
Lagi-lagi Elio tetap menemui Belinda, Elio tau
jika Helene bekerja maka pintu rumah akan di kunci, Ia lantas memanggil Belinda
dan menyuruh untuk membuka jendela dan kali ini Elio mengajak Belinda untuk
bermain di luar, Belinda awalnya ragu karena Helene tidak memperbolehkan
Belinda keluar dari rumah,
“Tenang saja kita hanya akan bermain sebentar
dan langsung pulang, hari ini ada pameran di pusat kota, aku ingin
menunjukkannya padamu”
Belinda sangat ingin melihat dunia luar, sudah
5 tahun Ia harus hidup bersembunyi dan tidak bisa bermain seperti anak lainnya.
Belinda pun memutuskan untuk mengikuti Elio, debaran jantungnya tidak kunjung
mereda, ini adalah kali pertama Belinda keluar tanpa ijin dari Helene. Sebelum
mereka pergi ke pusat kota, Elio membawa Belinda ke tempat tinggalnya terlebih
dahulu.
“Jadi kau tinggal disini?” Belinda sedikit
tidak percaya karena ini adalah kolong jembatan, dan anak sekecil itu tinggal
sendirian di sebuah kolong jembatan, ada sebuah tempat di sekitar dinding
kolong jembatan yang hanya sedikit orang tau, Elio dulu menemukan tempat ini
saat Ia dikejar anjing polisi, Ia dulu sering mencuri makanan, karena terlalu
sering akhirnya warga meminta bantuan polisi setempat untuk menangkap Elio.
Menurut Elio tempat ini sangat bagus jadi ia menggunakannya sebagai rumah.
Belinda penasaran dengan bagian dalam rumah Elio, saat membuka pintu seperti
kelambu yang terbuat dari daun yang menjuntai kebawah, Belinda merasa seperti
masuk ke dunia kartun princess kesukaannya, tapi itu berhenti seketika karena
banyak tumpukan sampah didalam rumah Elio, bungkus makanan tercecer seperti
lautan, pakaian kotor bertumpuk seperti sebuah pulau, aroma busuk menusuk
hidung.
Elio membawakan sebuah jaket, masker dan topi,
Belinda menolak karena aroma jaket dan topinya sangat bau, hanya maskernya yang
terlihat masih baru karena berada dalam plastik. Tetapi Belinda tetap keluar
dengan menggunakan apa yang Elio berikan padanya, saat berada di pusat kota
Belinda merasa Ia kembali seperti dulu, Ia merasa senang karena Ia bisa melihat
pameran setelah sekian lama, pameran berlangsung sangat meriah, semua orang
bersorak sorai gembira, tiba – tiba Elio datang membawa sebuah gulali dan di
berikan kepada Belinda, Belinda banyak tersenyum dan tertawa, lampu kerlap
kerlip mulai menyala menerangi seluruh kota, Belinda kembali terpana,
__ADS_1
jantungnya berdebar tapi kali ini bukan karena rasa takut karena Ia keluar dari
rumah, Ia berdebar karena hal yang terjadi di sekitarnya. Ia menatap dengan
pasti setiap sudut kota Ia ingin mengenang semua hal yang Ia alami saat ini,
Namun Belinda teringat bahwa Ia harus pulang sekarang juga, Elio juga baru
sadar jika hari sudah mulai malam, mereka berlari kea rah rumah Belinda, Elio
meminta Belinda untuk menyimpan semua yang Ia berikan padanya, agar lain kali
Belinda bisa memakainya saat bermain lagi. Belinda masuk dari jendela, dan
menyimpan jaket, topi dan maskernya di bawah kasur, dan pergi mandi. Baru saja
Belinda keluar dari kamar mandi terdengar suara kunci pintu yang terbuka.
Belinda benar-benar merasa kali ini Ia beruntung.
Keesokan harinya Elio kembali datang dan
mengajak Belinda pergi, kali ini Elio mengajak Belinda untuk ke sebuah pasar,
dengan berdandan lengkap mereka berjalan bersama ke pasar di dekat tempat
tinggal Belinda, Belinda mengikuti kemana pun langkah Elio pergi, lalu Elio
meminta Belinda untuk menunggu dan melihatnya, Elio mencuri sebuah apel saat
banyak orang mengantri, Belinda yang melihat hal itu marah dan menyuruh Elio
untuk mengembalikannya.
