White Room

White Room
(Season 1) #4 Siapa Kami


__ADS_3

Bianca berjalan sendirian dengan tatapan kosong,


asap mengepul di belakangnya, melihat hal itu


Steven juga mencoba meloloskan diri dan menghampiri


Bianca, Ia memeluk dan memastikan bahwa Bianca


tidak terluka, namun Bianca tidak merespon ucapan Steven, para penjaga mencoba kembali menangkap mereka,


namun penjaga-penjaga tersebut terhenti karena cahaya terang yang tiba-tiba


muncul dan mereka terdorong jauh dari arah


Bianca dan Steven bersamaan dengan itu para penjaga


kehilangan jejak mereka.


Anastasya yang mendengar hal itu pun marah besar,


Ia berteriak kearah Eddie


“Bagaimana bisa mereka kabur?”


“Mereka tiba-tiba menghilang saat terjadi sebuah ledakan”


“Apa? Lalu apakah hanya sebatas itu kemampuanmu?


Sekalipun dunia terbelah kau tidak boleh lalai dalam tugasmu”


“Maafkan saya Nona, saat itu saya tidak tau bagaimana saya bisa


tiba-tiba tidak sadarkan diri, namun para penjaga


melihat dengan langsung, muncul cahaya dan ledakan


lalu tiba-tiba mereka menghilang begitu saja, bisa


saja mereka mungkin pergi kedimensi lain” Eddie


mulai memikirkan berbagai kemungkinan.


“Steven bilang gadis itu masih belum bisa mengontrol kekuatannya,


bagaimana bisa Ia pergi disaat yang tepat seperti itu”


amarah Anastasya meluap-luap, Ia berdiri di


depan jendela gedung yang mengarah ke pusat kota.


“Berarti selama ini Steven berbohong kepada kita”


Anastasya kembali meledakan amarah dan melempar gelas di mejanya kearah Eddie.


“Bisa-bisanya dia, tetap coba cari Steven dan Bianca siapa tau mereka


hanya kabur di sekitaran sini, lalu cari juga satu


anaknya lagi, gadis itu memiliki saudara kembar,


kemungkinan besar dia juga memiliki kekuatan yang sama


atau bisa jadi sesuatu yang berbeda, kita harus


mengeceknya, kali ini kalian tidak boleh sampai gagal lagi”


“Baik Nona” Eddie pun meninggalkan ruangan.


“Kalian harus mencarinya tanpa menimbulkan


keributan, jangan sampai ada seorang pun yang tau


tentang pencarian ini”


Eddie membagi pasukannya menjadi 2 bagian, tim


pertama bertugas mencari Bianca dan Steven, sedangkan


tim kedua membawa Belinda sebagai cadangan,


jika tim pertama tidak berhasil.


Steven dan Bianca yang terlempar ke dimensi lain terdampar


di sebuah padang rumput luas, Steven menyadari bahwa Ia bukan


berada di dunianya, Ia bernafas lega karena bisa kabur dari GOS,


namun Ia tersadar dan segera mencari Bianca, Ia menemukannya


namun keadaan Bianca tidaklah baik, Bianca kehilangan kesadaran


akibat ledakan kekuatan yang terjadi padanya tadi, Steven berusaha


mencari perumahan dan pertolongan, dengan tertatih dan menahan


rasa sakit di sekujur tubuhnya Ia mengendong Bianca di punggungnya,

__ADS_1


langit gelap membuat Ia kesulitan mencari arah, Steven terus


berjalan sampai akhirnya menemukan jalan beraspal, tetapi selama


menyusuri jalan tidak ada satupun kendaraan yang lewat, Ia mencoba


mencari sinyal namun tidak berhasil mendapatkannya, karena kelelahan


Steven mulai berjalan dengan tidak stabil, tiba-tiba ada mobil melaju


dari arah belakang dan menabrak Steven beserta Bianca, mereka


tertabrak cukup keras, Bianca jatuh jauh dari Steven, dengan


sedikit keasadaran yang Ia punya, Ia berusaha mencari Bianca dan meraih


tangannya, namun Steven sudah tidak sanggup lagi  sayup-sayup Ia


mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya, hingga akhirnya


tak sadarkan diri.


Saat siuman Steven langsung mencari Bianca dengan gelisah karena


Ia sekarang tidak tau ada dimana dan dunia yang seperti apa,


“dimana putriku? Apa aku sudah kembali ke dunia asalku? Tidak


aku tidak boleh kembali sekarang, Bianca dimana kau? kita tidak


boleh tertangkap” Steven melepas infus ditangannya secara paksa darah mengucur di punggung tangannya, sambil menahan sakit di dadanya Ia berlarian dilorong rumah sakit mencari Bianca,


Ia lantas bertanya kepada resepsionis dan pergi ke ruangan Bianca berada.


Bianca yang sedang di periksa oleh dokter keadaannya sudah mulai


membaik namun belum sadarkan diri,


mereka mengalami syok


dan kelelahan, serta beberapa tulang rusuk Steven patah yang membuatnya


tidak sadarkan diri selama seminggu terakhir, dokter mengatakan bahwa Steven harus beristirahat lebih lama lagi.


