
***
hari itu dio masih berbaring diatas tempat tidur. tak seperti biasanya dia merasa lelah dan masih merasakan sakit akibat perkelahian kemarin. cahaya matahari sudah mulai menembus kamar dio melalui celah cendela kamarnya. namun dio masih tetap memejamkan matanya. terdengar dering ponsel milik dio berdering di atas meja kecil yang tak jauh dari kasurnya itu. dio meraih ponsel itu. menggeser icon warna hijau dengan sedikit membuka matanya
"Ihya halo. dengan dio. ada yang--
" bagaimana keadaanmu nak, apakah lebammu sudah sedikit membaik"ucap Novi di sambungan telpon.
"sepertinya sudah ma. apa mama sudah sampai" jawab dio tanpa mengubah posisinya.
"sudah nak, jangan lupa di obati biar cepat sembuh" ucap Novi. dan hanya di ihyakan oleh anaknya tersebut. lalu mereka berdua mengakhiri panggilan telponnya.
hari itu dio mendapat jadwal kerja di sore hari. namun karena keadaan yang tidak memungkinkan dio meminta ijin pada kantor untuk tidak masuk di hari itu. dio beranjak dari tempat tidurnya ia bergegas mandi dan membuat kopi di dapur. terdengar ketukan pintu dari luar rumah dio. dio yang sedang menikmati kopi langsung terfokus dengan asal suara itu.
"siapa yang bertamu pagi pagi seperti ini" gumam Gio. karena waktu itu jam masih menunjukkan pukul 07.00pm
dio segera membuka pintunya dan terlihat Elly sedang berdiri di balik pintu rumah dio. dengan membawa 2kantong plastik berisi roti dan sarapan pagi
"pak dio, kenapa muka pak dio lebam seperti itu" ucap Elly yang kaget saat melihat dio membuka pintunya.
"hanya luka kecil saja. ada apa kamu pagi pagi kemari" tanya dio.
"ini aku bawakan roti dan sarapan pagi, kebetulan tadi aku ke market jadi sekalian mampir kesini " kata Elly dengan mengangkat 2kantong plastik yang di bawanya. dulu Elly sering bertamu saat bu Novi dan kevin masih di jakarta. namum semenjak mereka pindah ke Turki Elly jarang sekali berkunjung
"masuklah " pinta dio dengan berjalan masuk ke dalam. dan Elly pun mengikuti saja perintah dio.
"apa pak dio sudah sarapan" kata Elly sembari menaruh bungkusan yang ia bawa di atas meja makan
"belum, el bisakah kamu mengobati luka saya ini terlebih dahulu " pinta dio yang duduk di kursi makan itu.
"bisa pak. dimana kotak obatnya" tanya Elly seketika melihat di sekitar ruangan itu.
"di ruang tengah. di dalam kotak obat yang ada di dinding" jawab dio seketika Elly bergegas mencari obat yang ia perlukan
Elly kembali dengan membawa beberapa obat dan plaster. dia langsung mengobati luka yang ada di samping bibir dio. sedikit canggung Elly mengobatinya karena baru kali itu Elly bisa menyentuh langsung wajah orang yang selama ini dia suka.
"kenapa bisa sampai seperti ini pak" tanya Elly dengan menempelkan plaster di area yang terluka dan sudah diberi obat
"hanya masalah kecil saja dengan seseorang"ucap dio lalu beranjak dari duduknya dan menyiapkan makanan yang sempat dibawa Elly. menghidangkan 2piring di atas meja makan itu.
" ayo kita sarapan dulu"pinta dio
__ADS_1
"tapi pak.-
" tidak papa sekalian temani say sarapan. "pinta dio. elly hanya mengangukkan kepalanya saja. Elly memang wanita yang baik,berbeda dengan gea. namum dio tidak memiliki ketertarikan pada elly.
" el, sepertinya mnggu depan saya tidak bisa menemanimu untuk liburan. "ucap dio sembari memakan makannya.
" lha memang kenapa"kata Elly dengan sedikit kecewa.
