Wanita Egois

Wanita Egois
nasehat


__ADS_3

Bram dan teman temannya berbincang bincang. karena tempat duduk yang ditempatinya bersebelahan persis dengan dio jadi tidak sulit mendengarkan pembicaraan 1sama lain. dio juga tidak tau bahwa Bram adalah kekasih gea.


"baru ni bro" kata teman Bram dengan melirik ke arah wanita yang ada di dekat Bram.


"biasa lah, hari ini aku akan mentraktir kalian. jadi pesan saja sesuai yang kalian mau." ucap Bram dengan sombongnya sembari merangkul wanita itu. belum saja memesan makanan,wanita yang di samping Bram berpamitan keluar sebentar karena ada telpon masuk di ponselnya. dan wanita itu meninggalkan meja tersebut


"banyak duit lo bro!. "tanya salah satu teman bram


"biasa abis ngrayu. " ucap bram dengan santainya.


"maksut lo abis morotin gea" imbuh temannya tanpa mengurangi nada suaranya tersebut. hingga dio mendengar pembicaraan itu dan seketika menghentikan aktifitasnya saat makan, dan lebih menajamkan pendengarannya


"gea, apa jangan jangan yang dimaksud Gea anak om Herry" gumam dio dalam hati


"Ihya lah. siapa lagi, Gea itu terlalu polos buat di pacarin, bikin gue betah aja. gue minta apapun di beri,ni liat.HP, jam tangan,baju.dia semua yang belikan." ucap bram dengan bangganya.


"benar benar lelaki Bren***k sepertinya aku harus tau siap lelaki itu." gumam dio


"mujur banget hidup lo" sahut temannya. tiba tiba wanita itu kembali, dan bergabung pada kumpulan meja bram. bram dan teman temannya langsung mengalihkan topik pembicaraan.


"dio nanti malam tolong antar aku ke berlian mall.istriku ingin sekali memakan manisan.apakah kamu bisa mengantarku.?kata rian membuyarkan kefokusan dio yang mendengarkan pembicaraan Bram.


"ha.ihya aku bisa mengantarkanmu" sahut dio.


dio dan rian menyelesaikan makan siang itu. dio membayar bil nota lalu mereka pergi meninggalkan cafe itu. dio mengantar pulang rian terlebih dahulu, lalu dia pulang kerumahnya.dan langsung membaringkan tubuhnya di atas kursi sofa yang ada di ruang tengah.


"apa benar apa yang di maksud lelaki itu tadi Gea anak dari om Herry. jika benar sungguh breng***k sekali lelaki itu. " gumam dio dalam hati. hingga tiba tiba dio terlelap di atas sofa itu..


***


Gea sudah berdandan rapi sore itu. ia sudah ada janji dengan Bram kekasihnya. namun hari itu Gea tidak hanya bertemu dengan Bram. namun juga dengan melda dan sisil


tok tok tok


suara ketukan pintu rumah Gea.


Ihya siapa.


jawab mama Gea dan berjalan menuju pintu tersebut. lalu mama rega membukanya. terlihat seorang wanita muda berdiri di balik pintu itu.

__ADS_1


"sore tante Gea nya ada? " ucap melda


"ada. mari masuk, kamu temannya gea" kata mama rega sambil berjalan mengajak melda masuk dan menunggu di ruang tamu.


"Ihya tante" jawab melda singkat.


"ayo brangkat" tiba tiba Gea sudah ada di ruang itu.


"kau mau kemana gea" ucap rega


"keluar sebentar ma" jawab gea dengan menarik tangan melda yang sempat duduk di kursi ruang tamu.


"tante kita pergi dulu" pamit melda dengan berjalan cepat, sebab tangannya sudah ditarik oleh gea.


"jangan pulang terlalu malam" sahut rega.


mereka berdua berjalan menuju mobil milik melda. dan memasuki mobil tersebut. melda menyalakan mesin mobil dan mengendarai mobil itu menuju twins cafe.


", kenapa sih lo gak cari lelaki lain aja. Bram itu kalau di liat liat bukan pria yang baik buat lo" tiba tiba melda berucap.


"maksut lo. gak baik gimana. lo-nya aja yang gak kenal dia mel" ucap gea sembari mengirim pesan singkat pada Bram.


"tapi gue bahagia kok sama bram, " jawabnya singkat


"aku cuma ingetin kamu aja. jangan terlalu Royal banget sama dia. Ihya kalau kamu bisa terus sama Bram ,kalau kamu cuma dimanfaatin dan di porotin trus di tinggal gimana cobak, padahal yang suka sama lo itu banyak ge. kenapa harus Bram yang lo trima, gak habis pikir gue sama lo " kata melda mengingatkan.


