
1Minggu kemudian di bumi
Ruangan Rapat Asosiasi.
saat ini semua berkumpul, Vitalitas Hunter yang menopang negara.
Falisha Wakil Ketua Guild Heavenly Group, Karina Wakil Ketua Guild Peace Seeker, Cavero Ketua Asosiasi Hunter, Liadjah Sang penyihir, Pemilik Core Unknown dan anaknya.
dan satu orang pemilik kedai, adik laki laki Sang Penyihir.
Avoch.
Avoch Hunter Kelas S, Yeng memilih menjadi orang biasa setelah menikah, kini kembali dipanggil oleh kakaknya Yaitu Liadjah.
bukan tanpa alasan Liadjah memanggil adiknya yang sudah integritas kedalam kehidupan None, karena Liadjah tahu bahwa adiknya...
bukanlah Hunter kelas S biasa.
ruangan rapat, hanya Cavero yang berdiri disamping layar proyektor menampilkan gambar data statistik yang menurun.
Cavero menatap semuanya serius, karena hasil ini harus segera didapatkan.
"setiap tahun kita mengadakan rapat, tentang ekonomi dan Hunter, tapi kali ini pembahasannya akan lebih panjang dari biasanya."
"Pertemuan tahun ke-4 dimulai dengan Hunter sekarang."
"Yang pertama, dan yang paling penting dari semuanya."
"Bagaimana cara kita 'menggulingkan' Dewan Hunter Luar Negeri, atau yang biasa kita sebut DHGL."
setelah Cavero mengucapkan itu, semua pandangan menjadi serius, Bahkan Avoch yang sesungguhnya hanya mengikut saja tahu...
dengan mendengarkan informasi ini, hidupnya tidak akan tenang.
"Interupsi ketua." Olivia mengangkat tangannya yang diberi anggukan oleh Cavero.
"Bukankah dengan adanya DHGL, kita sangat terbantu saat ini, kita tahu DHGL hanya memberikan Dungeon tingkat tinggi kepada Hunter luar, tidak seperti di masa lalu."
"Apalagi saat ini kita tidak mempunyai banyak Hunter tingkat tinggi yang bisa menyelesaikannya." Ujar Olivia dengan masuk akal, seharusnya opininya didengar jika berpikir logika.
harusnya.
tapi sayangnya, pendapat Olivia dibalas mata kasihan dan bodoh oleh seisi ruangan kecuali Adelard sang ayah, bahkan Cavero pun hanya bisa diam mendengarnya.
"H-haha maaf, anakku tidak diberi Fakta sesungguhnya tindakan August, Maklumkan, oke." Sela Adelard mengakui kekurangan informasi anaknya.
"T-tapi ayah-"
"Diam! dengarkan dulu."
Cavero hanya geleng geleng kepala atas kelakuan duo ayah-anak didepannya.
"Hahh, aku akan menjelaskan padamu kenapa seharusnya DHGL tidak ada Olivia." Cavero menghela nafas.
"2040 datang seorang Hunter yang tidak dikenal ingin melakukan pengecekan kelas, dan Boom, ternyata Hunter tersebut melebihi kelas seharusnya."
"kamu pasti bisa menebak siapa Hunter tersebut kan Olivia."
Olivia mengangguk."Hunter August Aldari."
"Benar, tapi tidak seperti Hunter biasanya yang ingin terkenal, Hunter August ingin disembunyikan profilnya dari khalayak bahkan dari pemerintah."
"Tentu itu sulit dilakukan, tapi bukan mustahil untukku sebagai ketua asosiasi."
"tapi sebagai imbalan, aku ingin menguji kelas sebenarnya dari tuan August, dan kebetulan dipapua terjadi Chaos Dungeon, yang salah kuprediksi."
Mulut Adelard membentuk seringaian, karena salah prediksi Cavero saat itu, membuat August lebih mempercayai dirinya.
dan membuat kantongnya membesar juga.
"untungnya, Tuan August berhasil menyelesaikan Chaos Dungeon, yang sebenarnya dikalisifikasikan sebagai kelas S."
"T-tunggu, jadi sebenarnya Kelas SS muncul bukan di tahun 2044 tapi 2040-" Sela Olivia tapi perkataannya di potong oleh Liadjah.
"Diam, ini informasi untukmu!" Bentak Liadjah
"Huff...iya benar, tapi karena perjanjian sebelumnya diantara kita, Tuan August kembali menghilang dan kembali keasalnya tanpa bisa dideteksi."
"Padahal aku dan ayahmu sudah berusaha sekuat tenaga menahannya dijakarta."
"Tahun 2044, Chaos Dungeon terjadi dan menurut orang yang menyelesaikannya, tingkat Dungeon tersebut tida diketahui."
"Singkat cerita, Datang August dan menyelesaikannya bersama Acquilla dan Chen Ming, tapi yang menarik adalah alasan August menghilang dan kembali muncul di khalayak umum."
__ADS_1
"Haha ternyata bocah tidak punya malu itu menghilang karena ibunya melarang dia bertarung..haha"
para orang tua diruangan tertawa, mereka masih ingat betul saat August menceritakan itu.
