UNIVERSE In Book System

UNIVERSE In Book System
Siapa bella? Dan ketidak pedulian manusia


__ADS_3

Di rumah August.


"kenapa tiba tiba ingin tahu masa lalu August? Apakah dia tidak menceritakan nya? "


Adhisti yang sedang berada di dapur dan selaku orang tua tunggal August di buat heran akan pertanyaan dari menantunya, tidak mungkin August tidak bercerita kan?


"begitulah bu, August sangat tertutup tentang masa lalunya dan saat kami bertanya selalu beralasan tidak penting lah, untuk apa tahu lah. " Erina yang duduk di ruang makan menjelaskan, karena dekatnya jarak antara ruang makan dan dapur jadi bisa terdengar oleh Adhisti


"anak itu, Hahh semenjak kejadian 'itu' semakin aneh saja."


"kejadian itu? "


Adhisti selesai mencuci peralatan makan, lalu berjalan menghampiri Erina dan duduk di sampingnya


"bersandarlah pada ibu, akan ibu ceritakan tentang masa lalu August."


Erina yang disamping Adhisti menyandarkan kepalanya kepada bahu Adhisti, dan dielusnya lah rambut Halus Erina


"kau juga kemari, velisha. "


Tanpa disangka, Velisha yang sedari tadi menguping di belakang pintu ketahuan, mau tidak mau Velisha menghampir dan duduk di sebelah Adhisti yang kosong


"Hehe ketahuan ya?"


Pertanyaan Velisha tidak dijawab, malah ditariknya kepala Velisha untuk dipaksa bersandar di bahu Adhisti dan Velisha di perlakukan seperti itupun tidak melawan


"ibu yakin pasti di pikiran kalian August tidak hanya tertutup, bukan. "


Pertanyaan Adhisti di sambut oleh kebungkaman Dua wanita di sampingnya


"tertutup, ketidakpedulian akan manusia, kejam dan tidak terkontrol, itu ada dalam dirinya."


Mata Erina dan Velisha membesar akan ketepatan pernyataan Adhisti


"saat ini umur Aldari 25 tahun, sungguh tidak terasa ibu bisa membesarkannya sampai sekarang. "


"20 tahun lalu, ada anak cantik nun manis bernama bella, tidak diketahui siapa orang tuanya dan yang penting adalah Tidak ada yang tahu asalnya."


Ketertarikan terlintas dalam sorot mata dua wanita cantik yang mendengarkan, tapi mereka tahu dengan jelas bahwa inilah alasan August lelaki yang mereka cintai menjadi seperti ini!


Bella!


Nama itu akan selamanya terukir dalam benak Erina maupun Velisha


"bella adalah teman pertama dan selamanya bagi August dan juga.....


Ibu benci bahwa bella juga adalah alasan utama Aldari-ku menjadi seperti ini!"


Sekali lagi, Erina maupun Velisha memperhatikan kata 'selamanya' yang terlontar dari Adhisti


20 tahun lalu


2025, Hutan


Tawa anak kecil menggema di hutan yang rindang dan menyejukkan


"hahaha...ayo bu! Kejar aldari. "


Adhisti tersenyum melihat Anaknya berlari didepannya dengan senyum lebar di wajahnya, sungguh anak adalah harta terbesar baginya


"roaar...awas nanti ibu tangkap!" adhisti membuat suara seperti monster dan berlari mengejar anaknya, walau di sengaja agar larinya hanya di belakang August


"Ibu lambat!..haha aldari lebih cepat dari ibu. " kata kata polos di barengi tawa terlontar dari mulut August aldari yang masih berusia 5 tahun


Tapi lari August semakin melambat saat melihat sebuah dinding tembok dengan ketinggian hampir 2 meter dan akhirnya August berhenti saat sudah berada di depan dinding Tembok


Dinding pagar seperti sebuah benteng yang mengelilingi hutan.


"Ibu, kenapa ada dinding dihutan? " wajah Augus yang polos bertanya kepada ibunya yang baru sampai di belakang August


Diberi pertanyaan seperti itu, Adhisti juga bingung karena dia dan anaknya belum pernah sampai ke pedalaman hutan seperti sekarang


"ibu juga tidak tahu nak, bagaimana kalau kita pulang saja, nanti ibu akan masakkan makanan kesukaan Aldari. " Adhisti mencoba membujuk anaknya


Tapi sayang August menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.


"ibu naikkan Aldari ke atas, Aldari ingin lihat."