"dia sudah janji gak bakal ninggalin gue. jadi apa yang perlu di takutkan. ya emang aku cinta sama Bram dan gue suka sama yang lainnya. jadi ya terserah gue dong mau pacaran sama siapa" ketus Gea.


"moga aja lo gak nyesel di kemudian hari ge. gue sebagai teman hanya bisa nasehatin lo aja" ucap melda dengan tetap fokus akan kemudinya.


"gue lebih tau yang terbaik buat gue. paham" ketus Gea dengan nada kesal. melda pun diam dan tak melanjutkan pembicaannya. dia fokus akan mengendarai mobilnya dan tak selang lama mobil yang ditumpangi merasa sampai di depan Twins cafe. melda memarkirkan mobilnya dan meraka ber 2 turun. berjalan masuk ke dalam cafe tersebut.


mata Gea melihat sekeliling. mencari dimana kekasihnya menunggu. dan Gea melihat kekasihnya duduk di kursi pojok dalam cafe tersebut. sambil menatap ke arah luar. Gea dan melda berjalan menghampiri meja Bram.


sedangkan di tempat lain. dio sudah berada dalam mobil menuju rumah rian. karena dio sudah berjanji mengantar rian mencari manisan untuk istrinya. saat itu istri rian tidak ingin ikut karena semenjak hamil tua. istri rian lebih suka di dalam rumah. mobil dio sudah ada di halaman depan rumah rian. dio menekan klakson mobil miliknya dan tak lama kemudian rian keluar dan bergegas masuk kedalam mobil.


"dio. nanti habis ke berlian mall kita?mampir ke baby shop. " ucap rian.


"hemb." jawab dio

__ADS_1


sekitar 30mnit mobil yang di kendarai dio telah sampai di berlian mall. mereka berdua masuk dalam mall tersebut dan membeli manisan serta makan ringan lainnya. terlihat 1troli penuh makanan yang di ambil oleh rian dan juga dio. setelah membeli apa yang mereka inginkan. dia dan rian berjalan keluar dan melewati sebuah toko belian.


"tunggu sebentar " kata dio sembari memberikan kantong belanjanya pada rian.


"heh. mau kemana kamu. aduh" ucap rian dengan kerepotan membawa banyaknya kantong plastik yang berisi makanan yang sempat mereka beli tadi.


dio berjalan mendekati toko berlian itu. dan melihat cincin berlian yang sangan indah dengan desain elegan.


"bisakah saya melihat cincin yang itu." ucap dio sembari menunjuk cincin yang ada di dalam etalase toko. pelayan toko itu langsung menunjukkan cincin yang dio inginkan


"kamu mau beli cincin buat siapa " kata rian yang tiba tiba sudah berdiri di samping dio.


"buat calon istriku."


"bisakan anda membantu saya. tolong coba cincin ini di jari manis anda" kata dio dengan santai. seketika itu pegawai toko mencoba cincin itu dan pilihan dio tidak salah. cincin itu pas di jari manis pegawai itu tidak kebesaran dan juga tidak kekecilan.


"baiklah saya ambil cincin itu" ucap dio lagi.


"baik tuan. tunggu sebentar, saya akan buatkan tanda Terima. " kata pegawai itu.


"kamu bilang calon istri. memang kamu mau menikah" tanya rian dengan penasaran. namun tidak dijawab oleh dio.


"tuan ini cincin dan notanya. total Rp. ****.***." ucap pegawai itu. dio mengeluarkan kredit card lalu memberikan pada pegawai toko itu. pegawai itu lalu menggesekkan pada mesin card tersebut. pembelian telah selesai dio dan rian pun melanjutkan perjalanan menujuu mobil yang ada di parkiran mall tersebut.


"dio kamu blom menjawab pertanyaanku, tanya rian kembali. namun tetap tidak di jawab oleh dio. mereka berdua memasuki mobil dan bermaksud untuk pulang. di perjalanan. rian sesekali menatap dio dengan banyak sekali pertanyaan namun rian enggan bertanya karena dio memang orang yang sedikit tertutup dan tidak banyak bicara.


"aku lapar. kita mampir makan malam sebentar" ucap dio dengan fokus mengendarai mobilnya.


"terserah kamu saja" jawab rian.


dio dan rian sesekali mengobrol sambil mencari tempat makan yang cocok menurutnya. tak lama kemudian dio memarkirkan mobilnya di sebuah cafe di kota itu.lalu mereka berdua turun dan memasuki cafe tersebut. dio dan rian mencari tempat duduk yang sekiranya masih kosong. namun dio begitu terkesiap, saat melihat salah satu meja di cafe itu,terlihat ada Gea dan juga Bram.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa. klik like dan juga tinggalkan komentarmu.


__ADS_2