
gea yang dipenuhi emosi, melangkahkan kakinya dengan cepat menuju mobil miliknya.gea langsung menyalakan mesin mobil itu. menginjak gas mobil dengan sangat kencang.gea nangis senggukan dengan tetap fokus mengendarai mobilnya. sesekali dia menyeka air mata yang mengalir deras di pipinya. bagaimana bisa lelaki yang ia bangga banggakan, kini telah mengkhianatinya. membuat Gea benar benar hancur, setelah apa yang ia berikan selama ini pada Bram. namun ternyata dia mengkhianatinya.
Gea menghentikan mobilnya di sebuah bar yang ada di pusat kota jakarta. Gea dengan perasaan yang sangat kacau, dan dengan mata yang sedikit sembab akibat menangis, mencoba melangkahkan kakinya menuju bar tersebut. Gea masuk dan memesan beberapa botol anggur dan bir. Gea mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di dalam bar tersebut.
tak lama pelayan datang dengan membawa pesanan yang gea pesan.dengan frustasi,gea menuangkan anggur tersebut di dalam gelas kaca. seketika Gea meneguk habis anggur yang dia tuang dalam gelas itu. Gea mengulang berkali kali. menghabiskan beberapa botol alkohol. hingga dia mabuk akibat pengaruh alkohol yang terlalu banyak ia minum.
"kamu sungguh breng**k,aku sangat membencimu.gea berkata pada gelas yang berisi anggur ditangannya.dan kemudian meneguk anggur yang ada di gelas tersebut.
terdengar dering ponsel di dalam tas miliknya. seketika gea merogoh tas dan mengambil ponselnya tanpa melihat panggilan dari siapa yang ia terima.
"dasar breng*sek.kenapa kau masih menghubungiku" kata Gea dengan sedikit tak sadar akan pengaruh alkohol.
"Gea.kau kenapa, ini aku melda" jawab melda
"dasar kau wanita murahan, tidak tau diri" jawab Gea dengan tak bisa mengendalikan dirinya.
"Gea apa kau mabuk. sekarang kau ada di mana" ucap melda
"hahaha.aku melihat begitu banyak botol. dan aku ingin memukulkan ini pada kepalamu. kau tau. aku sangat membencimu" jawaban Gea semakin melantur tidak jelas
"kau terlalu banyak minum. cepat katakan kau di mana" melda semakin mengeraskan suaranya
tiba tiba terdengar lelaki yang memanggil Gea. lelaki itu tepat berada di samping Gea
"Gea.aku ada di sini" sahut Davin sembari menatap Gea dan melihat seisi meja Gea. Gea yang masih dalam panggilan telpon dengan melda langsung menatap ke arah suara itu. sedangkan melda hanya mendengar suara lelaki itu dari dalam ponsel
"kau mabuk." kata Davin lirih dengan sedikit mengernyitkan dahinya dan memegang bahu Gea
"aku hanya meminum sedikit bir. jawab Gea dengan lemas dan seketika menjatuhkan kepalanya di atas meja
" Gea Gea. kau dimana. kata melda lagi. Davin yang melihat panggilan ponsel yang masih terhubung seketika mengambilnya.
"halo, -
" , cepat beri tahu aku dimana Gea. jangan sampai kau mencoba melukainya. "ucap Gea dengan khawatir.
" dia sedang berada di house of bar"jawab Davin
"aku akan kesana. ingat jangan sampai kau macam macam".jawab melda dan langsung mengakhiri panggilan telpon.
__ADS_1
Davin melihat gea yang tak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol mencoba membangunkannya, namun tetap saja Gea tak bergeming. Davin adalah lelaki yang menyukai gea dari dulu. namun Davin tidak bisa mendapatkan hati Gea.davin waktu itu tidak sengaja melihat Gea berada di tempat yang sama. dan Davin yang baru saja masuk dari bar tersebut melihat Gea sedang mabuk. lalu ia menghampirinya.
tak lama melda pun datang dan langsung mencari dimana Gea berada. melda menghampiri Gea dan juga davin yang ada di salah satu meja bar tersebut.
