War Of Two Worlds

War Of Two Worlds
Chapter 40 (Boom!!!!)


__ADS_3

Garis pertahanan Agartha....


Erwin Restava: "perintah mundur dilakukan, mundur secepat mungkin dan lewati barat untuk penggempuran garis pertahanan musuh, bagian sayap kiri pergi ke barat sayap kanan ke timur gunakan taktik Lutchvein, selalu siapkan peluru dengan daya sihir penuh, setelah bom dijatuhkan langsung bergerak ke arah musuh dari sisi timur dan barat dan serbu sampai kerajaan mereka"


"baik laksanakan!!!"


Taktik Lutchvein, dimana 5 pasukan menggiring tank dengan pertahanan dan penyerangan terkuat, berbentuk seperti peluru dimana tank berada ditengah tapi author tidak bisa memberi gambarnya (*tidak punya buku gambaršŸ˜”)


garis pertahanan musuh


"burungnya mundur!!!!, maju ke garis pertahanan musuh!!!!"


"baik!!!!"


Musuh maju kedepan sejauh mungkin namun tidak menemukan pasukan dari Agartha 1 pun dan kemudian pesawat Bom datang...


"Panglima!!! burungnya datang lagi"

__ADS_1


"mundur!!!"


Tapi terlambat, bomnya dijatuhkan dan seketika 120 ribu pasukan diledakkan seketika, dan pasukan Agartha sampai ke titik pasukan musuh, disana ada sekitar 10 ribu pasukan dan 1000 meriam perintah diluncurkan untuk menyapu bersih dari barat dan timur


Erwin Restava: "hancurkan saja dengan pasukan infanteri, untuk menghemat peluru tank.."


"baik laksanakan!!"


Mereka kaget akan serangan tiba tiba tersebut, dan tentu saja tersapu habis, lalu kemudian mereka berpencar lagi dan tiba di pertahanan ke 3 berjumlah 50 ribu pasukan akibat sisanya tadi diterjunkan ke pertahanan kedua dan berakhir di bom


Namun perintah yang sama dihabisi menggunakan infanteri dan pasukan maju ke garis pertahanan ke 4 selangkah lagi sebelum mencapai garis kerajaan, berjumlah 7 juta pasukan yang ada disana dari selatan pasukan altileri swagerak sedang menuju ke garis pertahanan musuh ke 4 dan 5 kilometer sebelum sampai disana altileri nya ditembakkan, secara serentak seluruh pasukan infanteri dan tank menyerang secara bersamaan membuat serangan kejutan dari 3 arah kendali peperangan sudah jelas berada di pihak Agartha namun Experoria memutuskan untuk mengakhiri peperangan disini dan membawa pasukannya mundur dari sana dan kembali ke Agartha


Gustav: "tapi seluruh pasukan sudah berada di garis pertahanan terakhir milik musuh"


Experoria: "nanggung sekali ya? kalau begitu ambil alih sekaligus kerajaan nya dalam waktu 5 jam setelah itu pulangkan seluruh pasukan"


Gustav: "baik perintah akan diluncurkan"

__ADS_1


Setelahnya pasukan secara bertahap dipulangkan, 30 bomber diluncurkan untuk menyapu bersih seluruh kerajaan musuh, korban jiwa di pihak musuh berjumlah 22 juta pasukan lebih dan pihak Agartha ada 2 dan mereka itu mati konyol, pertama ada yang meninggal akibat terjatuh ke parit dan tergigit ular berbisa yang kedua mati akibat salah 1 pasukan salah menembak Erwin berkata "Kalau ngga bisa perang jangan perang!!!!"


Ya akibat dari itu pasukan kini lebih berhati-hati, dalam menjalankan misi dan kerajaan berhasil direbut, secara mudah dan para raja rajanya di tawan dan dibawa ke Agartha


Experoria: "tawanan sudah datang? langsung eksekusi didepan umum saja"


"baik kaisar!!"


Pengeksekusian...


"jadi raja Charles Jourdan Dunn, punya kata kata terakhir!!"


"Kalian tidak memenangkan apa apa dalam pertempuran ini dan kalian hanyalah sekelompok orang bodoh yang mempercayai Tuhan!!"


"Tembak!!!, eksistensi dari tuhan itu nyata dan berbentuk kepercayaan ataupun sihir selain itu seluruh teknologi ini adalah kuasa Tuhan yang memberikannya, selanjutnya"


"Kenapa tidak langsung di eksekusi?"

__ADS_1


"akan kulakukan.., tembak!!"


Bersambung.......


__ADS_2