Wanita Egois

Wanita Egois
melamaar


__ADS_3

"kita duduk di sebelah sana". ucap dio sembari menunjuk meja yang ia inginkan dan berjalan menuju meja tersebut


"baiklah" jawab rian dan membuntuti dio dari belakang. mereka berdua mendudukkan tubuhnya dan hanya berjarak 1meja dari meja Gea dan juga Bram.


"kau ingin makan apa. " ucap riansembari membolak balikkan daftar menu makanan yang ada di atas meja itu


"terserah kau saja" jawabnya singkat sembari terus menatap ke arah Gea dan juga Bram yang terlihat begitu mesra.


"jadi benar dugaanku. lelaki itu adalah kekasih Gea" gumam dio dlam hati


rian memanggil pelayan dan memesan makan dan juga minuman. lalu rian menatap ke arah dio yang sembari tadi memfokuskan pandangannya pada tempat lain. rian pun mengikuti arah mata dio, sebenarnya apa yang dio lihat.


"apa kau sedang memandang mereka berdua berpacaran" tiba tiba suara rian mengagetkan dio.


"hah. tidak, ada ada saja kamu ini" kata dio santai


"tapi kau memandangnya dengan serius, apa jangan jangan kau ingin seperti itu!? hahahaha. cepatlah kau mencari kekasih, ingat umurmu sudah tua. " kata rian dengan perkataan yang meledek


"sudahlah diamlah, " jawab rian


"bukannya tadi kau membeli cincin. cincin untuk siapa? kau saja kekasih belum punya.tapi berkata untuk calon istri. aneh sekali kau ini" ujar rian. tak lama pelayan datang membawakan pesanan yang rian pesan.


"aku hanya ingin membeli saja. " jawab dio dengan memakan makan yang sudah mereka pesan. dan sesekali melihat ke arah Gea Bram dan juga melda.


terlihat Bram berpamitan untuk pulang terlebih dahulu. entah ada kepentingan apa Bram meninggalkan tempat itu lebih awal. terlihat melda dan juga Gea masih di sana dengan bercanda dan menikmati makanan miliknya. sedangkan dio dan juga rian sudah selesai makan malam. rian membayar pesanan itu dan hendak mengajak dio untuk pulang. mereka berdua keluar dari cafe tersebut. tak lama Gea dan melda juga melda meninggalkan cafe tersebut..


***


sudah 1mnggu dari pertemuan dio dan juga Gea. hari itu adalah hari dimana gea berulang tahun. dan keluarga kevin akan datang berkunjung kerumah pak Herry.sedangkan Gea benar benar malas untuk acara itu karena sebenarnya Gea ingin sekali merayakan ulang tahun nya dengan Bram dan juga teman temannya


"BI. tolong taruh ini di atas meja makan. dan jangan lupa siapkan jus jeruk ya bi" perintah rega pada bi Yati sembari memberikan nampan berisi masakan pada pembantunya


"baik bu,." jawab bi Yati.


"oh Ihya bi tolong panggilkan nona Gea suruh segera kemari. " pintanya lagi.bi yatipun segera pergi ke kamar nona Gea untuk memanggilnya


tok tok tok.


"nona Gea. semua sudah siap. ibu menyuruh nona segera keluar" kata BI Yati dari luar pintu


ceklek


pintu itu terbuka dan terlihat Gea memakai dres berwarna maroon yang begitu elegan. dengan rambut tergerai panjang dan sedikit polesan make up di wajahnya. menambah kecantikan di malam itu.


"Ihya BI, aku tau" jawab Gea jutek dan bergegas berjalan menuju ruang tengah


"non. hari ini nona terlihat cantik sekali" ujar BI Yati. yang berjalan di belakang nona gea

__ADS_1


"memang aku cantik dari dulu bi"jawab Gea dengan ketus


Gea seketika mendudukkan tubuhnya di kursi makan yang disana sudah tertata banyak begitu makanan yang memang sengaja di siapkan rega dan juga bisa Yati. untuk apeata perayaan ulang tahun Gea.dan terlihat 1 tart di tengah sana


"wah anak mama cantik sekali hari ini " ucap mama rega dengan menarik tangan Gea, Gea pun berdiri dari posisi duduknya. mama rega memutar badan Gea melihat anaknya begitu cantik dangan balutan dres berwana Maron yang di berikan bu Novi padanya


"jangan cemberut seperti itu donk sayank. bukankah hari ini hari ulang tahunmu. senyum donk. kalau cerita terus kan kelihatan jelek".ucap rega sambil memegang pipi anaknya tersebut. gea memberikan senyum paksa pada mamanya.


"dimana ayah" kata gea


"ayah di depan menunggu pak kevin datang, jawab rega.


tak selang lama terlihat mobil milik kevin sudah berada di halaman rumah Herry. terlihat kevin. dio dan juga Novi keluar dari mobil tersebut.mereka langsung menghampiri pak Herry yang sudah menunggu di dalam.