Adhisti menghela nafas akan keinginan anaknya lalu mengangkat aldari, di karenakan tingginya dinding sedikit di atas kepala Adhisti maka Adhisti tidak bisa melihatnya


"Whooaa luaas sekali, disini tidak ada pohon sama sekali bu. " August berteriak setelah melihat pemandangan di dalam dinding, tangannya lalu menggapai atas pagar dan meloncat ke dalam dinding


Brukk


Dengan sempurna Aughst berpijak di tanah dari ketinggian 2 meter, dan Adhisti yang berada di sisi lain segera meloncat panik mengikuti saat anaknya terlapas dari tangannya


"Aldari! Jangan seperti itu lagi! "


August menundukan kepalanya saat di marahi, taoi dalam sekejap ada sebuah tangan yang mengelus rambut hitam legamnya, August mendongakkan kepalanya dan melihat senyum indah Adhisti


"jangan di ulangi oke."


Yang di jawab Anggukan kepala oleh August, setelah itu mata August melihat sekeliling dan akhirnya melihat sebuah rumah besar


"ibu, Ayo kesana! "


Adhisti hanya pasrah saat tangannya ditarik, ia juga penasaran Kenapa ada bangunan di hutan belantara seperti Ini


Mereka berduapun akhirnya berada di depan pintu rumah tersebut, diakibatkan kekurang tahuan Etika dalam diri August jadi August langsung masuk tanpa izin


"hahh...Aldari lain kali harus mengetuk pintu dulu sebelum masuk rumah orang lain, oke. " melihat Anaknya melenggang masuk, segera Adhisti memberi nasihat


"humm."


"Permisi, apakah ada orang disini. "


Dan yang mengejutkannya adalah Seorang gadis kecil kurus berambut kuning cerah muncul dari balik pintu di lantai 2, ia memegang boneka di pelukannya dan turun perlahan dari atas melalui tangga


Gadis tersebut berdiri didepan August dan Adhisti dengan wajah kosong datarnya, dia hanya memperhatikan tanpa mengeluarkan suara


"Halo Cantik, apakah orang tuamu ada?"


Gadis tersebut memiringkan kepalanya tidak mengerti akan perkataan Adhisti.


"maksudku, ibu dan ayahmu? "


Pertanyaan Adhisti masih dibalas dengan tatapan bingung gadis tersebut, Tiba tiba August berjalan maju dan berdiri di hadapan gadis cantik itu


"itu adalah ibuku!" August berkata seraya menunjuk ibunya yang berada di belakang


"apakah ibumu ada disini? "


Gelengan kepala gadis tersebut menjawab perkataan August.


"apakah ada orang dewasa disini?" Adhisti kembali bertanya dan di jawab gelengan kepala lagi


"jadi kau tinggal sendiri disini?"


Dan yang mengejutkan Adhisti adalah jawaban Anggukan kepala dari gadis tersebut, awalnya dia kira bahwa gadis ini hanya bisa Menggelengkan kepala karena tidak tahu perkataannya.


Tapi tidak dia sangka!, Lalu Adhist menghampiri dan membungkuk di depan gadis kecil tersebut lalu memeluknya, disamping Adhist yaitu August hanya melihat dengan mata kebingungan.


melepaskan pelukan, Adhisti melihat wajah gadis cantik tersebut dengan jelas dan sedikit air mata tumpah di pelupuk mata gadis itu

__ADS_1


"siapa namamu cantik?. " Adhisti bertanya seraya mengusap air mata yang jatuh di pipi gadis itu


"Bella, namaku bella." kali ini gadis tersebut yang bernama bella membuka suaranya


"bella, cantik, keindahan dan keadilan, sungguh nama yang bagus, namaku adalah Adhisti dan anak kecil di sampingku bernama-"


"Namaku August Aldari yang artinya Agung dan Mulia benarkan bu! " August menyela perkataan ibunya dan mengenalkan dirinya dengan Semangat


"Haha benar."


Karena diketahui bahwa bella hanya hidup sendiri maka Adhisti memutuskan untuk mengadopsi bella sebagai putrinya.


Walau Adhisti juga bingung, bagaimana bisa anak kecil berumur kurang lebih 9 tahun bisa hidup sendiri dan karena itulah Adhisti bertanya kepada bella awal mula kenapa dia disini sendiri


Yang sayangnya, tidak ada jawaban dari bella.


