
melda yang masih mematung akan memandangi wajah sahabatnya tersebut. langsung mengalihkan pandangannya pada dering ponsel milik gea yang berbunyi nyaring di dalam tas.seketika melda mengambil ponsel tersebut dan melihat panggilan masuk di layar ponsel milik sahabatnya itu.
"Bram" gumamnya melda dan langsung mengangkat pangilan telpon tersebut.
"Gea.maafkan aku. aku bisa jelaskan yang sebenarnya.ayolah gea jangan seperti ini. " kata Bram dalam sambungan telpon. namun tidak di jawab sedikitpun oleh melda.
"jadi benar gea seperti ini gara gara Bram" gumam melda dalam hati. seketika melda langsung mematikan panggilan tersebut dan mematikan ponsel milik gea
melda beranjak pergi dari kamar itu. ia menuju dapur untuk menyiapkan makananan yang sekiranya bisa ia makan bersama gea nanti saat ia sadar. namun saat ia membuka kulkas tidak ada sedikitpun bahan makanan yang ada di dalam sana
"accggh.kenapa tidak ada bahan yang bisa di masak!! " ucap melda lirih dan dengan kesal
"ck.(menghela nafas panjang) dan lagi lagi harus keluar membeli bahan makanan" gerutu melda. yang langsung menutup pintu kulkas itu dengan keras
melda memesan taksi online untuk bisa pergi ke supermarket.karena melda memang tidak bisa menyetir mobil sendiri. saat taksi online itu sudah datang melda langsung masuk di dalam taksi itu. dan memintanya untuk mengantar ke supermarket di dekat lampu merah yang ada di kota itu.
saat melda sudah berada di supermarket. melda membeli beberapa bahan makanan. mulai dari telur. susu. sayur. mie instan. dan bahan bahan lainnya. gea memilih milih buah yang ada di dalam supermarket tersebut. bermaksud ingin membeli jeruk dan apel. melda memasukkan buah yang sudah ia pilih ke dalam kantung plastik. dan di saat ia ingin memasukkan buah tersebut ke dalam troli. ia tidak sengaja menabrak seorang
"awww". ucap melda lirih. dan karena sedikit kerasnya bahu yang di tabrak lelaki itu. buah yang melda bawa langsung terjatuh begitu saja.
"astaga, saya minta maaf nona. saya tidak sengaja." ucap lelaki itu dengan memunguti buah yang terjatuh di lantai.
"makanya kalau jalan itu liat liat dong" kata melda kesal. dengan melakukan hal yang sama. dan memandang ke arah lelaki itu.
"kamu.(melda mengernyitkan dahinya) dangan sedikit mengingat orang yang ada di depannya itu.
" bukankah kamu temannya gea??"kata dio.
" Ihya. kamu dio kan"kata melda dengan begitu gugupnya.
"ihya saya dio."
"astaga aslinya memang begitu tampan dari pada di foto. jelas saja sepupuku menyukainya,keren.tampan dokter lagi" batin melda dengan tetap memandang dio.
"nona" kata dio dengan sedikit keras hingga membuyarkan lamunan melda
"ha. ih ihya tuan.
" apakah kamu kemari bersama gea. di mana dia "tanya dio dengan mandang ke arah sekitarnya
" dia tidak ikut. dia sedang sakit. darimana tuan tau kalau saya temannya gea"imbuh melda
"apa sakit?? dimana dia sekarang. " kata dio dengan sedikit panik dan sedikit mengeraskan suaranya
"dia ada dirumahku" ucap melda dengan takut.
"kita bayar semua belanjaanmu ini dulu lalu antar aku ke rumahmu. " kata dio dengan langsung mendorong troli milik melda
saat itu dio memang sedang berada di supermarket. dio bermaksud mencari roti dan selai untuk dirinya sendiri. tanpa sadar ia begitu terburu buru dan menabrak melda yang saat itu juga ada di supermarket yang sama
__ADS_1
dio membayar semua belanjaan milik melda. dan seketika langsung membawanya dan berjalan ke arah parkiran.
"tuan. kenapa kau membayar semuanya. dan kau mau bawa kemana belanjaan itu" tanya melda yang tetap membuntuti langkah dio dari belakang. dio berhenti tepat di sebuah mobil berwarna hitam dan memasukkan semua kantong plastik itu di dalam jok mobilnya.
"cepat masuk. "
melda hanya mengangguk dan masuk dalam mobil itu. dio langsung menyalakan mesin mobil itu dan mengendarainya keluar dari parkiran
"dimana alamat rumahmu"
"cempaka putih nomer 2,blok 6." kata melda.
dio dengan cepat menginjak remaja mobilnya dengan kecepatan tinggi. sedangkan melda hanya sesekali melirik ke arah dio yang begitu serius mengendarai mobilnya. hingga melda begitu kencang memegang seatbelt yang ada di dadanya.
