UNIVERSE In Book System

UNIVERSE In Book System
'Hadiah' dan System


__ADS_3

Yunnan China.


terlihat seorang kakek sedang bersantai diteras rumahnya, kakek tersebut sangat menikmati dari matanya yang tertutup.


"Kakek tua ini sepertinya tidak punya kenalan wanita cantik sepertimu."


Sebelah mata kakek terbuka, tapi menutup kembali setelah melihat perempuan cantik didepannya.


"Perwakilan..." Gumam perempuan pirang dan cantik tersebut


"Hati-hati nak..." potong kakek tersebut tapi sayangnya percuma, karena si perempuan tersebut terus melanjutkan.


"Perwakilan dan Demi God China, seseorang yang mengembalikan waktu di kota yang telah Hancur oleh Tuan August."


"membuat kota tersebut kembali seperti semula beserta penduduknya, bukankah Anda tertawa melihat perang 4 tahun lalu?" Ujar wanita tersebut.


Si kakek tidak bergeming, masih santai di kursinya walau diberi informasi.


"tapi sayang, kekuatan waktu anda mempunyai batas 30 detik masa lalu."


tapi kali ini si kakek membuka kedua matanya dan menatap wanita cantik tersebut, yang menyeringai kepada dirinya.


Mata si kakek teralihkan, ia tatap banyak orang yang memenuhi jalan dan sekitarnya.


"500..1000...5000..10.000...15.000, aku apresiasi caramu membawa sebegitu banyak orang tanpa terdeteksi." Gumam si kakek menghitung jumlah orang dibelakang wanita tersebut.


"bukankah tidak sopan bertamu tanpa memberi tahu keperluan dan nama?"


"salam perkenalan, Eveline ketua sementara dari Guild Fortissimum Exercitum, yang diketuai oleh August Aldari, Familiar akan nama itu?..."


"...Tujuan? membersihkan kotoran yang sudah terlalu lama dirumah." Ujar wanita pirang yang diketahui bernama Eveline.


"Oh kotoran? bolehkah kakek ini tahu apa kotoran tersebut."


Tangan kanan Eveline tercipta lingkaran sihir dan dari sana keluar pedang, dengan warna hitam dan corak ungu disekujur tubuhnya.


"kami menamai kotoran itu 'perwakilan'."


Mulut kakek tua tersebut bergetar, kemudian keluarlah tawa terbahak bahak.


"Hahaha..Membunuh perwakilan? hanya dengan mengandalkan Hunter kelas S, sungguh lucu..."


"..juga tidak lucu." Ekspresi kakek menjadi serius dan menatap Eveline.


"Untuk keberanian atas ide dan apresiasi, namaku Voyeur Silerd, ah pedang yang indah disana." Ujar kakek tua bernama Voyeur Silerd memperhatikan pedang Eveline.


"Jadi Eveline, apa kau tidak takut datang kedalam sarang harimau-"


Kecepatan Odin : Aktifkan


BLAAR


Sebuah tubuh terbang dengan cepat, menghancurkan puluhan rumah yang dilewatinya, termasuk rumah Voyeur.


Voyeur yang terbang melebar matanya, ia yakin kecepatan itu tidak ada hitungan detik!


'Makhluk Bumi memang aneh' batin Voyeur disaat dirinya berhenti terbang, ia menatap Eveline yang sejauh ratusan meter jauh disana.


Sedangkan Eveline memperbaiki posenya, berdiri tegap juga menatap Voyeur yang ia tendang.


"Semuanya berpencar, isolasi Yunnan dan jangan sampai ada Hunter ibu kota yang mengganggu."


"Siap!" balas semua pasukan


semua pasukannya bergerak, Eveline tidak bodoh dan sudah mempersiapkan rencana, lagian bukan hanya Perwakilan lah yang harus di khawatirkan...


Tapi juga Guild Besar China.


Dengan belasan ribu Hunter, pasti cukup untuk menahan Hunter kuat ibu kota, bukan? apalagi dengan pasukan dirinya yang siap mati.


'Ah siap mati ya.'


Semua termasuk dirinya, saat memasuki daerah China memang sudah dianggap mati, tapi setidaknya tujuan harus tercapai.