Tidak ingin mempeributkan masalah ini, Adhisti lalu membawa bella pulang yang menjadikan August tidak kesepian lagi.


Tidak ada lagi kesepian dan setiap hari senyum merekah dalam diri August.


Sayangnya. yang Adhisti tidak tahu adalah ini semua awal dari meninggalnya ratusan juta orang di masa depan, meninggal di tangan orang yang tidak peduli akan kemanusiaan!


Adhisti tidak tahu bagaimana jika Bella pergi dari kehidupan August disaat Bella adalah Matahari paling terang di dalam diri August!


Matahari yang selalu menyinari August padam karena keserakahan manusia, jadi untuk apa adanya kepedulian?


Tapi aku Adhisti tidak akan menyadari hal ini sampai beberapa tahun kemudian!.


Tahun ke-1, 2026


August Aldari : 6 Tahun


Bella : 10 Tahun


"Hey Aug, kemarin ibu bilang kalau perempuan sudah besar nanti akan menikah, benarkah. " Bella yang berjalan berdampingan di samping August bertanya


"Hehh...memang Kakak mengerti apa itu menikah?"


Bella menggelengkan kepalanya yang membuat rambutnya yang terang berkibas, jika ada orang dewasa yang melihat bella yang berumur sepuluh tahun, maka mereka pasti akan berbicara bagaimana cantiknya bella jika sudah dewasa!


"memangnya Aug tahu apa itu menikah?. "


"Hehe...tidak tahu."


Setelah beberapa bulan diaodpsi oleh Adhisti, secara perlahan Bella mulai terbuka dan semakin lama akhirnya bella benar benar bisa bersosial walaupun hanya kepada August dan Adhisti


Dan ternyata saat bella sudah terbuka, sifatnya yang sesungguhnya yaitu aktif, ceria di tunjukan


Seperti saat ini contohnya.


"Ouch..kak kenapa memukulku. " August memegang kepalanya setelah di pukul dengan indah.


"Hmmph...salah siapa jawabanmu seperti itu!" setelah mengatakan itu, bella berjalan lebih cepat dari 'adiknya', dan August memandang aneh Bella yang berada didepannya


'perempuan galak'


Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya mereka berdua sampai di rumah yang tidak besar maupun kecil yang dimiliki Adhisti


"aku pulang bu." bella dan August berteriak saat akan masuk rumah


"Selamat datang, Cepat mandi lalu setelah itu segera ke meja makan. " Adhisti juga berteriak dari dapur setelah mendengar kedatangan anaknya yang selesai bermain.


Berbeda dengan dulu sebelum adanya bella, dulu dialah yang selalu menemani August bermain sebelum mengadopsi bella tapi sekarang di karenakan adanya teman bagi August yaitu bella jadi dia tidak terlalu bermain bersama lagi.


Tapi tetap saja, Adhisti juga terkadang bermain menemani kedua anaknya


Sungguh Kesalahan fatal.


Selesai mandi bersama, yang tentu tidak ditentang oleh Adhisti karena mereka berdua belum mengerti akan nafsu


Setelai selesai menata, Adhisti juga duduk di kursi yang di himpit oleh anak anaknya


"ibu menikah itu apa? Kenapa hanya kak bella yang di kasih tahu, sedangkan Aldari tidak? Memangnya hanya kak bella saja yang sudah besar nanti akan menikah. " Di sela makan nya, August bertanya kepada Adhisti


"Hmm...menikah itu Hmm...seperti dua orang yang akan hidup bersama selamanya, tidak akan menjauh satu sama lain." Adhisti menjawab pertanyaan anaknya walau sedikit terbata karena mencari kosa kata yang pas


Augus memasang pose berpikir seolah sedang memikirkan sesuatu yang serius, wajahnya yang lucu sungguh tidak cocok


"Ahh! Kalau begitu berarti Aldari, kak bella dan Ibu sudah menikah ya?. "


Cough


Adhisti tersedak saat mendengar jawaban polos anaknya," bukan seperti itu Nak, ibu dan anak itu tidak bisa menikah. "


Brakk


August menggebrak meja dengan wajah yang seolah tercerahkan," Kalau begitu biar Aldari dan kak bella yang menikah!"


Adhisti menepuk jidatnya akan jawaban nyeleneh August, karena usia anak anaknya yang masih kecil jadi Adhisti hanya bisa mengangguk, membiarkan


Bella yang dari tadi diam saja sebenarnya sedang mendengarkan, saat kata menikah terlontar dari mulut August yang menyatakan bahwa dia ingin menikahi dirinya membuat hati bella berdegup kencang


Emosi kedua belah pihak semakin menguat, dan sayang aku Adhisti masih tidak menyadari hal itu


Tahun ke-2, 2027


August Aldari : 7 Tahun


Bella : 11 Tahun.


