UNIVERSE In Book System

UNIVERSE In Book System
Semua tempat adalah Dystopia


__ADS_3

Tahun-3, 2028


Semuanya adalah Dystopia


(kokoronashi)


"Hmm Kak, kenapa ketempat ini lagi?"


Pertanyaan August tidak di gubris oleh bella, dia terus berjalan menyusuri hutan yang gelap dengan August yang mengikuti di belakang


"kakak, Aug takut gelap. "


Kali ini bella berhenti dan berbalik menghadap August yang memang ketakutan terlihat dari ekspresinya


"Aug, sini jalan di samping kakak." bella menarik tangan August dan melanjutkan perjalanan


August yang berjalan seraya di pegang tangannya hanya diam selama perjalanan, dan bella juga tidak memulai obrolan sama sekali


Selang tak lama, August kembali melihat sebuah dinding di saat dirinya pertama kali kesini, August dan bella berdiri menghadap dinding


tapi anehnya adalah dinding itu segera masuk ke dalam bumi disaat Bella mengucapkan kata kata yang August tidak bisa pahami


setelah dindingnya hilang, mereka berdua kembali berjalan masuk dan August yang masih kecilpun bisa tahu bahwa tempat ini ada yang berbeda di bandingkan dahulu


Mata August berkeliaran ke sekitar, tidak ada lagi rumah di Pusatnya, dan sebuah simbol garis aneh menurut August yang membentang ratusan meter tersaji di tanah, dan anehnya adalah garis garis tersebut bercahaya berwarna merah


Tidak hanya garis, August melihat puluhan orang berjubah yang menutupi kepala berada di Pusat garis yang dulunya adalah rumah Bella


August dan bella Menghampiri kumpulan orang orang tersebut, saat sudah di depannya tangan August di lepaskan oleh bella dan bella menghampiri kumpulan orang tersebut sendirian


August masih memperhatikan kakaknya yang sedang berbicara dengan bahasa yang tidak ia mengerti sama sekali, semakin lama nada yang di gunakan kakaknya semakin tinggi yang membuat August tidak nyaman


"aku sudah membawa darah sang Penguasa, tapi bolehkah kau jangan membunuhnya? " ucap bella (bahasa yang August tidak mengerti) kepada pemimpin puluhan orang tersebut


"Maaf putri, ini adalah keputusan tuan untuk membunuhnya dan keputusan tuan tidak bisa di ganggu oleh siapa pun, termasuk putri."


"tidak mungkin ayah memerintahkan hal seperti itu aku tidak Percaya! " suara Bella semakin tinggi


"hal ini sangat di perlukan oleh ayah anda, jadi saya mohon agar putri memahami ini."


Bella dan lelaki berjubah itu terus berdebat dalam bahas yang aneh, nada bella semakin tinggi dan tinggi bahkan seperti membentak


August masih memperhatikan dalam diam, dan ia mulai merasa tidak nyaman saat lelaki berjubah itu mengeluarkan senjata dari balik jubahnya berupa pedang


"kakak ayo pulang saja, aku takut."


Bella segera berhenti bicara dan menoleh melihat August yang menggigil, Aug-nya yang lucu dan imut memiliki ekspresi ketakutan di wajahnya


Lantas bella menghampiri August yang beberapa meter jauhnya, kakinya berjalan menjauh dari lelaki berjubah tersebut


"bilang pada ayahku, aku menolak untuk memberikan darah penguasa kepadanya dan aku tidak akan kembali kerumah! " ucap bella tegas seraya menghampiri Aug-nya


Dan August segera mengulurkan tangan nya seolah ingin di pegang saat bella menghampirinya, sudah tidak ada ketakutan lagi di wajah August


"ayo pulang kak, pasti ibu marah kalau tahu kita keluar Ruma-"


SLAASH


BRUK


"Maaf Tuan Putri, ini adalah perintah Tuan"


August menatap kakaknya yang berdiri tidak lagi bergerak, tangannya yang tadi terulur kini August turunkan


pikirannya yang tidak terlalu paham akan kehidupan menganggap bahwa bella mengacuhkan dirinya


BRUK


Tubuh bella yang sudah tidak berkepala terjatuh ke tanah dan sayangnya August menganggap bahwa bella tertidur


"Kakak jangan tidur disini, ibu nanti marah kalau Aldari biarin kakak tidur di luar. " ujar Augus seraya mendekati tubuh bella, kurang nya edukasi tentang hidup dan mati membuat August kembali berpikir bahwa kakaknya tidur pulas


Dan bodohnya, August kembali menempelkan kepala bella yang tadi terpisah, dalam pikirannya pasti harus di satukan agar kakaknya terbangun


Para lelaki berjubah memandang tindakan August dalam keheningan, walau mereka merasa sedih tapi ini adalah perintah tuannya


sinar bulan yang cerah dan semilir angin yang berhembus membuat tindakan August sangat menakutkan


"Kak...bangun kak." Ujar August seraya mengguncang kan tubuh bella yang kembali utuh


"Kakak bangun...Bukankah kakak setuju bermain selamanya sama Aldari, ayo main sekarang kak."