'Aku mengandalkan mu.' Batin Eveline menatap pedang yang kini corak ungunya bersinar terang.


Sebuah pedang yang terbuat dari Core luar biasa kuatnya bahkan membuatnya membutuhkan waktu yang lumayan lama.


Dan sebuah Core yang diberi oleh nona Velisha, bahkan nona Velisha bilang pemilik Core tersebut hampir membunuh Tuan August, yaitu...


Core Milik Odin!


Kekuatan Odin : Aktifkan


Regenerasi Odin : Aktifkan


Kecepatan Odin : Aktifkan


__________________


__________________


Ruangan Patriark Sekte Jalan Pedang Surgawi.


semua orang yang sebelumnya mengikuti rapat tadi kini kembali berkumpul, dengan posisi duduk perwakilan setengah melingkari kursi Patriark.


dan dikursi Patriark terlihat August bersama Acquilla dan Chen Ming disampingnya.


semua hening tidak ada yang berbicara, disebabkan sang ketua sendiri menatap serius kedepan, seolah melihat sesuatu.


Ya, August memang sedang menatap sesuatu, lebih tepatnya Hologram System.


Walau berapa kalipun melihatnya, dirinya masih tidak percaya beberapa data dilayar tersebut.


[ Nama : August Aldari ( agung Dan mulia ) ]


[ Usia : 25/ ]


[ Ras : Manusia! ]


[ Keluarga : adhisti ( ibu ), ( Matahari ), ???? (ayah)]

__ADS_1


[ Kultivasi : GOD ]


[ Tubuh : Elemental Body -> Light Body ]


[ Status saat Ini ]


Pemilik universe In book system, Pewaris???


Kemampuan :


[ Hukum ] (Skala Fantasy) [Kompensasi]


Dunia sah yang dikuasai, Pemilik bisa menerapkan aturan Absolute!


Dunia yang dikuasai :



A.U Bumi


Dunia Tak Bernama


Dunia Kultivator



[ Tombak. V.1 ]


penguasaan atas tombak tapi tidak ada kekuatan dibaliknya.


[ Authority Elements ] (permintaan skala planet)


Tidak ada Elemental yang bisa menyakiti mu!!!


[ Light Authority ] (Skala Galaxy)


Penerapan Semua Cahaya.


[ Gate - Worm hole ] (Skala Galaxy)


Dua tempat yang saling terhubung dengan perantara 'Gerbang'- lubang cacing yang saat Ini ilmuwan sadari, Kegunaan nya yaitu jalan pintas melalui Ruang Dan waktu.


[ Detection ] (skala planet)


Saat menggunakan kemampuan Ini, Energy pengguna menyelimuti Apa yang ingin pengguna selidiki.


[ Creation ] (Skala Galaxy)


Seperti Di dalam Black Hole Dan Sebelum Big Bang, Teknik Ini tidak Mempunyai konsep Ruang Dan Waktu, Tapi Teknik Ini Lebih Condong Kearah 'Penciptaan'.


[ Evolusi ] (Skala Galaxy)


Mempercepat perubahan Makhluk atau pun benda menjadi jati diri yang sesungguhnya.


[ Transfer ] (Skala Multiverse)


Mengalihkan atau memindah skill.


[ LV book : V.1 ]


[ Point 3.000.000/100.000.000 ]


[ Setelah mencapai Jumlah Point, Permintaan Skala Fantasy didapatkan. ]


(tingkatan Book System)



skala planet


skala galaxy


skala Multiverse.


skala Fantasy.



ada dua hal yang August tidak percaya, bahkan setelah melihatnya berkali kali.


Pertama, ternyata Bumi selama ini yang August tinggali adalah A.U bumi Original!


apa mungkin ada kembaran dirinya yang lebih oke dan tampan? semoga tidak.


Kedua, dan paling penting! Sialan.


Ada apa dengan System yang memiliki tanda tanya dalam nama ayah tersebut? Sialan, aku tidak butuh sosok itu!


dia hanya sampah, dan sampah yang sangat buruk dari pada sampah tidak bisa didaur ulang!


