
Setelahnya 40 ribu pasukan dikerahkan dalam perang tersebut, peperangan ini sebut sebagai perang antara 2 rubah oleh Experoria karena Erwin Rommel sendiri memiliki julukan rubah gurun
Erwin Rommel: "Musuh kita memiliki teknologi yang sama dengan kita maka gunakan seluruh kekuatan untuk menggempur mereka"
disisi yang lain
Erwin Restava: "teknologi mereka lebih kuat dari kita namun kita memiliki energi sihir maka gunakan energi sihir sebaik mungkin dan tembakkan seluruh peluru ke titik kelemahan tank yakni lubang pelurunya, untuk dan juga untuk Altileri nya lebih baik disembunyikan di belakang sesuatu seperti pohon atau perbukitan"
Pertempuran sengit antara 2 rubah ini memiliki kelemahan di kedua sisinya telah di sisi Agartha memiliki kekurangan alutsista karena dalam proses pengiriman di sisi Jerman sendiri memiliki kelemahan dari sisi sihir intinya semakin baik strategi dari salah satu pihak maka sudah dipastikan kemenangannya
Secara berkala tank dan altileri dikirimkan melalui jalur udara mereka disana berperang untuk sesuatu yang tidak diketahui, di sisi jerman mereka ingin wilayahnya untuk sumber daya alam di sisi Agartha hanya ingin memukul mereka mundur.
Experoria kemudian melanjutkan situasi pertambangan di sana, mereka mulai mengeksplorasi secara besar besaran di berbagai belahan bumi sampai pada akhirnya mereka menemukan lokasi yang kaya akan mineral namun memiliki banyak monster disana namun bukan masalah besar karena pasukannya yang sudah maju
Mineral disana berupa, berlian,batu zamrud,ruby, kristal biasa,dan banyak lainnya, serta tak jauh dari sana ada gua yang kaya akan batuan seperti besi,emas, aluminium,dan Tamirin ada juga material langka seperti Tungsten disana
Perkembangan radar mulai membaik di Agartha, radarnya sudah berupa radar yang umum bisa mengenali objek dari jarak 60 kilometer dari berbagai arah kecuali di dalam tanah karena radar ini dikhususkan untuk objek udara saja walaupun terkadang ada beberapa naga liar yang tertangkap radar dan membuat kaget para pengamat namun itu pertanda baik
Kondisi di Agartha semakin baik namun di peperangan kedua rubah, Erwin Restava terpukul mundur akibat kekurangan alutsista ya.. kabar baiknya beberapa pasukan berhasil mengitari pasukan jerman dan menyerbunya dari arah depan dan belakang yang membuat Erwin Rommel terpukul mundur pada akhirnya Erwin Restava di tarik mundur bersama seluruh pasukannya karena diberitakan bahwa misinya telah selesai dan gerbangnya akan diganti
Erwin Restava: "pekerjaan kita selesai dan tidak memakan korban jiwa dab ayo pulang"
__ADS_1
"Baik.."
Gerbang Utara di aktifkan lagi dan kembali ke Jerman lagi
Experoria: "oke jadi gerbangnya sudah aktif lagi kalau begitu ayo masuk"
Experoria masuk bersama pasukannya dan. ..
"Angkat tangan!!"
Experoria: "kalian di ijinkan menembak!!"
"baik!!"
Experoria: "mundur sementara dan persiapan seluruh kebutuhan perang kita akan menyerang jerman.."
"Baik"
Experoria: "tutup gerbangnya!!"
"Gerbangnya macet!!"
__ADS_1
Experoria: "ini yang kutakutkan,kalau begitu siapkan setengah pasukan dan persiapan segalanya kesini"
"baik!!"
Jerman...
"Pasukan dari luar portal menyerang!!"
"beritakan segera!!"
"Evakuasi!!!! Seluruh penduduk sipil mohon pergi dari kota Jurgen sekarang juga!!"
Agartha..
Experoria: "tidak ada persiapan khusus untuk sekarang dan masuk ke dalam portal sekarang!!"
"Jenis tank Gern belum berangkat kaisar!!"
Experoria: "tinggalkan kita akan menyerang mereka dengan yang kita punya sekarang!!"
"Isi peluru!!!"
__ADS_1
Dan kota Jurgen menjadi medan peperangan antara Jerman dan Agartha, dan Jerman melakukan penyerangan ke Agartha dan negara Eropa lainnya
Bersambung.....