Unusual Wedding Scenario

Unusual Wedding Scenario
Up 2


__ADS_3

Setelah Ree mandi, dia bergegas ke kamarnya yang berada di lantai atas. Tentunya dia keluar kamar mandi memakai jubah mandinya yang sudah dibawakan Ibunya.


Ree keluar dari kamar dengan memakai kaos lengan pendek yang kebesaran dan memakai hotpant seperti kebiasaanya sehari-hari di dalam rumah.


"Mom Juliiie..." Ree turun dari tangga dengan berlari kecil seraya meneriaki nama Ibunya.


Julie Oswald adalah istri dari Ead Oswald, yang merupakan jaksa ternama di Kota X dan menduduki peringkat ke-3 keluarga terkaya di Kota X. Bukan hanya kaya, tapi keluarga mereka juga sangat berpengaruh dan terpandang. Meskipun begitu, keluarga mereka terkenal dengan kedermawanannya dan keramahannya. Sehingga banyak orang menaruh hormat pada keluarga Oswald. Tapi sekarang, semuanya sudah hilang. Tidak ada lagi hormat untuk keluarga Oswald. Bahkan keluarga itu sekarang sudah hilang dari permukaan.


Julie Oswald mengganti namanya menjadi Julie Ainsley setelah kejadian 12 tahun lalu, yang sampai sekarang masih dia sembunyikan dari anaknya. Karena setelah kejadian itu, Julie juga mengganti nama Reese Oswald menjadi Reese Ainsley.


Julie sengaja menggunakan nama belakang keluarganya, karena merasa tidak akan ada yang mengenalinya. Mengingat saat dia menikah dengan Ead Oswald, dia hanya seorang yatim piatu dan dari keluarga biasa saja.


Julie tersenyum dengan mata berkaca-kaca saat melihat putrinya turun dari tangga dan memanggil namanya. Ia terharu melihat sosok putri kecilnya yang dulu selalu bermanja-manja, sekarang sudah tumbuh besar dan harus menanggung beban keuangan untuk bisa bertahan hidup di Kota X. Apalagi dirinya selama 7 tahun terakhir harus berobat terus karena penyakitnya.


"Ayo duduk sayang" ucap Julie menghapus air matanya yang hampir terjatuh dan segera menaruh nasi di piring untuk putrinya makan.


Ree mendudukkan tubuhnya ke kursi dekat dapur untuk bersiap menyantap makanan yang sudah ada di depan matanya.


"Ayo dimakan sayang. Pasti kamu lapar banget. Apalagi pekerjaan kamu di sana sangat berat, pasti melelahkan buat kamu" Julie duduk berhadapan dengan Ree yang nampak bersemangat.


"Akh.. sudah biasa Mom. Hehehe" Ree melambaikan tangannya dengan sunyum yang tak luntur dari bibirnya. Ia mengambil lauk pauk yang sudah dimasak Ibunya dan menyantapnya dengan semangat.


"Kenyang.... Makasih Mom" ucap Ree setelah menghabiskan makanan di piringnya. Ia segera beranjak mendekati Ibunya dan mencium pipinya.


"Happy birthday putri Mommy yang cantik" Julie mengelus rambut putrinya dengan lembut.


"Mommy emang the best deh. Tapi sayang, uang tabungan harus berkurang karena beli ayam, udang, dan ini semua" seru Ree memajukan bibirnya menunjuk piring di depannya yang sudah kosong.


"Hehehe.... Makanya, kamu nikah dong. Cari pasangan. Biar kamu gak perlu kerja lagi. Ada yang ngasih uang tiap bulan, kan enak. Ada yang temenin bobo di lantai atas. Jadi kamu gak sendiri di kamar. Ada..." omelan Julie tentang pernikahan dimulai.


"Selalu saja seperti ini" batin Ree.

__ADS_1


Mengingat hari ini adalah hari ulang tahunnya, dia tak ingin ada perdebatan sengit seperti biasanya. Jadi, Ree hanya diam dan menganggukkan kepalanya mendengarkan Ibunya.


"Carilah pasangan, Ree. Biar nanti kalau Mommy sudah tidak ada, ada yang jagain kamu" ucap Julie dengan wajah sendu, membuat Ree tak tahan melihatnya.


"Jangan bicara seperti itu, Mom" Ree menggenggam tangan Ibunya dan mengelusnya. Ia membalas tatapan mata Ibunya dengan puppy eyesnya.


"Tapi Mommy mau liat kamu segera menikah" ucap Julie dengan nada suara sedihnya. Ia mengambil gelas yang sudah terisi air dan meminumnya. Sepertinya Julie kehausan setelah berbicara panjang lebar.