Jauh dimasa depan, System akan sangat menderita karena mengungkit ini! jauh dimasa depan.


menormalkan nafasnya, August menghilangkan hologram dan mulai fokus pada kenyataan.


ia tatap semua anggota barunya, sampai dirinya melihat seorang wanita yang Familiar, lantas August berjalan santai menghampirinya.


berbeda dengan August, Xin Xian selaku ketua Sekte ilusi langit dan bumi, kegugupan melanda dirinya saat pemimpin baru berjalan kearahnya.


"aku baru memperhatikan, wajahmu berbeda dengan yang lain, daripada wajah China seperti semuanya, tapi wajahmu mengikuti Eropa." Ujar August mensejajarkan tubuhnya dengan Xin Xian, yang lebih pendek darinya.


'Seperti kak Bella'


Xin Xian walaupun tidak mengerti apa itu Wajah China dan Eropa, ia menjawab seadanya. "M-mungkin K-karena ada darah benua barat dalam tubuhku.'


mata August sedikit melebar melihat kegugupan Xin Xian, yang membuat kemiripan dengan kakaknya semakin terlihat.


tanpa sadar, tangan August mengacak rambut Xin Xian yang sedikit disanggul, berakibat rambutnya terurai karena diacak.


"Tenang saja, aku tidak akan berbuat apapun padamu Xin Xian."


mendengar itu membuat Xin Xian lega, ia takut tuan barunya mengungkit masa lalu, dan dirinya akan menemui hal yang sama dengan ketua sekte lain yang terpenggal sebelumnya.

__ADS_1


setelah bertanya beberapa pertanyaan, August kembali ketempat semula, yaitu kursi Patriark dan mendudukinya.


"dengarkan aku."


semua perwakilan dari sekte dan keluarga menatap serius August.


"Dalam 1 bulan, temukan orang sipil diluar benua selatan yang selamat, hanya sipil!..


"..jika ada kultivator dari keluarga sipil, tetap bawa saja kultivator tersebut." semua orang mengangguk memahami perintah.


"dan selagi mencari sipil yang selamat, pastikan kalian meningkatkan kekuatan juga, dalam waktu 1 bulan harus setidaknya mendekati Kultivasi Saint."


semua orang juga mengangguk, walaupun dengan keraguan.


"Sudah hanya itu, jadi aku tunggu satu bulan dari sekarang, jangan lupa laporkan kepada Jiang Bei dan Zhu Tianming."


setelah memberi perintah, didepan August tercipta Gate, tapi saat baru mau memasukinya August menatap Jiang Bei.


"Jiang Bei, panggil dan bawa Xiao Fan padaku seminggu kedepan."


Jiang Bei mengangguk lalu membungkuk menghormati kepergian August.


____________________


Kediaman August.


Tiga orang keluar dari gate, dengan August berjalan pertama dan dua orang menyusulnya.


Saat baru saja mereka bertiga memasuki rumah, sudah ada satu orang yang menunggu, orang yang sangat penting bagi August.


Ibunya, Adhisti duduk sendirian di kursi yang lumayan mewah dengan gaya Tiongkok.


"Kekacauan apalagi yang kamu buat nak." nada lelaki Adhisti terdengar, August tidak menjawab malah menatap Acquilla dan Chen Ming


"Kalian keluar." perintah August yang ditanggapi anggukan mereka berdua, Acquilla dan Chen Ming pun keluar.


August berjalan menuju ibunya, disebabkan kursi yang panjang cukup untuk beberapa orang, August tiduran disana dengan pangkuan Adhisti sebagai bantal.


"Hahh...ingat Aldari, kau sudah punya istri." Adhisti menghela nafas seraya menasehati anaknya, tidak lupa memainkan rambut August.


"Aku tau Bu, tapi ini juga untuk anakku." August berbicara sembari menutup mata menikmati belaian ibunya di kepala dan tidak mau menatap ibunya.


"Tidak seperti ini caranya Aldari, kau membuat marah para dewa disini."


"Itulah kenapa aku melakukan ini Bu, dengan dewa yang bisa semaunya intervensi, hidup kita akan seperti perjudian, yang sewaktu-waktu bisa kalah ataupun menang.."


"...Anakku nanti, ibu, Erina dan yang lain tidak akan tenang disaat ada kosa kata yang bernama, Takdir."


