
Erina tersenyum atas respon suaminya, lagian salah siapa dia tidak mendengarkan saran istrinya!
Augus berjalan menjauh tapi saat akan keluar dari halaman, dia berhenti dan menatap 2 orang laki laki dibelakang Erina.
"sedang apa disana? Ayo cepat kalian ikut dengan ku. "
Acquilla dan Chen Ming menghela nafas lelah, lagi lagi begini akhirnya, mereka berdua pun berjalan menghampiri August.
Lagian percuma saja menolak jika August mempunyai kemampuan Teleportasi
Melihat kepergian mereka bertiga, Erina berbalik dan mendapati ibu mertuanya yang mengangkat Jempol! Melihat hal itu Erina pun membalasnya dengan senyum lebar dan tanda Oke.
bukan tanpa sebab ia begini, Erina mengerti bahwa August hanya mendengarkan ibunya dan akan selalu mematuhinya, oleh sebab itu Adhisti dan Erina membuat Rencana agar August mendengarkan dan mematuhi istrinya.
Rencana yang simple tapi Efisien! hanya butuh pacuan penting dan August secara perlahan akan menurutinya.
Walau pelopor rencana tersebut adalah Adhisti sosok ibu dari August.
Adhisti mengerti akan tempramen anaknya sangat mengerti malah, dia selalu memikirkan bagaimana jika suatu hari nanti anaknya tanpa dirinya, oleh sebab itu ia secara perlahan akan membuat posisi Erina sebagai nomor satu di dalam hati anaknya!
Lagian umur manusia sangat terbatas Bukan?
Setelah itu, Erina memasuki rumah seraya memegang Cincin penyimpanan yang berisi mangga.
Adhisti lupa satu hal tentang August yaitu posisi Adhisti akan dan selalu nomor satu!
Bahkan di masa depan hanya karena Adhisti sedikit tergores saja, sebuah dunia dengan miliaran jiwa akan hancur!
Tapi itu masih jauh di masa depan
.Tempat August dan yang lain.
"jadi kita akan kemana Tuan August. "
"Erina juga tidak mengatakan spesifik jelasnya jadi kita cari hewan yang bisa terbang seperti burung liar, mungkin." August masih berjalan sambil menjawab pertanyaan Acquilla tanpa melihat orangnya
"untuk Foto bukti bahwa kita tidur diluarnya, kediaman siapa lagi yang akan kita kunjungi kali Ini. " Acquilla terus menerus bertanya
"jangat ingatkan aku! biar mata angin saja yang membawa langkah kaki Ini. " jawaban August menghentikan pertanyaan Acquilla
"Sepertinya kali ini kau lebih banyak bicara dari pada Chen Ming, Oh aku dari tadi tidak Mendengar suara Chen Ming! ." menghentikan langkah kakinya, August melihat Chen ming yang terdiam sambil menatap langit sore.
Terlihat jelas sebuah kesedihan diwajah Chen ming, Acquilla yang berhenti ikut juga melihat kebelakang atau lebih tepatnya melihat Chen Ming yang sedang bersedih.
Karena merasa aneh dengan temannya yang biasa cerewet tiba tiba begini, lantas Acquilla bertanya
"apa yang kau pikirkan sampai membuat ekspresi seperti itu? Jujur saja itu tidak cocok dengan karaktermu. "
Mulut Chen Ming berkedut atas pertanyaan teman sekaligus rivalnya, ia alihkan pandangan dan menatap mereka berdua.
"sepertinya mulutmu tidak pernah diajarkan sesuatu hal yang baik ya? Sampai semua yang terlontar darimu hal negative." ujar Chen Ming
"terserah, terus ada hal apa sampai membuat kadal terbang seperti Ini. "
sekali lagi pertanyaan Acquilla membuat Chen Ming kesal, tapi Chen ming juga tahu bahwa ini cara dia menghibur.
Menghela nafas untuk menurunkan Emosinya, Chen Ming pun menjawab.
"aku rindu bumi, lebih tepatnya Indonesia."
Acquilla mengangguk, jujur saja dirinya juga merindukan kampung halaman.
"aku rindu keluargaku, asisten dan guildku bahkan wanita penghibur Indonesia yang mayoritas remaja juga aku rindu. "
Sebulir keringat turun dari Acquilla karena perkataan terakhir Chen Ming, apa baru saja dia membuka kartunya sendiri? Hahhh dasar pedophile!
"akan aku beritahu...."
" satu hal yang aku rahasiakan dari kalian berdua." August yang dari tadi mendengarkan akhirnya angkat suara
Chen ming dan Acquilla menatap August juga ekspresi penasaran tercetak di wajah mereka
Worm Hole : Multiverse
Teknik Worm Hole yang dulu August gunakan saat berada di Planet Tak diketahui muncul kembali, tapi jangkauannya hanya mencapai beberapa kilo meters.
