Unexpected Girlfriend

Unexpected Girlfriend
Mistery Pacar Silla


__ADS_3

"Wah Mimo ku hebat banget bisa menang lomba kelompok pertamanya" Ucap Okta sembari mengelus elus puncak kepala Silla dengan gemas. Silla tersipu malu malu dengan perlakuan hangat Okta.


"Berarti mimo bisa belajar dan jalan jalan ke Australia dong,wah kakak iri banget"


"Kakak bangga nggak?" Tanya Silla


"Bangga banget dong sayang...kakak bisa pamerin ke temen temen kalo pacar kakak pinter,cantik lagi"


"Gombal deh..jangan lebay gitu kak" Ucap Silla malu malu kucing,padahal sebenarnya dia juga ingin di akui sebagai pacar Okta.


"Yahh kakak ditinggal 3 bulan beneran jadinya?"


"Kan kakak juga sibuk mau ujian..belum nanti persiapan kuliah juga..jadi sama sama sibuk..dan tentunya sama sama biar ngerasain dikacangin..masak aku terus yang kakak tinggal? Sekali kali biar kakak juga ngerasain gaada aku" Jawab Silla


"Iya deh iya,jangan nakal ya tapi disana" Lanjut Okta sembari menoel hidung Silla.


Siapapun yang melihat mereka saat ini tentu iri, pasangan ini selalu menjadi couple goals di sekolah. Selain sama sama berparas Tampan dan ayu,mereka benar benar dikaruniai otak encer.


Okt menggenggam tangan Silla erat, membelah beberapa siswa yang ada di depannya,seolah ingin memberitahu mereka bahwa Silla miliknya.


Sesampaianya didepan kelas Silla, Okta berpamitan pada pacarnya dan di iyakan oleh Silla. Rasanya gak mau pisah dengan Okta saja,bahkan Silla ingin Okta selalu disampingnya,dan menempel padanya. Maklum,emang lagi bucin bucinnya.


Sementara itu dua pasang mata yang memperhatikan mereka dari ujung kelas menatap heran. Rupanya dia pacar Silla? Tapi rasanya Aga pernah bertemu dengan cowok itu. Tapi dimana?


"Ka,kita pernah ketemu dia gak?" Tanya Aga sambil menunjuk punggung Okta


Raka menggelengkan kepala.


"Masa sih? Coba lo inget inget lagi Ka,kayaknya pernah deh dimana gitu" Tanyanya sekali lagi.


Raka masih menggelengkan kepala.


"Gak asing Ka,pasti pernah ,ketemu dimana gue sama dia ya ka? Haduhh gue gak bisa tidur ini kalo masih gak inget"


Raka pun gemas pada pertanyaan Aga yang sama secara bertubi tubi.


"Apaan sih Ga? Ngapa dah? Naksir lo sama doi? Tumbenan tanya"


Mendengar itu dari mulut Raka,Aga pun menjitak kepalanya.


"Gue masih normal anying"

__ADS_1


"Gue mau sarapan mie ayam mang Asep, ikut kaga" Ajak Aga


"Dih lo mah, ga kapok digodain waria berkedok mamang mie ayam itu? Geli gue anjir"


"Guyonan aja kali Ka si mang Asep,lagian semua penjual diluat sekolah juga waria semua hahaha"


"Ya begitu deh kalo ketemu bestie yang se frekuensi" Ledek Raka


"Minta digebug?"


......................


"Ga,bisa anterin Bunda?" Tanya Esti,bunda Aga.


"Kemana bunda?"


"Ke rumah temen Bunda,ada acara reuni disana"


"Aga ganti baju dulu ya bun" Ucap Aga mengiyakan.


Untuk ukuran orang kaya,bunda Aga jauh dari kata glamour,bukan seperti ibu ibu pejabat yang seperti toko emas berjalan. Sederhana dalam hal apapun,itu adalah prinsip Esti. Begitupun ia mengajarkan anak anaknya untuk tidak sesumbar


"Bun boleh ikutan masuk gak? Hehe"


"Boleh,banyak teman Bunda bawa anaknya"


Aga hanya penasaran dengan cowok ini,karena merasa tidak asing. Siapa tau setelah berkenalan dia ingat.


