
"apa dengan mengandalkan kuantitas akan membuat kalian Hebat." teriak Jiang Bei kepada pasukan besar jauh di depannya.
Tiba tiba terdengar suara berada Dibelakang rombongan Jiang Bei.
"apa yang kau lakukan sebenarnya Xiao Fan sampai Banyak orang yang mengincarmu." ujar Acquilla yang sedari tadi berada dipohon Dibelakang rombongan Xiao Fan.
Mata Jiang Bei membelalak terkejut, ia sebagai Kultivator kaisar sejati bahkan tidak bisa merasakan keberadaan orang itu.
"Siapa kau! " Tanya Jiang Bei Sembari menatap Acquilla.
"Jangan perdulikan aku, lihat dan fokus saja Pada pasukan besar di depanmu." tunjuk Acquilla kearah pasukan Assasin.
"Tenang saja Patriark, orang itu adalah Salah satu pamanku." ucap Xiao Fan, Acquilla yang mendengar perkataan Xiao Fan mengangkat alis heran.
'Padahal belum sampai satu tahun tapi Perkembangan karakternya Sungguh Sangat cepat.' batin Acquilla memperhatikan Xiao Fan
Acquilla turun dari pohon, Berjalan menuju Xiao Fan dengan Pedang dipinggang nya, ia tatap mata tanpa Pupil Milik Xiao Fan.
Mata Acquilla menyipit Tajam saat menyadari keanehan dalam tubuh Xiao Fan.
"Sejak kapan kau memiliki 'Energy' "
Xiao Fan membulatkan matanya terkejut, ia tidak menyangka paman Acquilla tahu tentang keberadaan 'Energy'.
" Energy apa? Aku tidak mengerti apa yang Paman katakan? " elak Xiao Fan
Acquilla memutarkan badan menghadap puluhan ribu musuh, dicengkram nya gagang pedang dengan kuat dan...
SLAAAASH
BLAAAR
Acquilla menebas secara vertical ke arah barisan musuh, yang mengakibatkan tanah yang dilalui tebasan pedang hancur, bahkan jika dilihat dari atas.
Semua Barisan musuh bagian tengah tubuhnya terbelah dua, sampai Efek tebasan Pedang Acquilla berhenti saat Sudah mencapai Jarak 2 kilometers.
Acquilla menyarungkan pedangnya lalu kembali menghadap Xiao Fan.
"Itu Energy, bahkan transformasi yang kau punya sekarang diakibatkan oleh Energy." ujar Acquilla 'Seranganku Sedikit dicampuri Kemampuan Unique sih'
Sedangkan Jiang Bei sebagai Kultivator kaisar sejati sekaligus juga mengikuti jalan Pedang dibuat takjub oleh tebasan santai orang di depan nya.
Tebasan santai dan Efek Kehancurannya tidak main main.
"H-hmm..aku mempelajari dari manual Kultivasi Paman, aku pun baru tahu." jawab Xiao Fan Sembari mengagaruk bagian belakang kepalanya.
"jika benar seperti yang kau bilang, berhati hati lah menggunakan nya, energy sangat Bersifat korosif bagi tubuh yang lemah. "
Acquilla Berjalan meninggalkan Xiao Fan, saat akan melewati Jiang Bei ia berhenti dan membisikan Sesuatu.
"Pergi."
DEG
Jiang Bei menengang, tidak lama membalikkan badan dan Berjalan pergi.
"ayo kita pergi, urusan disini akan di selesaikan oleh orang Ini." ucap Jiang Bei dengan Sebulir Keringat jatuh di kepalanya.
Meski yang lain merasa heran, mereka tetap mengikuti Perintah Patriarknya.
Shu Feng yang sedari tadi diam langsung Buka mulut saat Sudah menjauh.
__ADS_1
"apa itu tadi Paman yang akan kau kenalkan Xiao Fan? " Tanya Shu Feng kepada teman yang ada di samping nya.
Xiao Fan mengangguk." orang itu Paman yang akan kukenalkan, tapi Aku tidak tahu Kalau ia mempunyai Kekuatan sebesar itu. "
'dan juga aku tidak Menyangka Paman Acquilla mengetahui Energy '
Dengan Acquilla, ia sendirian berdiri di hadapan Para Kultivator Assassin, dengan Pedang ditangan Kanannya Acquilla menatap musuh Sembari Tersenyum.
"akan kukenalkan bagaimana cara kami Para Hunter bumi berpesta." Acquilla Berjalan santai dan Senyuman semakin Melebar.
Terus Berjalan yang mengakibatkan para Kultivator semakin Waspada, Kultivator yang berada Paling depan memberanikan diri, dengan Pedang ditangan nya Kultivator tersebut berteriak.
"Jangan Takut! Orang itu hanya Sendiri-" teriakan Kultivator terhenti, dengan kepalanya terjatuh kebawah!
"Hahaha Lemah! "
Acquilla kembali menghilang
SLASH
"Aargghh... Tangan ku!"