Setelah dokter pergi Steven duduk di samping ranjang Bianca dan


mulai menggenggam tangan mungil Bianca


“Maafkan ayah, seharusnya ayah tidak membawamu ke lab itu,


sekarang karena keegoisan dan ketakutan ayah kau harus menderita


Setelah dirawat untuk beberapa hari dan Bianca siuman beberapa


kali dalam waktu yang singkat, ditengah-tengah itu Steven mendapat


informasi dari dokter mengenai keadaan Bianca,


“Kini sudah sekitar empat hari sejak Bianca tidak sadarkan diri,


Ia hanya membuka matanya namun setelah itu kembali


tertidur, ini adalah hasil setelah melalui berbagai pemeriksaan menyeluruh,


saat Bianca terbangun nanti kemungkinan besar Ia akan kehilangan salah satu


fungsi tubuhnya karena trauma yang terjadi setelah syok yang dia alami”


Steven merasa bahwa itu adalah awal kehancuran di hidupnya,


karena tak mampu melindungi putrinya sendiri.


Seminggu kemudian Bianca terbangun, Steven langsung menemui


Bianca di sana sudah ada dokter dan perawat yang sedang


melihat keadaan Bianca, Steven yang setengah ketakutan


mulai bertanya kepada dokter


“Bagaimana dok? Apa putriku baik-baik saja?”


Dokter mengingatkan Steven tentang perkataannya seminggu yang lalu


bahwa Bianca akan kehilangan salah satu fungsi tubuhnya,


Steven mulai pasrah jika Bianca akan mengalami kelumpuhan, Ia


hanya ingin agar putrinya bisa sembuh kembali, namun bukannya


kehilangan fungsi tubuh melainkan Bianca  harus kehilangan seluruh


ingatannya selama ini, dokter masih belum mengetahui apakah ini


permanen atau tidak, namun kemungkinannya kecil untuk bisa


mengingat memori yang telah hilang di usia semuda ini, Bianca

__ADS_1


tidak bisa mengenali Steven dan hanya memandang bingung


Steven yang menangis di depannya.


Selama beberapa hari Steven mencoba untuk membuat Bianca


ingat akan dirinya, namun hal itu sia-sia saja, Bianca tetap


memiliki beberapa kebiasaan yang tidak berubah seperti saat Ia


makan, Ia akan menyingkirkan sayuran dipiringnya,


“Bi ayah sudah bilang kau harus memakannya”


“Rasanya tidak enak, aku merasa akan muntah jika memakannya”


Steven langsung teringat kenangan saat Ia berdebat dengan Bianca


mengenai sayuran, “Kau tetaplah putriku, sekalipun kau


tidak bisa mengingat ku ataupun kenangan yang kita lalui selama ini”


tanpa sadar air mata steven menetes sambil memandang Bianca


yang sibuk menyingkirkan sayuran.


“Ayah, kau menangis?”


“Ah.. tidak, ayah tidak me…” Steven terkejut


mendengar Bianca memanggilnya ayah


“Apa kau sudah ingat ayah?”


“Tidak, tapi kau selalu mengatakan bahwa aku


adalah putrimu, seperti tadi”,


Steven kembali terdiam dan menarik napas


dalam-dalam lalu mencoba menerima keadaannya,


“Terima kasih, karena kau mau menerimaku


sebagai ayahmu walaupun kau tidak mengingatku”


Tidak lama kemudian seorang perawat meminta Steven untuk


mengurus administrasi. Steven yang tidak memiliki identitas di


dunia ini dan tidak memiliki uang sama sekali, tidak tau harus bagaimana,


jika meminta pertolongan pihak berwajib itu tidak akan ada gunanya,


yang ada Ia akan di tertawai dan dikatai sebagai orang gila,


dan Ia akan dihadapkan pada situasi rumit dimana Ia akan


di tanyai lalu bisa dianggap sebagai Imigran Ilegal.


Ditengah kegelisahan dan kepanikan Steven, seorang wanita


bernama Kristin menawarkan diri untuk menjadi wali mereka.


Steven terkejut dan berterima kasih tanpa pikir panjang, karena hal


terpentingnya adalah segera pergi dengan Bianca, Namun Kristin


meminta untuk bertemu dengan Bianca. Steven menolak dan


mulai waspada karena ini menyangkut Bianca, Kristin mulai


mengancam dengan mencabut tawarannya untuk menjadi wali


mereka, Kristin pun berjanji hanya akan melihatnya saja. Steven


tidak memiliki pilihan lain dan mereka akhirnya menemui Bianca,


Bianca tertidur setelah meminum obat,


Kristin berjalan di belakang Steven dan memandang Bianca yang


tertidur lelap, Air matanya tanpa sadar menetes, Ia buru-buru menyekanya,


tapi Ia tidak bisa menahan emosinya tiba-tiba Kristin


menjadi sensitif dan berteriak menanyakan siapa sebenarnya mereka,


Steven yang kebingungan dengan tingkah Kristin mencoba menjelaskan


dan menyembunyikan Bianca yang tertidur di belakangnya,


Kristin terus menyudutkan Steven yang mencoba menyembunyikan


Bianca.


Kristin mencoba tenang dan mulai bertanya lagi kepada Steven

__ADS_1


“Siapa sebenarnya kalian?”.


Bersambung..


__ADS_2