Wanita Egois

Wanita Egois
mengenalkan


__ADS_3

Gea. Mama rega dan ayah Herry menikmati sarapan di pagi itu. Ayah Herry tidak menaruh curiga sama sekali pada anaknya. Padahal gea semalam tidak pulang kerumah.


"Mama. Gea. Nanti selesai sarapan ikut ayah menemui teman ayah yang baru saja pulang dari Turki"pinta ayah Bram.


"Kenapa gea harus ikut sih yah, gea gak mau" Jawab gea dengan ketus


"Kamu ikut ayah, atau semua fasilitas kamu papa ambil.cepat habiskan makananmu.ayah tunggu di luar.Imbuh ayah Herry. Dan berlalu pergi menuju halaman rumah.


"Selalu saja mengancam" Teriak gea.


"Gea kecilkan suaramu.dan apa salahnya ikut, lagian mungkin hanya berkunjung saja." Kata mama rega. Namun gea hanya diam dan memasang wajah tak suka.


"Gea dari mana saja kamu semalam. Kenapa tidak pulang. Bikin mama khawatir saja" Tanya mama rega dengan penuh selidik.


"Hanya main saja.dan gea menginap di rumah sisil" Jawab gea dengan cepat sembari memakan kue yang sempat ia beli tadi.


"Kalau sampai ayahmu tau. Kamu tau sendiri akibatnya. Ingat jangan sampai kau ulangi lagi gea" Imbuh mama rega.


"Ihya ma Ihya" Jawabnya singkat.


Selesai sarapan gea ayah Herry dan juga mama rega memasuki mobil. Sebelum itu gea sempat mengambil ponsel yang ada di dalam mobil miliknya sendiri dan menambah batrai di dalam mobil milik ayahnya.dan Gea duduk di kursi belakang. Ayah Herry melajukan mobilnya menuju rumah kevin.sekitar 20mnit, mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan rumah kuno. Namun terlihat begitu indah. Disana terlihat rumah dengan desain kuno, dengan bambu yang masih utuh sebagai dinding depan rumah. Di halaman itu terlihat juga sebuah taman yang tertata rapi, ada sebuah pendopo kecil dengan kendi berisi air di sampingnya. Kolam ikan yang mungil. Dan terlihat kursi dari akar kayu jati yang di taruh di depan teras rumah itu.rumah itu tak lain adalah milik kevin, teman Herry. Mereka semua keluar dari mobil dan menuju rumah kevin


"rumahnya unik sekali." Kata gea lirih


"Teman papa senang sekali dengan nuansa kuno seperti ini " Jawab ayah herry. Gea begitu takjub akan apa yang ia lihat. Dia meneliti semua yang ada di halaman rumah itu.


"Indah sekali" Gumam gea


"Oh pak herry sudah datang" Kata kevin yang keluar dari rumahnya dan menjabat tangan herry serta memberikan sebuah pelukan.


"Sudah lama tak jumpa, kamu tambah muda saja vin. " ucap herry.


"Hahahah. Bisa saja kamu her. Oh Ihya mari masuk kedalam " Ajak kevin.


"Tidak usah tuan. Di ini saja sepertinya disini sangat nyaman" Pinta mama rega.


"Oh. Baiklah kalau begitu. " Jawab kevin.


Mereka semua duduk di kursi akar jati yang ada di teras rumah milik kevin. Sembari berbincan dan tak lama kemudian bu novi istri kevin keluar membawakan jus jeruk dan makanan ringan.


"Ini istri dan gea anak saya vin".kata Herry mengenalkan.

__ADS_1


"Wah sudah besar anak kamu her,. " ucap kevin.


"bagaimana dengan percakapan kita kemarin vin. sepertinya tidak ad salahnya juga untuk mengenalkan anak anak kita" sahut Herry. dan seketika itu gea yang duduk di samping mamanya langsung mengernyitkan dahi dan berfikir akan apa yang ayahnya katakan. tak lama kemudian bu Novi istri kevin keluar dari dalam rumah membawa sebuah jus jeruk dan makanan kecil dan menyugukannya pada keluarga Herry.


"kalau saya sih bisa saja her,katanya kalau gak kenal maka tak sayang " imbuh kevin dan disauti tertawa oleh yang lainnya. tak lama kemudian Dio keluar. mengenakan kaos dan celana panjang.bertubuh tegap. gagah. memiliki wajah yang tampan dan manis.


"selamat pagi om. tante." sapa dio


"wah kau sudah besar rupanya. sekarang kau kerja dimana dio" tanya ayah Herry. dio berumur 29tahun.berjarak 5tahun dengan gea.


"saya bekerja sebagai dokter di RS. ***.


hari ini libur. jadi bisa menemui om dan tante" imbuh dio


dio hanya sebatas memandang ke arah gea. sebenarnya dio juga tau bahwa maksut dari pertemuan itu adalah menjodohkan mereka berdua(dio dan gea).


"oh Ihya dio. om bisa minta nomer telponmu. ya barangkali ada kepentingan mendadak saya bisa langsung menghubungimu. " kata ayah Herry, seketika itu dio langsung memberikan nomer ponsel pada om Herry.


"dio. sebenarnya om herry kesini ingin mengenalkan gea padamu. ya siapa tau kamu bisa lebih dekat dengannya. lagian papa liat kamu tidak pernah dekat dengan wanita" tiba tiba kevin berucap tanpa basa basi. dio hanya tersenyum dan memandang ke arah gea. Gea yang tadi hanya acuh bermain ponsel seketika langsung kaget dan mengeryitkan dahinya dengan banyak pertanyaan


"boleh saja pa. lagian tidak ada salahnya berkenalan dengan wanita cantik seperti dia" kata dio dengan lembut dan tetap dengan memandang gea. namun tidak dengan gea. gea benar benar menaruh wajah tidak suka.


