
Bianca berjalan sendirian dengan tatapan kosong,
asap mengepul di belakangnya, melihat hal itu
Steven juga mencoba meloloskan diri dan menghampiri
Bianca, Ia memeluk dan memastikan bahwa Bianca
tidak terluka, namun Bianca tidak merespon ucapan Steven, para penjaga mencoba kembali menangkap mereka,
namun penjaga-penjaga tersebut terhenti karena cahaya terang yang tiba-tiba
muncul dan mereka terdorong jauh dari arah
Bianca dan Steven bersamaan dengan itu para penjaga
kehilangan jejak mereka.
Anastasya yang mendengar hal itu pun marah besar,
Ia berteriak kearah Eddie
“Bagaimana bisa mereka kabur?”
“Mereka tiba-tiba menghilang saat terjadi sebuah ledakan”
“Apa? Lalu apakah hanya sebatas itu kemampuanmu?
Sekalipun dunia terbelah kau tidak boleh lalai dalam tugasmu”
“Maafkan saya Nona, saat itu saya tidak tau bagaimana saya bisa
tiba-tiba tidak sadarkan diri, namun para penjaga
melihat dengan langsung, muncul cahaya dan ledakan
lalu tiba-tiba mereka menghilang begitu saja, bisa
saja mereka mungkin pergi kedimensi lain” Eddie
mulai memikirkan berbagai kemungkinan.
“Steven bilang gadis itu masih belum bisa mengontrol kekuatannya,
bagaimana bisa Ia pergi disaat yang tepat seperti itu”
amarah Anastasya meluap-luap, Ia berdiri di
depan jendela gedung yang mengarah ke pusat kota.
“Berarti selama ini Steven berbohong kepada kita”
Anastasya kembali meledakan amarah dan melempar gelas di mejanya kearah Eddie.
“Bisa-bisanya dia, tetap coba cari Steven dan Bianca siapa tau mereka
hanya kabur di sekitaran sini, lalu cari juga satu
anaknya lagi, gadis itu memiliki saudara kembar,
kemungkinan besar dia juga memiliki kekuatan yang sama
atau bisa jadi sesuatu yang berbeda, kita harus
mengeceknya, kali ini kalian tidak boleh sampai gagal lagi”
“Baik Nona” Eddie pun meninggalkan ruangan.
“Kalian harus mencarinya tanpa menimbulkan
keributan, jangan sampai ada seorang pun yang tau
tentang pencarian ini”
Eddie membagi pasukannya menjadi 2 bagian, tim
pertama bertugas mencari Bianca dan Steven, sedangkan
tim kedua membawa Belinda sebagai cadangan,
jika tim pertama tidak berhasil.
Steven dan Bianca yang terlempar ke dimensi lain terdampar
di sebuah padang rumput luas, Steven menyadari bahwa Ia bukan
berada di dunianya, Ia bernafas lega karena bisa kabur dari GOS,
namun Ia tersadar dan segera mencari Bianca, Ia menemukannya
namun keadaan Bianca tidaklah baik, Bianca kehilangan kesadaran
akibat ledakan kekuatan yang terjadi padanya tadi, Steven berusaha
mencari perumahan dan pertolongan, dengan tertatih dan menahan
rasa sakit di sekujur tubuhnya Ia mengendong Bianca di punggungnya,
__ADS_1
langit gelap membuat Ia kesulitan mencari arah, Steven terus
berjalan sampai akhirnya menemukan jalan beraspal, tetapi selama
menyusuri jalan tidak ada satupun kendaraan yang lewat, Ia mencoba
mencari sinyal namun tidak berhasil mendapatkannya, karena kelelahan
Steven mulai berjalan dengan tidak stabil, tiba-tiba ada mobil melaju
dari arah belakang dan menabrak Steven beserta Bianca, mereka
tertabrak cukup keras, Bianca jatuh jauh dari Steven, dengan
sedikit keasadaran yang Ia punya, Ia berusaha mencari Bianca dan meraih
tangannya, namun Steven sudah tidak sanggup lagi sayup-sayup Ia
mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya, hingga akhirnya
tak sadarkan diri.
Saat siuman Steven langsung mencari Bianca dengan gelisah karena
Ia sekarang tidak tau ada dimana dan dunia yang seperti apa,
“dimana putriku? Apa aku sudah kembali ke dunia asalku? Tidak
aku tidak boleh kembali sekarang, Bianca dimana kau? kita tidak
boleh tertangkap” Steven melepas infus ditangannya secara paksa darah mengucur di punggung tangannya, sambil menahan sakit di dadanya Ia berlarian dilorong rumah sakit mencari Bianca,
Ia lantas bertanya kepada resepsionis dan pergi ke ruangan Bianca berada.
Bianca yang sedang di periksa oleh dokter keadaannya sudah mulai
membaik namun belum sadarkan diri,
mereka mengalami syok
dan kelelahan, serta beberapa tulang rusuk Steven patah yang membuatnya
tidak sadarkan diri selama seminggu terakhir, dokter mengatakan bahwa Steven harus beristirahat lebih lama lagi.
