White Room

White Room
(Season 1) #6 Berdebar


__ADS_3

Lagi-lagi Elio tetap menemui Belinda, Elio tau


jika Helene bekerja maka pintu rumah akan di kunci, Ia lantas memanggil Belinda


dan menyuruh untuk membuka jendela dan kali ini Elio mengajak Belinda untuk


bermain di luar, Belinda awalnya ragu karena Helene tidak memperbolehkan


Belinda keluar dari rumah,


“Tenang saja kita hanya akan bermain sebentar


dan langsung pulang, hari ini ada pameran di pusat kota, aku ingin


menunjukkannya padamu”


Belinda sangat ingin melihat dunia luar, sudah


5 tahun Ia harus hidup bersembunyi dan tidak bisa bermain seperti anak lainnya.


Belinda pun memutuskan untuk mengikuti Elio, debaran jantungnya tidak kunjung


mereda, ini adalah kali pertama Belinda keluar tanpa ijin dari Helene. Sebelum


mereka pergi ke pusat kota, Elio membawa Belinda ke tempat tinggalnya terlebih


dahulu.


“Jadi kau tinggal disini?” Belinda sedikit


tidak percaya karena ini adalah kolong jembatan, dan anak sekecil itu tinggal


sendirian di sebuah kolong jembatan, ada sebuah tempat di sekitar dinding


kolong jembatan yang hanya sedikit orang tau, Elio dulu menemukan tempat ini


saat Ia dikejar anjing polisi, Ia dulu sering mencuri makanan, karena terlalu


sering akhirnya warga meminta bantuan polisi setempat untuk menangkap Elio.


Menurut Elio tempat ini sangat bagus jadi ia menggunakannya sebagai rumah.


Belinda penasaran dengan bagian dalam rumah Elio, saat membuka pintu seperti


kelambu yang terbuat dari daun yang menjuntai kebawah, Belinda merasa seperti


masuk ke dunia kartun princess kesukaannya, tapi itu berhenti seketika karena


banyak tumpukan sampah didalam rumah Elio, bungkus makanan tercecer seperti


lautan, pakaian kotor bertumpuk seperti sebuah pulau, aroma busuk menusuk


hidung.


Elio membawakan sebuah jaket, masker dan topi,


Belinda menolak karena aroma jaket dan topinya sangat bau, hanya maskernya yang


terlihat masih baru karena berada dalam plastik. Tetapi Belinda tetap keluar


dengan menggunakan apa yang Elio berikan padanya, saat berada di pusat kota


Belinda merasa Ia kembali seperti dulu, Ia merasa senang karena Ia bisa melihat


pameran setelah sekian lama, pameran berlangsung sangat meriah, semua orang


bersorak sorai gembira, tiba – tiba Elio datang membawa sebuah gulali dan di


berikan kepada Belinda, Belinda banyak tersenyum dan tertawa, lampu kerlap


kerlip mulai menyala menerangi seluruh kota, Belinda kembali terpana,

__ADS_1


jantungnya berdebar tapi kali ini bukan karena rasa takut karena Ia keluar dari


rumah, Ia berdebar karena hal yang terjadi di sekitarnya. Ia menatap dengan


pasti setiap sudut kota Ia ingin mengenang semua hal yang Ia alami saat ini,


Namun Belinda teringat bahwa Ia harus pulang sekarang juga, Elio juga baru


sadar jika hari sudah mulai malam, mereka berlari kea rah rumah Belinda, Elio


meminta Belinda untuk menyimpan semua yang Ia berikan padanya, agar lain kali


Belinda bisa memakainya saat bermain lagi. Belinda masuk dari jendela, dan


menyimpan jaket, topi dan maskernya di bawah kasur, dan pergi mandi. Baru saja


Belinda keluar dari kamar mandi terdengar suara kunci pintu yang terbuka.


Belinda benar-benar merasa kali ini Ia beruntung.


Keesokan harinya Elio kembali datang dan


mengajak Belinda pergi, kali ini Elio mengajak Belinda untuk ke sebuah pasar,


dengan berdandan lengkap mereka berjalan bersama ke pasar di dekat tempat


tinggal Belinda, Belinda mengikuti kemana pun langkah Elio pergi, lalu Elio


meminta Belinda untuk menunggu dan melihatnya, Elio mencuri sebuah apel saat


banyak orang mengantri, Belinda yang melihat hal itu marah dan menyuruh Elio


untuk mengembalikannya.


