
Penilaian dan penjurian untuk penelitian sedang berlangsung. Setelah drama mengembalikan kartu milik Aga,yang pastinya membuat mood Silla tidak sebaik biasanya. Bisa bisanya Aga mengatakan bahwa Silla sengaja menukar kartu mereka agar selalu punya cara untuk menemuinya. Dengan percaya diri Aga mengatakan seperti itu dan jelas dibantah mentah mentah. Tak henti hentinya Silla mengutuk dan menyumpah serapah i cowok itu. Silla merapal kata amit amit dalam hati.
Untuk Kategori penelitian akan di nilai berdasarkan seberapa berdampak penelitian mereka untuk lingkungan. Untuk bidang Sains sendiri mereka melakukan penelitian pada perkembang biakan jamur liar dan budidaya jamur. Dimana pada hal tersebut ada cara untuk mengolah jamur menjadi bahan penyedap masakan non MSG agar dapat saat dikonsumsi pada jangka panjang tidak akan membahayakan tubuh.
Silla,Gita dan Lubna mendapat posisi nomor dua. Nilai sementara mereka adalah 70 point dari 100. Selisih 15 point dengan rival mereka, SMA NUSA HARAPAN. Babak selanjutnya akan menentukan siapa yang akan menjadi pemenang di bidang Sains.
Sementara Aga,Lana dan Yesaya unggul dengan perolehan point yang tinggi dibanding saingannya. Kesempatan mereka memenangkan Olimpiade ini sangat terbuka lebar,kemenangan sudah didepan mata.
"Anak Sains mukanya kecut kecut banget" Ujar Yesaya
"Ya wajar sih,rival mereka juara bertahan tiap tahunnya,susah buat di kalahin" Lana menyahut.
Aga memperhatikan bagaimana raut muka tegang itu seperti menempel pada ke tiga gadis itu. Terutama Silla yang sedari tadi tak henti hentinya menggigiti kukunya sendiri. Baru kali ini dia melihat cewek judes itu panik,cukup menarik untuk dilihat dan di tertawai.
"Yah semoga mereka beruntung deh,biar gak cuma anak Geografi aja yang ke Canberra" Kata Yesaya melanjutkan.
Aga pun berharap begitu,walau cewek ngeselin itu selalu menghantuinya seperti mbak kunti,tapi untuk nama baik sekolah,diam diam dia juga berharap Silla dan lainnya akan mendapat posisi nomor satu. Lalu fikiran Aga dibuyarkan oleh pak Asnan yang memanggil untuk makan siang.
"Udah gak usah panik,santai dan anggap ini pengalaman yang baik,soal hasilnya kita pasrahkan aja sama juri" Bu Indah terlihat sedang menguatkan Silla. Bisa menangis juga ternyata macan tutul itu,batin Aga.
"Bu, maaf banget kalo kita belum bisa ambil posisi ya bu" Ucap Silla sesenggukan.
"Kan Ibu tadi sudah bilang,bagaimanapun hasilnya Ibu tetap bangga sama kalian semua"
"Jadi,Silla jangan nyalahin diri sendiri begitu ya? Masih ada kesempatan,penilaian belum berakhir,kita harus optimis" Kata bu Indah menyemangati.
Sembari menunggu pengumuman final ,mereka melanjutkan makan siang.
"Gue kira lo gak bisa nangis" Aga berkata saat ia berpapasan dengan Silla.
Namun ucapan Aga tak digubris oleh Silla. Dia terlihat bengong dan seperti tidak mendengar apa yang diucapkan Aga. Kalau dalam keadaan sadar,tidak mungkin dia membiarkan mulut Aga terbuka,pasti dia akan segera menyumpalnya dengan kata kata menyebalkan.
__ADS_1
"Heh,macan tutul" Aga menepuk pundak Silla,dan membuatnya kaget dan hampir saja jantungnya melarikan diri. Aga pun ikut kaget saat Silla kaget. Jadilah mereka kaget kagetan.
Silla mengelus dada dan menyeimbangkan ritme jantungnya sembari mengumpulkan tenaga untuk mengumpat i kutu kupret didepannya ini.
Namun sepertinya dia memang benar benar kehabisan energi,bahkan untuk membuka mulut.
