
Beberapa menit kemudian es mulai mencair secara perlahan...
Experoria: "berikan aku koneksi kepada para pilot lagi!!"
Nahkoda: "baik.."
Experoria: "setelah datang apapun yang terjadi langsung saja jatuhkan bommnya ke titik yang telah ditentukan"
pilot: "baik!!"
Experoria: "semuanya mundur dari dari sini namun tetap arahkan aim meriam ke gerbang tersebut!!"
"Siap!! laksanakan!!"
Seluruh pasukan mundur baik dari pihak FFA dan Front selatan setelahnya es tersebut telah mencair sepenuhnya dan tepat setelahnya pesawat pengebom datang dan menjatuhkan bom ke gerbang selatan tadi, yahh dikarenakan bom atom tahulah yang terjadi, dengan radius sekitar berpuluh puluhan kilometer tentu saja pemandangannya berubah menjadi jamur abu abu raksasa (*note dikarenakan produksi uranium yang belum maju maka senjata sejenis bom nuklir dan bom atom belum sebesar ledakan bom yang pernah terjadi di Hiroshima ataupun Nagasaki)
__ADS_1
Experoria: "sepertinya belum berakhir justru pasukannya akan datang menggunakan kekuatan yang besar tentunya teknologi perang kita akan berhasil melawan kita namun bagi yang didarat kurasa hampir setengahnya akan mati akibat nya"
"Berhasil!!!! dengan bom sebesar itu pasti mereka sudah punah" ucap seluruh pasukan disana
Kemudian terdengar ribuan atau bahkan ratusan ribu langkah kaki terdengar dari dalam gerbang
Experoria: "berikan aku koneksi ke pada pusat"
Nahkoda: "langsung pakai saja kaisar"
Experoria: "kirimkan 500 pesawat penyerang, 80 kapal penghancur dan juga kapal berstatus 3e"
Komando: "dikonfirmasi!!"
Pusat: "kedatangan untuk pesawat penyerang sekitar 15 menit untuk kapal dan pasukan tambahan diperkirakan dibutuhkan waktu 45 menit"
__ADS_1
Experoria: "baiklah,... ... ... Semuanya maju terhadap gerbang selatan dan tahan sekuat tenaga kalian, seranglah walaupun kalian sudah tidak bisa berdiri lagi jika kalian bisa bertahan maka para penyihir akan segera menyembuhkan kalian, keselamatan dunia dan keluarga kalian ada tangan kita semua (*memutar lagu kebangsaan FFA 🗿)"
"Padang pasir yang mengerikan....berubah menjadi negara maju.... negara Agartha....Tanah air ku....Akan ku jaga tanah airku.... Meskipun raga sudah mulai membusuk...aku siap untuk membela Tanah airku... Keluarga...teman teman....orang asing...akan ku jaga mereka....Kamilah warga Agartha, warga yang siap berperang untuk tanah air!!"
kemudian terdengar suara seseorang dari mulut gerbang yang berbunyi
"akan ku bunuh kalian makhluk yang tidak pantas hidup di dunia ini!!! semuanya!!!maju!!!!, Serang!!!!!!"
Rupanya itulah musuh sebenarnya, memiliki tanduk merah,memegang senjata dan memiliki monster yang mengerikan serta dibelakang mereka ada seseorang duduk di atas kursi yang di gendong oleh para musuh, ia memiliki kulit berwarna merah, memakai jubah hitam, dan memegang pedang berwarna merah.
Experoria: "aura ini...aura yang tidak biasa, tunggu!! mana pedangku tadi?"
Flashback....
Experoria: "sial telah kulemparkan ke monster yang awal awal datang tadi ya? sepertinya aku bergantung pada tongkatnya guru *mengambil tongkat sihir milik Luminus. baiklah kalau begitu...Atas nama roh yang masih belum pergi ke alam baka...aku akan menghukum segala kekuatan yang mengancam dunia ini, baik yang berada di permukaan bumi atau di dalam bumi ini"
__ADS_1
Kemudian langit yang cerah datang serta tongkat sihirnya mulai menyerap sebuah cahaya putih, dan cahaya putih tersebut adalah roh yang masih tinggal di bumi...
Bersambung....