“Bel aku tidak mencuri, aku hanya mengambil


karena aku lapar”


lain”


“tidak ini sama seperti aku mengambil apel


yang ada di hutan, apakah aku perlu ijin kepada orang atau hewan yang menanam


apel tersebut? Tentu saja tidak kan, dan lagi aku hanya mengambil satu,


orang  tersebut tidak akan sadar walaupun


kehilangan satu apel, dan aku juga tidak kelaparan, ini hubungan yang baik”


Belinda yang sedari awal memiliki dasar yang


lurus, melihat seluruh keadaan di hidupnya yang berubah, keadaan Elio yang lebih


buruk darinya membuatnya mengubah pandangan terhadap dunia.


Dihari yang lain mereka kembali ke pasar dan


Belinda meminta Elio mengajari cara mencuri apel. Elio tersenyum karena


sepertinya Belinda mulai lebih menyenangkan.


Berhari-hari mereka selalu mencuri makanan


dari satu tempat ke tempat lain, hingga pada suatu hari, GOS menemukan


persembunyian mereka, hal itu membuat Helene dan Belinda meninggalkan rumah,


dan mencari tempat tinggal baru. Elio tdiak mengetahui jika Belinda sudah pergi


dan mencoba menemui Belinda seperti bisanya, namun Elio gagal.

__ADS_1


Setiap hari Elio datang kerumah Belinda


berharap Ia akan menemui Belinda.


Hal tersebut terjadi hingga 6 tahun lamanya,


Elio mencoba mencari dari satu kota ke kota lain, Ia selalu teringat akan


kenangan saat bersama dengan Belinda setiap kali mengunjungi tempat yang pernah


mereka kunjungi dulu, Elio emncari dengan perasaan yang tidak karuan, rasa


kehilangan, kesepian, sedih, dan rasa rindu, membuat setiap detik pencariannya


tersa sangat berat. Namun perjuangan Elio tidak membuahkan hasil Ia tak kunjung


menemukan Belinda, Akhirnya Ia mencoba mengikhlaskan dan berhenti mencarinya.


Selama 6 Tahun itu Belinda lebih sering


ditemukan oleh GOS, yang membuat dirinya harus lebih sering berpindah tempat


juga, Belinda juga mengkhawatirkan Elio, karena Ia tidak sempat berpamitan,


Belidna mencoba untuk menemui Elio namun Ia terus menerus gagal karena setiap


kali ingin pergi Belinda selalu tertangkap GOS. Hingga suatu hari ada sebuah


pameran di pusat kota, Belinda ingat dengan kenangan bersama Elio, Ia


memutuskan untuk mencoba datang ke pameran tersebut, Ia berjalan diantara


kerumunan orang-orang dengan jaket, topi dan masker yang dulu diberikan oleh


Elio. Jam menunjukkan angka 7 tapi kembang api sudah dinyalakan, suara ledakan


membuat Belinda terkejut, Ia memandang warna warni bunga api dilangit


“Ah.. jadi dulu aku melewatkan pesta kembang


api karena pulang lebih dulu” Ia memandang kearah langit yang di terangi


kembang api sambil tersenyum dan teringat akan Elio.


“Apa kau baik-baik saja?”  ( bersamaan dari arah kanan)


“Apa kau baik-baik saja?”  ( bersamaan dari arah kiri)


Belinda melihat disampingnya Ia melihat


seorang laki-laki tinggi yang memandangnya dengan lembut, Belinda meneteskan


air mata tanpa Ia ketahui, yah laki-laki tersebut adalah Elio, Elio mendekat ke


arah Belinda dan mengusap air matanya lalu


“Bagaimana kabarmu bel?” Elio mengatakannya


dengan tersenyum manis.


Belinda


yang yakin bahwa itu adalah Elio setelah mendengar namanya disebut memeluk


laki-laki didepannya sambil menangis, mereka berpelukan ditengah orang-oprang


yang lalu lalang, suara tangisan Belinda tersamarkan oleh suara ledakan kembang


api, hal itu membuat orang di sekitarnya tidak mengetahui dan acuh kepada


mereka.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2