
BLAAAAAAAR
Tubuh tanpa kaki Sun Wukong terhempas sangat jauh karena tendangan August, bahkan tanah tempat terbujurnya tubuh Sun Wukong Ikut tertendang sampai membuat Kawah panjang.
"beraninya kau meniru wajah ibuku!" ujar August Sembari melihat terbangnya tubuh tanpa kaki.
Tubuh Sun Wukong berputar dan mulai berputar melambat saat terhempas terlalu jauh.
"Ini sangat sakit sialan! " teriak Sun Wukong saat dirinya sudah berhenti, melihat keberadaan August jauh didepannya beberapa kilometers ia dikejutkan dengan Kehadiran di sampingnya.
Sun Wukong memalingkan muka kesamping, Terlihat musuhnya berada sedang menatap dirinya
Bukannya ekspresi marah yang diharapkan tapi sebuah ekspresi kebosanan yang terlihat oleh Sun Wukong.
"apa kau ingin membunuhku?! Coba saja dan ketahui resikonya. " Sun Wukong berteriak kepada August yang masih berdiri.
Sedangkan Orang yang diteriaki seperti itu mulai Terkekeh sendiri, kekehan yang semakin lama menjadi tertawa.
"Hahahaha...apa menurutmu aku takut Membunuhmu hanya karena gertakan itu?! Kau sangat tidak mengenal diriku jika menganggap aku takut."
Tangan August diselimuti Energy hitam yang Sangat pekat, tidak lama Energy hitam itu mulai membentuk pedang.
Sun Wukong melotot melihat musuhnya benar benar ingin membunuhnya, ia berpikir apa ancamannya kurang serius?
"H-hei..H-hei..K-kau benar benar yakin ingin M-membunuhku."
"Kau tahu Resikonya kan-
CRAASH
Kepala Sun Wukong terlempar terpisah dengan Tubuhnya, sebuah kepala yang sangat diincar oleh musuh musuhnya kini sudah terpisah atau dengan Kata lain....
Sun Wukong Mati!!
August masih menatap bosan walau telah memenggal kepala Sun Wukong, Berjalan kearah kepala Sun Wukong August mengambil kepalanya dan menyimpannya di penyimpanan dimensi.
Tidak lupa juga mengambil Core Sun Wukong.
"tinggal sebentar lagi dan kami bisa pulang kembali ke kampung halaman kami! " Gumam August mengadahkan kepalanya melihat langit indah.
"dan bersiap siaplah kau saat aku berhasil kembali, akan kubunuh dan kujadikan kepala mu gantungan Koleksi, karena aku selalu menepati janji ku."
Gate
Dibelakang August tercipta portal berwarna hitam, August Berjalan memasukinya seraya menggumamkan sesuatu.
ALL Elements : Mini Destroyed
Selepas August menghilang ditelan Gate, dalam jangakauan puluhan kilometers disekitar Potongan tubuh Sun Wukong terjadi keanehan.
Semua dalam Jarak itu Menyusut, tanahnya terus menerus menyusut sampai akhirnya meledak!
Sekarang tidak ada lagi Tombak yang menjulang tinggi ke langit dan tidak ada lagi sisa sisa potongan tubuh Sun Wukong.
karena sudah digantikan kawah yang luar biasa besarnya!
___________________________
Dunia Kultivator.
__ADS_1
karena tidak ingin membuat kehebohan dilingkungannya, August muncul dilangit jauh diatas rumahnya.
SRING
August langsung berada di halaman rumahnya dan karena sudah malam tidak ada siapapun di sekitar.
Memasuki rumah, August disambut oleh Erina yang sendirian duduk di ruang makan, Berjalan kearah wanitanya August langsung duduk di kursi samping Erina.
"aku lapar."
Sedangkan Erina yang sedari tadi diam saja mulai mengambilkan makanan, Setelah menyiapkan makanan untuk August, Erina kembali diam.
Merasa ada keanehan August mulai Bertanya. " Kau Kenapa Erina?"
Erina hanya Menggelengkan kepala atas pertanyaan August.
"emosi itu tidak baik dipendam, bisa bisa nanti mempengaruhi anak kita."
Lagi, Erina tidak menjawab pertanyaan.
August mengangkat wanitanya secara perlahan karena khawatir akan kandungannya dan menaruhnya di pahanya. Ia usap pelan perut Erina yang di dalamnya ada anaknya.
"nah sekarang bisa beritahu padaku? " Bisik August di telinga wanitanya.
Wajah Erina memerah akan kelakuan Suami tidak sahnya, karena tidak kuat lagi digoda ia mulai berbicara.
" Aku khawatir August, kau selalu saja bertararung dan disini aku selalu khawatir akan keselamatanmu. " ucap Lirih Erina seraya mengelus tangan August yang berada di perut nya
" tenang saja Erina- "
"Bgaimana aku bisa tenang, dikepalaku selalu terbayang kejadian dahulu di China jika kau terus bertararung."
"Huft...baiklah, aku berjanji Setelah kita pulang akan aku usahakan tidak bertarung. " ucap August yang membuat senyuman indah muncul di Wajah Erina.
