Wanita Egois

Wanita Egois
sok pahlawan


__ADS_3

terlihat di sana Gea dan juga dio sudah berada di dalam ruang penyimpanan gaun. Gea hanya bisa diam dan memasang muka tak suka akan apa yang dilakukan dio itu.


"tuan ini bajunya" ucap amel sembari memberikan baju itu pada dio.dan dio seketika mengambil baju itu


"cobalah ini. kata dio pada Gea sembari menyodorkan baju itu. Gea hanya menatap tak suka pada dio


" itu desain terbaru dari kami. dan itu sangatlah banyak sekali peminatnya. namum tuan dio yang memesan pertama kali. butik kami hanya membuat satu model gaun itu saja"ucap nona amel


"cepat cobalah ini" kata dio lagi.


"Ihya Ihya akan aku coba" kata Gea dengan menarik kasar gaun yang ada di tangan dio dan langsung bergegas pergi ke ruang ganti.


beberapa menit kemudian Gea keluar dengan menggunakan gaun berwarna putih dengan desain yang begitu mewah.


"wah.kau sangat cantik sekali nona .tuan dio memang tak salah pilih " kata amel sembari memutar tubuh Gea.


"sungguh menyebalkan sekali. memesan gaun tanpa memberitahuku terlebih dahulu" gumam Gea dlam hati.


"sepertinya tidak ada yang perlu di perbaiki. semuanya sudah pas. " ujar amel lagi.


Gio tak henti hentinya memandang Gea yang masih mengenakan gaun itu. dan sedikit menyunggingkan senyuman di bibirnya.


"sudah kan. aku mau mengganti baju. aku sungguh tidak nyaman " kata Gea.


"cepatlah.aku akan menunggu di depan " Jawab dio.


dio dan amel bergegas menuju ruang depan.. sedangkan Gea masih sibuk melepas gaun yang ia coba itu. dan dio membayar biaya gaun yang ia pesan pada amel.


"pak dio sangat pintar sekali mencari calon istri. di sangatlah cantik. " puji nona amel


"trimakasih nona."


terlihat Gea dan pegawai butik berjalan menghampiri dio dan amel. pegawai itu membawa gaun yang sempat Gea coba. memberikan gaun itu pada amel dan membungkusnya.


"trimakasih pak dio. nona sudah mempercayakan gaun pernikahan di butik kami" kata nona amel.


"Ihya.baiklah kami pamit dulu. " kata dio.


dio dan amel keluar dari butik. dan mereka menuju mobilnya. gea tetap memasang muka tak suka.


"kau terlihat jelek jika seperti itu, kata dio. seketika Gea langsung menoleh ke arah dio.


" Ihya memang aku jelek. trus kenapa kau mau menikahiku. "kata Gea dengan keras. lalu bergegas masuk ke dalam mobil dan di ikuti oleh dio.


" jangan marah seperti itu. nanti cepat tua"kata dio meledek


"sudah diam. cepat antar aku pulang. banyak bicara saja kau ini" ketus Gea.


seketika dio langsung menyalakan mobilnya dan bergegas mengantar Gea pulang.


"acara kita akan dilakukan 5hari lagi. semua sudah di urus oleh wesiing organizer. "

__ADS_1


"terserah.aku tidak mau tau" jawab Gea.


"apa kau masih mencintai si brengsek itu setelah kau tau apa yang telah dia lakukan padamu" ucap dio


"maksudmu Bram"


"heem" jawab dio


"sudahlah kau tidak perlu ikut campur urusanku" jawab Gea.


"tapi ingat. sekali dia mengganggumu atau melukaimu lagi. dia akan berurusan denganku" kata dio


"sok pahlawan lo" kata Gea sinis.


tak lama mobil dio tiba di halaman rumah Gea. seketika mereka ber2 turun dan masuk ke dalam rumah milih Herry.


cek lek.


BI Yati membuka pintu saat terdengar suara dari luar rumah


"nona Gea. nona Gea sudah pulang? " rantau bisa Yati. namun Gea tk menjawabnya. dan langsung masuk bgtu saja


"tuan silahkan masuk" pinta bi yati pada dio


"gk usah bi.saya ada kerjaan hari ini. ini tolong bawa ke kamar Gea" kata dio sembari memberikan paper bag berisi gaun pada bi yati.


"nanti salam saja pada tante sama om herry" kata dio.


dio lngsung pergi begitu saja sedangkan Gea ada di kamarnya. merebahkan tubuhnya dan menenangkan pikirannya yang sangat kacau hari itu.


"nona Gea. maaf ini barangnya di taruh dimana" kata bi yati di depan pintu kmar Gea. yang saat itu tidak ditutup


"taruh saja di atas meja bi. kata Gea dengan masih menutup matanya.


" mama kemana bi. kok aku gk liat"


"tadi katanya mau memesan catring buat acara nona" jawab bi yati


"semuanya sungguh menyebalkan" kata Gea lirih.


***


di rumah sakit.


dio sudah ada di ruang praktek miliknya. terlihat juga Elly ada di sana. mencatat nama pasien dan penyakit yang di derita. sedangkan dio memeriksa dan memberi obat setiap pasien yang berobat. hari itu antrian sangatlah ramai. dio adalah dokter umum di rumah sakit itu. jadi tak heran nama dia di kenal oleh para pasiennya.


"jangan lupa obatnya di minum sampai habis ya pak" ujar dio sambil memberikan resep obat.


"baik pak. trimakasih" kata pasien itu


"semoga lekas sembuh" kata Elly.

__ADS_1


"el apa kamu sudah bertemu dengan Jefry.? tanya dio.


" belum pak. dia hari ini dinas malam hari"jawab Elly


"baiklah besok kita makan malam bersama. dan aku akan mengajak Jefry juga. sepertinya dia besok libur" ujar Gio.


"apa bapak ingin membicarakan masalah liburan, tidak usah repot repot pak. kalau Jefry tidak bisa tidak apa apa. " ucap Elly


"ada hal penting juga yang ingin aku bicarakan" kata dio.


"baiklah pak.


jam kerja mereka telah usai. Elly dan dio bersiap untuk bergegas pulang. saat dio sudah ada di dlam mobilnya. dio tidak sengaja melihat Bram membawa wanitanya masuk ke dalam RS tersebut.


" ada apa lelaki brengsek itu kemari.dia masih tetap dengan wanita yang aku temui saat di toko bunga. gumam dio lirih.


dio langsung melanjutkan niatnya untuk pulang.namun saat ia sedang mengendarai mobilnya tiba tiba dio tidak sengaja menabrak sebuah motor yang akan menyebrang.


bruuaaak


motor itu seketika terguling dan dio langsung turun dari mobilnya. memastikan apakah korbannya terluka parah atau tidak


"astaga apakah anda terluka parah" tanya dio


"ah tidak apa apa. hanya luka sedikit" jawab lelaki itu. dan seketika dio dan lelaki itu saling menatap. begitu kagetnya saat yang ia lihat adalah teman dio saat di Turki


"David.dio"


kata mereka berdua saat melihat satu sama lain.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


sebenarnya aku gak hobi banget nulis. cuma karena aku terinspirasi dari cerita teman. maka aku novelin

__ADS_1


ayo donk kasih like dan komen. biar aku semangat nulisnya. pliiis


__ADS_2