
"Please Ga" Erick,sedang membujuk Aga agar menggantikan Bimo yang cedera saat turnamen berlangsung.
"Cuma lo nih yang bisa gantiin Bimo, defense lo bagus"
"Gimana ya? Mau gak yaa?" Ucap Aga menggoda Erick.
"Mau dong,nanti gue traktir mie ayam mang Asep seminggu"
"Deal!!"
Pada cabang Olahrga kali ini, Hanya Team Basket yang bertahan sampai final, sedangkan team volley,futsal dan sepak bola gugur saat ronde pertama,Erick sebagai kapten basket pun mau tak mau harus meminta pertolongan pada Aga,karena team cadangan kali ini tidak ikut ke turnamen,sedangkan kejadian yang tak diinginkan menimpa Bimo,sehingga mereka kekurangan personil.
Babak pertama akan segera dimulai,sorak sorai dari murid murid Nusantara Senior High School dan Pelita Senior High School menggema di seluruh gedung.
Kemunculan Aga sedikit mengagetkan Silla dan yang lainnya. Jelas jelas Aga bukan team basket,tapi kenapa ikut bermain?
Wasit meniup peluit tanda dimulainya permainan. Dengan gesit Aga men-dribble bola dan mencoba mencetak point. Walau bukan team basket,namun perlu di akui bahwa kemampuannya tidak perlu dipertanyakan,sejak kecil dia sudah terbiasa bermain basket dengan bang Zafran dan papanya.
Saat Aga mencetak point pertama untuk Nusantara,penonton pun heboh. Silla yang sedari tadi menyaksikan ikut senang walau dia mati matian menjaga image nya. Jangan sampai dia ikut berteriak,bisa di ledekin satu sekolah,pikirnya.
Namun nyatanya Pelita tidak semudah itu ditumbangkan,mereka berhasil membuat point sama,saling balas membalas mencetak point sampai babak pertama selesai.
Persaingan semakin sengit,point Nusantara dan Pelita Seri dibabak pertama. Wasit meniup peluit tanda berakhirnya permainan dan masing masing team diberikan waktu 15 menit untuk istirahat.
"Ga,kira kira lo bisa gak maju sendiri kalo ada kesempatan? Kita backing lawan" Tanya Erick
"Bisa sih,tapi anak Pelita mainnya kasar rick,kalo gue maju sendiri usahain kalian bener bener backing 1:1"
"Kalo ga gitu abis gue dikeroyok,lo liat sendiri tadi gue kayak gorengan dikerumuni laler" Aga mencoba menjelaskan. Hampir saja dirinya cidera,murid pelita mengerubuni dirinya sampai tidak bisa berkutik,syukurlah dia gak kalah gesit.
Saat sedang meluruskan kakinya,mata Aga tak sengaja menangkap sosok Silla. Sedetik kemudian mereka saling menatap.
Apa lo liat liat
Begitu kira kira gerakan bibir Silla yang bicara padanya tanpa suara. Aga membuang muka malas. Siapa juga yang ngeliatin dia? Aga baru tau macan tutul bisa ke PD an begitu.
__ADS_1
Permainan pun dilanjutkan, dibabak terakhir ini menentukan siapa yang akan menjadi juara. Tribun sudah bergemuruh meneriakkan nama sekolah mereka. Tak ada yang mau mengalah diantara Nusantara ataupun Pelita,jadi selain basket nyatanya mereka juga saling adu yeal yeal.
Erick mencetak point yang membuat Murid Nusantara bersorak ramai.
"Gooo Nusantaraa!!!" Teriak Silla dan yang lainnya. Silla yakin setelah ini mereka akan kehilangan suara karena tidak berhenti berteriak.
Yang lucu adalah saat yang lainnya mencetak point,Silla kegirangan bukan main, namun saat Aga mencetak point,Silla langsung diam tanpa reaksi. Sungguh pilih kasih.
Persaingan semakin ketat,waktu yang tersisa hanya 5 menit,namun Nusantara tertinggal 2 point.
"Aaaa dikit lagii, dikit lagi itu anjir" teriak Silla saat bola yang di shooting Aga tidak jadi mendapat point. Silla sangat geregetan dan mulai ikut panik.
