
pagi itu mama rega dan juga ayah Herry sudah berada di meja makan seperti biasanya. namun masih belum terlihat putri tunggalnya bergabung untuk sarapan.
"ma. tumben Gea blom kemari" tanya ayah Herry sembari memasukkan sandwich ke dalam mulutnya.
"Ihya pa. tumben. BI tolong panggilkan Gea su--
belum sempat melanjutkan perkataannya tiba tiba.
"selamat pagi mama.ayah.ucap Gea yang tiba tiba saja sudah berada di ruangan itu.
"pagi juga sayang. tumben kamu berpenampilan berbeda. kata mama rega. dan seketika langsung mengambilkan sarapan untuk putrinya tersebut
" Ihya ini ma, kan hari ini hari sabtu. di kampus ada acara poll party. pembagian hadiah lomba ulang tahun kampus"jawab Gea dengan senangnya dan langsung melahap omlate yang ada di atas piring miliknya tersebut.
"lalu. kenapa kamu berdandan seperti itu" sahut ayah Gea.
"memang gk boleh Gea berdandan seperti ini yah. lagian gea juga jadi panitia di acara tersebut" jawab Gea dengan ketus dan tetap melanjutkan makannya
"kamu itu anak ayah satu satunya Gea. ayah tidak mau jika kamu kenapa kenapa di luar sana. dengan kamu berpakaian seksi seperti itu bukankan mendatangkan bahaya buat kamu sendiri" ucap ayah Herry dengan tegas.
"sudah pa. sudah. jangan memarahi gea" imbuh mama rega sembari menenangkan suaminya dan mengelus punggung Herry.
"ma. ayah takut saja Gea berteman dengan anak anak tidak benar di luar sana. takut Gea tidak bisa menuntaskan kuliahnya. dan ayah takut kalau Gea di apa apakan laki laki tidak betul. mama tau sendiri kan Gea sering kali pulang malam. tidak pernah memberi tau dia kemana dengan siapa.mau jadi apa kalau Gea tetap seperti itu terus ma. "kata ayah Gea dengan lebih mengeraskan suaranya dan memandang tajam anaknya tersebut.
" bruak
Gea menggebrak meja makan dan seketika itu berdiri dari tempat duduknya.
"Gea sudah besar pa. Gea tau mana yang benar dan mana yang salah. Gea hanya mencari hiburan saja kalau Gea pulang malem. Gea sudah bosen pa jika harus terus terusan di atur. Gea juga butuh kebebasan.dan memangnya papa mau Gea di rumah saja. jadi orang cupu. dunia itu perlu di nikmati pa. biar kita tau mana orang yang baik dan yang buruk. " ucap Gea dengan santai dan membela diri. lalu pergi begitu saja meninggalkan meja makan.
"Gea kamu ya. dasar anak gk tau di untung" teriak ayah Harry dengan kemarahannya dan juga berdiri dari posisinya.lalu di tahan oleh mama rega yang ada di sampingnya.
"sudah pa sudah. memang seperti itu sifat gea dari dulu.dia juga pasti sudah bisa memilah mana yang baik dan buruk buatnya" kata mama rega sambil menenangkan suaminya tersebut
"sudah ma. ayah mau pergi ke kantor dulu. ingat bimbing anakmu biar tidak seperti itu lagi. pagi pagi sudah berdebat saja" kata ayah Herry lalu memakai jas kerjanya
"Ihya pa. hati hati. sudah jangan terlalu di pikirkan, ini tas kerjamu" jawab mama rega sembari memberikan tas kerja milik suaminya tersebut.
***
di kampus
__ADS_1
Gea sudah memarkirkan mobilnya si halaman parkir yang sudah di sediakan oleh kampus. dengan wajah kesal Gea keluar dari mobil dan berjalan menuju aula kampus.
"Gea kenapa kamu lama sekali. tunggu tunggu kenapa wajahmu murung begitu." seru melda dengan penasaran.
"jangan banyak bertanya. minggir aku mau duduk" imbuh Gea dengan ketusnya dan mendudukkan tubuhnya di depan meja pendataan. Gea melda dan sisil bertugas menjadi panitia pendataan siswa yang menghadiri acara tersebut.
"hahaha. kamu kayak gak tau Gea saja Mel. pasty lagi ribut no sama ayahnya" imbuh sisil sembari memberikan id card panitia pada Gea.
"sumpah badmood banget gue, eh lo liat Bram udah dateng blom" tanya Gea
"kayaknya blom. soalnya gue sama melda dari tadi blom liat Bram masuk ke aula" jawab sisil singkat sembari mendata anak anak lain yang masuk ke aula untuk mengikuti acara.
"Mel gue tinggal ke toilet bentar ya" bisik Gea pada melda dan meninggalkan meja data tersebut.