Sebuah teknik yang sampai saat ini masih menjadi teka teki ilmuwan!
"sebenarnya 'kalian' saat ini juga bisa pulang. "
Bomm!
Mata Chen Ming maupun Acquilla membulat karena hal itu, tapi yang paling terkejut adalah Chen Ming, sebab hanya dirinyalah yang sangat merindukan keluarganya yang telah dia tinggalkan!
Dan ternyata selama Ini dia yaitu August bisa saja pulang ke bumi!
Bukankah ini tidak masuk akal!
DUUAR
Mana dalam tubuh Chen Ming menyembur deras sampai menciptakan retakan tanah yang cukup luas
"K-kau!" kekesalan terlihat di wajah Chen Ming dan ia berniat menghampiri August tapi tubuhnya tertahan karena Acquilla memegang pundaknya
"Tahan Chen Ming! "
"kenapa kau menahanku! Orang ini sudah jelas bisa saja membawa kita pulang!" Bentak Chen Ming yang membuat Acquilla menghela nafas lelah
"pakai otakmu! Apa kau tidak dengar Tuan August bilang 'kalian' bukannya 'Kita' "
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut rival nya masuk akal, Chen Ming menghentikan Mana yang keluar.
"Hahaha...pintar seperti biasa." August sambil tertawa
"bisa jelaskan perkataan tadi Tuan August, kita bisa saja salah paham. "
"bisa pulang, atau lebih tepatnya mayat kalian yang bisa pulang! karena kalian berdua sudah bisa dianggap terhubung denganku oleh Makhluk sialan itu jadi aku sangat yakin saat kalian keluar dari Worm Hole....."
"One Above All tidak akan diam. "
Glek
Chen Ming meneguk ludahnya, ia pernah diceritakan oleh August hal itu, sebuah Makhluk yang bahkan oleh August sosok terkuat dalam pandangannya tidak bisa ia kalahkan!
"Mungkin? ini masih kemungkinan bukan?"
Mata August berkilat tajam karena perkataan Chen Ming
__ADS_1
"menurutmu apa alasanku membunuh jutaan orang di China? apa kau berpikir aku Makhluk Arogan? Tidak! "
"aku August aldari tidak pernah cocok dengan kemungkinan!"
Kaki Chen Ming mundur kebelakang, dirinya melupakan asal usul tragedi China! Melupakan bahwa orang didepannya berani mengibarkan perang karena tidak ingin ada kemungkinan sesuatu terjadi pada Ibunya!
Kepala Chen Ming tertunduk tidak lagi berani membalas, August yang melihatnya menghela nafas
"aku tau saat ini pikiranmu sedang buyar karena sangat ingin pulang, tapi tunggulah beberapa saat lagi. "
"karena ada satu orang yang sedang aku tunggu di planet Ini."
Acquilla mengerutkan keningnya," aku tidak ingin tahu siapa yang anda tunggu, tapi pertanyaanku hanyalah sampai kapan kita disini?"
" sebentar lagi. "
______________________________
Earth, War In Indonesia
"sialan! Kita didesak di serangan udara! dan kemana janji bantuan Russia setelah berbulan bulan! "
Falisha selaku asisten Chen Ming berteriak lewat Radio Trunking kepada Ketua Asosiasi yaitu Cavero yang ada di jakarta.
"kendalikan emosimu Falisha, kita disini juga sama marahnya sepertimu."
Falisha menarik nafas dan menghembuskan nya untul mengendalikan emosi, seperti yang di ucapkan ketua Cavero.
"ketua Cavero, kita disini yang berjaga di kalimantan barat saat ini didesak oleh serangan udara dari China, yang membuat saya aneh adalah diamnya brunei dan Vietnam saat China melewati batas udara mereka. " Falisha melaporkan anomali kepada Cavero walau suara pertempuran di luar sangat terdengar jelas.
"Hmm seperti itu ya....kemungkinan mendapatkan izin atau bekerja sama tapi itu adalah urusanku dan aku berharap kau tunggu beberapa saat disana sampai bala bantuan datang."
Falisha mengkerut kan alisnya bingung.
"aku tidak butuh bala bantuan! Semenjak naik peringkat Hunter berkat obat Tuan August yang diberi kepada nyonya Liadjah, lebih baik bala bantuan di beri kepada Karin-" perkataan Falisha langsung di potong Cavero
"jangan seperti ketuamu itu Falisha! Jangan kembangkan ego itu! Dan Untuk karin tenang saja jangan khawatir dia saat ini di bantu oleh adiknya nyonya liadjah melawan gempuran serangan laut Thailand. "
" hahh...baiklah ketua. "
" besok bala bantuan datang, tutup laporanmu. "
Falisha menjauhkan radio karena sudah diberhentikan, lalu berjalan keluar tenda markas nya
Mendongakan kepalanya keatas Falisha melihat Pesawat tempur jenis terbaru yang membombardir peluru.