August memandang wajah kakaknya yang tidak berubah Ekspresinya, sebuah senyuman yang masih bertengger saat August tadi mengulurkan tangannya


"Kak..........Bangun."

__ADS_1


Tetesan darah mengenai wajah cantik bella, darah yang bersumber dari mata August


"Air apa ini." August mengusap air yang ada di wajahnya, yang membuatnya menakutkan adalah bahwa air mata darah keluar dari mata August...


Tapi yang lebih menakutkan....ekspresi August yang tidak menunjukan kesedihan!


Menangis tanpa tahu apa penyebabnya adalah hal yang sangat menakutkan!


"Kak....ayo berma...In." suara August semakin parau dan semakin kecil


"Ka... Kak...Ayo... BERMAIN." suara August yang tadinya kecil semakin berat dan diakhiri sebuah suara yang dalam dan berat, suara yang sangat berbeda dari August


Merasa sudah cukup menonton drama, pemimpin berjubah tersebut maju mendekati August dan di ikuti oleh semua anak buahnya.


"Bermain..."


DUAAAAAAARRR


Semua yang berada dalam jarak ratusan meter dari August dan Bella hancur tidak bersisa, pepohonan, batu, apapun! hancur tidak bersisa dan sekarang hutan tersebut sudah sepenuhnya menjada tanah yang tandus


Sebuah sosok wajah raksasa terbentuk saat Aura dalam Tubuh august keluar, wajah yang di hiasi dengan senyuman dari telinga sampai telinga dan bergigi tajam, berbeda dengan senyumannya yang seolah bahagia...


Mata sosok tersebut membawa kesedihan mendalam dan itu sangat kontradiksi!


"Ayoo bermain!! " bukan August yang berbicara melainkan wajah raksasa yang menakutkanlah yang mengeluarkan suara


Tanpa di duga, ada satu orang yang berhasil selamat dari ledakan Aura August, seseorang yang telah membunuh bella! itu adalah pemimpin kelompok tersebut


Jubahnya compang camping, anehnya penutup kepalanya orang tersebut masih bertahan dan tidak hancur


"hanya ledakan sebesar ini? tapi kenapa tubuhku tidak mentolerir kerusakan! " pemimpin tersebut berbicara dengan bahasa yang aneh


August mengusap noda darah yang ada di wajah Bella dan mulai mengelusn pipi kakaknya, wajahnya yang tanpa Ekspresi dengan linangan air mata darah sungguh terlihat oleh pemimpin tersebut


Dan membuat bulu kuduknya bergidik


[ Berhasil Membuka salah satu kemampuan Pemilik Terdahulu ]


[ Authority Blood ]


August mendengar suara dalam pikirannya tapi ia hiraukan, entah dari mana tiba tiba tubuh Bella di lapisi semua cairan berwarna merah seolah melindunginya dan sontak August menjauhkan tangannya yang tadi sedang mengelus pipi kakaknya


"Apa karena ada paman itu Kakak tidak mau bermain sama Aldari?"


Merasa ini masuk akal, lantas August berdiri dan menatap pemimpin tersebut, dan pemimpin berjubah yang ditatap oleh anak kecil teman tuan putrinya entah kenapa membuat dirinya takut


August berjalan menghampiri si paman, dan lelaki berjubah merasa ada yang aneh pun langsung saja menyerang August


SLAAASH


Pedang lelaki berjubah berhasil memotong salah satu tangan August, setelah memotongnya lelaki berjubah itu tidak mundur malah menatap August dalam jarak dekat


Dia, August tidak merasa kesakitan saat tangannya terpotong!


"Paman, kenapa menjauhkan August dengan kakak bella?"


Di beri pertanyaan seperti itu membuat alis lelaki jubah itu menaik, anak kecil didepannya lebih memilih bertanya dari pada memikirkan tangan nya yang tidak ada?


Merasa akan menarik jika membuat anak kecil di depannya marah, lantas lelaki berjubah memberi pernyataan memancing


"Karena Kakak bella yang kau ucapkan itu sangat tidak berguna. "


Tangan August yang tersisa yaitu tangan kanan di selimuti darah, dan saat mendengar perkataan Paman itu langsung saja darah yang ada di tangan August berubah menjadi besar!


Darah tersebut berubah lagi menjadi sebuah tangan yang sangat besar, saat sudah selesai berubah langsung saja tangan darah tersebut menampar lelaki berjubah!


