
Elio ketakutan dan menutupi wajahnya, ternyata
itu adalah Belinda.
“Apa saja yang kau lakukan tadi malam, kenapa
bisa kau terlambat?” Belinda melotot kesal kearah Elio,
“Ah.. aku pikir kau preman gang ini, kau
membuatku takut”
“Berikan dompetnya” Belinda menerima 4 dompet
dari Elio dan mulai mengambil setengah dari seluruh jumlah uangnya dan sisanya
ia berikan kepada Elio.
“Lain kali aku akan bekerja sendiri jika kau
ketinggalan bis”
Elio pun mulai merayu dan mencoba agar Belinda
melupakan kesalahannya hari ini,
tiba-tiba
muncul 7 orang preman yang menghadang mereka, para preman itu tingi dan
berbadan besar, melihat bahwa Belinda dan Elio membawa uang dalam jumlah banyak
mereka pun ingin mengambil semuanya.
“rupanya
ada tikus masuk ke wilayah kami” Ketua geng menatap uang yang di pegang Belinda
dan Elio
“Ah..
maaf kami tidak tau jika ini wilayahmu, kami akan pergi sekarang”
Elio
mengangkat tangannya mengisyaratkan bahwa Ia menyerah dan tidak ingin
menyebabnya masalah
“Jika
melangkah sekali lagi kuremukan tulang kalian” para preman mulai serius dan
membunyikan sendi-sendi jarinya “Krekk.. krekk..”
“Hei..
kalian mencari masalah dengan orang yang salah” Elio maju dan menarik lengan Belinda
ke belakang tubuhnya, Belinda berpikir bahwa Elio benar-benar menjadi keren,
“Wah..
pecundang ini sok sekali di depan pacarnya, habisi mereka!!”
“Hiya…!!”
Elio berteriak seakan-akan ingin membantai semua preman namun alih-alih memukul
mereka malah sepakat untuk berlari, Belinda berlari sambil mengomel
“Dasar
Elio, kupikir dia pintar berkelahi, aku tarik kembali perkataanku bahwa dia
keren tadi” Belinda dikejar 3 preman yang terus mengikutinya, Ia berlari
melewati pasar yang ramai dan bersembunyi di salah satu toko pakaian, sedangkan
Elio berlari kearah gang perumahan sempit, hingga akhirnya terjebak di gang
__ADS_1
buntu, yang membuat mau tidak mau Elio harus melawan mereka, ada 4 orang yang
mengejar Elio, Ia akhirnya menghajar preman tersebut dan Ia menghajar seluruh
preman didepannya namun saat Ia hitung jumlah preman yang tumbang hanya ada 3,
ternyata luput dari pandangan Elio ada satu preman yang hendak memukulnya dari
belakang, namun tiba-tiba ada beberapa orang yang datang dan membantu Elio.
Belinda mencoba keluar dari persembunyiannya,
Ia memastikan semua preman tadi telah pergi dan Belinda pun berlari pergi
dengan tetap waspada pada sekitarnya, Ia menuju ke tempat biasanya untuk
bertemu dengan Elio, Ia melihat Elio sudah berada disana,
“Wah sepertinya kau mulai pandai berlari,
melihat kau yang tidak terluka itu artinya kau bisa lolos dari mereka” Belinda tidak
memandang wajah Elio dan hanya melihat punggungnya saja, Ia langsung mencari
tempat duduk namun Ia kembali menghadap kearah Elio karena ingat ingin
memberikan sesuatu,
“Ah.. hampir aku lupa, tadi dompetnya kau
berikan kepadaku lagi, ini am…” Belinda
terdiam karena melihat Elio yang menodongkan pistol ke arahnya, Belinda terdiam
bingung, apa Elio sedang bercanda? Darimana Elio mendapatkan pistol itu? Apa
yang terjadi tadi? Seluruh pertanyaan muncul di kepala Belinda dalam waktu
singkat,
“El.. kau..”
“Maaf Bel” Tatapan mata Elio terlihat lain,
ini bukanlah seperti Elio biasanya.
Lalu
terdengar suara tembakan yang bergema di udara.
