War Of Two Worlds

War Of Two Worlds
Chapter 71 (Not Yet)


__ADS_3

Atlantik


Kapten: "tidak ada peluang untuk bertahan hidup disini, jadi berjuang lah mati matian dan berdoa supaya kita diberikan keselamatan olehNya"


"apa maksud anda kapten!!kita tak boleh berhenti disini, perintah kita adalah mendarat dengan selamat di Amerika"


Kapten: "aku tahu namun dengan komunikasi yang terputus bagaimana kita bisa mengatur strategi?!!, aku sudah memiliki strategi untuk menenggelamkan kapal es tersebut namun kondisi tak memungkinkan"


"Oleh karena itu di militer kita dilatih untuk mandiri"


Kapten: "kau benar... kalau begitu putari gunung es tersebut dan kita akan berhadapan secara langsung dengan Aircraft carier mereka dan disaat itulah kita melelehkan esnya"


"mesin kapal rusak parah,6 lubang membuat kapal bocor dan kurang lebih 5 marinir merenggang nyawa"


Kapten: "apa tidak ada pasukan di Agartha disini?"


"tidak hanya ada Marinekrieg disini"


Kapten: "apa yang dipikirkan Guderian.. kalau begitu tetap ikuti rencana, lepaskan helikopter nya serta drone sekali pakai, untuk drone sekali pakai lengkapi dengan beberapa galon alkohol"


"sedang di siapkan"


*salah satu pesawat pengebom musuh datang


"tembaki pesawat sialan tersebut!!"


tembakannya mengenai pesawat bom penukik namun sayangnya pesawatnya menghantam bagian belakang kapal secara keras sehingga kapal terbelah menjadi 2


"sekarang tidak ada harapan lagi.."

__ADS_1


Kapten: "aku tahu kita mati disini namun walaupun kita mati setidaknya kita harus menghancurkan kapal induk lawan"


"caranya?"


Kapten: "Cepat siapkan seluruh peledak ke kapal darurat!!"


"Aku tahu yang kau pikirkan.."


Kapten: "oh ya..ayo lakukan ini"


seluruh kru sudah naik kedalam kapal darurat dan kapten memerintahkan yang lain untuk naik ke sampan kecil dan segera menuju ke daratan


"apa yang kau lakukan kapten?"


kapten: "menabrakkan kapal ini ke kapal es tersebut"


"tapi kau bilang..."


"kami tidak akan keluar"


Kapten: "maka kalian akan menyesal tak bisa sampai ke Amerika,pergilah ke Amerika dan kirimkan situasi disana"


"kami tidak akan keluar!!"


Kapten: "kau bersedia untuk melayani Riech sampai akhir hayatmu!!, maka lakukan perintah ini, dan tidak ada kata tapi!!!"


seluruh kru keluar dari kapal dan menuju ke Amerika hanya menggunakan sampan


Kapten: "hei nak.. ambil baret ku, dan gunakan ini sebagai alat informasi kalian bersama ku"

__ADS_1


kapten tersebut pergi menuju kapal induk musuh selagi di perjalanan dia berkata ke pada seluruh kru


kapten: "aku mengetahui sesuatu yakni, kita masih bisa berkomunikasi jika berada di bawah 10 meter dari permukaan laut, jadi kemungkinan kalian bisa berkomunikasi dengan unit kapal selam"


"bagaimana anda bisa mengetahui nya?"


kapten: "mereka mengirimkan gelombang dengan frekuensi yang dimana pemancarnya berada di ketinggian 10 meter di atas permukaan laut"


"lalu?"


Kapten: "aku sudah dekat dengan kapal induk lawan..,ucapkan kata kata terakhir ku kepada Führer..."


"ya...a..kan ku sampaikan...." (sambil menangis)


kapten: "bagus...Für Riechtag!!!!!!"


kapal berisi alkohol dan beberapa hulu ledak menabrak bagian samping gunung es dan tercipta ledakan setinggi 35 meter,


"tidak... seharusnya aku yang disana bukan kapten"


"apa yang akan kita lakukan sekarang tanpa kapten?..."


"melakukan hal yang sama... kalian masih memiliki beberapa wine bukan?"


"tidak.."


"kalau begitu ayo bajak salah 1 kapal mereka,"


"baik!!!akan ku lakukan walaupun harus meregang nyawa..."

__ADS_1


bersambung


__ADS_2