BLAAAAAR


[ Berhasil membuka salah satu kemampuan Terkuat Pemilik Terdahulu ]


[ Authority Ruang ]


Lelaki berjubah yang terlempar puluhan Meter mulai berdiri kembali, dirinya tidak menyangka bahwa tubuhnya benar benar tidak bisa mentolerir kerusakan yang di lakukan anak kecil!


_________________________


Di rumah Adhisti


Adhisti sang ibu tunggal yang sedang tertidur langsung terbangun, detak jantungnya berpacu sangat cepat, semua tubuhnya pun mengeluarkan keringat deras


Juga, ruangan yang tadinya gelap kini sangat terang benderang, Adhisti melihat tangannya penyebab sinar Cahaya, ia sebagai Hunter Uniqe kelas C spesialis penyembuh tahu dengan jelas bahwa cahaya di tangannya untuk menyembuhkan!


Tapi dia juga 100% yakin tidak ada Mana dalam tangannya!


Sekilas nama anak anaknya terlintas dalam benak Adhisti, tanpa babibu langsung saja Adhisti berlari menuju kamar August dan jantungnya semakin cepat saat melihat Aldari-nya tidak ada

__ADS_1


Adhisti berlari lagi menuju kamar anak permepuannya dan berharap semoga semua anaknya sedang tidur bersama, Tapi! Tapi kenyataan menampar Adhisti yang ternyata tidak menemukan kedua Anaknya


"Aldaaari! Bellaaaa! "


Adhisti berlari keluar lalu berteriak menyebut nama anak anaknya, masih dengan baju tidur dan tangan bercahayanya tidak membuat Adhisti malu, di tambah memang rumah Adhist jauh dari pemukiman


"Aldaaari! Beeelaaaa-" saat Adhisti berteriak, sebuah ledakan berada dalam hutan menyambutnya


Duuuaaar


Swossh


Dalam sekejap, Adhist berlari menggunakan semua kekuatannya yang apa bila seorang None melihat hanya sebuah Blur saking cepatnya, terus berlari walau kerikil dan hal kecil lainnya menyakitkan kaki Adhisti yang tanpa alas kaki


Saat sampai di tempat dirinya menemukan bella, ia di kejutkan akan kondisi disana! Tidak ada lagi hutan sejauh Adhisti memaandang, lubang lubang dengan kedalaman puluhan meters sangat banyak!


Diantara tanah yang tidak berlubang, Adhisti melihat sosok yang mengejutkan dirinya, berlumur darah dan kehilangan Anggota badan!


"ALDARI! " Teriakan Adhisti menggema di sunyi nya hutan yang hancur, dalam sekejap Adhisti berlari menghampiri anak laki lakinya, tapi saat melihat wajah August Adhisti kembali menangis lebih keras


Mata August merah dengan jejak air mata darah yang belum kering, Wajahnya tanpa emosi dan sorot mata August yang kosong membuat hati Adhisti pilu


Dengan segera juga Adhisti menempelkan tangan cahaya nya pada August, dan boom! Sebuah tangan yang dulu hilang kini kembali lagi! Meski Adhisti terkejut oleh hal ini tapi keadaan saat ini tidak memungkinkan


Pseudo-Space material : projection


BRUUK


Adhisti mendengar suara anaknya lalu setelah anaknya mengatakan kata kata yang tidak ia mengerti, Adhisti langsung mendekap anaknya yang akan terjatuh


BWOOSH


Di atas langit, sebuah hologram berbentuk kotak berukuran besar tercipta, di dalamnya berisi sebuah video yang di putar, video yang merupakan awal mula kejadian semua ini terjadi!


"Kak, Aug takut. "


"Kakak ayo pulang, ibu pasti marah kalau tahu kita di luar"


Adhisti memperhatikan dengan tetesan air mata video tersebut, sangat terdengar jelas suara polos August tersaji di dalam video


Tangisan Adhisti semakin pecah seperti teriakan saat anak perempuan nya terpenggal di depan Aldari-nya!


"Kakak..Nanti ibu marah kalau biarain kakak Tidur di luar"


"kakak...Ayo bermain"


dan Aldari-nya yang tidak pernah ia ajarkan tentang kematian ataupun kehidupan, Terlihat masih berusaha membangunkan kakaknya yang sudah meninggal


Suara Adhisti semakin keras di dinginnya malam dan sinar bulan


Dan tidak jauh dari sana, pelindung darah yang menyelimuti bella sudah terurai dan menghilang setelah video selesai di putar.


___________________________________


Rencana Multiverse.


Menempatkan dunia lain di tata surya tempat August berada!


[F]


[E]


[D]


[C]


[B]


[A]


[S]


[HALF SS]


[SS]


[Demi God]


[ God ]


[Priomordial God ]


[ One Above All ]


[ Ancient One ]

__ADS_1


Saya jarang meminta, tapi bisakah hati nurani kalian meluangkan waktu untuk komentar dan menyumbangkan Vote?


__ADS_2