“Bel aku tidak mencuri, aku hanya mengambil
karena aku lapar”
lain”
“tidak ini sama seperti aku mengambil apel
yang ada di hutan, apakah aku perlu ijin kepada orang atau hewan yang menanam
apel tersebut? Tentu saja tidak kan, dan lagi aku hanya mengambil satu,
orang tersebut tidak akan sadar walaupun
kehilangan satu apel, dan aku juga tidak kelaparan, ini hubungan yang baik”
Belinda yang sedari awal memiliki dasar yang
lurus, melihat seluruh keadaan di hidupnya yang berubah, keadaan Elio yang lebih
buruk darinya membuatnya mengubah pandangan terhadap dunia.
Dihari yang lain mereka kembali ke pasar dan
Belinda meminta Elio mengajari cara mencuri apel. Elio tersenyum karena
sepertinya Belinda mulai lebih menyenangkan.
Berhari-hari mereka selalu mencuri makanan
dari satu tempat ke tempat lain, hingga pada suatu hari, GOS menemukan
persembunyian mereka, hal itu membuat Helene dan Belinda meninggalkan rumah,
dan mencari tempat tinggal baru. Elio tdiak mengetahui jika Belinda sudah pergi
dan mencoba menemui Belinda seperti bisanya, namun Elio gagal.
__ADS_1
Setiap hari Elio datang kerumah Belinda
berharap Ia akan menemui Belinda.
Hal tersebut terjadi hingga 6 tahun lamanya,
Elio mencoba mencari dari satu kota ke kota lain, Ia selalu teringat akan
kenangan saat bersama dengan Belinda setiap kali mengunjungi tempat yang pernah
mereka kunjungi dulu, Elio emncari dengan perasaan yang tidak karuan, rasa
kehilangan, kesepian, sedih, dan rasa rindu, membuat setiap detik pencariannya
tersa sangat berat. Namun perjuangan Elio tidak membuahkan hasil Ia tak kunjung
menemukan Belinda, Akhirnya Ia mencoba mengikhlaskan dan berhenti mencarinya.
Selama 6 Tahun itu Belinda lebih sering
ditemukan oleh GOS, yang membuat dirinya harus lebih sering berpindah tempat
juga, Belinda juga mengkhawatirkan Elio, karena Ia tidak sempat berpamitan,
Belidna mencoba untuk menemui Elio namun Ia terus menerus gagal karena setiap
kali ingin pergi Belinda selalu tertangkap GOS. Hingga suatu hari ada sebuah
pameran di pusat kota, Belinda ingat dengan kenangan bersama Elio, Ia
memutuskan untuk mencoba datang ke pameran tersebut, Ia berjalan diantara
kerumunan orang-orang dengan jaket, topi dan masker yang dulu diberikan oleh
Elio. Jam menunjukkan angka 7 tapi kembang api sudah dinyalakan, suara ledakan
membuat Belinda terkejut, Ia memandang warna warni bunga api dilangit
“Ah.. jadi dulu aku melewatkan pesta kembang
api karena pulang lebih dulu” Ia memandang kearah langit yang di terangi
kembang api sambil tersenyum dan teringat akan Elio.
“Apa kau baik-baik saja?” ( bersamaan dari arah kanan)
“Apa kau baik-baik saja?” ( bersamaan dari arah kiri)
Belinda melihat disampingnya Ia melihat
seorang laki-laki tinggi yang memandangnya dengan lembut, Belinda meneteskan
air mata tanpa Ia ketahui, yah laki-laki tersebut adalah Elio, Elio mendekat ke
arah Belinda dan mengusap air matanya lalu
“Bagaimana kabarmu bel?” Elio mengatakannya
dengan tersenyum manis.
Belinda
yang yakin bahwa itu adalah Elio setelah mendengar namanya disebut memeluk
laki-laki didepannya sambil menangis, mereka berpelukan ditengah orang-oprang
yang lalu lalang, suara tangisan Belinda tersamarkan oleh suara ledakan kembang
api, hal itu membuat orang di sekitarnya tidak mengetahui dan acuh kepada
mereka.
__ADS_1
Bersambung……