" aku takjub akan jumlah pesawat tempur mereka. "
Falisha melihat pesawat tempur berjumlah ratusan yang terbang cepat dan saling bergantian diantara mereka untuk menembak pasulan dirinya.
" ketua Falisha! Serangan Kita tidak bisa mengenai mereka dan akibatnya jumlah korban pasukan kita semakin meningkat. " seorang laki laki bawahan Falisha menghampiri dan langsung memberi laporan.
Falisha melirik lalu mengangguk tanda mengetahui hal itu. "perintahkan semuanya mundur dari medan perang."
Lelaki tersebut membelalakan matanya. "tapi-"
"mundur! Sekarang biarkan aku yang maju ke medan perang. "
" akan aku kenalkan salah satu kemampuan Tuan August dalam mengendalikan Element! "
Beberapa menit kemudian walau terlihat Bingung tapi semua pasukan yang menahan serangan terpaksa mundur, apalagi ini adalah perintah dari Falisha sang Legacy Guild Heavenly Group
Falisha berjalan menuju pantai tempat adanya peperangan, sosoknya mencolok karena hanya dialah yang berjalan maju disaat semua orang mundur.
Berhenti di bibir pantai, Sebelumnya hanya melihat sekilas sekarang falisha menatap pesawat dengan lebih teliti ingin mengetahui model jenisnya, dan hasilnya sungguh mengejutkan dirinya
Walau terlihat kecil tapi Falisha bisa melihat jelas tulisan Su-57 dan MiG-25 yang tertera dibadan pesawat.
'sialan! Pantas saja Rusia tidak mengirimkan bantuan ! '
Tangan Falisha terkepal sampai darah mengalir keluar dari tangannya, dia kesal saat melihat Jet terbaru Rusia di pakai China!
Su-57 dan MiG-25! pantas saja China berani menyerang memakai pesawat di Zaman Hunter Ini! Ternyata mereka mempunyai Pesawat canggih
Mengalihkan pandangannya ke sekitar medan perang Falisha melihat kehancuran beberapa pesawat yang jatuh akibat serangan Hunter dan mayat pasukan dirinya.
Melihat semua pasukan musuh kabur membuat pemimpin pengendara jet bahagia dan mencemooh kepengecutan mereka, dan cemoohan semakin berlanjut saat ada wanita yang maju dan berdiri menatap pasukan dirinya tanpa takut.
'Heh pasukan yang putus asa kah' batin pemimpin pengendara jet
Karena ada kewajiban melapor maka pemimpin itu pun mengangkat Radio canggih dan mulai berbicara saat sudah tersambung.
"Lapor, pasukan udara berhasil menyerbu. " ucap pemimpin tersebut dan tidak lama mendapatkan jawaban
"Bagus, segera ke markas untuk mengetahui jumlah kerugian kita."
Pemimpin mengangguk. " siap, tapi saya akan menggunakan Rudal sekali lagi, apakah bisa dimasukan kedalam kerugian."
Orang yang ada di sebrang panggilan mengernyitkan alis kebingungan, tapi di karenakan hasil pasukan udara yang memuaskan maka dirinya akan membolehkan itu.
Walau begitu harus ada keterangan apa atau siapa tujuannya.
"untuk apa? "
Mendapatkan jawaban seperti itu dari atasanya membuat senyuman muncul ."pasukan putus asa yang tidak mengerti kekalahan. "
"apa itu sosok penting, jika benar beritahu ciri cirinya dan kau akan mendapatkan bonus."
Pemimpin pasukan serangan udara segera bermanuver mendekat ingin mengetahui jelas prajurit wanita tersebut, saat sudah mengenali langsung memberitahu.
Dan falisha masih melihat sekeliling walaupun ada satu jet tempur yang sangat dekat dengan dirinya tidak dia pedulikan, mungkin
"Wanita, tinggi diperkirakan 180-185 berambut hitam kemerahan dan ada lencana SS di bagian dada kanan. "
Orang yang berada di sebrang langsung mencari detail yang disebutkan, tidak lama kemudian berhasil mendapatkan Informasi Hunter Indonesia melalui meng-Hack Asosiasi Hunter mereka.
[ Nama : Falisha ]
[ Hunter : S sampai - ]
[ Status : Wakil Heavenly Group ]
[ Evolusi : berhasil menjadi Hunter SS ]
Melihat informasi Ini, dengan cepat dia ingin memberitahu lewat radio.
"Jangan pedulikan! Sekali lagi Jangan- "
__ADS_1
Belum selesai berbicara, suara ledakan beruntun terdengar dari Radio dan kemudian sinyal dari pemimpin pasukan udara terputus
"Sial!"