Nusantara merubah gaya permainan mereka mengikuti Pelita,mereka bersaing secara ngotot dan sama sama ngeyel. Waktu yang tersisa tinggal 3 menit, Erick berhasil menambah 1 point saat lay up. Masih selisih 2 point.
Tak hanya pemain,penonton pun mulai gemas dan ikut panik, tak henti hentinya mereka meneriakkan kata semangat pada para team sekolah masing masing.
Aga mendapat passing bola dari Sadam, dengan segera dia mendribble bola ke ring lawan. Teriakan teman teman sekolahnya seakan membakar semangat dirinya,waktu yang tersisa hanya 1 menit,ini kesempatan terakhir untuk mendapat point tambahan.
Pelita juga tidak membiarkan Aga lolos begitu saja,kini Aga pun dikerumuni oleh 2 pemain. Karena sudah hafal cara bermain Pelita,Aga pun tetap ngeyel maju, namun untuk mendekat ke arah ring mungkin sangat sulit karena defense dari Pelita sangat susah ditembus.
Aga mendongak,mencoba menerka nerka jaraknya untuk bisa shooting ke arah ring, namun dirasa jauh Aga kurang percaya diri. Sementara waktu terus berjalan,kemenangan ini ada di tangan Aga. Iya atau Tidak sama sekali. Sekarang,atau tidak sama sekali. Aga menghirup nafas dalam dalam dan melepaskan tembakan dari jarak jauh. Sementara itu yang lainnya seperti menahan nafas. Terlihat juga Silla menutup matanya,dia tidak sanggup melihat kekalahan team basket.
Masuk !!
3 point untuk Nusantara Senior High School !!!
"Yeaaaaa!!!!" teriak murid murid Nusantara ,diiringi peluit akhir oleh wasit.
Nusantara menang dengan selisih 1 point. Silla berteriak girang dan ikut kalut pada kemeriahan teman temannya. Sedikit dia lupa bahwa pantangan baginya meneriakkan nama Aga.
..............
"Thanks ya Ga,berkat lo nih kita menang" Kata Erick saat mereka akan memasuki Bus.
"Yoi,santai lahhh,gue juga seneng bisa bantu,jangan lupa komisi mie ayam ya rick"
__ADS_1
"Siapp"
Mereka memasuki bus dan menuju kursi masing masing.
Aga melihat Silla sudah ada dikursinya,menghadap keluar jendela. Berusaha mengabaikannya,Aga langsung duduk tanpa ba bi bu.
"Nih buat lo" Silla menyodorkan minuman ion pada Aga.
"Tumben banget,lo naroh racun disini?" Ucap Aga.
"Yaudah kalo gak mau" dia menarik kembali minumannya,namun ditahan oleh Aga.
"Barang yang udah dikasih gak boleh diambil,ntar lo bintitan" Kata Aga
"Makasih ye macan tutul" Lanjutnya.
Silla kembali menatap jendela. Sebenarnya dia sangat malu dan sejenak berfikir apa apan yang barusan saja dia lakukan. Persetan,semoga Aga tidak bertingkah aneh.
"Jangan deket deket gue lo,bau ketek"
"Nih nih biar lo juga bau ketek" Ujar Aga sembari memiting kepala Silla. Pertengkaran mereka tentu saja mengundang tawa murid lainnya. Sebagian juga ada yang menggoda mereka. Silla yang tidak bisa berkutik dibawah ketek Aga pun berteriak dan mencoba menjambak rambut Aga.
"Lepasin kampret" Teriaknya
"Aduhh lo dulu yang lepasin rambut gue"
"Awas aja ya lo,gue pukul ampe bunyi bug" teriak Silla kembali.
"Gue ketekin lo seumur hidup"
"Dasar kutu buluk!!!"
"Dasar tukang gengsian,tadi aja lo nyorakin nama gue kan!!" Jawab Aga tak mau kalah
"Najis!!"
__ADS_1
"Gue liat sendiri lo sorakin nama gue sambil loncat loncat,naksir kan lo sama gue,baru sadar kan lo gue keren"
"Dasar ratu gengsi" Ucap Aga membungkam Silla yang saat ini mungkin mau pingsan dibawah ketek nya.