"Okey Mom!" teriak Ree seraya bangkit dari duduknya.


"Uhuk uhuk" Julie tersedak airnya dan menatap Ree dengan heran. Karena tidak biasanya Ree merespon seperti itu.


"Oh my mom. Minumnya pelan-pelan" Ree berjalan mendekati Julie. Mengelus pundak Julie yang masih terbatuk-batuk.


"Kamu buat Mom kaget" gerutu Julie di sela batuknya.


"Oh... maaf Mom" ucapnya memelas.


"Oh, itu... maksud Ree..." Ree menjeda ucapannya. "Okey... Ree mau cari pasangan dulu. Jadi Ree naik ke kamar dulu" lanjut Ree menunjuk ke atas dan berjalan ke arah tangga.


"Benarkah ? Kamu beneran bakalan cari pasangan dan bakalan nikah ?" tanya Julie untuk memastikan pendengarannya. Karena biasanya, putrinya itu selalu mengindar. Dan anggukan dari Ree membuatnya senang.


"Akhirnya kamu menyerah nak" ucap Julie dengan senyum kemenangan.


Dulu Julie berfikir, anaknya itu tidak normal karena sampai sekarang, dia tidak pernah melihat putrinya mengenalkan seorang pria padanya.


Apalagi Ree sering menegaskan bahwa dia tidak ingin menikah, saat mengakhiri perdebatan mereka.


Julie juga berfikir bahwa putrinya mungkin mengalami trauma pada pria. Mengingat putrinya selalu menyalahkan Ayahnya atas apa yang menimpa hidup mereka. Hingga membenci berhubungan dengan pria. Padahal Ayahnya sudah meninggal.


Ree belum tau rahasia yang disembunyikan Julie. Karena Julie belum berani mengungkitnya.

__ADS_1


Yang Ree tau, hanya sebatas apa kata orang. Orang-orang berkata kalau keluarga Oswald jatuh, karena Ayahnya yang melakukan korupsi dan menghianati negara dengan melindungi para penjahat. Hingga Ayahnya harus dihukum mati, atas perbuatan tercela itu.


Ree menaiki tangga. Tapi sebelum sampai ke lantai atas, ia tersenyum dan berteriak lagi. "Tapi nikahnya di dalam mimpi, Mom. Huaah" ucapnya pura-pura menguap dan tergelak karena sudah mengelabui Julie.


Julie yang mendengar jawaban terakhir putrinya hanya bisa mendengus kesal. Mengambil piring bekas makan mereka dan mencucinya. Membersihkan rumah yang sedikit berantakan.


Ree dari dulu memang tidak pernah dibiarakan Ibunya mencuci pring atau membersihkan rumah. Karena menurut Ibunya, putrinya itu sudah bekerja keras di luar sana untuk kehidupan mereka dan pasti akan betambah lelah jika harus mengerjakan pekerjaan rumah lagi.


***


Ree menyandarkan tubuhnya yang terasa lelah di sandaran kasur. Menatap sebuah buku bersampul pink yang sudah digenggamannya. Sudah jadi kebiasaannya. Membaca buku sebelum tidur. Tapi bukan buku pelajaran. Melainkan sebuah novel.


Ree sangat suka membaca semua novel yang bergander fantasi, romantis, komedi, dan time travel. Seperti sekarang ini. Ree membaca lanjutan novel yang belum selesai dia baca.


Novel tentang cinta yang menceritakan pertemuan gadis miskin dengan orang kaya dan akhirnya hidup bahagia. Meski ada sedikit konflik.


Ree sebenarnya bukan tidak ingin menikah. Hanya saja dia belum menemukan pria impiannya. Dan berharap suatu hari nanti akan menemukannya dan hidup bahagia seperti cerita manis di dalam novel.


"Cita-citaku adalah menikah dengan pria kaya" ucap Ree seraya menutup bukunya dan langsung meletakkannya di laci dekat kasurnya.


Ree membaringkan tubuhnya dan menutup matanya. Memeluk gulingnya dan bergumam tidak jelas.


"Jika aku tak bisa menggapai cita-citaku itu. Lebih baik aku yang jadi pria kayanya saja. Tapi itu lebih tidak mungkin" gumamnya terkekeh membayangkan hal itu terjadi. Tak lama kemudian, dia pun terlelap dalam tidurnya.


***


Semoga kalian suka dengan ceritaku ini.


Kita lanjut ceritanya yah. Jangan lupa tinggalin jejak readers lop lop😘


See you next episode

__ADS_1


❤❤😘lup lup readers😘❤❤


__ADS_2