Belinda terbangun di suatu ruangan putih dan
pakaian terakhir kali Ia kenakan sudah diganti dengan gaun putih polos, awalnya
Ia mengira sedang berada di dalam mimpinya, namun setelah diperhatikan lagi
ruangan kali ini berbeda, ruangannya lebih sempit dan terdapat ranjang serta
meja dengan sebuah gelas air diatasnya, Ia mencoba melihat di sekelilingnya
untuk memastikan lagi, hingga akhirnya Ia melihat sebuah logo bertuliskan GOS,
Ia sadar bahwa Ia tertangkap oleh organisasi
itu, kepalanya terasa sakit dan Ia tersadar bahwa Elio lah alasannya berada
disini, sebuah pintu yang tidak begitu kentara tiba-tiba terbuka dan beberapa orang
dengan jas lab putih mulai menarik Belinda keluar menuju sebuah tempat
berdinding kaca dengan tempat tidur di dalamnya, Ia dipaksa untuk berbaring di
dalam sana sambil diikat dan dipasang beberapa kabel ke tubuhnya. Ia mencoba
meronta namun tiba-tiba sekujur tubuhnya terasa seperti tersengat sesuatu yang
sangat menyakitkan sampai akhirnya Ia mulai mati rasa dan kesulitan mendengar,
pandangannya pun mulai kabur hingga akhirnya Ia tidak sadarkan diri,
Ia terbangun di sebuah ruangan putih lagi
__ADS_1
namun kali ini ruangannya sangat luas, Belinda sadar bahwa Ia mulai bermimpi
seperti sebelumnya, kini Belinda mencoba menata ulang pikirannya, apa yang
terjadi padanya tadi terjadi dengan cepat, Ia kesakitan tapi bagaimana bisa Ia malah
bermimpi di tengah-tengah tidak sadarkan diri, namun selagi Ia berada di mimpi
Ia berusaha untuk menyusun rencana agar bisa kabur dari GOS, belum selesai Belinda
menyusun rencana, Ia mendengar langkah kaki dari arah belakangnya dan melihat
ada perempuan berambut hitam panjang, yang mengenakan gaun putih, perempuan
tersebut sekilas terlihat seperti dirinya dan berjalan meninggalkannya, Belinda
pun berteriak memanggil perempuan itu dan segera berdiri untuk mengejarnya,
namun setelah empat langkah Ia berlari kaki panjangnya terselip dan tubuhnya
terjatuh kedepan, dan Ia pun terbangun dari mimpinya.
Saat sudah tersadar kembali, Ia melihat sesorang
berdiri diluar kaca sambil memandangi dirinya ternyata mereka adalah Anastasya
dan Eddie, Belinda tidak mengenal mereka, Belinda tidak memiliki tenaga untuk
bergerak sedikit pun, Ia tidak bisa bertanya alasannya ada disini, Ia hanya
terbaring lemas bahkan membuka matanya saja Ia merasa berat, hingga akhirnya
Anastasya dan Eddie pergi dengan beberapa ilmuan meninggalkan tempat Belinda
tadi.
“Sepertinya dia baik-baik saja setelah
menjalani tes pertama”
“Benar nona, tidak seperti orang-orang yang
telah diuji sebelumnya kali ini keadaannya tetap stabil setelah menerima
sengatan listrik berdaya tinggi, memang listrik tersebut telah di ubah menjadi
energy yang bisa diterima manusia, tapi ternyata gadis itu bisa menerima dalam jumlah
besar tanpa mengalami efek samping”
“kalau begitu kita harus mulai menghubungkan
dia dengan portal secepatnya”
“Tetapi nona alangkah baiknya jika kita
memberi dia sebuah perawatan khusus agar tubuhnya bisa bekerja lebih optimal”
“Baiklah aku serahkan hal itu padamu, tapi
jangan membuang waktu dan membuatku menunggu!”
Para ilmuan itupun mulai menyiapkan keperluan
untuk menghubungkan Belinda dan portal, dan sambil menanti hal itu Belinda
mendapat sebuah suntikan cairan khusus yang membuatnya menjerit dan hilang
kesadaran lagi. Anastasya menyuruh Eddie untuk mulai memberikan pengumuman
kepada para investor bahwa Portal sudah bisa digunakan.
“Akhirnya perjalanan ini tinggal sedikit lagi,
kita akan sampai setelah gadis itu mulai terhubung, kau pikir aku akan hancur
hanya karena kau menghilang Steven? Tentus aja tidak, aku Anastasya tidak akan
terjatuh lagi” Anastasya tertawa bahagia sambil kembali ke kantornya, Ia
memutuskan untuk berpesta semalaman sendirian.
__ADS_1
Bersambung…