Balik ke Falisha
Sand : Hand God
Pesawat jet yang ingin kembali ke langit terhenti di akibatkan sebuah tangan Raksasa terbuat dari pasir melilit seluruh badan Pesawat
Cengkraman tangan pasir semakin kuat dan membuat pesawat semakin lama semakin remuk sampai akhirnya
KREK..... DUUAR
Tangan pasir berhamburan dikarenakan pesawat yang di cengkram sudah meledak!
" Satu dari ratusan telah hancur. "
Semua Pesawat yang berterbangan melihat ledakan dan mengenali bahwa itu adalah Pesawat jet yang ditumpangi pemimpin mereka
Merasa marah, Pesawat jet yang bersenjatakan rudal mulai meluncurkan rudalnya dan tidak hanya satu tapi jumlahnya yang menyentuh ratusan
Melihat rudal sebegitu banyaknya tidak membuat Falisha gentar, ia berlari cepat ke lautan dan terus berlari di atas permukaan air dan dikarenakan rudal sudah mengunci targetnya yaitu dia, maka rudal juga mengikuti Dibelakang nya
Saat sudah jauh dari daratan, falisha berbalik dan menatap rudal di depannya.
Water : Water Waves
Air laut mengangkat tinggi saat Falisha mengucpkan mantra dan menenggelamkan Rudal
BOOOOM
Sekali lagi air laut naik keatas sampai beberapa meter tingginya di akibatkan menahan ledakan Rudal yang begitu banyaknya.
Falisha kembali berlari tapi sekarang menuju musuhnya, saat sudah berada di bawah jet tempur Falisha melompat tinggi sampai air yang ia pijaki berterbangan.
Sudah berada di atas ketinggian jet, falisha mengepalkan kedua tangan nya seolah sedang memegang sesuatu.
WIND : Big Hammer
Palu besar transparan tercipta dan langsung menghantam jet sampai terjatuh ke bawah dan meledak di air.
" dua dari ratusan telah hancur. "
Kali ini falisha terbang menggunakan Element anginnya menuju jet terdekat, karena radar musuhnya semakin dekat jet tersebut langsung terbang menjauh
Wind : Sword
Taoi naas, sebuah Pedang raksasa terbuat dari angin membelah dua jet yang ingin kabur tersebut dan membuat nya meledak
" tiga dari Ratusan telah hancur. "
Pasukan Falisha yang berada di kejauhan melihat dengan mata kekaguman, ledakan demi ledakan pesawat yang sangat susah mereka hancurkan telah hancur oleh satu orang
Elementals Air, angin, pasir digunakan di lautan oleh ketua mereka dan serangannya bukan main, bahkan fisiknya dan Kecepatan tubuh ketua mereka membuat semua yang ada disini terkagum kagum.
Melihat musuhnya masih banyak, Falisha yang berada di atas air membuat seringaian kejam
"aku menciptakan teknik serangan luas Tapi karena tidak ada kesempatan Sebelumnya untuk di uji, jadi aku berterima kasih kepada kalian, kelinci percobaan. "
Falisha bergumam sembari melihat pesawat jet yang berjumlah puluhan terbang menjauh dengan cepat.
LIGHTING : EMPEROR
Setelah mengucapkan mantra itu Falisha langsung terduduk kelelahan, langit yang tadinya cerah berubah menjadi gelap
Awab gelap berputar membentuk spiral dan mengeluarkan petir petir, tapi berbeda dari petir umumnya yang hanya mengeluarkan beberapa aliran petir.
Petir awan spiral ini sangat panjang dan sangat banyak! dan seramnya adalah petir tersebut menghancurkan semua hal yang ada di domainnya!
salah satu jet yang sudah terbang jauh menghela nafas lega Setelah berhasil selamat menurutnya
SWING... DUAAAR
Penglihatan pengendara jet menjadi sangat terang dan membuatnya buta sesaat lantas ia menutup mata, Tapi naas belum satu detik menutup mata pesawat yang ia kendarai tersambar dan meledak di tempat
dan hebat atau menakutkannya adalah! Semua pesawat mengalami hal yang sama!
Domain petir, jangan bermain main dengan wilayah kekuasaannya! Seolah itulah yang ingin di sampaikan oleh serangan tersebut
" ratusan dari ratusan telah hancur. " gumam Falisha melihat berbagai ledakan yang ia ketahui adalah hancurnya musuh
Melihat dengan sorot mata kesedihan
" tapi sampai kapan Pertarungan ini akan berhenti. "
______________________________________________
Tingkat Hunter
[F]
[E]
[D]
[C]
[B]
[A]
[HALF SS]
[SS]
[Demi God]
[ God ]
[Priomordial God ]
[ One Above All ]
[ Ancient One ]
Xiao Fan jadi Mc? Tidak mungkin!
__ADS_1