War Of Two Worlds

War Of Two Worlds
Chapter 52 (There is no Peacefull)


__ADS_3

"Isi ulang!! tembak!!"


"meleset!!"


"isi ulang!! tem.."


"tunggu jangan tembak dulu"


"apa?"


"dengarkan suara ini"


*tuk tuk tuk


"suara apa itu?"


"entahlah tapi jangan terlalu santai, perhatikan terus.."


"Tembak!!"


"kau arahkan kemana dari tadi?"


"Ke Tesla milik mereka"


"Tesla?"


"Tank yang memakai listrik"


"ohh aku jadi punya ide"


"apa?"


"peluncur roket, kita susun sesuai dengan parit disana isi semuanya dengan High Explosive Spell, dan luncurkan secara bergantian selagi 1 peluncur roket digunakan yang peluncur roket yang sudah digunakan di isi ulang lagi"


"Altileri nya?"


"nah kita akan menyusun nya sedemikian rupa dan ya kita membutuhkan sekitar 100 orang disini"

__ADS_1


"pesan dikirimkan dan ya, bantuan akan datang"


Setelahnya pasukan tambahan dikirimkan dan front selatan mulai mendorong musuh, sementara front tenggara dan barat daya masih kesulitan untuk mempertahankan diri


Erwin Restava: "Gunakan altileri Swagerak di belakang Tiger atau Maus, setelah itu gempur habis habisan mereka dan gunakan taktik Blitzkrieg"


"baik!!!"


Erwin Restava: "aku mendengar front selatan mulai mendesak pasukan musuh oleh karena itu kita harus mendukung nya lewat tenggara"


"Tidak tidak tidak!!!! kehabisan peluru!!!"


Erwin Restava: "bagaimana bisa?"


"Entahlah namun kita kehabisan peluru bagi altileri untuk tank kita masih memiliki persediaan sekitar 5000 peluru tersisa"


Erwin Restava: "minta suplai lagi dan kita akan mendorong mereka mundur menggunakan Blitzkrieg jika tidak maka kita akan menghujani mereka dengan bom yang tersisa"


"informasi mengatakan bahwa bom tidak digunakan karena untuk menghema persediaan"


Erwin Restava: "ini karena kalian memborbardir Amerika habis habisan sebenarnya 5 bom atom cukup untuk menghancurkan Amerika"


di sisi lain....


Mesir..


Experoria: "bergerak ke selatan lagi, gerbangnya masih jauh jika kita bisa melakukan renovasi kita bisa menggempur pasukan musuh dari utara dan kita bisa memenangkan perang"


"Dikonfirmasi..."


2 hari kemudian gerbang selatan di gunakan dan.. pasukan dikirimkan melalui selatan. Sejumlah 4 juta pasukan Jerman dikirimkan dan 25 ribu pasukan Agartha dikirim ke selatan yang secara bersamaan menggempur pasukan musuh dari utara dan selatan namun perang belum berakhir...


Eintracht: "gunakan taktik Lutchvein milik Agartha untuk menggempur musuh jangan gunakan tank kita untuk pelindung gunakan tank Agartha untuk menjadi pelindung dan selalu tembakkan altileri tanpa henti ke pertahanan musuh"


pihak musuh..


"Mereka datang dari utara dan menghancurkan semenanjung crumgil kita harus mengeluarkan purwarupa terakhir"

__ADS_1


"yang mana?"


"Type 45 Truj, Type-r ghul 67 dan Type 55 yun"


"tapi AI nya belum sempurna"


"gunakan saja"


"perintah dikirim..."


Pihak Agartha..


Erwin Restava: "apa apaan itu?"


Bentuk tubuh yang tidak jelas hanya saja memiliki 2 kaki, 2 pasang Senapan mesin, 5 lubang peluncur granat, dan 5 kotak yang masing-masing berisi 8 roket pengejar dan untuk mesinnya berbentuk persegi panjang bergabung dengan segitiga


Erwin Restava: "fokuskan altileri ke robot itu"


""tidak mempan!!"


Erwin Restava: "dia seperti memiliki pelindung udara bahkan debu tidak menempel ke tubuhnya.."


"kita harus bagaimana?"


Erwin Restava : "Perhatikan terus robot sialan itu"


"Bahkan daun dan debu menolak jika bertemu.."


Erwin Restava : "itulah rahasianya dia menggunakan pelindung angin yang bisa membuat semua hal tertolak"


"lihat yang lainnya, mereka juga sama"


"Erwin Restava: "ada 1 yang memiliki daun di tubuhnya... yang memiliki nomor 41, tembak kesana!!!"


*pasukan menembak (pake altileri)


"berhasil?"

__ADS_1


Erwin Restava: "benar berhasil.."


Bersambung....


__ADS_2