
dio dan juga gea berada dalam mobil. dio mengendarai mobil itu menuju rumahnya. mereka berdua tak bersuara sama sekali. hanya terdengar mesin mobil yang menyala. sesekali dio melirik ke arah gea yang memasang muka tak suka dan melamun. tak lma. mobil dio berhenti tepat di halaman rumahnya. dio kluar dari mobil begitupun dengan gea. mereka berdua berjalan memasuki rumah itu.
gea mendudukkan tubuhnya di kursi sofa ruang tengan. menyenderkan kepalanya di kursi itu dan memejamkan matanya.
"tunggulah sebentar. aku akan siapkan kamar untukmu" kata dio dengan berjalan menuju kamar miliknya itu.
"hemb" jawab gea singkat.
"dio mengganti seprai kasur dan merapikan tempat tidur itu. menyipkan selimut serta menyalakan AC ruangan. setelah dirasa semua sudah siap dio keluar untuk memanggil gea. tapi gea tidak ada di ruang tersebut. dio langsung bergegas mencarinya.
terlihat gea sedang ada di dapur. meneguk sebotol air mineral yang ada di dlam kulkas.swtelah dirasa ia sudah tidak harus. gea menutup kembali kulkas itu. membalikkan badannya dan begitu kaget saat melihat dio tak jauh dari posisinya.
" ma. maf tadi aku haus jadi aku kemari mencari minum"ujar gea.
"Ihya tidak apa apa. istirahatlah ini sudah malam" ucap dio dan lalu membalikkan badannya. namum tiba tiba gea meraih tangan dio dan seketika dio menoleh ke arah gea.
"ada apa? ucap dio
" a aku ingin mengatakan sesuatu"kata gea.
"katakan saja."
gea seketika melepas pegangan tangannya dan memandang ke sembarang arah. gea begitu bingung dengan situasi saat itu. dia begitu hancur melihat Bram yang sudah mengkhianatinya. namun gea juga bingung akan pernikahan yang akan segera berlangsung dengan dio. namun walaupun gea menolak, pernikahan itu akan tetap di laksanakan.
"untuk masalah pernikahan. aku sudah memikirkannya. dan aku tidak akan menolak" ujar gea dengan begitu berat
"baguslah kalau begitu. jadi sekarang cepat istirahatlah. ini sudah malam" kata dio dengan berlalu pergi begitu saja
gea mengikuti Bram dari belakang. dan dia masuk dalam kamar yang sudah dio siapkan. betapa kagetnya gea melihat isi kamar dio. tentara rapi dengan desain yang unik. banyak sekali miniatur yang ada di sebuah almari khusus di dlm kamar itu.
"dio. ini kamarmu" kata gea dengan melihat sekeliling
"Ihya.ini kamarku. tidurlah disini. biar aku tidur di luar" kta dio
"baiklah. " ucap gea.
dio menutup pintu itu. sedangkan gea langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur milik dio. gea memejamkan matanya dengan banyak sekali pikiran yang mengganggunya.
"apa keputusanku sudah benar.? memilih dio sebagai suamiku. ahh entahlah " gumam gea dengan frustasi
"sepertinya dia lebih baik dari pada bram., tapi aku tidak mencintainya. dan mau tak mau aku juga pasti tetap menikah dengannya. sungguh menyebalkan. " batin gea
diluar dio sedang membuat kopi untuk dirinya sendiri menikmati secangkir coffe dan melihat gambar gaun pengantin yang ada di layar laptop miliknya
"sepertinya ini akan bagus jika dikenakan oleh gea saat menikah nanti" ucap lirih dio.
saat dirasa coffe yang ia nikmati sudah habis. dio menutup laptopnya. lalu ia bergegas menuju kamar. untuk memastikan gea. dio membuka pintu kamar itu. berjalan masuk kedalam kamar miliknya. terlihat gea sudah tertidur pulas di tas ranjang miliknya. dio menyelimuti tubuh gea dengan selimut yang sudah ia siapakan tadi. lalu duduk si samping kasur itu sambil menatap lekat wajah gea.
__ADS_1
"aku akan menjagamu. dan tidak akan ku biarkan orang lain melukaimu lagi, aku janji tak akan menyakitimu seperti lelaki brengsek itu menyakiti perasaanmu"gumam dio dlm hati.
" seketika dio langsung mencium kening gea. menyalakan lampu tidur. lalu keluar dari kamar itu.
***
pagi itu terdengar kicauan burung bersahutan. mentari pagi menerobos jendela kamar milik dio. hingga gea mengerjapkan matanya. gea bangun dari tidurnya. beranjak berjalan ke cermin yang ada di kmr itu.
"masih cantik walaupun bangun tidur" kata gea lirih sembari membenarkan rambutnyA.
"astaga ini kan kmar dio. " gamau gea lirih sembari menatap sekeliling.