Setelah dokter pergi Steven duduk di samping ranjang Bianca dan
mulai menggenggam tangan mungil Bianca
“Maafkan ayah, seharusnya ayah tidak membawamu ke lab itu,
sekarang karena keegoisan dan ketakutan ayah kau harus menderita
Setelah dirawat untuk beberapa hari dan Bianca siuman beberapa
kali dalam waktu yang singkat, ditengah-tengah itu Steven mendapat
informasi dari dokter mengenai keadaan Bianca,
“Kini sudah sekitar empat hari sejak Bianca tidak sadarkan diri,
Ia hanya membuka matanya namun setelah itu kembali
tertidur, ini adalah hasil setelah melalui berbagai pemeriksaan menyeluruh,
saat Bianca terbangun nanti kemungkinan besar Ia akan kehilangan salah satu
fungsi tubuhnya karena trauma yang terjadi setelah syok yang dia alami”
Steven merasa bahwa itu adalah awal kehancuran di hidupnya,
karena tak mampu melindungi putrinya sendiri.
Seminggu kemudian Bianca terbangun, Steven langsung menemui
Bianca di sana sudah ada dokter dan perawat yang sedang
melihat keadaan Bianca, Steven yang setengah ketakutan
mulai bertanya kepada dokter
“Bagaimana dok? Apa putriku baik-baik saja?”
Dokter mengingatkan Steven tentang perkataannya seminggu yang lalu
bahwa Bianca akan kehilangan salah satu fungsi tubuhnya,
Steven mulai pasrah jika Bianca akan mengalami kelumpuhan, Ia
hanya ingin agar putrinya bisa sembuh kembali, namun bukannya
kehilangan fungsi tubuh melainkan Bianca harus kehilangan seluruh
ingatannya selama ini, dokter masih belum mengetahui apakah ini
permanen atau tidak, namun kemungkinannya kecil untuk bisa
mengingat memori yang telah hilang di usia semuda ini, Bianca
__ADS_1
tidak bisa mengenali Steven dan hanya memandang bingung
Steven yang menangis di depannya.
Selama beberapa hari Steven mencoba untuk membuat Bianca
ingat akan dirinya, namun hal itu sia-sia saja, Bianca tetap
memiliki beberapa kebiasaan yang tidak berubah seperti saat Ia
makan, Ia akan menyingkirkan sayuran dipiringnya,
“Bi ayah sudah bilang kau harus memakannya”
“Rasanya tidak enak, aku merasa akan muntah jika memakannya”
Steven langsung teringat kenangan saat Ia berdebat dengan Bianca
mengenai sayuran, “Kau tetaplah putriku, sekalipun kau
tidak bisa mengingat ku ataupun kenangan yang kita lalui selama ini”
tanpa sadar air mata steven menetes sambil memandang Bianca
yang sibuk menyingkirkan sayuran.
“Ayah, kau menangis?”
“Ah.. tidak, ayah tidak me…” Steven terkejut
mendengar Bianca memanggilnya ayah
“Apa kau sudah ingat ayah?”
“Tidak, tapi kau selalu mengatakan bahwa aku
adalah putrimu, seperti tadi”,
Steven kembali terdiam dan menarik napas
dalam-dalam lalu mencoba menerima keadaannya,
“Terima kasih, karena kau mau menerimaku
sebagai ayahmu walaupun kau tidak mengingatku”
Tidak lama kemudian seorang perawat meminta Steven untuk
mengurus administrasi. Steven yang tidak memiliki identitas di
dunia ini dan tidak memiliki uang sama sekali, tidak tau harus bagaimana,
jika meminta pertolongan pihak berwajib itu tidak akan ada gunanya,
yang ada Ia akan di tertawai dan dikatai sebagai orang gila,
dan Ia akan dihadapkan pada situasi rumit dimana Ia akan
di tanyai lalu bisa dianggap sebagai Imigran Ilegal.
Ditengah kegelisahan dan kepanikan Steven, seorang wanita
bernama Kristin menawarkan diri untuk menjadi wali mereka.
Steven terkejut dan berterima kasih tanpa pikir panjang, karena hal
terpentingnya adalah segera pergi dengan Bianca, Namun Kristin
meminta untuk bertemu dengan Bianca. Steven menolak dan
mulai waspada karena ini menyangkut Bianca, Kristin mulai
mengancam dengan mencabut tawarannya untuk menjadi wali
mereka, Kristin pun berjanji hanya akan melihatnya saja. Steven
tidak memiliki pilihan lain dan mereka akhirnya menemui Bianca,
Bianca tertidur setelah meminum obat,
Kristin berjalan di belakang Steven dan memandang Bianca yang
tertidur lelap, Air matanya tanpa sadar menetes, Ia buru-buru menyekanya,
tapi Ia tidak bisa menahan emosinya tiba-tiba Kristin
menjadi sensitif dan berteriak menanyakan siapa sebenarnya mereka,
Steven yang kebingungan dengan tingkah Kristin mencoba menjelaskan
dan menyembunyikan Bianca yang tertidur di belakangnya,
Kristin terus menyudutkan Steven yang mencoba menyembunyikan
Bianca.
Kristin mencoba tenang dan mulai bertanya lagi kepada Steven
__ADS_1
“Siapa sebenarnya kalian?”.
Bersambung..