White Room

White Room
(Season 1) #9 Kenapa kau ... ?


__ADS_3

Elio ketakutan dan menutupi wajahnya, ternyata


itu adalah Belinda.


“Apa saja yang kau lakukan tadi malam, kenapa


bisa kau terlambat?” Belinda melotot kesal kearah Elio,


“Ah.. aku pikir kau preman gang ini, kau


membuatku takut”


“Berikan dompetnya” Belinda menerima 4 dompet


dari Elio dan mulai mengambil setengah dari seluruh jumlah uangnya dan sisanya


ia berikan kepada Elio.


“Lain kali aku akan bekerja sendiri jika kau


ketinggalan bis”


Elio pun mulai merayu dan mencoba agar Belinda


melupakan kesalahannya hari ini,


tiba-tiba


muncul 7 orang preman yang menghadang mereka, para preman itu tingi dan


berbadan besar, melihat bahwa Belinda dan Elio membawa uang dalam jumlah banyak


mereka pun ingin mengambil semuanya.


“rupanya


ada tikus masuk ke wilayah kami” Ketua geng menatap uang yang di pegang Belinda


dan Elio


“Ah..


maaf kami tidak tau jika ini wilayahmu, kami akan pergi sekarang”


Elio


mengangkat tangannya mengisyaratkan bahwa Ia menyerah dan tidak ingin


menyebabnya masalah


“Jika


melangkah sekali lagi kuremukan tulang kalian” para preman mulai serius dan


membunyikan sendi-sendi jarinya “Krekk.. krekk..”


“Hei..


kalian mencari masalah dengan orang yang salah” Elio maju dan menarik lengan Belinda


ke belakang tubuhnya, Belinda berpikir bahwa Elio benar-benar menjadi keren,


“Wah..


pecundang ini sok sekali di depan pacarnya, habisi mereka!!”


“Hiya…!!”


Elio berteriak seakan-akan ingin membantai semua preman namun alih-alih memukul


mereka malah sepakat untuk berlari, Belinda berlari sambil mengomel


“Dasar


Elio, kupikir dia pintar berkelahi, aku tarik kembali perkataanku bahwa dia


keren tadi” Belinda dikejar 3 preman yang terus mengikutinya, Ia berlari


melewati pasar yang ramai dan bersembunyi di salah satu toko pakaian, sedangkan


Elio berlari kearah gang perumahan sempit, hingga akhirnya terjebak di gang

__ADS_1


buntu, yang membuat mau tidak mau Elio harus melawan mereka, ada 4 orang yang


mengejar Elio, Ia akhirnya menghajar preman tersebut dan Ia menghajar seluruh


preman didepannya namun saat Ia hitung jumlah preman yang tumbang hanya ada 3,


ternyata luput dari pandangan Elio ada satu preman yang hendak memukulnya dari


belakang, namun tiba-tiba ada beberapa orang yang datang dan membantu Elio.


Belinda mencoba keluar dari persembunyiannya,


Ia memastikan semua preman tadi telah pergi dan Belinda pun berlari pergi


dengan tetap waspada pada sekitarnya, Ia menuju ke tempat biasanya untuk


bertemu dengan Elio, Ia melihat Elio sudah berada disana,


“Wah sepertinya kau mulai pandai berlari,


melihat kau yang tidak terluka itu artinya kau bisa lolos dari mereka” Belinda tidak


memandang wajah Elio dan hanya melihat punggungnya saja, Ia langsung mencari


tempat duduk namun Ia kembali menghadap kearah Elio karena ingat ingin


memberikan sesuatu,


“Ah.. hampir aku lupa, tadi dompetnya kau


berikan kepadaku lagi, ini am…”  Belinda


terdiam karena melihat Elio yang menodongkan pistol ke arahnya, Belinda terdiam


bingung, apa Elio sedang bercanda? Darimana Elio mendapatkan pistol itu? Apa


yang terjadi tadi? Seluruh pertanyaan muncul di kepala Belinda dalam waktu


singkat,


“El.. kau..”


“Maaf Bel” Tatapan mata Elio terlihat lain,


ini bukanlah seperti Elio biasanya.


 Lalu


terdengar suara tembakan yang bergema di udara.