" Eh tapi Kenapa harus menunggu kita pulang? Kenapa tidak berjanji sekarang?. "
"Jangan mencoba keberuntungan mu Erina."
Erina cemberut mendengar jawaban tersebut, ia cubit tangan August yang ada di perutnya.
" Ouch...sakit, sakit. "
Erina memalingkan muka tidak Peduli erangan sakit yang terdengar.
"karena sekarang sudah kembali Ceria, bisakah Istriku menyuapi diriku yang tampan Ini?."
Erina tersenyum karena ucapan tersebut, tidak lama ia pun menyuapi August.
August yang sedang disuapi tersenyum melihat kepatuhan istrinya.
'maaf Erina, selama masih ada Makhluk gila yang mengincar kita, kemungkinan aku tidak akan berhenti bertarung. '
Tanpa diketahui oleh mereka berdua, Adhisti mengintip dibalik pintu kamarnya melihat anaknya dan menantunya.
Tidak terasa air mata terjatuh saat mendengar curahan hati Erina, sepertinya Aldari harus diberitahu agar berhenti membuat khawatir Erina.
Karena ia tidak ingin Erina mengalami hal yang sama, Adhisti berdoa semoga menantunya tidak seperti dirinya.
Keesokan hari
__ADS_1
Cuaca yang cerah di dunia Kultivator Ini juga di sertai kicauan burung menambah suasana khas, Terlihat August bersantai dihalaman rumah beralas tikar.
Rumah August memang besar dibandingkan Milik orang lain, apalagi di dunia Kultivator Ini yang tanahnya setiap orang sangat luas.
Ia sempat heran dengan orang didunia Ini, apa mereka tidak tahu arti dari pentingnya sebuah lahan digunakan dengan Baik?
Saat sedang asik melamun, August dikejutkan oleh Asistennya atau Mungkin keluarga?
"Sedang apa tuan August? "
August menengok sumber suara, Velisha dengan pakaian khas wanita dunia Ini membuatnya semakin cantik.
" Ternyata kau Velisha. "
Velisha duduk di samping August lkut memandang langit di pagi hari. Tapi ada yang berbeda dengan Velisha kali Ini.
Tidak adanya emosi ataupun Ekspresi diwajah Velisha, hanya tatapan tajam dan ekspresi dingin yang ada.
August Tersenyum melihat wajah Velisha, Inilah asisten yang dia buat dulu saat di bumi, sebuah asisten berkualitas yang terbentuk karena di ciptakan bukan dicari.
"tidak terasa sudah 1 tahun 6 bulan kita disini tuan August, apakah perlu membuang waktu selama itu? " ucap Velisha dengan nada dingin
" itulah kekurangan yang tidak diketahui oleh dirimu Velisha, walau aku akui itu juga salah satu kekuranganku."
"tapi bedanya aku bisa mengendalikannya jika itu sebuah kepentingan. "
Velisha memiringkan kepalanya menatap tuannya, kebingungan tercetak diwajahnya yang cantik.
"kekuranganmu adalah kesabaran." lanjut August
"secara garis besar dari perkataan anda berarti ada tujuan Kenapa anda membuang waktu disini tuan? " Tanya Velisha
"tinggal Ini dan itu saja Akhirnya selesai."
Velisha mengerutkan alisnya, ia sama sekali tidak mengerti perkataan tuannya.
"Rencana Ini hanya bisa dijalankan oleh diriku saja, kau Jangan Ikut campur Velisha." gumam August yang dijawab anggukan oleh wanita di sampingnya.
Hening ~
Tidak ada yang berbicara baik August maupun Velisha, sedang menikmati yang mereka lakukan masing masing.
"di bumi dulu, untuk cabang Fortissimum Exercitum berapa orang yang berhasil dikumpulkan oleh mu?. " suara pertanyaan August memecahkan keheningan yang melanda sedari tadi.
"Baik none ataupun Awakened disatukan semuanya berjumlah 100.000." jawab Velisha
August mengangguk, "Kerja Bagus Velisha, tapi apakah kau benar benar yakin dengan mereka menjadi Anggota?."
"kemungkinan untuk membelot tidak ada tuan karena semua dari kelas menengah kebawah dalam Hal Kekuatan ataupun dari orang tanpa Financial. "
"Hoo... Kau bermain Psikologi Velisha, itu bagus tapi juga kurang bagus."
"karena pertama, bagaimana cara mengatur jika kau tidak ada, kedua adalah masalah hati yang sangat rumit."
Velisha mengangguk paham, "jika itu yang tuan khawatirkan maka tidak perlu, di bumi saat Ini ada yang menggantikan diriku dan saat Ini Mungkin dia masih merekrut anggota untuk cabang Fortissimum Exercitum."
"hati? apakah hati manusia bisa bertahan saat dihadapi Kekuatan? " jawab Velisha.
" Hahahaha...pemikiranmu semakin tajam Velisha, Bagus.. Bagus! "
__ADS_1
"tapi pertanyaanku saat Ini, apakah banyaknya anggota kita mempunyai Kualitas? Karena Mau sampai kapanpun Kata Kata kuantitas Kalah dengan kualitas tetap berlaku."