"beruntungnya kita, Nyonya Adhisti sudah bisa melepaskan anaknya disaat genting."
Cavero menatap Olivia yang kebingungan, lantas ia bertanya."Sejauh ini apa kau bisa menyimpulkan?"
"Aku tidak paham, cerita ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan DHGL."
lagi, Cavero menghela nafas lelah.
"itu artinya keputusan Tuan August diserahkan sepenuhnya kepada Nyonya Adhisti, Bodoh." Falisha selaku wakil ketua Guild Heavenly Group bicara dengan nada dingin.
"Kau yang bodoh, Otak otot-"
"Sudah, memang sejauh ini tidak ada hubungannya dengan DHGL, tapi merekalah awal mula kenapa kita disudutkan." Sela Cavero agar dua perempuan puber didepannya berhenti bertengkar.
"hmm, apa kamu masih ingat dengan tindakan DHGL yang menyerahkan Dungeon tingkat rendah, tentu saja ingat, baru saja kau bicara tadi." Olivia mengangguk mengiyakan.
"intinya, karena Hunter tingkat rendah terpengaruh akan keputusan DHGL, banyak kriminalitas bahkan pembunuhan terjadi."
"Dengan status Nyonya Adhisti yang hanya Hunter Kelas C, membuat August khawatir akan tindakan Hunter kriminal tersebut."
"Lagian August sangat protective, dan ia tidak bisa menjaga ibunya 24 jam saat di Dungeon."
"Kau bisa menebak kemana cerita ini selanjutnya kan Olivia." Cavero selesai berbicara yang ditanggapi anggukan Olivia.
"Bodoh/bodoh." Karina Wakil Guild Peace Seeker dan Falisha berucap bersamaan.
"H-hey! bukankah wajar kalau aku tidak tahu, aku baru saja disini, aku juga yakin Pak tua itu juga tidak tahu informasi ini." Bantah Olivia dan menunjuk Avoch yang hanya mengangkat alisnya karena dibawa bawa.
"Tida seperti dirimu nak, awal Pak tua ini diajak kesini oleh Sang Penyihir, Pak tua mencari informasi awal mula dan dasar penyebabnya."
"dan kebetulan, Pak tua ini punya sumber yang kredibel." Ujar Avoch menunjuk Liadjah disamping dengan ibu jarinya.
Plok Plok Plok.
Cavero bertepuk tangan untuk menyadarkan dan kembali fokus kepada dirinya, dan itu berhasil.
"jadi bagaimana cara menggulingkan dan antisipasi kerugiannya."
Hening~
setelah beberapa menit dilanda keheningan, mata Liadjah melebar mengingat sesuatu.
"ada satu cara, tapi ini jangan sampai bocor keluar publik."
semua orang menatap serius kecuali Avoch yang sangat mengenal kakaknya, Avoch tahu yang keluar dari mulut kakaknya bukan hal baik.
"Cabang Guild Fortissimum Exercitum, saat ini memiliki anggota ratusan ribu, kita bisa meminta hal itu kepada mereka untuk menutup kerugian akan ketidak hadiran DHGL." Ujar Liadjah, tapi sayang tidak ada yang tahu apa itu cabang Guild tersebut
Fortissimum Exercitum, bukankah itu Guild Tuan August?
Mata Cavero membulat, ia ingat percakapan dirinya dengan August dahulu, percakapan tentang anggota guild yang Extreme.
tapi dahulu baru sekedar konsep!
"M-maksud anda pasukan gila itu sudah dibuat oleh August, Nyonya Liadjah! tapi kenapa Asosiasi tidak diberitahu!" suara Cavero meninggi
"sebenarnya sudah dibuat tahun 2044, tapi saat itu yang menjalankannya adalah Velisha, tentu dengan perintah August..."
"...aku saja baru tahu itu 1 tahun yang lalu, saat ini diketuai oleh Eveline."
"Astaga! lebih dari seratus ribu pasukan berani mati untuk menjaga ibunya! apa dia berniat untuk perang dengan pasukan itu."
"jangan mendrama Cavero, kita semua disini sudah paham akan karakter August." bentak Liadjah yang membuat Cavero terdiam.
"aku lanjutkan perkataanku, dengan membiarkan Cabang Guild Fortissimum Exercitum memasuki Dungeon kelas tinggi, itu akan membuat DHGL mengalami kerugian parah."
'benar saja' batin Avoch yang sudah tidak asing dengan keputusan kejam kakaknya
"dan Vote 'penggulingan' DHGL bisa dilaksanakan oleh kita."
"Tapi jika banyak Dungeon diselesaikan, tentu saja kita harus siap apabila banyak Hunter luar meminta kompensasi, yang sayangnya kita tidak memiliki uang banyak."
"apalagi dikarenakan merendahnya mata uang kita saat ini, membuat kita akan menggunakan uang kas negara sangat banyak..."