Sebelumnya dia sudah mengenal Emily,dia seangkatan dengan bang Zafran. Teman bang Zafran privat course juga.


"Eh Aga" Sapa Emily


"Apa kabar kak Em"


"Baik Ga,tumbenan sama lo? Biasanya sama Valerie si Bunda" tanya Emily.


"Valerie lagi main kak,biasa sih bocil" Jawab Aga


Sesaat pandangan Aga bertemu dengan laki laki itu,Aga mengulurkan tangan dan disambut olehnya.


"Aga"

__ADS_1


"Okta"


"Pacar gue ga" Ucapan Emily membuat Aga kaget.


Bukannya Okta pacar Silla? Wah agak laen jantan satu ini.


"Gue ambilin camilan dulu ya,kalian ngobrol aja" ucap Emily.


Dengan kikuk Aga duduk didepan Okta. Cowok itu jelas tidak mengenal dirinya. Namun Aga memang seperti pernah melihatnya.


"Sekolah dimana kak?" tanya Aga memancing.


"emm..di..Pelita" jawabnya terpatah patah


Pelita Senior High School? Ngadi ngadi ni bocah. Oke lah,lu jual gue beli,batin Aga.


"Lo sendiri sekolah dimana Ga? Eh.. Bener begitu kan panggilannya?" tanyanya.


"Ooohh..gue di Nusa Harapan kak" Jawab Aga bohong.


Aga tidak tau kenapa Okta berbohong soal nama sekolah. Jelas jelas dia kakak tingkat Aga. Apakah Emily tau dia berbohong? Sepertinya Emily juga tidak tau,karena jika tau dia akan bilang bahwa Okta satu sekolah dengannya.


"Eh gue cabut dulu ya kak,mendadak lupa kalo kucing gue belom dikasih makan,salam ke kak Emily ya" Kata Aga dan di iyakan Okta.


Ini kali pertama Aga ikut Bunda ke rumah mama Emily jadi jelas bukan disana tempat ia pernah melihat Okta. Persetan, Aga tidak mau ambil pusing.


Namun fikiran Aga tertuju pada Silla. Apa Aga harus memberitahu bahwa Okta selingkuh? Namun bukan urusan Aga untuk ikut campur masalah orang lain. Aga tidak seperti itu,biarlah masalah orang lain menjadi milik masing masing. Lagian Aga juga bukan siapa siapa Silla. Mereka bahkan bukan teman,jadi untuk apa Aga berurusan dengan mereka.


Aga tidak bisa membayangkan jika dirinya bertemu Okta disekolah. Bagaimana kira kira reaksi Okta jika tau bahwa dirinya adalah adek tingkatnya? Mungkin Okta akan terkejut bukan main. Lalu meminta hubungannya dengan Emily untuk di rahasiakan. Ahh .. Aga sudah menebak jalan ceritanya bila memang suatu saat terjadi.


......................


Handphone Aga sudah berbunyi 15 kali. Si stalker itu lagi,batin Aga saat mengintip layar handphone nya. Aga berusaha mengabaikannya lagi lagi. Lama lama si Stalker ini ngelunjak kalau Aga terus meladeninya.


Mencoba memejamkan mata,namun suara dering handphone nya tidak mau berhenti. Dengan geram Aga men-silent handphone nya dan beranjak tidur.


Sementara di sana,perempuan itu mengamuk dan membanting handphonenya. Dia sangat kesal panggilannya lagi lagi di abaikan oleh Aga.


Terlihat di dinding kamarnya dipenuhi oleh foto Aga. Perempuan misterius ini sangat terobsesi dengan Aga. Namun dia lebih senang bermain kucing kucingan seperti ini. Dia masih belum punya keberanian untuk menampakkan dirinya,namun suatu saat dia akan memberanikan diri bertemu Aga,dan menyatakan cintanya. Aga hanya tercipta untuknya. Aga hanya miliknya. Dia akan menghancurkan siapapun yang menjadi penghalangnya. Dia akan menghancurkan siapapun yang berani merebut Aganya.


"Tunggu aku, Aga" Ucapnya dengan senyuman licik di sudut bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2