Gea berlalu dan berjalan menuju loby. Gea mengeluarkan ponsel yang berada di tas slempang miliknya. mencari nomer Bram dan menelpon kekasihnya tersebut. baru saja ponsel menyentuh daun telinga Gea tiba tiba saja
"sayang" suara lirih Bram tepat di samping telinga Gea. seketika itu Gea menoleh ke arah sumber suara dan
"cup"
bibir Gea menempel tepat di bibir Bram.
"awwwhh. " Gea menjingkat sambil memegang dada dan sedikit memundurkan tubuhnya
Bram sedikit tertawa melihat tingkah lucu Gea.
"sudah sayang,sakit. hentikan." kata Bram sambil menahan tangan Gea
"kamu usil mengagetkanku saja. " gerutu Gea.
"yayaya.maaf.kamu dari tadi aku lihat cemberut terus. memang kenapa".tanya Bram sembari mengelus rambut kekasihnya itu.
"biasa ayahku. bikin badmood saja. pagi pagi sudah ngoceh ngak genah." seru Gea.
"tenang sayang kan ada aku.aku bisa kok bikin kamu bahagia dan gak badmood" timpa Bram dengan menggandeng tangan Gea
"beneran." tanya Gea.
"bener. masak aku bohong sama pacar sendiri" Bram meyakinkan.
"baiklah. ayo kita ke dalam. sepertinya acara mau di mulai" ajak Gea.
__ADS_1
mereka berdua berjalan menuju aula dan sedikit berbincang. namun Gea tidak bisa menemani Bram kedalam. karena Gea memiliki tangung jawab sebagai pendata siswa yang hadir. jadi Gea tetap ada di depan. acarapun di mulai. dan acara itu berlangsung dari jam 9 sampai jam 3sore.
Bram adalah kekasih Gea. mereka menjalin pacaran kurang lebih 6bln.namun Gea blom pernah mengenalkan Bram pada ayahnya. karena Gea takut akan sikap ayahnya. dan pastinya Gea dilarang keras untuk tidak berpacaran sebelum lulus kuliah. Gea benar benar mencintai bram. nmun tidak dengan Bram. dia hanya memanfaatkan Gea sebagai kotak uang miliknya dan sebagai pemuas napsunya.. karena setiap ap yang di minta Bram selalu Gea berikan.
tak berapa lama acara pun selesai para siswa pun berhamburan keluar. begitu juga dengan melda. sisil dan Gea.
"Gea. sisil gue pulang dulu ya. aku udah di jemput" kata melda
"buru buru amat lo mau pulang apa mau ke h***l.jawab sisil. Gea menyahut dengan tertawa
"hust kalian itu neting mulu. aku ada urusan soalnya. bey gue tinggal dulu ya" imbuh melda dengan berlalu pergi dan melambaikan tangan.
"sil gue males bnget pulang. nongkrong yuk" ajak Gea
"gimana kalau kita kumpul kumpul aj di apartemennya si Riko" seru sisil.
"boleh tapi ngajak Bram ya." pinta Gea
ttak lama kemudian Bram dan temannya pun keluar dari aula dan menghampiri Gea dan juga sisil
"sayang kamu blom pulang "kata Bram
"males ah. pengen nongkrong ni.. yank ayuk nongkrong bareng." ajak Gea
"baiklah sayang. .
bro duluan aj dah .gue mau nemenin pacar. kata Bram pada temannya. " OK"dan temannya pun pergi sambil melambaikan tangan.
mereka bertiga menuju apartemen pacar sisil dengan mobil milik Gea. tak lama, merekapun sampai di apartemen tersebut. mereka semua masuk dan bercanda. Riko berinisiatif membeli bir dan makanan untuk di nikmati bersama. mereka semua menikmati. Gea pun juga ikut menikmati. hingga Gea terlihat sudah mabuk. sisil pun juga terlihat sudah tepar karena terlalu banyak minum
"rik. gue pulang dulu. Gea sepertinya sudah mabuk ini.
"lo gak nginep sini aja Bram. ini udah malem. emang elo brani bawa sisil pulang kerumahnya" tanya Rico dengan agak mabuk dan senyum sinis
"gak brani lah. ayahnya aj kyak harimau
gue inepin aja di kontrakan gue. jawab Bram sambil tersenyum.
"******** lo Bram, gue tau maksud lo. ya udah sana ati ati" kata Rico sambil tertawa.
Bram pun menggendong Gea keluar dari apartemen di temani oleh si Riko. sesampainya di halaman Rico membantu membukakan pintu mobil gea. dan Bram menaruh gea di kursi depan lalu memasangkan setbelt. brampun berpamitan dan mengemudi mobil gea menuju kontrakan Bram.
__ADS_1
"emb malam ini tidur ada yang nemenin. tenang sayang akan aku puasin nanti" gumam Bram dalam hati.