"...kecuali ada hadiah yang dulu diberikan akan dijual kembali." Liadjah selesai memberikan sarannya dan membuat pernyataan ambigu.
pernyataan ambigu yang hanya diketahui oleh dirinya dan Cavero dan ditujukan kepada Adelard.
Cavero yang mengerti, menatap adelard dalam diam dan begitu juga Liadjah, sedangkan yang ditatap mulai gugup.
__ADS_1
ia tahu pernyataan ambigu tersebut.
bagi yang tida mengetahuinya saling memandang bergantian, Antara kedua belah pihak.
5 menit berlalu, Adelard menghela nafas lelah, ia menduga ini tidak akan berakhir jika dirinya tidak bicara.
"Baiklah, 500 Ribu Core Unknown kelas A akan aku serahkan kepada kalian." dengan nada kalah Adelard berbicara.
"2 Juta Core Unknown."
Adelard berkeringat akan permintaan Liadjah tapi sebagai pembisnis, ini adalah keahliannya.
"600 Ribu Core Unknown, itu yang bisa kuberikan kepada kalian"
" 2 juta lima ratus ribu...Ohoho apakah aku terlihat tidak tahu berapa August memberimu."
"Sigh..750 ribu, itu sudah kutambah banyak."
"Cavero, apakah hasil illegal dan penimbunan bisa diselidiki Negara?" Liadjah memandang Cavero dan bertanya.
Cavero mengangguk "Menurut pasal, itu bisa diselidiki dan apabila benar, semua aset akan disita."
"Woah...puluhan juta Core Unknown akan dimiliki oleh negara? tentu rencana kita akan lancar."
Liadjah membuat wajah terkejut yang dibuat-buat dan kemudian menatap Adelard yang saat ini berkeringat deras.
sial!
"Sial Nenek tua! baiklah 2 juta Core Unknown akan kuberikan! dan ini tidak illegal atau penimbunan tapi hadiah!"
"Hadiah! catat itu nenek tua."
Liadjah dan Cavero memasang wajah senyum kemenangan.
merasa ayahnya di aniaya, Olivia ingin membela dan menatap ganas Liadjah "Hei, itu milik ayahku."
Liadjah yang ditatap hanya menatap balik dengan remeh."ini urusan orang tua nak, lagian lebih baik kehilangan 5% dari pada semuanya."
Lidah Olivia kelu dan tidak lagi berani bicara, ia lupa akan peraturan yang bisa dibuat.
"kenapa kalian berdua tidak bicara?" Avoch bertanya kepada dua wanita cantik lainnya.
"siapa yang tidak takut?/kami juga masih dibawah Asosiasi dalam hal hukum." jawab Falisha dan Karina kepada Avoch yang mengangguk.
perkataan Falisha dan Karina juga bisa diartikan, jika kami berbicara kami juga akan diperas.
PLOK PLOK.
"karena kita telah menemui titik terang, kita beralih ke masalah kedua yang penting juga." Cavero berbicara profesional kepada semua yang diruangan.
"ini bukan masalah Ekonomi ataupun Hunter, tapi lebih menjurus kepada Hubungan negara."
"Ketua Asosiasi Rusia yaitu Aldrich, mengirimi kami pesan akan memberi bantuan kepada kita beberapa bulan yang lalu, tapi sampai saat ini dan detik ini belum ada kabar bantuan tersebut."
"Bagaimana sikap kita? apalagi informasi dari Falisha yang mengatakan ada bantuan teknologi dari Russia ke China?" ujar Cavero tapi dibalas dengan santai oleh Liadjah.
"Biarkan saja, menurut informanku yang mengirim teknologi ke China bukan Russia, melainkan Guild besar disana."
"walau bagaimanapun, kita tidak bisa berbuat apa apa saat ini."
"aku tekankan, saat ini, jadi lebih baik memperkirakan pergerakan Asosiasi China dan Guild Titan Amerika saat ini, yang kudengar dari informanku di china mereka sedang memanas-"
KRING. KRING.
saat Liadjah sedang berbicara, deringan telpon terdengar yang berasal dari sakunya, yang membuat semua fokus kepada dirinya.
mengangkat telponnya, disitu tertera nama panggilan khusus, yang Liadjah tau adalah informan yang menyelinap diantara Cabang Guild Fortissimum Exercitum.
"informasi apa?" ucap Liadjah kepada orang yang diseberang telpon.
"Nyonya Liadjah, maafkan saya baru memberitahu Nyonya saat ini, semua karena terbatasnya teknologi disekitar." jawab orang diseberang terdengar, dengan suara laki laki
"Intinya."
"None Eveline berpikir akan memberi hadiah tuan August, dan kepala perwakilan adalah hadiah yang sangat bagus."
"Alcatraz California Amerika, Bangkok Thailand, Sydney Australia dan Yunnan China, semua Anggota Fortissimum Exercitum dikerahkan kesana."
"20.000 anggota Fortissimum beserta nona Eveline berserta saya, saat ini berada di Yunnan China."
setelah berkata seperti itu, si penelepon tidak mendengar suara apapun dari Liadjah."
_____________________
__ADS_1
_____________________