"..percaya pada Aldari, 100% Aldari yakin ada suatu saat kita menikmati hidup tanpa adanya 'perjudian'."


Adhisti menatap mata anaknya serius, terlihat dalam mata anaknya ada keteguhan yang keras, dan Adhisti tidak mau itu ada dalam mata anaknya.


"Apa kamu melakukan semua ini sebab kejadian yang menimpa Bella." Ujar Adhisti tapi kali ini tidak ada panggilan kasih sayang kepada anaknya.


August memejamkan matanya." Ya "


jujur saja, August mendasari semua ini karena kakaknya Bella, tapi tentu saja bukan kak Bella tujuan utama August.


Maka sebab itu, ia berterima kasih akan kedatangan Sistem yang membantu dirinya, jika tidak ada Sistem maka akan membutuhkan waktu lama...


...ingat! waktu lama, bukan tidak mungkin, jauh disaat August masih None dan hanya seni beladiri yang dia punya, Tekadnya sudah terbentuk!


"Ibu mendukungmu, tapi ingat selalu dan jangan pernah lupakan, ini adalah rumahmu jadi pastikan kamu harus 'pulang'."


August mengangguk dalam pangkuan Ibunya, ia tahu arti pulang tersebut.


"aku lelah dengan semua ini, None, Hunter, kekuatan lebih kuat, Dewa yang bodoh, jika bisa memilih aku ingin seperti dahulu..."


"...ibu dan aku, hidup selamanya, Utopia tanpa Dystopia di kehidupan." tidak berselang lama, Adhisti mendengar dengkuran halus dari anaknya.


Melihat anaknya tertidur, Adhisti mengelus wajah August dengan lembut. "Kita hanya manusia, boneka yang berjalan dan menganggap kita hidup sesuai kehendak, nak."


"Jangan terlalu keras kepada dirimu sendiri Aldari, kau memiliki orang terdekat yang menyayangimu."


beberapa jam kemudian.


terlihat diruangan ada dua orang yang tertidur nyenyak dengan satu orang menjadikan pangkuan sebagai bantalnya, itulah August dan Adhisti.


Mata August mengerjap menandakan akan terbangun dari tidurnya, pertama kali yang August lihat dalam pandangannya adalah Adhisti yang ikut tertidur.


sebuah senyuman bertengger, August mengelus pipi ibunya berniat membangunkan.


"Bu...bangun."


Mata Adhisti berkedip sebelum terbuka lebar, senyum indah terpampang juga saat anaknya lah yang menyambut pandangan.


menurutnya sudah sangat lama Aldari-nya tidak seperti ini.


"Aku cuci muka dulu."


beranjak dari pangkuan ibunya, August berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka, tapi sebelum sampai August mencium bau makanan yang dimasak


mendekati dapur, terlihat Erina dengan perut buncit sedang memasak, lantas August menghampiri dan memeluk dari belakang.


"kenapa tidak membangunkan aku Erina?" Tanya August seraya menghirup bau Erina, sedangkan yang diperlakukan hanya membiarkan.


"Kau terlihat lelah, begitu juga ibu saat aku melihat kalian." Jawab Erina memegang tangan August yang mengelus perut hamilnya


"Jadi August...sampai kapan ini terjadi, Entah kenapa aku merasa takut?" Lirih Erina ambigu, August hanya diam melanjutkan kegiatannya.


"Berbaliklah menghadapku." Bukannya menjawab pertanyaan Erina, malah August memberi perintah dan Erina pun berbalik.


August berjongkok mensejajarkan kepalanya dengan perut hamil Erina.


"Aku August Aldari ayahmu nak, tunggulah sebentar lagi disana ya, ayah hanya perlu bekerja sedikit dan kita akan bahagia." August berbicara seraya mengelus perut hamil Erina


"Di dalam sana kamu jangan nakal kepada ibumu."


setelah berbicara dan mengelus, August mencium perut hami Erina, yang membuat ia cekikikan.


"Lanjutkan sana, mau mandi bukan?" Erina kembali fokus terhadap masakannya, kini ia membelakangi August

__ADS_1


August tidak lupa memberi kissu sebelum menjauh dari Erina.


__ADS_2