"maaf Pak Herry menunggu lama. ucap kevin.


"tidak kok vin ayo langsung saja ke dalam. kita makan malam" ajak Herry. mereka semua berjalan menuju meja makan yang disana sudah ada gea dan juga rega. mereka semua mendudukkan tubuhnya dan menikmati makan malam itu.


"cantik sekali" gumam dio dalam hati dengan menatap ke arah gea. namun dio hanya sesekali saja menatap ke arah gea. dia takut gea tidak nyaman.


"keren. tapi lebih tampan Bram dari pada dia" Gumam Gea. "


"kapan kamu kembali ke Turki vin" ucap Herry


"sepertinya lusa her. soalnya pabrik sudah kehabisan barang. jadi saya harus turun langsung untuk menanganinya " jawab kevin.


"semua berkat istri her. bagaimana dengan perusahaanmu" tanya kevin


"masih dalam kata stabil,oh Ihya apa dio juga ikut ke Turki" ucap Herry.


"tidak om. saya setelah lulus kuliah menetap disini sendirian, jawab dio


"wah memang anak hebat kamu dio" kata Herry.


"cari muka saja" gumam gea dalam hati.


"kapan nona gea wisuda" tanya gio dengan seketika menatap ke arah gea yang sedang menikmati makananya dan mendengarkan pembicaraan para orang orang itu.dan gea langsung menatap ke arah Gio dengan mengeryitkan dahi dengan heran. namun gea tidak menjawabnya


"gea. dio sedang bertanya denganmu" kata mama rega lirih dengan mencolek lengan anaknya tersebut


"1bulan lagi. memangnya kenapa tuan" jawab Gea dengan sedikit acuh.


"kalau begitu kita tunggu saja sampai Gea lulus kuliah" kata bu novi. Gea begitu tidak mengerti akan apa yang dikatakan bu Novi


"baiklah. nanti kita atur jadwal untuk acara selanjutnya" jawab pak Herry. sebenarnya memang betul Herry menjodohkan Gea dengan kevin. karena kevin adalah teman semasa SMA Herry. Herry ingin menjodohkan anaknya tersebut karena Herry yakin bisa merubah semua sikap Gea yang begitu keras kepala.dan dio juga merupakan anak yang cukup baik.


"sebenarnya ada apa sih ma" tanya Gea dengan penasaran.

__ADS_1


"saya ingin memberi hadiah untukmu nona" tiba tiba dio berkata. dan memberikan kotak kecil pada Gea. yang sempat ia beli di toko berlian bersama rian.


"apa ini" gumam gea. semua yang ada di situ memandang ke arah gea yang sedang membuka hadiah dari dio.


"cincin, apa maksutnya " ucap gea dengan kaget dan memegang cincin itu.


"saya ingin melamarmu nona, dan menunggumu sampai selesai kuliah" jawab dio


"jadi maksutnya ayah mau menjodohkan ku dengan dio" kata gea dengan keras. Gea menaruh cincin itu dan menutup kembali kotaknya.lalu berdiri dari duduknya.


"gea. bisakah kamu bicara yang sopan. cepat duduk" kata Herry tegas. Gea tak bisa berkata apa apa dan hanya menuruti apa kata ayahnya. karena ia tau bahwa ada tamu di hadapannya.


"untuk acara kita langsungkan setelah Gea lulus kuliah ya pak, kata kevin.


"aku gak mau." sahut Gea.


"diamlah" jawab Herry.


"Gea tidak mau ya tidak mau yah. kenapa selalu saja memaksa " kata gea dengan cepat dan berlalu pergi begitu saja. Herry menghembuskan nafas berat. malu akan sikap anaknya yang begitu tidak sopan


"maafkan sikap anak saya bu" kata rega.


"tidak apa apa tante. saya yakin Gea pasti bisa berubah. biarkan Gea memikirkan dulu keputusan nya" tiba tiba dio menjawab.


mereka semua melanjutkan makan malam tanpa ada Gea di meja tersebut. sembari berbincang kecil dan membicarakan tentang perjodohan itu.


"kalaupun Gea tidak mau menerima perjodohan dan lamaran ini,tidak masalah om. mungkin Gea butuh waktu untuk memikirkannya " kata dio.


"tapi saya ingin gea menikah denganmu. om yakin kamu bisa merubah sikap keras kepala gea, dan om juga tidak mau Gea salah memilih " jawab herry


"biarkan Gea berfikir lagi. kalaupun dia tidak mau tidak masalah pak Herry. kita masih bisa tetap menjadi saudara bukan. " kata kevin


"aku yakin Gea. kamu pasti akan menjadi teman hidupku" Gumam dio dalam hati


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like vote dan tinggalkan komentarmu.


__ADS_2