Belinda terbangun di suatu ruangan putih dan


pakaian terakhir kali Ia kenakan sudah diganti dengan gaun putih polos, awalnya


Ia mengira sedang berada di dalam mimpinya, namun setelah diperhatikan lagi


ruangan kali ini berbeda, ruangannya lebih sempit dan terdapat ranjang serta


meja dengan sebuah gelas air diatasnya, Ia mencoba melihat di sekelilingnya


untuk memastikan lagi, hingga akhirnya Ia melihat sebuah logo bertuliskan GOS,


Ia sadar bahwa Ia tertangkap oleh organisasi


itu, kepalanya terasa sakit dan Ia tersadar bahwa Elio lah alasannya berada


disini, sebuah pintu yang tidak begitu kentara tiba-tiba terbuka dan beberapa orang


dengan jas lab putih mulai menarik Belinda keluar menuju sebuah tempat


berdinding kaca dengan tempat tidur di dalamnya, Ia dipaksa untuk berbaring di


dalam sana sambil diikat dan dipasang beberapa kabel ke tubuhnya. Ia mencoba


meronta namun tiba-tiba sekujur tubuhnya terasa seperti tersengat sesuatu yang


sangat menyakitkan sampai akhirnya Ia mulai mati rasa dan kesulitan mendengar,


pandangannya pun mulai kabur hingga akhirnya Ia tidak sadarkan diri,


Ia terbangun di sebuah ruangan putih lagi

__ADS_1


namun kali ini ruangannya sangat luas, Belinda sadar bahwa Ia mulai bermimpi


seperti sebelumnya, kini Belinda mencoba menata ulang pikirannya, apa yang


terjadi padanya tadi terjadi dengan cepat, Ia kesakitan tapi bagaimana bisa Ia malah


bermimpi di tengah-tengah tidak sadarkan diri, namun selagi Ia berada di mimpi


Ia berusaha untuk menyusun rencana agar bisa kabur dari GOS, belum selesai Belinda


menyusun rencana, Ia mendengar langkah kaki dari arah belakangnya dan melihat


ada perempuan berambut hitam panjang, yang mengenakan gaun putih, perempuan


tersebut sekilas terlihat seperti dirinya dan berjalan meninggalkannya, Belinda


pun berteriak memanggil perempuan itu dan segera berdiri untuk mengejarnya,


namun setelah empat langkah Ia berlari kaki panjangnya terselip dan tubuhnya


terjatuh kedepan, dan Ia pun terbangun dari mimpinya.


Saat sudah tersadar kembali, Ia melihat sesorang


berdiri diluar kaca sambil memandangi dirinya ternyata mereka adalah Anastasya


dan Eddie, Belinda tidak mengenal mereka, Belinda tidak memiliki tenaga untuk


bergerak sedikit pun, Ia tidak bisa bertanya alasannya ada disini, Ia hanya


terbaring lemas bahkan membuka matanya saja Ia merasa berat, hingga akhirnya


Anastasya dan Eddie pergi dengan beberapa ilmuan meninggalkan tempat Belinda


tadi.


“Sepertinya dia baik-baik saja setelah


menjalani tes pertama”


“Benar nona, tidak seperti orang-orang yang


telah diuji sebelumnya kali ini keadaannya tetap stabil setelah menerima


sengatan listrik berdaya tinggi, memang listrik tersebut telah di ubah menjadi


energy yang bisa diterima manusia, tapi ternyata gadis itu bisa menerima dalam jumlah


besar tanpa mengalami efek samping”


“kalau begitu kita harus mulai menghubungkan


dia dengan portal secepatnya”


“Tetapi nona alangkah baiknya jika kita


memberi dia sebuah perawatan khusus agar tubuhnya bisa bekerja lebih optimal”


“Baiklah aku serahkan hal itu padamu, tapi


jangan membuang waktu dan membuatku menunggu!”


Para ilmuan itupun mulai menyiapkan keperluan


untuk menghubungkan Belinda dan portal, dan sambil menanti hal itu Belinda


mendapat sebuah suntikan cairan khusus yang membuatnya menjerit dan hilang


kesadaran lagi. Anastasya menyuruh Eddie untuk mulai memberikan pengumuman


kepada para investor bahwa Portal sudah bisa digunakan.


“Akhirnya perjalanan ini tinggal sedikit lagi,


kita akan sampai setelah gadis itu mulai terhubung, kau pikir aku akan hancur


hanya karena kau menghilang Steven? Tentus aja tidak, aku Anastasya tidak akan


terjatuh lagi” Anastasya tertawa bahagia sambil kembali ke kantornya, Ia


memutuskan untuk berpesta semalaman sendirian.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2