"aku harus segera mandi dan langsung pulang" gumamnya. gea langsung membersihkan tubuhnya di kmr mandi milikik dio. seusai mandi gea tetap menggunakan dress yang ia kenakan semalam. karena ia tidak membawa baju. gea keluar dari kamar itu mencari dio. dan terlihat dio ada di dapur sedang memasak makanan untuk sarapan
"kau sudah bangun. " kata dio lirih dengan sedikit memandang ke arah gea.
"kau lihatnya bagaimana jelas aku sudah bangun" kata gea sinis.
"antar aku pulang sekarang" pinta gea. dio yang sedang menaruh nasi goreng di atas piring seketika memandang ke arah gea
"makanlah dulu baru aku antar kau pulang" ucap dio dengan menaruh 2porsi nasi goreng di atas meja
"aku sudah kenyang.ayo antarkan aku pulang sekarang. " paksa gea.
dio seketika mendekati gea. lalu menarik salah satu kursi makan itu dan meminta gea untuk duduk di sana.
"aku hanya bisa memasak nasi goreng. jadi makanlah ini" kata dio sambil memberikan sepiring nasi goreng pada gea.
gea memakannya. dia memakan dengan lahap dan habis tanpa sisa. dio hanya melihat saja.
"apa seenak itu nasi goreng ku" tanya dio
"hemb.nasi goreng nyaa enak. mama dan bisa yati tak pernah buatkan aku nasi goreng " jawab gea dan lalu meneguk segelas air putih. dio hanya tersenyum melihatnya.dan terus memandangi gea
"kenapa kau memandangku seperti itu" ucap gea.
"kamu sangatlah lucu, bisakah kau menemaniku setiap hari di rumah ini" pinta dio
"apa kau bilang!? menemanimu setiap hari.! sungguh konyol. aku tidak mau
" bukankah nanti jika kita sudah menikah kau akan menemaniku setiap hari"kata dio
ge hanya terdiam tak menjawab dan langsung pergi begitu saja. "cepat antar aku pulang" kata gea dari kejauhan.
dio langsung bergegas membereskan semua piring kotor itu. lalu berjalan keluar menemui gea yang sudah menunggunya di luar.
"kenapa lama sekali
__ADS_1
"tadi mencari konci mobil" jawab dio berbohong
mereka berdua masuk dalam mobil. bermaksud mengantar gea pulang.
"aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. hanya sebentar saja. " kata dio
"aku gak mau. kau pasti akan macam macam denganku kan"? seru gea.
" macam macam dengan calon istri apa salahnya?! ledek dio sambil tersenyum
"dio ooo. awas saja kamu. aku tidak mau" kata gea dengan tetap menggerutu
"sebenarnya kau mau mengajakku kemana? ini bukan arah jalan pulang kerumahku?!" ucap gea dengan kesal
"awas saja sampai kau macam macam. aku akan mengadu sama ayahku. dan membatalkan perni--
" sudah sampai" kata dio dengan mengerim mobilnya dan memandang ke arah gea.
"queennya butik" gumam ge lirih sembari melihat neon book yang terpampang di atas bangunan itu.
"kau mengajakku ke kamari untuk apa? " tanya gea dengan penasaran. dio tak menjawab. mereka berdua turun dari mobil dan masuk kedalam butik tersebut.
"selamat pagi nyonya tuan. ada yang bisa saya bantu" ucap pegawai butik itu.
"tolong panggilkan owner toko ini. saya sudah membuat janji dengannya" pinta dio
" baik tuan silahkan tunggu sebentar"ucap pegawai itu.
terlihat disana banyak sekali gaun yang di pasang dan di gantung. butik itu termasuk butik terkenal di kota jakarta. mata gea terpana melihat betapa bagusnya gaun gaun yang terpasang di menikin itu. gea melihat lihat gaun gaun yang ad di sana. menyentuhnya dan terlihat begitu senang.
"pak dio. selamat pagi pak" ucap nona amel selalu owner di butik itu. seketika gea langsung menoleh dan berjalan menghampiri dio
"selamat pagi juga nona. bagaimana dengan baju yang sudah saya pesan tadi malam" tanya dio. gea hanya mengernyitkan dahinya mendengar perkataan itu.
"oh.ada pak sudah saya siapkan, apakah ini calon istri bapak? tanya nona amel
" Ihya ini calon istri saya,
"cantik sekali. baiklah ayo kita kedalam buat mencoba bajunya dulu" ajak nona amel. nona amel berjalan terlebih dahulu ke ruang penyimpanan gaun. sedangkan Gea menatap ke arah dio dengan begitu banyak pertanyaan.
"kau memesankan gaun untukku"?!
"hemb" ucap dio sambil menggenggam tangan Gea dan berjalan mengikuti amel
"gaun untuk apa. aku tidak membutuhkannya" kata Gea dengan terus berjalan dan seketika dio menghentikan langkahnya. melepas genggaman tangan itu. memegang bahu Gea dan menatap lekat wajah calon istrinya
"kau akan membutuhkannya. itu adalah gaun pernikahan kita" kata dio. Gea seketika membelalakkan matanya dengan lebar.
__ADS_1
"apa? gaun pernikahan? " kata Gea tak percaya.