"kaki! Kaki ku! "
____________________________
Dirumah August
August keluar dari Kamar, Terlihat Erina, Velisha dan Ibunya sedang memasak. Langsung ia Hampiri Erina dan memeluknya dari belakang.
"Sedang apa?" ucap August dengan kepala bertumpu di pundak wanitanya.
Erina Tersenyum manis melirik August disamping. "membantu ibu memasak makanan kesukaanmu."
Muka Erina memerah Sebab August menghirup aroma Lehernya Bukan masakan yang dia buat
"Ekheem...Aldari! ingat disini Masih ada ibu dan Velisha."
Adhisti yang sedang membereskan Meja memarahi anaknya, walau ia senang Sudah mendapat menantu Tapi setidaknya harus tau tempatlah untuk bermesraan.
"Hehe...ada ibu ternyata. " August melepaskan pelukan
" Huhh menurutmu kami Ini apa! " kali Ini Velisha yang berkomentar.
August hanya mengangkat bahu sebagai jawaban nya.
" Oh Iya bu..Chen Ming dan Guo Ni dimana? Bukankah tadi bersama ibu. "
"mereka Masih diluar, Si Chen ming sedang membuat Anyaman lagi untuk Guo Ni sepertinya." adhisti menjawab pertanyaan anaknya
"aku keluar saja, Buat kan makanan yang enak ya."
Cup
August Mencium Erina dan langsung bergegas pergi.
Muka Erina memerah, Sedangkan Adhisti berkacak pinggang akan kelakuan anaknya
"Astaga...sejak kapan Aku mengajarkan seperti itu. "
August melihat Chen Ming duduk dengan anyaman bamboo ditangannya, juga Guo Ni yang sedang memperhatikan Chen Ming dengan Serius.
__ADS_1
Tiba tiba August Tersenyum melihat kelucuan Guo Ni, Entah Mengapa selama tinggal disini ia selalu merasa dengan adanya Guo Ni membuat dirinya seperti menjadi ayah.
Khayalan yang sebentar lagi akan terwujud!
"Hanya Tinggal menunggu beberapa bulan. Aku akan menjadi ayah ya? " Gumam August yang terdengar oleh Guo Ni.
" Paman! " kaki kecil Guo Ni berlari menuju August yang sedang Berdiri di pintu, langsung saja Guo Ni peluk Sosok Paman nya.
" Hey Kenapa tiba tiba peluk Paman August." ucap August Seraya mengelus rambut anak kecil Dipelukan nya.
"Hehe...Guo Ni hanya ingin saja."
Senyuman diwajah August Melebar atas kepolosan Guo Ni. Ia cubit pipi gembul anak Dipelukannya
"Ouch.. Sakit Paman ."
"Tadi Guo Ni sedang apa? "
"Hmm Guo Ni sedang melihat Paman Chen Ming membuat Anyaman, Paman Chen ming Sangat Keren!"
Terlalu lama berdiri, August melepaskan pelukan Guo Ni dan duduk dirumput. Ia menepuk nepuk tanah disamping nya tanda bahwa Guo Ni Ikut duduk.
Guo Ni duduk disamping august Seraya menyenderkan kepalanya.
"Nanti besar Guo Ni ingin Jadi apa." tanya August.
Orang yang ditanya memasang muka serius, Sangat tidak cocok dengan Wajah nya yang polos.
"Hmm...Guo Ni ingin menjadi seperti bibi Erina dan Bibi Velisha, karena bibi Sangat cantik dan kuat! " Guo Ni berkata Seraya tangannya merentang dan mengepal.
"memang Guo Ni tahu Kalau bibi Erina dan bibi Velisha kuat?"
Guo Ni mengangguk cepat, membuat ia terlihat imut.
"Guo Ni pernah melihat Bibi melawan Kultivator yang jahat Paman, bibi Erina melawannya dan Woshh orang jahat itu Kalah."
"Bahkan bibi Velisha juga.... "
August terus memperhatikan muka Guo Ni yang sedang bercerita, sangat antusias sekali jika anak kecil bercerita.
" Dan wushh Bibi Velisha mengalahkan penjahat juga."
Karena saking Semangat nya bercerita, air liur Guo Ni bertebaran.
"Hahaha...."
August tertawa saat melihat muncratan air liur anak kecil disampingnya, ia mengelap pinggiran bibir Guo Ni yang Masih ada air liur.
Chen Ming berhenti Kerja karena tawa August, memalingkan muka kepada dua orang tersebut ia melihat gambaran seperti ayah dan anak.
' bukankah sekarang anda Sangat mirip ayah jika seperti itu Tuan August '
______________________________________
Maaf update telat, apakah Ini adalah hari patah hati National?
Jika Iya, Kebetulan sekali karena hari Ini saya sedang merayakan pernikahan Mantan.
Jadi Mood saya sedang tidak baik.
Saya mengharapkan Kata Motivasi dari kalian dan sebagai hadiahnya Chap Selanjutnya akan saya terapkan....
__ADS_1
Perbandingan tingkatan Kultivator dan Dunia Hunter, Sekaligus kemampuan August jika ditingkatan Kultivator!