"ada urusan yang tidak bisa saya tinggalkan. jadi aku tidak bisa ikut. " jawab dio
"coba kamu ajak jefri. mungkin dia bisa menemani" imbuh dio
"oh Ihya pak tidak apa apa. nanti saya coba bicara dengan jefri.apa pak dio nanti akan kerja. " tanya Elly
"hari ini saya minta untuk tidak masuk kerja dulu"kata dio.
mereka melanjutkan makan dan Elly berpamitan untuk pulang. sedangkan dio melakukan panggilan telpon dengan rian. entah apa yang mereka bicarakan hingga tak lepas akan berbincang melalui sambungan telpon itu.
***
gea sudah berada di depan kontrakan Bram. namum gea tidak memarkirkan mobilnya masuk kedalam halaman rumah Bram. karena terlihat ada mobil terparkir di sana. gea turun dan berjalan mendekat ke arah kontrakan itu.
gea masuk dalam kontrakan rumah Bram. kebetulan pintu itu tertutup namum tidak rapat jadi gea masuk dengan mudahnya
tidak terlihat siapa pun di dalam sana. gea masih mencari dimana Bram berada. namum Gea tidak mengeluarkan suaranya untuk memanggil kekasihnya tersebut.
Gea mendengar suara yang terdapat di dalam kamar milik Bram..gea lebih berjalan mendekat dan mendengarkan dengan seksama.gea berhenti tepat di depan pintu kamar Bram.
"ah ah ah.jangan terlalu cepat sayang" kata seorang perempuan di balik kamar Bram.
"aah.ahh.ahh." terdengar lagi lenguhan wanita di dalam sana.
gea seketika membungkam mulutnya yang langsung melongo dan matanya berkaca kaca. Gea menahan dengan sekuat tenaga agar air matanya tidak terjatuh di sana.
Gea mengatur nafas dalam dalam dan langsung membuka pintu itu dengan keras. pintu itu terbuka dengan lebar. betapa kagetnya bram melihat Gea datang di saat Bram sedang bercinta dengan wanita lain.
"dasar lelaki breng**sek, jadi seperti ini yang kau lakukan di belakangku. ucap Gea dengan emosi
Bram seketika langsung memakai celana yang ia buang sembarangan. sedangkan wanita itu langsung membalut tubuhnya dengan selimut yang ada di sampingnya
" dengarkan aku dulu Gea"jawab Bram.
__ADS_1
"apa yang perlu di dengarkan. jelas jelas aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kau sedang bercinta dengannya., apa kau pikir aku buta" imbuh Gea dengan mengeraskan nada suaranya dan dengan meneteskan air mata
"dia yang menggodaku" kata Bram menjelaskan
"apa kau bilang. jelas jelas kau yang memacari ku dan mengajakku untuk melakukannya" bela wanita itu.
"diaaaam, apa kau wanita yang di ajaknya saat membeli bunga kemarin" tanya Gea sembari mengingat apa yang di katakan dio dan menunjuk ke arah bram
"ih Ihya benar" jawab wanita itu dengan menundukkan kepalanya
"ohh jadi benar. kau kemarin membeli bunga dengan wanita murahan ini dan kemudian menemuiku, dasar lelaki brengsek. " kata Gea dengan emosi
"Gea dengarkan dulu. aku minta maaf. aku sangat mencintaimu " kata Bram dengan memegang bahu Gea. dan perempuan itu langsung menatap tajam ke arah Bram. Gea langsung menangkis tangan Bram dengan kasar dan menjauhkan tubuhnya
"apa yang kau bilang. minta maaf. sungguh biadab sekali. setelah apa yang kau lakukan kau masih sempat meminta maaf dan berkata bahwa kau mencintaiku. sungguh lelaki tidak tau diri kau ini" ucap Gea dengan marahnya
"dan kau wanita murahan. aku sangat berterima kasih kepadamu. karena kau sudah membantuku bahwa dia bukan lelaki yang baik untukku. aku ber ikhlas hati memberikan dia padamu." kata Gea sembari menunjuk Bram dengan jarinya. wanita itu hanya diam seribu bahasa dan menangis.
"Gea maafkan aku.aku khilaf" ucap Bram dengan mendekati Gea dan memegang tangan Gea
"lepaskan. jangan menyentuhku dengan tangan kotormu itu. dan mulai saat ini kita sudah tidak ada hubungan lagi. aku sangat muak melihatmu. dasar lelaki baji**ng.kata Gea dengan kesal dan pergi begitu saja dari tempat itu. .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa vote. like dan tinggalkan komentarmu
__ADS_1