" kenapa Gea bisa seperti ini"ucap melda sembari memegang wajah Gea,
"aku tidak tau. tadi --
" Davin"kata melda yang langsung memotong pembicaraan itu. dan melihat lelaki yang bersama gea adalah Davin.
"ayo cepat kita bawa gea pulang saja" ucap davin,yang langsung membopong tubuh Gea bermaksud membawanya ke dalam mobil. dan melda mengikutinya dari belakang dengan membawa ponsel serta tas milik sahabatnya tersebut.
"kenapa bisa seperti ini" ucap melda lirih
"mana mobilnya" kata Davin sembari memandang ke arah melda
"itu yang warna kuning " jawab melda sembari menunjuk ke arah mobil Gea dan berjalan mendekat lalu membuka pintu mobil tersebut
Davin seketika meletakkan tubuh Gea di dlm mobil dan seketika di ikuti oleh melda. melda dan Gea duduk di kursi belakang. sedangkan Davin langsung menyalakan mobil milik Gea dan mengemudikan nya keluar dari halaman bar tersebut
"tunjukkan jalan ke arah rumah Gea" kata Davin
"kenapa Gea bisa seperti ini, dan kenapa juga Gea bisa bersamamu" imbuh melda dengan banyak sekali pertanyaan.
"mana aku tau. aku tadi melihatnya sudah mabuk seperti itu. lalu aku menghampirinya" jawab Davin yang masih fokus dengan kemudi nya dan sesekali melihat Gea dari kaca mobil itu.
"kau tidak macam macam dengannya kan" ucap melda dengan selidik
"macam macam bagaimana! aku bukan seperti pria yang kau pikirkan" jawab Davin
namun tak ada jawaban dari melda.
"apa jangan jangan dia ada masalah dengan kekasihnya" Davin berkata.
"tidak mungkin. dia tadi pagi baru saja bertemu denganku, dia ingin mengajak Bram untuk dikenalkan dengan ayahnya. karena Gea tidak ingin di menikah dengan pilihan ayahnya" kata melda dengan mengatakan yang sebenarnya. melda langsung menutup mulutnya karena dia tau bahwa dia keceplosan akan hal itu.
"apa??? Gea akan menikah. " kata Davin dengan kecewa.
"berhenti di sini saja" kata melda dengan mendadak. seketika Davin menginjak rem mobilnya dan berhenti tepat di depan rumah melda.davin keluar dari mobil. mengangkat kembali tubuh Gea yang masih dalam pengaruh alkohol. sedangkan melda langsung membuka pintu rumahnya dan meminta Davin meletakkan Gea di dalam kamarnya
__ADS_1
"trimakasih sudah mengantarkan kami pulang" kata melda. Davin hanya menganggukkan kepalanya
"apa benar --
" pulanglah biar Gea disini dulu.aku tidak bisa mengantarmu. pesanlah taksi online saja"ucap melda
"seketika melda langsung menutup pintunya. yang saat itu masih ada Davin di luar rumahnya..davin mengerti akan sifat melda yang dia lakukan padanya.
sedangkan Gea masih blom sadar akan pengaruh alkoholnya. melda mengganti semua baju yang melekat pada tubuh sahabatnya itu, dengan baju yang melda miliki. karena baju Gea begitu berbau alkohol
" mungkin memang Gea memiliki masalah. tapi masalah dengan siapa. lalu kenapa dia sampai seperti ini. dan ini sama sekali bukan sifat dia. biasanya gea kalau ada masalah marah marah tidak jelas. "gumam melda dalam hati dengan begitu banyak pertanyaan yang ada di pikirannya
" ah sudahlah. nanti kalau dia sudah sadar, aku akan mencoba menanyakannya. sebenarnya apa yang terjadi "kata melda lirih sembari menatap gea yang berbaring di ranjang tempat tidurnya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
. ayo dong kasih like dan komentarmu. biar aku semangat nulisnya