
pagi itu bi Yati sudah menyiapkan sarapan untuk keluarga Herry. dan juga sudah membuatkan susu untuk pak Herry .tanpa banyak bicara. rega mendudukkan tubuhnya di meja makan itu. sembari menunggu suaminya. terlihat Herry mendekati meja makan dengan memegang jas kerjanya. mendudukkan tubuhnya di samping istrinya tersebut.
"apa mama sudah beritau gea mengenai percepatan pernikahan" tanya Herry
"sudah pa tadi malam. tapi gea tetap menolak dan dia tidak mau menikah dengan dio. " ucap rega
"biar ayah saja yang berbicara padanya" imbuh Herry sembari memakan makanannya
"tapi jangan dengan emosi pa" ujar rega
tak lama ,terlihat gea keluar dari kamar dan menuju meja makan ,ia hanya mengambil beberapa lembar roti tawar. tanpa menyapa pada ayah dan mamanya. dan gea langsung membalikkan badannya bermaksud untuk pergi karena ia memang ada janji dengan melda dan juga sisil.
"gea ayah ingin bicara. duduklah" kata Herry dengan nada biasa
"kalau hanya berbicara masalah pernikahan.gea tidak mau. dan gea tidak ingin menikah dengan dio" ucap gea tanpa membalikkan badannya
"pernikahanmu akan dilakukan minggu depan,.mau tidak mau akan tetap dilaksanakan" kata Herry langsung dengan nada keras.
seketika gea langsung memutar tubuhnya dan mendekat ke arah meja makan yang saat itu Herry masih berada di sana.
"aku akan membawa kekasihku kemari dan aku akan menikah dengannya. bukan dengan dio" ucap gea penuh penekanan. dan berlalu pergi begitu saja.
"baiklah bawa kemari kekasihmu.ayah ingin liat seperti apa orang yang kau banggakan itu." kata Herry dengan teriak.
gea yang begitu kesal langsung berjalan menuju mobil dan menutup pintu mobil itu dengan keras. lalu mengendari mobil itu dengan kecepatan tinggi.
sedangkan Herry masih dipenuhi dengan emosi dan rega mencoba menenangkan suaminya tersebut.
"aku ingin melihat seperti apa kekasih gea" kata Herry lirih
__ADS_1
"apa papa sudah menelpon keluarga kevin mengenai pernikahan ini" tanya rega
"sudah ma. kevin setuju dan semua di serahkan sama papa" jawab Herry. Herry pun langsung berpamitan untuk berangkat ke kantornya
*
di dalam mobil gea benar benar menggerutu dengan kesal. sesekali dia memukul setir mobilnya. gea mengambil ponsel yang ada di dalam tas yang biasa dia pakai. dan menelpon melda
"halo mel. aku sudah hampir sampai. lo di mana" ucap gea di sambungan telpon.
"gue udah di tempat ni. sama sisil juga" jawab melda.
"ya udah, 10mnit lagi gue sampai" jawab gea sembari mengakhiri panggilan telpon itu
sesampainya di twins cafe. gea turun dari mobil. masuk ke dalam cafe itu menghampiri sisil dan juga melda yang sudah menunggunya di sana. Gea memasang muka kesal akibat perdebatan dengan ayahnya. Gea langsung saja duduk di kursi kosong yang ada di sana.
"ada apa ge. kelihatannya ada masalah" tanya sisil
"gue di jodohin sama ayahku. dan ayahku memaksaku untuk menikah mnggu depan" kata gea sembari meneteskan air mata
"apa.menikah?. kok bisa. sama siapa. dan kenapa secepat itu" tanya melda dengan begitu banyak pertanyaan. namun tidak dijawab oleh gea
"lalu bagaimana keputusanmu" ucap sisil
"aku menolaknya dan aku akan mengenalkan Bram pada ayah." ungkap gea
"kamu yakin, apa ayahmu akan menyetujui jika kamu bersama Bram" imbuh sisil
"apa lelaki yang di jodohkan denganmu tampan? kata melda. seketika gea dan sisil mengalihkan pandangannya dan menatap tajam pada melda
__ADS_1
" maaf aku hanya penasaran saja. jangan melotot seperti itu" ucap melda
"setuju tidak setuju. aku akan tetap dengan pilihanku. dan aku tidak sudi jika harus menikah dengan dio" kata gea.
"dio.apa yang kau maksud itu dio sandiga. dia bekerja di RS. ***.tanya melda dengan hebohnya
" entahlah. aku tidak tau nama lengkapnya. yang kutau hanya dia bekerja di RS itu. "jawab gea dengan mengusap ingus dan air mata yang hampir mengering di wajahnya.
" memangnya kenapa mel.kamu kenal"tanya sisil
"dio itu idaman para perawat di RS tersebut. dan setauku dia itu tampan.baik serta tidak pernah memiliki pacar sampai sekarang. adik keponakan ku saja sampai tertarik padanya. " imbuh melda
"dan aku tidak tertarik sama sekali dengannya, " kata gea memotong pembicaraan itu
"tolong bantu aku menyusun rencana untuk membatalkan pernikahan ini" pinta gea.
"kenapa harus dibatalkan. beruntung sekali kamu bisa menikah dengannya. aku saja mau jika dijodohkan dengan dio" ucap melda
"meldaaa(seketika gea dan sisil berteriak secara bersamaan). melda langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"bisakah kau diam. apa kau ingin jus ini melayang di wajahmu" kata gea dengan emosi dan memegang jus jeruk ditangannya.
"bagaimana kalau kau suruh saja Bram untuk menikahimu dan bilang sama ayahmu kalau dia serius padamu. " ucap sisil
"kau kabur saja saat pesta pesta pernikahan di mulai" imbuh melda
"aku setuju dengan idemu sil. " ucap gea.
baiklah aku akan kerumah Bram dan mengajaknya menemui ayahku. ucap gea dan berdiri dari posisinya mengambil kunci mobil yang ada di atas meja lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
bagaimana puasanya teman teman. apakah lancar.
jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian. beri saran dan komentar yang mendukung. jangan lupa vote ya