
Di hutan
"uhuk uhuk uhuk.. jadi api sudah selesai dibuat, aku tak tahu berapa lama lagi aku harus tinggal disini namun dengan perbekalan yang cukup kemungkinan aku bisa bertahan hidup 2-3 bulan, ya waktu yang cukup untuk membuat sebuah peternakan disini sayangnya kita tidak sedang terdampar melainkan menjalankan sebuah misi"
dia mengatakan itu di dalam kameranya, dia adalah salah 1 dari sniper handal dari musuh dari pihak Agartha namun bukankah sebagai seorang sniper hal tersebut terlarang? entahlah yang pasti sejauh ini dia belum mendapat kabar dari pusat
sampai akhirnya dia memutuskan untuk mematikan apinya dikarenakan melihat sinyal asap dari arah utara (belakang tenda si sniper ini)
"apa asap? kalau di lihat lihat jaraknya hanya setengah kilometer"
dan ya dengan cepat dia berkemas serta menyiapkan pistol serta senapannya, tak lupa sambil menyalakan kameranya, tak lama kemudian dia menemukan spot yang bagus untuk mengintai pergerakan orang yang tak di kenal tadi
dia melihat beberapa daun dari pepohonan bergerak tanpa alasan, dia pun sudah mendekatkan ibu jarinya di pelatuk senapannya namun... dari belakang ada seorang prajurit Agartha yang dengan sigap mencekik leher sniper ini namun sniper ini dengan cepat menusukkan pisaunya ke dada pencekiknya
dan ya sniper ini menggeledah seluruh peralatan yang di bawa prajurit tadi namun datang lagi 1 prajurit dengan menodongkan senjatanya ke sniper ini dan dengan cepat sniper ini menembakkan pistolnya ke prajurit tersebut dan menggeledah tubuhnya
beruntung bagi sniper ini karena memiliki peredam suara di pistolnya
"hey suara apa disitu"
__ADS_1
setelah mendengar suara tersebut sniper tadi langsung lari menuju lebih dalam ke hutan sayangnya langkah kakinya terdengar jelas dan ya prajurit Agartha langsung melumpuhkan sniper tadi dengan tembakan di kaki
sniper: "ohhh sial..."
"eksekusi dia sekarang!!!"
*duar
Di Agartha..
Erwin: "hei kau... siapa namamu?" *sambil memegang pistolnya
Raider: "Raider"
Erwin mendekati raider dan menembakkan pistol nya tepat di samping kepala Raider
"Katakan yang sebenarnya!!!"
Raider hanya diam sambil menutupi telinganya dan terjatuh. Beberapa menit berlalu dan acara televisi tersebut menjadi hening. Dan erwin segera pergi kembali ke kursi nya dan bertanya lagi kepada Raider
__ADS_1
"apa yang akan kalian lakukan setelah mencapai dunia di atas kalian?"
Namun di samudra Pasifik
kapten kapal:"Puluhan benda laut terdeteksi!!"
"apa? tidak ada kapal musuh di depan sana!! jalankan kembali kapalnya!"
kapten kapal: "Hei radar tak pernah berbohong bahkan aku juga merasakan ada hal yang aneh tepatnya di gunung es tersebut, lihat buih air nya, itu sangat abnormal serta bagaikan dengan kondisi bawah air?"
"tidak ada informasi dari U boat namun radar mereka juga mendeteksinya hal yang aneh, seluruh torpedo sudah di siagakan.."
Kapten kapal: "kau bodoh!!! siagakan seluruh misil dan meriam, ada yang tidak beres disini"
"sudah siaga dari tadi, apakah mereka tak memberitahumu?"
kapten kapal: "berarti itu masalahnya... mereka menyerang sinyal komunikasi kita.. kemungkinan kondisi bawah air sekarang sedang bertempur oleh karena itu tembaki gunung es tadi"
"baik!!"
__ADS_1
dan ya gunung es yang di tunjuk kapten kapal tadi adalah sebuah aircraft carier... puluhan pesawat di terbangkan dan menjatuhkan puluhan bom ke kapal agartha yang ditujukan ke Amerika Utara
bersambung