White Room

White Room
(Season 1) #3 Maksud Lain


__ADS_3

Setelah mengingat masa-masa itu Steven mengambil jas lab nya


dan memutuskan untuk menemui Bianca, Laboratorium ini sangat


luas dan berada di bawah tanah, banyak ruangan dan sub ruang yang


terkunci dan tidak bisa di akses oleh sembarang


orang, segala mesin canggih penunjang berada di segala sudut ruangan,


semua ilmuan sibuk dengan tugas masing – masing, terlihat juga beberapa


hewan yang digunakan untuk objek uji coba yang terlihat sangat ketakutan


dan beberapa sekarat karena gagal. Suasananya terlihat sangat buruk dan


sesak walaupun tempatnya terlihat sangat bersih dan rapi.


Steven berjalan di sepanjang lorong menuju ruangan Bianca berada,


Ia  membuat kesimpulan dari seluruh penelitian ini, pertama, Bianca tidak bisa mengontrol kapan akan pergi dan pulang, kedua, Bianca tidak bisa menentukan ke dimensi mana Ia akan berpindah,


ketiga, durasi kepergian Bianca bervariasi dengan kisaran 5 sampai 10 menit,


keempat, setiap kali berpindah dimensi Bianca akan menghasilkan


energi yang sangat besar, dan energi besar itulah kunci untuk membuka


portal dimensi lain.


Bianca terlihat sedang menyiram sebuah tanaman,


tanaman tersebut berada di dalam sebuah kotak kaca mirip


seperti aquarium ikan, terdapat lampu khusus pengganti sinar matahari,


karena lab terletak di bawah tanah, sinar matahari tidak bisa


masuk kesana. Ada tiga buah pot berisi bunga – bunga yang berbeda jenis,


Bianca sangat suka dengan tanaman, walaupun sebenarnya Ia sangat


menyukai hewan, tetapi Ia dilarang memelihara hewan dan sebagai gantinya


Ia diperbolehkan merawat tanaman.


Bianca melihat Steven yang datang dan berdiri di tengah pintu ruangannya,


Bianca tersenyum dengan riang.


“Kau sudah merasa baikan?” Steven mendekat kearah Bianca


“Yah.. aku sudah merasa lebih baik sekarang”


“Hmm.. kenapa kau jadi sering pingsan seperti ini? Apa kau kelelahan?”


“Lain kali aku akan lebih berhati – hati agar tidak terulang lagi”


Steven memeluk putri kecilnya dan memandanginya.


Entah kenapa beberapa bulan ini Bianca sering tiba- tiba pingsan,


hal itu membuat Steven kesulitan untuk melakukan penelitian,


Keesokan harinya setelah menulis laporan Steven menyerahkannya ke Eddie Wang yang merupakan tangan kanan atau bisa disebut asisten


pribadi yang selalu menempel ke Anastasya, Eddie adalah mantan


anggota elit militer, Ia bertugas melakukan semua hal untuk


Anastasya mulai dari sesuatu yang ringan seperti membawakan


berkas dan menyusun jadwal hingga menjadi pembunuh bayaran demi


kepentingan Anastasya. Saat sampai di depan ruangan Eddie


ternyata Anastasya juga sedang berada di sana, Steven mendengar


percakapan diantara keduanya.


“Waktu yang telah terbuang sia-sia harus diganti dengan hasil yang

__ADS_1


luar biasa, kita bisa membuat orang-orang memiliki dunia impian mereka,


dengan harga yang tentunya tidak murah, mereka bisa mendapatkannya.


Dan Steven harus segera berhenti bermain-main”


“Saya akan mengawasi Profesor Steven”


"Tentu saja dan jangan lupa setelah kita memiliki hasilnya,


kau harus membereskan semua yang ada disini, tak


terkecuali Steven, dia adalah kunci semua penelitian ini, dia bisa saja mengkhianatiku lagi”


Steven yang mendengar hal itu terpaku sejenak, kata – kata tersebut


hanya beberapa detik di ucapkan tapi memiliki makna yang


mengerikan untuk Steven, Ia hendak masuk keruangan tersebut


dan bertanya kepada Anastasya, tapi Ia sangat mengerti apa maksud dari kalimat


yang telah Ia dengar tadi, Ia pun bergegas kembali ke ruangannya.


“Andai saja dulu Steven tidak memilih wanita itu” Anastasya


menggenggam erat gelas ditangannya dan teringat


kembali awal pertemuannya dengan Steven.