"Kak, Memangnya harus untuk kakak sekolah. "


August yang duduk di meja memandang kakaknya sedang merapikan pakaian, dengan tas sekolah di punggungnya dan Adhisti yang menyisir rambutnya


"Kakakmu ini kan ingin pintar dan agar nanti di masa depan tidak bisa di bodohi olehmu lagi." Bella menjawab di sela merapikan pakaiannya


"tapi kan pintar tidak harus pergi sekolah, bukti nya Aldari pintar dan Aldari tidak pergi kesekolah! "


August menatap kebawah dan menggoyangkan kakinya, dalam pikirannya dengan bella masuk sekolah berarti semakin berkurang waktu bermain dirinya dan kakaknya


"Nah selesai. Cepat pergi." Adhisti berkata setelah selesai menyisir rambut anak perempuannya


Tak lama mengobrol, Bella pergi keluar untuk sekolah dan Adhisti tidak Khawatir di karenakan jarak sekolahnya sangat dekat


Sekarang hanya tersisa Adhisti dan August di rumah selepas berangkatnya bella, August masih dengan kepala menunduknya dan Adhisti masih melihat kepergian bella


Tiba tiba August mendongakkan kepalanya dan menatap Adhisti dengan serius. "Ibu, Aldari tidak ingin sekolah seperti Kak bella! "


Adhisti menoleh, apakah ia salah dengar?


"Aldari memangnya tidak mau seperti Kak bella, nanti kurang pintar lho. "


"tidak!" August menjawab dengan tegas


"kenapa? Bisa beritahu ibu kenapa Aldari tidak mau sekolah? "


"kalau pergi sekolah nanti waktu bermain Aldari berkurang, karena Aldari ingin menghabiskan waktu bersama ibu ."


"Haha...Aldari boleh tidak sekolah, nanti biar ibu saja yang mengajarkan nya. "


August mengangguk, bagaimanapun yang selalu di pikirannya keluarga no. 1 apalagi tidak ada teman dan ayah untuk membenarkan.


Dan yang membuat salah paham di otak anak kecil bahwa sekolah telah merenggut waktu satu-satunya 'kakak' yang dimiliki.

__ADS_1


Beberapa bulan kemudian


"ibu, bella tidak ingin pergi sekolah lagi. "


Adhisti yang sedang memasak buru buru mematikan Api, ia terkejut saat anaknya yang baru pulang sekolah mengatakan hal itu


Dalam pikirannya, ia takut bahwa terjadinya pembulian yang menyebabkan keputusan bella, apalagi semakin marak nya pembulian terhadap None


Ya, August dan bella adalah none!


Segera Adhisti menghampiri bella yang masih memakai Seragam sekolah dan menanyakan alasan kenapa ingin berhenti, sungguh jawabannya membuat Adhisti geleng geleng


"bella tidak ingin Aug menjauhi bella, saat bella pertama kali sekolah, Aug menjauhi bella. "


"Hmm...kalau begitu biar ibu bilang kepada Aldari agar Aldari tidak boleh menjauhi bella." Adhisti berkata Seraya mengelus rambut pirang dan lembut milik bella


"Tidak bu! Bella benar benar tidak ingin pergi ke sekolah!"


Adhisti menghela nafas melihat sorot kesungguhan dalam mata bella, ia hanya bisa pasrah akan kemauan anaknya, lagian ia bukanlah orang tua yang kolot


"Baiklah bella boleh tidak pergi sekolah, tapi nanti belajar yang benar dengan ibu, oke"


Pertanyaan Adhisti di sambut anggukan kepala bella yang antusias


Mendapatkan jawaban, Dalam sekejap bella berlari mencari Aug-nya untuk mengabari informasi membahagiakan, berlari keluar rumah masih dengan seragam sekolah


Bella tahu bahwa siang hari ini pasti Aug-nya tidak berada dirumah, biasanya saat ini pasti berada di pinggiran sungai dekat rumah mereka


Dan benar saja! Bella melihat Aug-nya sedang bermain air sendiri di sungai, berenang kesana kemari tanpa baju


"Aaug! "


Mendengar Suara akrab yang memanggil, August menoleh dan melihat bella berlari menghampirinya masih dengan seragam sekolah


Tapi untuk apa bella kesini? Bukankah harusnya ia sibuk dengan waktunya? Oleh karena itu August juga mendekati bella tapi masih berada di air


"untuk apa kak bella ada disini? "


Pertanyaan August malah dibalas dengan loncatnya bella ke air ikut bergabung dengannya, tentu saja August semakin heran


"Hahaha...Aug aku tidak sekolah lagi! Tidak sekolah! Dan bisa bermain dengan Aug selamanya!"