Memutar bola mata malas,Silla mengabaikan Aga yang masih mengelus dadanya. Senjata makan tuan,dia yang ngagetin dia juga ikut kaget,rasain.
"Dah lah sana lo,gak selera gue berantem sama lo,ga ada energi nih gue nyet" Ucap Silla lemas.
"Lagian tiap ketemu yang ngajakin berantem bukannya lo?"
"Kusut amat lo kayak jemuran dua hari" ucapnya kembali.
"Hmmmm" Sila menghela nafas panjang
"Gue kira lo orangnya percaya dirinya tinggi,gini aja mental breakdown lo"
"Sombong tipis tipis ya mbak?" Sahut Aga
"Dih,seriusan. Ini pertama kalinya gue dikalahin,ga enak banget ternyata rasanya"
Memang benar untuk setiap lomba yang Silla ikuti,dia selalu menjadi nomor satu. Wajar saja jika dia sedikit kaget kali ini,mengetahui rivalnya yang memang juara bertahan dalam setiap penelitian. Silla yang baru pertama kali bergabung secara kelompok dan pertama kali melakukan penelitian,sangat berharap pengalaman pertamanya ini mendapat hasil sempurna.
"Ngomong ngomong lo santay banget ngajak ngomong gue?" tanya Silla.
"Iya ya? Kok kita keliatan akur? gabisa gabisa,kita harusnya baku hantam aja" Aga menjawab.
"Untuk kali ini aja deh,gue bener bener males marah marah. Besok aja dilanjut musuhannya"
"Dih anjir,emang boleh kayak gitu?" tanya Aga heran
__ADS_1
"Boleh lah.. Lo kan musuh sejati gue. Tempat gue membuang semua umpatan umpatan,istilahnya kek tempat gue ngamuk ngamuk ya lo Ga"
Cewek sinting,batin Aga.
......................
Dengan gemetar Silla masih mencoba sadar dan benar benar memasang pendengarannya dengan baik. Apa dia tidak salah dengar? Silla kembali mengucek ngucek ke dua matanya dan menatap kembali papan bilboard nilai. Barangkali dia menghalu sampai membuatnya salah lihat dan dengar.
"Oh my Goodness!!! We do it guysss!!" Lubna bersorak sorak merangkul Gita dan Silla.
Gita yang menangis terharu dan Silla yang masih bengong terguncang guncang pelukan Lubna.
Perolehan nilai final memutuskan mereka pemenangnya. Padahal selisih nilai 15 point yang cukup susah dikejar membuat mereka pesimis.
"SMA Nusa Harapan di diskualifikasi karena juri mengetahui bahwa penelitian mereka tidak orisinil" Pak Asnan menjelaskan.
"Saat penilaian pertama ada Juri yang merasa ganjal pada penelitian mereka,katanya beliau seperti pernah menjumpai penelitian serupa. Ternyata setelah diselidiki,penelitian mereka adalah penelitian milik juara harapan 3 tahun yang lalu,dan mereka mengaku bahwa mereka mengambil dan membayar karya tersebut" Ucap pak Asnan kembali.
Akhirnya rekor Silla sebagai pemenang tetap terjaga. Dia harus mendapat setidaknya rekor muri.
Aga yang melihat team Sains bergembira pun ikut senang. Tanpa sadar dia mengulas senyum melihat kegembiraan mereka. Dengan hasil yang memuaskan ini,Nusantara Senior High School memenangkan dua bidang di Olimpiade kali ini.
"Bagus deh lo menang" Ucap Aga pada Silla.
Silla menatap Aga sambil tersenyum tipis. Aga mengerjap. Apa ini mimpi? Mana mungkin macan tutul ini tersenyum kepadanya? Dia menepuk nepuk halus pipinya.
Kemudian menatap Silla kembali,dan Silla tetap tersenyum lebar padanya.
"Lo kalo senyum horor banget,kek psikopat" Ucap Aga membuat Senyuman Silla langsung hilang.
"Sialan" Jawab Silla
__ADS_1
Aga tertawa melihat muka sebal Silla. Yaa yaa benar begini Silla yang Aga kenal. Silla sama sekali tidak pantas tersenyum seperti itu. Rasanya Aneh.