"astaga.jantungku serasa mau copot" gumam melda dalam hati.
tak lama mobil yang dikendarai dio berhenti tepat di depan rumah milik melda seketika mereka berdua turun dan melda mengambil barangnya yang ada di dlm jok mobil
"apa kamu ini pembalap?. kenapa kamu mengemudi secepat itu!! acch bikin jantungku copot saja. " ujar melda. namun tak dijawab oleh dio.
melda membuka pintu rumahnya. mereka berdua masuk dalam rumah itu. melda berjalan mendekati arah dapur untuk meletakkan barang belanjaannya
"dimana gea"
"ada di kamar ruang tengah " jawab melda yang berlalu pergi menuju dapur. sedangkan dio langsung masuk ke dalam kamar tersebut
terlihat gea masih berbaring dan belum sadarkan diri. dio mendekat ke arah gea. memegang kepala gea dan memeriksa denyut nadi gea yang ada di pergelangan tangannya.memastikan apakah gea demam atau kenapa.
dio mengambil ponsel miliknnya yang ada di dalam saku celana. dio mencari kontak telpon milik ayah gea dan seketika langsung melakukan panggilan pada ayah gea
"halo dio ada apa"?ucap Herry
" om sepertinya gea hari ini tidak bisa pulang. dia sekarang sedang menemaniku dirumah. aku kurang enak badan "ucap dio berbohong
" wah kalian sudah semakin dekat saja. baiklah,tidak apa apa.om ijinkan"
"trimakasih om"
mereka berdua mengakhiri panggilan telpon tersebut. dio kembali mendekati gea dan mengusap wajah cantiknya. terlihat melda yang ada di depan pintu memperhatikan dio yang begitu khawatir akan ucapannya yang mengatakan bahwa gea sedang sakit.
"ehem.ehem.ucap melda dengan memasuki kamar tersebut seketika dio mengalihkan pandangannya dan menjauhkan tangannya dari wajah gea.
" keluarlah. kita tunggu dia diluar. "pinta melda dengan langsung berjalan keluar.
dio berjalan keluar dan mengikuti arah melda. terlihat sudah ada 2jus jeruk di atas meja. mereka berdua saling menatap dan mendudukkan tubuhnya di kursi sofa itu.
"sebenarnya apa yang terjadi " tanya dio
"apa benar kamu itu dio sandiga? yang bekerja di RS*** tanya melda dengan penuh selidik
__ADS_1
" Ihya memang kenapa?
"apa kamu yang dio yang dijodohkan dengan gea dan akan menikah minggu depan ini!?
dio hanya menghela nafas panjang dan menganggukkan kepalanya
"astaga. jadi benar yang dimaksud itu dio. dio yang ada di hadapanku." ucap melda dengan hebohnya
"andai saja aku yang dijodohkan denganmu. pasti aku tidak akan menolak" kata melda lirih. dio hanya tersenyum,mendengar dan melihat sifat teman gea seperti itu.
"kenapa gea bisa seperti itu " kata dio bertanya lagi
"entahlah.dia sepertinya ada masalah dan terlalu banyak minum" jawab melda
"mama. mama" tiba tiba terdengar suara teriakan gea. seketika dio dan juga melda memandang ke arah kamar yang sedang gea tempati. melda seketika langsung berdiri dan berjalan ke arah kamu itu.
"jangan bilang kalau aku di sini" pinta dio. melda hanya mengangguk dan melanjutkan niat awalnya.
melda memasuki kamar itu. terlihat gea sedang menyenderkan kepalanya di atas bantal.dengan posisi duduk. sesekali dia memegang kepalanya yang masih sedikit pusing.
"gea.lo sudah sadar" kata melda
"gue dimana?
"ini di kamarku. lo habis mabuk. terlalu banyak minum hingga sampai tak sadarkan diri. " imbuh melda
"mabuk? kata gea dengan bingung
" Ihya lo mabuk. coba ingat ingat lagi apa yang sudah terjadi sampai kau seperti ini"ujar melda
gea langsung mengingat ingat kembali apa yang sudah terjadi pada dirinya. dia teringat kembali akan apa yang sudah dilakukan Bram padanya. hingga gea langsung menangis. melda yang melihat itu seketika merangkul tubuh gea dan menenangkannya
"menangislah jika kamu ingin menangis. dan setelah itu cerita padaku apa yang sebenarnya terjadi " kata melda dengan mengelus punggung sahabatnya tersebut. namun gea masih dalam posisinya.menangis sejadi jadinya hingga sesenggukan.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
. bagaimana puasanya?? lancar kan.
ayo donk like dan komen serta kasih vote ya biar aku semangat nulisnya.