Mata August membulat, ia tidak mengharapkan sama sekali jawaban seperti ini yang terucap dari mulut bella


Tapi walau begitu, August senang-tidak, malah sangat senang mendengar ini, lantas ia memegang kedua bahu bella dan menanyakan kebenarannya


"benarkah kah? Benarkan kakak bermain selamanya bersama Aldari! " August Bertanya seraya menatap mata bella


" Hemm. " di jawab bella dengan Anggukan


Hubungan yang sempat menjauh kini semakin terjalin erat, Bak sebuah bulan yang sangat membutuhkan matahari untuk menyinarinya


Dan sayangnya, tahun depan adalah tragedi bagi bulan karena tidak ada lagi matahari yang bersinar


Tahun ke-3, 2028


Semuanya adalah Dystopia


__________________________________________________


August dan lain lain.


"Chen Ming, pergilah ke tempat Xiao Fan dan perintahkan untuk pergi dan bertemu denganku di lembah Perang. "


Mendapatkan perintah, dalam sekejap chen ming menghilang untuk melaksanakan perintah


" Acquilla, penggil semua perwakilan benua selatan untuk menemuiku. "


Berbeda dengan Chen Ming, Acquilla hanya berdiri menatap August dengan sorot kesetiaan, tapi walau begitu dia mempertanyakan perintah ini


"tanyakan."


Mendapatkan izin, Acquilla lantas bertanya akan keresahannya. "Maaf Tuan, tapi untuk apa bertemu dengan perwakilan?"


"masih ingat dengan rencana Multiverse? "


Acquilla semakin bingung akan jawaban August yang tidak ada hubungan, menurutnya


Melihat anak buahnya masih tidak mengerti, August lantas menjelaskan." Hanya benua selatan yang kita kenal dari segi kekuatan ataupun Karakter setiap perwakilan. "


"Walaupun benua yang lain banyak Kultivator kuat dan pintar, tapi aku tidak suka terlalu banyak Variabel. "


Masih, jawaban August membuat Acquilla bingung dan karena sebab itu Acquilla berpikir keras untuk menyatukan setiap perkataan!


Akhirnya! Akhirnya Acquilla mendapatkan dua kemungkinan yang membuat dirinya menggigil!


"kemungkinan pertama, menjadikan benua selatan perwakilan dari dunia ini dan memegang otoritas atas dunia Kultivator!" Acquilla menyuarakan pikirannya yang membuat August sedikit menaikan sudut mulutnya


"Dan kemungkinan kedua, menjadikan benua selatan satu satunya kehidupan di dunia-" Acquilla tidak menyelesaikan perkataannya, ia sudah tahu bahwa August akan memilih kemungkinan kedua!


Bagaimana Acquilla bisa tahu? Lihat disana! Lihat! Lihat Senyuman August semakin besar saat dirinya berbicara kemungkinan ke-2, itu saja sudah bisa di konfirmasi


"Pintar seperti biasa Acquilla "


"Ta-tapi Tuan! Bukankah lebih cocok jika benua selatan menjadi perwakilan dunia? Kenapa harus pembantaian besar?"


Pertanyaan Acquilla tidak mendapatkan jawaban dari August, tapi Acquilla masih bersikeras ingin merubah keputusan tuan-nya


"Tuan, dengan membunuh Milliaran orang dunia kultivator, aku yakin akan terjadi kemunduran Era dan Ras bagi dunia ini! " Acquilla berkata dengan tegas kepada August, tapi sayang Acquilla di beri perkataan dingin dan Acuh


"Aku Tidak Peduli."


____________________________________________


Rencana Multiverse.


Menempatkan dunia lain di tata surya tempat August berada!


[F]


[E]


[D]


[C]


[B]


[A]


[S]


[HALF SS]


[SS]


[Demi God]


[ God ]


[Priomordial God ]


[ One Above All ]

__ADS_1


[ Ancient One ]


__ADS_2