
Hari ini mungkin untuk beberapa siswa adalah hari paling di gemari. Apalagi selain hari dimana ada Jam kosong. Murid murid terlihat bersantai ria saat para guru mengadakan rapat serentak.
Saat bosan Silla selalu menghabiskan waktunya di perpustakaan. Untuk menghilangkan kebosanan dia membaca novel,majalah,atau bahkan karya ilmiah. Membaca memang hobi Silla sejak kecil. Karena dengan membaca,Silla seperti keliling dunia.
Dimana ada Silla,disitu ada cowok berkacamata yang selalu melihatnya dari jauh. Si pengagum rahasia yang malu menampakkan dirinya.
Silla tentu sadar,dia selalu diperhatikan oleh orang yang sama. Setelah mengambil asal buku yang tersusun di rak,dia beranjak duduk didepan cowok itu. Sengaja memang, karena kali ini Silla mulai risih dan sedikit takut mengingat ada maraknya Stalker yang menakutkan.
"ehemm"
"Lo...ngikutin gue ya kak?" Tanya Silla memberanikan diri.
Cowok itu tidak menggubrisnya. Dia Pura pura tuli.
"Kebalik tuh kak bukunya" Ucap Silla mengingatkan.
Mungkin karena saking groginya Silla menghampirinya,dia sampai linglung dan tidak menyadari dia membaca buku yang terbalik.
"Nggak,gue emang suka baca buku kebalik" Jawabnya dingin. Silla hanya ber-oh ria.
Melanjutkan membaca bukunya,Silla langsung tenggelam dengan dunianya sendiri.
......................
Setengah jam berlalu,Silla masih asyik dengan Novel berjudul Hujan milik tere liye. Sementara Silla yang asyik dengan dunianya. Cowok didepannya ini juga sibuk menyeimbangkan ritme jantungnya. Padahal sedari tadi dia tidak kemana mana,dan hanya duduk,namun keringatnya membanjiri seragamnya.
Silla mengintip lewat sela bukunya,cowok itu tetap kekeuh dengan buku yang terbalik. Sepertinya itupun tidak dibacanya,karena saat Silla mengintipnya dia memejamkan mata. Namun saat diperhatikan lebih jelas cowok itu malah seperti habis lari marathon,melihat seragamnya yang basah,serta keringat yang terus menetes didahi nya,dia juga sedikit pucat.
"Kak, lo sakit?" tanya Silla cemas
"Nggak"
"Iya. Lo pucet gitu,kek orang belom gajian"
"Nggak" Ucapnya kekeuh
Dan sepersekian detik kemudian cowok itu terjatuh pingsan. Silla panik.
Digotong oleh petugas perpus serta beberapa siswa yang juga sedang ada di perpus,Silla pun turut menemani cowok ini. Setelah mendapat perawatan,satu persatu murid yang menggotong cowok ini beranjak pergi. Hanya tersisa dirinya dan pak Arhan.
"Silla,tolong kamu jagain ya. Bapak gak bisa ninggalin perpustakaan lama lama" Ucap pak Arhan petugas perpus.
__ADS_1
"Loh kok saya pak?" Ucap Silla enggan.
"Sebentar saja,sepuluh menit dia belum bangun,kamu tinggal saja"
Dengan terpaksa Silla menungguinya. Dia duduk malas,bersender pada dinding. 3 menit waktu berlalu,dia mengambil handphonenya dan menscroll tik tok. Kurang 7 menit lagi, batin Silla saat melihat arlojinya.
8 menit berlalu si cowok ini tidak juga terbangun. pandangan Silla tak sengaja menangkap cowok itu mengintip dirinya.
"Bangun deh kak,gue tau lo udah sadar" Ucapnya.
Kemudian cowok itu membuka matanya.
"Ada yang mau lo omongin gak? Mumpung gue disini" Tanya Silla. Namun tidak ada jawaban.
"Yaudah gue cabut ya"
"Antares" Ucap cowok ini saat Silla hendak undur diri.
"Nama gue Antares"
Oh..laki laki ini yang dimaksud Veryl tempo hari lalu.
"Silla" ucapnya menyambut jabatan tangan Antares.
"Oh..nggak kok..santay aja" Jawab Silla.
Setelah perkenalan itu,mereka banyak mengobrol. Sesekali Silla tertawa dengan pernyataan Antares yang mengejutkan. Bagaimana tidak,ternyata Antares pingsan sebab dia grogi Silla mengajaknya bicara.