"bagaimana kalau minggu depan kalian ke rumah kami. kabetulan minggu depan gea berulang tahun. kita mengadakan pesta kecil kecilan di rumah" ucap pak herry. gea langsung kaget dan hanya bergumam lirih.


"boleh juga pak. dengan senang hati kami akan datang ".ucap kevin


keluarga pak Herry berpamitan untuk pulang. dan bu Novi memberikan oleh oleh pada mama rega. dan juga gea.herry meyalakan mesin mobilnya dan pergi dari halaman rumah kevin.


"maksut ayah apa, mengenalkan gea pada anak teman ayah tadi" tiba tiba gea memulai pembicaraan di dalam mobil.


"apa jangan jangan ayah mau menjodohkan gea dengannya. Ihya yah" imbuh gea lagi.


"Ihya. ayah memang mau menjodohkan kamu dengannya. dan hari ini ayah ingin mengenalkanku padanya " jawab gea.


"tidak. gea tidak mau, gea tidak menyukainya.kenapa mama tidak beri tau gea. pasti mama sudah tau kan sebelumnya Ihya kan ma " ketus gea


"ini semua kemauan ayahmu sayang. dan ini yang terbaik buatmu" jawab mama rega.


"gea sudah dewasa gea sudah menentukan pilihan yang terbaik buat gea sendiri. tidak perlu di jodohkan pah. gea tidak mau" ucap gea dengan marahnya.


"apa kamu tadi tidak dengar ayah berkata apa. ayah hanya memperkenalkanmu saja. dan ayah tidak berkata ingin menjodohkan kamu." ucap ayah Herry dengan tegas. seketika itu gea diam dan tidak ada pembicaraan sama sekali.mobil yang di kendarai ayah Herry audah sampai di halaman rumahnya. gea langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk rumah menuju kamar miliknya. sedangkan ayah Herry dan juga mama rega menuju ruang makan untuk makan siang.

__ADS_1


gea langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur miliknya. dengan bergerutu kesal gea langsung mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam tas. gea mencari nomor Bram lalu menelponnya


"Ihya hallo sayang. ada apa" Bram


"gak ada. cuma lagi badmood saja. maaf sayang tadi aku pulang gak pamit kamu" gea


"Ihya gak papa. oh Ihya sayang. bisa gak aku pinjem uangmu. buat benerin motor." ucap Bram


"memangnya kenapa motormu sayang. dan butuh berapa" gea.


"aku pinjem 2juta saja ya sayang. nanti kalau aku udah ada uang aku ganti deh" Bram


"Ihya habis ini aku transfer.nanti malem ketemu di tempat biasa ya sayang." gea


"makasih sayang.ok sayang"


setelah mengakhiri telpon itu.gea langsung mentransfer uang melalui m-banking dari ponselnya.Bram memang bisa di bilang lelaki licik. dia sudah sering kali meminjam uang pada gea. namun tidak pernah dia kembalikan. entahlah kenapa gea bisa begitu Royal kepada Bram. padahal dia lelaki yang tidak baik untuk gea. setelah gea menelpon Bram ia langsung keluar kamar dan menuju ruang makan. ia bermaksud untuk makan siang. namun ayah Herry dan juga mama gea sudah tidak terlihat di sana.


gea melihat paper bag berwarna merah yang diletakkan di atas meja makan. paper bag itu adalah pemberian dari bu Novi. gea langsung membuka paper bag itu dan mengeluarkan barang yang ada di dalamnya


"dress" kata gea lirih sembari memegang lebar dres tersebut


"bukankan ini oleh oleh dari bu Novi tadi, sepertinya dres ini buatku. kalau buat mama gak mungkin, size-nya saja M. " batin gea dengan penuh pertanyaan. lalu gea meletakkan dres tersebut di posisi semula. geapun melanjutkan keinginannya untuk makan siang.


***


prov dio


dio sandiga adalah putra kedua dari kevin dan juga bu Novi. dio memiliki kakak perempuan. dia tinggal di Turki dengan suaminya. kevin dan bu Novi juga tinggal di Turki karena perusahaan mereka berada di sana.mereka setiap 6bulan sekali menyempatkan waktu berkunjung untuk sekedar melihat keadaan anaknya itu. sedangkan dio, dia lebih memilih tinggal di surabaya menepati rumah sendirian.


siang itu dio berada di garden cafe yang ada di pusat kota. dio bersama temannya menikmati makan siang di cafe tersebut. dio dan temannya memesan 2porsi makan dan juga minuman.


"bagaimana kabar ayam dan ibumu. " ucap rian teman dio.


"baik" jawab dio singkat.


"bagaimana kondisi istrimu," imbuh dio


"ya begitulah, manja sekali semenjak dia hamil. minta ini itu,dan semuanya harus dituruti." jawab rian, tak lama pelayan datang membawakan pesanan mereka berdua. dan menaruh pesanan itu di atas meja, kemudian berlalu pergi.


"itu mungkin saja bawaan dari bayinya. sudahlah turuti saja apa maunya" ucap dio santai dengan menikmati hidangan yang ia pesan.

__ADS_1


"santai sekali kau bicara.lalu kau kapan akan kenalkan kekasihmu padaku, aku saja sudah hampir punya anak.tapi kau kekasih saja tidak punya" ucap rian dengan ketusnya.dan hanya ditanggapi senyuman oleh dio.


terlihat ada seorang lelaki dengan menggandeng wanita ,menuju kursi yang ada di samping dio dan menghampiri 2pemuda yang sudah sedari tadi duduk di tempat itu.lelaki itu tak lain adalah bram


__ADS_2