Ia awalnya membentuk club kampus bersama Steven yang merupakan


teman satu jurusan dan mereka saat itu merupakan mahasiswa di


salah satu universitas ternama, Anastasya bersahabat dan sangat dekat dengan


Steven hingga kedekatan itu berubah menjadi rasa cinta, Anastasya yang


merupakan keluarga berada terus menunjang dan mendukung semua hal


yang di lakukan oleh Steven hingga akhirnya Steven dan Anastasya bisa


membentuk sebuah organisasi besar karena berhasil memenangkan


sebelah tangan lantaran Steven memilih untuk menikah dengan wanita lain,


dan memutuskan untuk meninggalkan organisasi serta tidak lagi melanjutkan


studinya kejenjang yang lebih tinggi,


Ia memilih untuk hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Anastasya yang


benar-benar marah dan tidak habis pikir, Ia mengungkapkan semua perasaannya


kepada Steven, dan Steven yang mengetahui perasaan Anastasya mencoba memberi


penjelasan bahwa Ia hanya mengganggap Anastasya sebagai temannya, tidak lebih.


Anastasya sampai memohon agar Steven tidak pergi namun Steven sudah mengambil keputusan.


Namun setelah dikhianti Steven, Anastasya berubah menjadi berambisi


dan bertekad mendapatkan apapun yang diinginkannya,


dengan cara kotor sekalipun. Gadis manis yang awalnya sangat baik


dan ramah itu berubah menjadi sosok yang dingin, egois dan mengerikan,


hanya karena hubungan percintaan id masa lalunya, tetapi masyarakat


terlanjur mengenal Anastasya yang adalah sosok perempuan bak malaikat,


Anastasya melanjutkan organisasi sendirian, selama beberapa tahun hingga


akhirnya Steven tiba-tiba datang dan meminta bantuan Anstasya,


namun Anastasya menolaknya karena Steven lah yang pertama


kali membuang dirinya, namun semua berubah setelah Steven mengatakan


alasannya meminta bantuan, dan Steven kembali bergabung dengan GOS.

__ADS_1


Semenjak kedatangan Bianca, Anastaysa mendirikan sebuah panti


asuhan sebagai alibi agar Bianca bebas keluar masuk ke area pribadi GOS dan Ana juga selalu aktif mengikuti banyak kegiatan sukarela,


membuat agar citranya lebih sempurna.


Steven sudah menyangka bahwa Anastasya pasti mengincar tujuan lain di bentuknya proyek ini, tapi Ia tidak mengira bahwa Anastasya akan


membunuh para ilmuan yang terlibat, termasuk dirinya.


Steven mendatangi kamar Bianca dan meminta Bianca untuk


bersiap-siap pergi dari sana


“Bi dengarkan Ayah, kita akan pulang besok”


“Wah benarkah ayah? Apa aku bisa bertemu Belinda dan Ibu lagi?”


“Iya tapi kau harus berjanji, kau tidak boleh mengatakan kepada


siapapun bahwa kita akan pulang”


Tanpa bertanya alasan Bianca yang senang dan bersemangat


langsung menyutujui keinginan ayahnya itu.


Steven mulai menyusun rencana, Ia akan membawa lari Bianca


lewat jalur evakuasi saat jam istirahat malam, Ia menelepon Helene


dan menyuruh Helene untuk menjemput mereka besok malam.


Waktu berlalu dengan cepat, istirahat malam pun tiba Steven


menggandeng Bianca dan mulai pergi, namun mereka harus melewati


penjagaan yang ketat, Steven menyuruh agar Bianca tidak bersuara


dan tidak melepaskan tangannya. Mereka berhasil melewati beberapa


penjaga, namun tinggal sedikit lagi mencapai pintu evakuasi salah


satu penjaga menghadang mereka dan bertanya


“Anda mau kemana?”


“Ah.. aku hanya ingin membawa Bianca mencari angin, kami akan


kembali sebentar lagi”


“Kalau begitu biar kami temani”


Steven mulai tidak sabar dan memukul para penjaga dan menggendong


Bianca lari, namun ternyata penjagaan diluar pintu sangat banyak


dan mereka di hadang oleh Eddie.


Eddie mulai bertanya apa yang tengah terjadi, Steven lalu bilang bahwa


mereka hanya akan jalan – jalan sebentar, Eddie tidak percaya dan


mulai mengambil tas tangan Steven dan membukanya, Ia melihat


catatan penelitian dan mulai curiga.


“Kau mau jalan – jalan kemana dengan semua catatan ini?”


Steven mulai kehabisan kata – kata dan mencoba untuk kabur dengan


menyerang Eddie, namun Eddie bukanlah sembarang


orang, Steven mulai dikeroyok oleh para penjaga, Steven menyuruh Bianca untuk


lari, Eddie yang menyadari hal itu mulai menangkap Bianca lalu menyeretnya


kembali ke lab, Bianca berteriak dan menangis karena dipisahkan dengan ayahnya.


Namun tiba-tiba Steven merasakan sebuah energi aneh yang muncul, tidak lama


terdengar suara ledakan dari arah lab, Bianca berjalan kearah Steven dengan

__ADS_1


kondisi yang berbeda.


Bersambung..


__ADS_2