"Gue gak nyangka lo asik orangnya. Gue sempet ngira kalo lo bener bener judes" Kata Antares
"Ya..pembawaan gue emang gitu kak,padahal mah ya biasa aja gue. Tapi kalo udah kenal ya rata rata bilangnya sama kayak yang lo bilang"
"Maaf ya Sill kalo pernyataan gue bikin lo gak nyaman..gue bukan Stalker kok..gue cuma kagum aja sama cewek penyumbang piala kayak lo..sory banget"
"Hahaha , ini juga bukan pertama kalinya ada yang bilang gini kok kak..santay aja..tapi gue juga mau bilang,kalo gue udah punya cowok..dan lo juga pasti udah tau..jadi. Gue harap lo gak berharap banyak banyak..kalo untuk jadi temen,gue bisa" Ujar Silla menjelaskan.
Antares menganggukkan kepalanya ,dia paham.
"Mimo"
Silla menoleh pada sumber suara.
__ADS_1
"Kakak"
"Mimo ngapain disini?" tanya Okta
"Oh..ini tadi kak Antares pingsan,gue bantu jagain sebentar"
"Oh.. Ayo makan siang..pasti kamu laper kan sayang" Okta merangkul pundak Silla.
"Sory ya bro,gue cabut dulu,pacar gue keliatan laper" ucap Okta sinis. Kata 'pacar' sangat ia tekankan,seolah meledek Antares.
......................
"Mimo kenal dia?" Tanya Antares.
"Baru kenal"
"Baru kenal kenapa di temenin di UKS?" Okta semakin menyelidik.
"Panjang kak ceritanya"
"Kakak gak suka ya Mimo deket deket dan akrab sama cowok lain" Okta menegaskan. Silla hanya menganggukkan kepalanya.
"Mimo,kakak rasa Mimo terlalu akrab dengan siapapun..kakak gak suka..kakak sendiri selalu menjaga jarak sama cewek lain..tapi mimo justru sebaliknya"
Mendengar itu,Silla mengerutkan dahinya. Sejenak dia berhenti menyuap bakso miliknya.
"Kan semua itu temen gue kak..lagian emang sifat gue kayak gitu,masa gue harus marah marah ke orang? Aneh banget..masa kalo ditanya gue diem aja? Dikatain bisu nanti gue" Jawab Silla.
"Kakak juga bertemannya sama cowok aja..kalo mimo kan banyak teman lawan jenis"
"Mimo,kakak kaya gini itu karna kakak cemburu. Masa mimo gak ngerti?"
Silla tersenyum kecut.
"Iya kak.. Sory ya bikin kakak cemburu"
"Lagian..mau bagaimanapun..Gue kan tetap pacar kakak..Gue juga selalu jelasin ke siapapun kok sebelumnya, mereka cuma mau temenan kak.. Gak lebih,jadi why not?" Silla mencoba menjelaskan.
"Kakak tetap gak suka. Mulai sekarang Silla jangan terlalu akrab sama orang lain,terutama lawan jenis. Sewajarnya aja..jangan ngobrol banyak banyak kalo ketemu..selalu jaga jarak..kakak gak mau liat kamu ketawa sama cowok lain kayak tadi..kamu cuma boleh senyum kayak gitu didepan kakak,senyum kamu..cuma boleh dilihat kakak. Inget itu mimo"
Silla terdiam heran. Sejak kapan Okta menjadi posesif seperti ini? Dia pun hanya diam tidak menjawab Okta. Suasana menjadi canggung diantara keduanya. Silla kalut dalam fikirannya.
__ADS_1
"Malam nanti,ayo nonton,udah lama gak ke bioskop" Ajak Okta.
Silla hanya mengangguk dan melanjutkan menyantap baksonya yang sudah dingin. Ah rasanya dia ingin melarikan diri dari suasana canggung seperti ini. Untuk pertama kalinya Silla melihat sisi lain Okta yang selama ini belum pernah dilihatnya. Lalu bagaimana cara Silla melakukan perintah Okta? Hah..entah..bagaimana nantinya dilihat nanti saja..untuk saat ini dia mengiyakan perintah Okta, lagian..jika diposisi Okta, Silla juga pasti akan melakukan hal yang sama. Memang sudah seperti itu seharusnya. Sikap Okta yang seperti ini mungkin Silla anggap sebagai sikap untuk melindungi diri Silla. Jadi,ambil postifnya saja.