No Jimmy,im just bored and want to refresh my mind" jawab Silla
Dirinya benar benar malas melakukan apapun. Membaca pun tidak menghibur dirinya. Untuk apa membaca jika fikirannya tidak ada disini. Percuma juga,tidak akan sampai ke fikirannya.
Jimmy menemani Silla berjalan jalan. Sudah pemandangan seperti biasa,Silla juga sudah terbiasa disamping Jimmy. Dia pendengar yang baik,dan sering memberikan masukan yang positif untuk Silla.
Silla pun mencoba menyurahkan hatinya pada Jimmy tentang pacarnya yang tidak ada kabar. Bukannya menenangkan,Jimmy semakin membuat Silla berfikir aneh aneh.
Bagaimana tidak? Menurut Jimmy jika laki laki tiba tiba berubah,berarti sedang ada hal yang dia sembunyikan. Tapi Silla mencoba menepis semua fikiran jelek tentang Okta. Yang ia tau Okta tidak seperti itu. Mungkin saja ponselnya rusak,atau hilang...ya mungkin saja seperti itu.
Jimmy menyarankan agar Silla lebih memperhatikan pacarnya itu. Mungkin Silla harus menyewa orang untuk mengawasi Okta.
"Your'e boyfriend so lucky have you Silla. If you're my Girlfriend i will show you to my family,my friend,and in my social media, let them know i have a beautifull sweetheart"
Silla tersipu. Sedangkan Okta saja tidak pernah sekalipun memperkenalkan dirinya kepada teman teman nya,tidak juga mempublish dirinya di media sosialnya,dengan alasan tak ingin Silla dipandang cowok lain.
Silla bertanya pada Jimmy,jika dia menjadi pacarnya,apa dia tidak takut jika Silla dipandang cowok lain,seperti yang Okta takutkan.
"Why i have feel scared? Let them know im the luckies man in the world who can be you're boyfriend. U're mine, and nobody can change" jawab Jimmy.
Bisa aja ini bule Canberra. Ahh Jimmy..Silla jadi teringat beberapa minggu yang lalu dia menyatakan perasaanya pada Silla. Dan Silla menolaknya karena Silla sudah punya pacar. Tapi hubungannya dengan Jimmy tetap seperti biasanya. Tidak canggung dan tidak kikuk. Jimmy benar benar memahami dengan baik.
"Silla,im still here if you're break up with your'e boyfriend" ucap Jimmy
Silla tertawa. Cowok ini benar benar pantang menyerah. Pintar juga mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan.
"Sil?"
Sill menoleh saat ada seseorang yang memanggilnya.
"Eh Aga"
__ADS_1
"Ngapain disini ?" tanya Aga
"Nyari angin"
Aga melirik Jimmy,dan Silla buru buru memperkenalkan mereka.
"Kenalin Ga,Jimmy"
"Jimmy"
"Aga" Aga menjawab sambutan perkenalannya.
"Nice to know you Aga"
"Me too"
Setelah saling mengenal,mereka bertiga berbincang bincang. Mengobrol dengan Aga dan Jimmy membuat Silla lupa akan Okta. Dia banyak tertawa dengan mereka.
Beberapa menit kemudian Jimmy berpamitan,sedang ada urusan katanya, Aga dan Silla mengiyakan.
"Doi demen ama lo Sil?" tanya Aga, Silla mengangguk
"Udah nembak tiga kali" jawab Silla
"Buset maksa banget" sahut Aga
Aga diam. Sedih mengingat dia tidak tega dengan Silla yang di selingkuhi oleh Okta. Namun dia tak bisa bicara.
"Baik baik aja lo sama dia?" tanya Aga
"Baik sih baik, tapi udah dua hari gaada kabar"
"Sibuk kali,abang gue juga sibuk"
"Nggak biasanya aja Ga kaya gini,nonaktif semua sosmed"
"Coba telepon mamanya?" usul Aga
"Udah,katanya izin mau kursus di Surabaya"
"Positif thingking aja Sill. Mungkin emang lagi sibuk banget doi"
"Iya Ga" , "Lo gimana Ga?" tanya Silla
"Gimana apanya?"
"Sama cewek yang kemarin"
__ADS_1
"Yang mana sih Sill? Lo tau gue famous banget,yang deketin gue banyak"
"Idih PD najis"
"Hahaha, yang mana Sill?" tanya Aga
"Yang kemarin main Sky sama lo ,gue liat di Story lo"
"Oooh...Lussie? Ya..ga gimana gimana Sill,gitu gitu aja"
"Lo suka?"
"Gatau bingung gue,gapernah naksir cewek,jadi gatau rasanya. Ga bisa validasi perasaan gue sendiri" , "Emang rasanya jatuh cinta kek mana sih Sill?" tanya Aga
"Kalo kata drakor sih, kalo dia terus ada di kepala lo,suaranya selalu kedengeran ditelinga lo padahal dia gada di samping lo,lalu muncul dimanapun, bahkan kalo lo lagi boker pun dia muncul depan lo, itu fix sih lo udah jatuh cinta" Kata Silla menjelaskan.
Aga tak bergeming. Apa iya seperti itu? Namun Aga tidak merasakan hal hal yang Silla sebutkan.
"Kalo deg degan gitu gimana? Bisa disebut jatuh cinta gak?" tanya Aga
"Lo lari keliling lapangan sepuluh kali juga bakal deg degan Ga. Itu ga bisa disebut jatuh cinta Ga"
Aga mengangguk mengerti. Baik..sejauh ini Aga hanya merasa nyaman jika bersama Lussie. Belum ada tanda tanda yang disebutkan Silla. Dan benar, bahkan jika dikejar anjing pun Aga juga bakal deg deg an. Itu bukan suatu tanda jatuh cinta.
"Ngalir aja Ga, nanti juga lo ngerti perasaan lo"
"Lo..dulu jatuh cinta sama Okta juga begitu?" tanya Aga penasaran.
"Hmm....Ga se spesifik itu sih,tapi ya mirip mirip lah"
"Tapi lo yakin lo cinta?"
Silla terdiam. Sejauh ini pun..Silla belum pernah sekalipun nengatakan 'I love you' pada Okta.
"Kalo ga cinta..ga mungkin sejauh ini kan Ga?"
"Tapi Sill..kalo suatu saat..lo dikhianati..gimana? Ya gue cuma pengen tau presepsi lo aja sih"
"Gue? Ya pasti bakal pergi Ga. Bagi gue,kesalahan apapun bisa dimaafin kecuali berkhianat sama pacar sendiri"
"Kalo lo cinta banget sama dia gimana?"
"Tetep gue lepasin Ga. Kalo ga gitu,sama aja kayak nyimpen bom waktu"
"Iya Sill. Semoga lo tetep sama pendirian lo yang kayak gini ya"
Silla mengangguk. Kemudian berfikir,apa maksud dari perkataan Aga? Ah mungkin itu hanya sekedar saran. Tapi kenapa terdengar seperti peringatan?.
__ADS_1